Artikel

241203VaGAxDCJXmj9tbiwgZYLKkuPpy43UBsh5QI1McFndRWNrlS8TO6v7ef0oH2q.jpg

Mengenal Rumah Risha, Inovasi Hunian Instan Beton Pracetak

4 December 2024

Rumah Risha bisa dikatakan sebagai solusi inovatif dalam bidang konstruksi perumahan di Indonesia. Konsep ini bertujuan sebagai pemenuhan kebutuhan perumahan yang cepat dibangun, harga terjangkau, dan sesuai dengan standar kelayakan dan kesehatan bagi para penghuni. 

 

Rumah Risha menggunakan bahan bangunan dan komponen dengan material yang cepat digunakan, seperti beton pracetak sebagai bahan utamanya, yang membantu proses pembangunan lebih efisien. 

 

Memahami Rumah Risha 

 

RISHA adalah Rumah Instan Sederhana Sehat yang merupakan teknologi konstruksi knock down yang dibangun dengan cepat karena menggunakan teknologi instan, dengan bahan beton bertulang sebagai struktur utamanya. 

Inovasi ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan penyediaan rumah dengan cepat, berkualitas tinggi sesuai SNI, namun tetap dengan harga terjangkau. 

Dilansir dari data PUPR.go.id, kebutuhan akan perumahan sangat tinggi, yakni mencapai 800.000 unit per tahun. Sementara, daya beli masyarakat begitu rendah, yakni masyarakat berpenghasilan rendah. 

 

Struktur Pembangunan Rumah Risha

 

Material dalam pembuatan struktur Rumah Risha adalah beton pracetak dan jenis bertulang yang telah dirancang dan disesuaikan dengan perakitan perumahan tersebut. 

Dalam konstruksi perumahan jenis ini, terdapat panel dinding sebagai elemen utama dalam struktur pembangunan. Balok-balok dengan ukuran yang disesuaikan dan presisi tinggi akan dipasang di lokasi pembangunan.

Panel-panel beton, baik untuk lantai, kolom dan balok hingga atap yang digunakan akan dipasang dengan baut dan pelat untuk menjamin kestabilan struktur bangunan dan proses instalasi yang lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional.

Selanjutnya, akan ditambah dengan kekuatan dari bahan baja dan material berbahan galvanis yang tahan korosi. 

 

Kelebihan Rumah Risha

Kecepatan dalam Pembangunan

Ini menjadi keunggulan utama dari Rumah Risha. Kecepatan dalam proses pembangunannya dengan komponen beton pracetak, membuat pembangunan lebih cepat dari pembangunan metode konvensional.

Biaya Terjangkau

Efisiensi dalam proses pembangunan hingga pemasangan beton pracetak juga lebih baik, jadi rumah jenis ini menjadi solusi perumahan yang ekonomis tanpa mengorbankan kualitas.

Kualitas dan Ketahanan

Bahan yang digunakan, seperti beton, baja dan lainnya dalam perumahan jenis ini memiliki kualitas yang tinggi dan tahan lama, sehingga menjamin ketahanan dalam beragam kondisi cuaca dan gempa bumi.

Desain lebih Fleksibel

Desain perumahan jenis ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghuni, termasuk pada ukuran rumah.

Produksi dilakukan Secara Massal

Kelebihan lainnya adalah kemudahan dalam produksi secara besar-besaran, jadi tidak mengherankan jika perumahan ini sangat cocok untuk membuat sebuah perumahan, kompleks, atau rumah susun. 


 

Kekurangan Rumah Risha

 

Transportasi dan Logistik

Proses membawa atau mengangkut komponen beton pracetak ke lokasi yang ditentukan menjadi tantangan logistik yang harus diperhatikan. 

Pemasangan Khusus

Perlu diperhatikan jika proses perakitan atau pemasangan komponen atau panel beton juga butuh tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus. 

Proses Pemeliharaan

Beton memang diketahui lebih kuat dan tahan lama, tapi butuh pemeliharaan rutin demi mencegah kerusakan. 

 

***

 

Rumah Risha jadi satu solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal di Indonesia dengan cepat, efisien, dan tentunya terjangkau. 

Penggunaan beton pracetak memungkinkan proses pembangunan lebih cepat dan ekonomis, tanpa menghilangkan kualitas bangunan. Ini menjadi jalan keluar untuk masalah perumahan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
241202XFTKhm3wWp5fRndLzrZuBoYvaqMcSeUVisy01GIPQ6Jg9lONDHtAxj8bCE74.jpg

Apa Itu Base Plate Dalam Konstruksi Beton? Ini Penjelasannya!

2 December 2024

Base plate jadi elemen struktural yang digunakan dalam berbagai aplikasi konstruksi, khususnya pembangunan dengan material baja. 

Base plate berupa plat baja yang dipasang pada bagian bawah kolom atau tiang yang mendistribusikan beban dari bawah menuju pondasi. Bagian ini bertugas memastikan stabilitas dan kekuatan bangunan. 

Berikut ini penjelasan lengkap yang bisa menambah informasi Anda mengenai base plate. 

 

 

Apa Itu Base Plate?

 

 

Base plate dapat diartikan sebagai struktur baja atau lembaran baja yang dipasang sebagai penghubung di dasar kolom struktur pondasi yang biasanya berbahan beton bertulang hingga bagian atasnya. 

Komponen yang sering disebut juga pelat dasar dipasang di bagian bawah, yang nantinya akan membantu menyebarkan beban pada struktur rangka ruang, sehingga tidak hanya berfokus pada satu titik saja. Beban dari atas menuju ke bagian tengah akan diteruskan pada kolom baja menuju dasar pondasi. Hal ini akan membantu mencegah kerusakan atau kegagalan pada pondasi infrastruktur.

 

 

Fungsi Base Plate

 

Selain membantu sebagai distribusi beban dari kolom atau tiang secara merata ke pondasi, penggunaan base plate akan meningkatkan kestabilan tanpa pergeseran dan penurunan kolom dengan memberikan pondasi kokoh dan rata untuk kolom. 

Tentunya dengan fungsi tersebut akan memaksimalkan perlindungan pada pondasi dari retak atau kerusakan akibat tekanan berlebih.

 

Baca Juga: Ingin Pondasi Rumah Kuat & Kokoh? Ini Cara Mudahnya!

 

 

Penggunaan Base Plate pada Pondasi Beton

 

 

Sebagai elemen perantara antara kolom baja dan pondasi beton, ada beberapa langkah pemasangan komponen ini yang harus diperhatikan. 

Langkah awal dalam pemasangan sambungan pada kolom dengan pelat dasar dilakukan dengan perencanaan yang tepat, seperti menghitung beban pada pondasi, ukuran dan ketebalan base plate yang dibutuhkan dan peralatan yang digunakan. 

Setelah itu, proses sambungan akan dilakukan dengan sistem las. Tentunya, gunakan pelat dasar berbahan baja berkualitas tinggi demi kekuatan dan daya tahan terbaik.

Pemasangan dengan sistem las akan diikat dengan sistem angkur. Pastikan titik pertemuan kolom, pelat dasar dan pondasi diukur dengan tepat dan teliti. 

Penempatan base plate dilakukan di bagian atas pondasi beton, dengan posisi yang sesuai dan dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan kolom tegak lurus dan tidak miring.

Proses pengelasan dan pengencangan baut akan dilakukan. Metode ini dilakukan tergantung gaya geser dan tarik, serta spesifikasi teknis proyek. Jangan lupakan pengaruh eksternal, seperti gempa, angin kencang dan lainnya. 

 

 

Kelebihan Penggunaan Base Plate

 

 

Pemasangan pelat dasar akan mengurangi risiko kerusakan pada pondasi dan menyediakan dasar yang kuat dan rata untuk kolom. Kelebihan lainnya adalah kemudahan dan fleksibilitas pada desain struktur bangunan. 

 

 

Bentuk Base Plate

 

 

Pelat Persegi Panjang

Bentuk pelat dasar persegi panjang ini umum dipasang untuk kolom baja gabungan dan kolom Wide flange. 

 

Base Plate Segitiga

Jenis lainnya adalah bentuk segitiga dengan sudut siku 90 derajat. Bentuk ini digunakan sebagai plat dasar penguat pada kuda-kuda atau balok.

 

Base Plate Kotak

Bentuk selanjutnya adalah bentuk kotak dengan 4 sisi dengan ukuran panjang yang sama. Kerap digunakan untuk penutup kolom baja H-Beam dan Stall kotak. 

 

Base Plate Lingkaran

Pelat dasar lingkaran dipasang khusus untuk kolom pipa dan umumnya menjadi dasar kolom pipa untuk kerangka infrastruktur seperti tiang listrik dan tiang lampu jalanan. 

 

 

Penutup

 

Base plate memang memiliki ukuran kecil dan dijadikan penguat. Namun, tanpa pemasangan pelat dasar, konstruksi berbagai bangunan, khususnya yang melibatkan struktur baja dan pondasi beton akan kurang stabil dan kuat. 

Penggunaan base plate dalam berbagai jenis konstruksi menunjukkan fleksibilitas dan pentingnya elemen ini dalam memastikan keberhasilan proyek konstruksi.

 

***

 

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
241129v4x9j2iEcBobYHq6NTQtKylkWZsDf1MRUSn3adgpPFh5OuLIG8JAXV0Cew7z.jpg

Mengenal Definisi & Bagian-Bagian Scaffolding: Cek Di Sini!

29 November 2024

Di dunia konstruksi, scaffolding menjadi suatu bagian penting untuk mendukung kelancaran proses pembangunan konstruksi tersebut. Namun, rupanya scaffolding ini berdiri atas beberapa bagian-bagian penting. 

Lalu, apa itu Scaffolding? Apa saja bagian-bagiannya? Dalam ulasan kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai definisi dan bagian-bagian dari scaffolding. Yuk kita mulai bahas bersama!

 

 

Apa Itu Scaffolding?

 

 

Di dunia pembangunan suatu konstruksi, scaffolding merupakan suatu susunan struktur yang dibangun untuk jangka waktu pemakaian yang sementara. Scaffolding ini menjadi suatu struktur yang dibangun dengan tujuan membantu para pekerja untuk dapat menjangkau ke suatu lokasi yang sulit untuk diakses.

 

Lebih lanjut, scaffolding ini dibuat dan dibangun dengan harus mengutamakan kestabilan dan keamanan ketika digunakan. Tujuannya yakni menjaga keamanan pekerja dan alatnya ketika sedang dilakukan suatu pekerjaan.

 

 

Jenis-Jenis Scaffolding

 

 

Scaffolding juga terbagi menjadi beberapa jenis. Diantaranya yakni sebagai berikut.

 

Modular

Jenis pertama dari Scaffolding yakni jenis modular. Scaffolding modular merupakan jenis scaffolding yang dibuat dengan melalui fabrikasi termasuk pada bagian yang menyilangnya.

 

Frame Scaffold

Adapun jenis scaffolding yakni frame scaffold. Jenis scaffolding ini juga dibuat dengan proses fabrikasi beserta rangka menyilangnya. Namun perlengkapannya juga dibuat secara fabrikasi.

 

Mobile Scaffold

Selanjutnya yakni mobile scaffold. Jenis scaffolding ini merupakan jenis yang dibuat untuk dapat berdiri sendiri dan mampu dipindahkan dengan mudah. Seringkali ditemukan mobile scaffold dibuat dan dilengkapi dengan roda pada bagian bawah tiangnya.

 

Tube Scaffold

Tube scaffold merupakan jenis scaffolding yang dibuat dan dibangun dengan menggunakan pipa sebagai penyangga, tiang, dan pengikat. Jenis ini perlu dilakukan penyambungan serta disambung dengan menggunakan klamp.

 

Independent Scaffold

Jenis independent scaffold dibuat dengan menggunakan dua tiang atau lebih dan dirancang dengan cara melintang atau membujur.

 

Scaffolding Overhead

Scaffolding overhead, merupakan jenis scaffolding yang dibangun dari suatu ketinggian dan berada pada sisi luar suatu bangunan dengan dibantu oleh batang penopang. Jenis scaffolding ini terbagi menjadi 3 macam. Yakni spur scaffold, cantilever scaffold, dan drop scaffold.

 

 

Bagian-Bagian Terpenting Scaffolding

 

 

Scaffolding dibangun dengan mengutamakan bagian-bagian terpenting. Apa saja bagian-bagian tersebut. Simak ulasan lebih lanjutnya berikut ini.

 

Standar

Standar menjadi suatu bagian utama dan terpenting pada scaffolding. Bagian ini berfungsi sebagai penyangga dan menopang seluruh struktur scaffolding. Standar juga difungsikan untuk menyalurkan beban dari area kerja ke dasar scaffolding. Umumnya, bagian ini dibuat dari bahan baja dan aluminium serta dilengkapi dengan penyambung untuk bagian scaffolding lainnya.

 

Ledger

Ledger merupakan suatu bagian scaffolding yang berbentuk balok horizontal dan dipasang untuk menghubungkan standar lateral. Bagian ini juga memberikan dukungan horizontal dan memastikan bahwa struktur scaffolding stabil. Bagian ini juga menjadi bagian yang menjadi tempat pemasangan platform kerja.

 

Transom

Bagian scaffolding selanjutnya yakni transom. Bagian ini merupakan bagian yang difungsikan sebagai pendukung platform kerja. Transom juga memiliki bentuk balok horizontal, namun dipasangkan secara melintang diantara dua ledger.

 

Plat Dasar

Bagian selanjutnya yakni bagian plat dasar pada scaffolding. Bagian ini difungsikan sebagai bagian yang mendistribusikan beban scaffolding ke tanah. Plat dasar juga difungsikan untuk mencegah tiang vertikal tenggelam ke dalam tanah akibat beban yang ditopang. Umumnya bagian ini dibuat dari bahan pelat logam.

 

Sole Board

Mirip seperti plat dasar, sole board merupakan bagian yang dibuat untuk mencegah standar tenggelam ke dalam tanah yang lunak dengan menambah distribusi beban. Umumnya, bagian ini dibuat dari bahan dasar papan kayu atau logam.

 

Scaffold Plank

Bagian selanjutnya yakni scaffold plank. Bagian ini merupakan suatu papan yang digunakan sebagai lantai kerja pada scaffolding. Bagian ini dibuat dengan mempertimbangkan ketahanannya terhadap beban scaffolding, pekerja, beserta peralatannya.

 

Guardail

Guardrail merupakan suatu bagian yang digunakan sebagai pegangan pengaman. Bagian ini dipasangkan pada bagian sisi paling luar platform kerja untuk mencegah pekerja jatuh saat melakukan pekerjaanya. Bagian ini juga dirancang dengan top rail dan mid rail sebagai pelindung tambahannya

 

Papan Penahan (Toe Board)

Papan penahan atau toe board merupakan bagian scaffolding yang dipasang di platform kerja dan difungsikan untuk mencegah peralatan pekerja jatuh. Umumnya, ukuran dari papan penahan yakni sekitar 4-6 inci.

 

Penjepit (Branch)

Komponen penjepit ini dipasang sebagai komponen diagonal yang difungsikan untuk memberikan kestabilan lateral pada scaffolding. Bagian ini sangat penting untuk mencegah scaffolding bergoyang dan runtuh.

 

Klem

Selanjutnya adalah Klem. Bagian ini merupakan bagian yang menjadi penyambung komponen-komponen scaffolding seperti standar, ledger, dan komponen lainnya. Umumnya, klem ini terbagi menjadi beberapa jenis. Diantaranya seperti right-angle coupler, swivel coupler, dan putlog coupler.

 

Tangga

Tangga atau bisa disebut dengan ladder, merupakan suatu bagian yang difungsikan sebagai alat akses pekerja untuk mencapai area yang lebih tinggi maupun turun dengan lebih aman. Umumnya, tangga yang dipasang merupakan tangga gantung dan dipasangkan di luar scaffolding.

 

Putlog

Kemudian, putlog juga menjadi bagian dari suatu scaffolding. Putlog merupakan suatu bagian yang berbentuk balok horizontal dan difungsikan sebagai penghubung scaffolding dengan struktur bangunan. Bagian ini juga membantu scaffolding untuk dapat berdiri dengan stabil.

 

Konsol (Cantilever)

Komponen ini merupakan komponen struktur tambahan yang menonjol keluar dari scaffolding utama. Fungsinya yakni untuk memberikan akses ke area yang lebih luas serta lebih tinggi.

 

Pengikat Scaffolding

Pengikat scaffolding atau bisa disebut dengan Scaffold Tie merupakan suatu bagian penting yang difungsikan untuk mengikat serta mengamankan scaffolding ke struktur bagunan yang dibangun. Bagian ini juga menjadi bagian yang berfungsi meminimalisir resiko goyang pada scaffolding.

 

Roda

Komponen terakhir pada scaffolding yakni komponen roda. Roda atau caster wheels merupakan bagian yang dipasangkan langsung pada base plate dan berfungsi untuk membantu scaffolding berpindah tempat. Meskipun begitu, roda ini tetap aman karena memiliki fitur kunci tersendiri. Sehingga scaffolding tidak mudah bergerak ketika sedang dinaiki.


 

Penutup

 

Scaffolding menjadi suatu bagian penting yang difungsikan untuk membantu pekerja dalam menjangkau area yang sulit dicapai atau lebih tinggi. Dengan beberapa bagian utama yang bekerja sama, scaffolding menjadi suatu alat yang sangat berguna dalam mendukung kemudahan suatu pembangunan konstruksi.

 

***

 

Jika Anda membutuhkan beton dengan kualitas tinggi, Sobute hadir untuk membantu.

PT. Sobute Global Indonesia siap membantu Anda dengan menyuplai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

 

Butuh info lebih lanjut? Segera hubungi kami.

Baca selengkapnya...
241126TxtNU8RBwlE6VP2u7r9AbjZCv3kh5zSGgyo4Ynsd1WQ0qOKfpmMeLaHIiFDX.jpg

Membahas Fungsi Dan Aplikasi Adjustable Jack Base Secara Lengkap!

27 November 2024

Dalam dunia konstruksi, pondasi dan penyangga bangunan sudah pasti harus diperhatikan dengan sangat baik untuk menentukan stabilitas dan keamanan struktur. 

Salah satu komponen pendukung struktur sementara atau scaffolding pada kerangka bangunan adalah Adjustable Jack Base. 

Seperti apa adjustable jack base dan penggunaannya? Yuk kita pahami selengkapnya!

 

Adjustable Jack Base Adalah

 

Jenis komponen atau alat yang digunakan untuk menopang beban pada penyangga scaffolding dan formwork dengan kemudahan menyesuaikan ketinggian perancah sesuai kebutuhan. 

Alat ini digunakan dalam berbagai proyek konstruksi untuk memberikan dukungan yang stabil dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. 

 

Fungsi Adjustable Jack Base

Tentunya penggunaan dan pemasangan Jack Base ini difungsikan sebagai penopang dan meratakan beban pada struktur sementara seperti scaffolding. 

Selain itu, akan membantu menjaga stabilitas scaffolding untuk  memastikan tidak ada pergerakan atau goyangan yang membahayakan pekerja.

Pemasangan alat ini juga membuat pekerja lebih fleksibel dalam penyesuaian ketinggian karena adanya fitur adjustable. Dengan fungsi ini akan bisa membantu memenuhi kebutuhan spesifik proyek.

Fungsi selanjutnya adalah membantu mendistribusikan beban secara merata, sehingga mengurangi tekanan di bagian tertentu dan mencegah kerusakan di bagian permukaan lantai.

Tentunya dengan beberapa fungsi ini, penggunaan adjustable jack base lebih meningkatkan keselamatan kerja karena meminimalisir risiko kecelakaan kerja. 

 

Jenis-Jenis Adjustable Jack Base

Adjustable Screw Jack Base

Jenis ini yang paling umum digunakan dengan pemasangan menggunakan sekrup sebagai penyesuaian pada ketinggian dan posisi. 

 

Hydraulic Jack Base

Dirancang khusus dengan sistem hidrolik yang membantu menyesuaikan ukuran dan ketinggian. Bedanya, penggunaan jenis ini lebih mahal dari jenis yang pertama.  

 

Swivel Jack Base

Jenis yang satu ini punya kemampuan tak hanya menyesuaikan ketinggian, namun bisa berputar secara horizontal. Jadi, penggunaan jenis swivel lebih fleksibel dan memudahkan pekerja, khususnya untuk permukaan yang tidak rata dengan kemiringan.

 

Penggunaan Adjustable Jack Base pada Bangunan

 

Penggunaan alat penyangga ini perlu perhatian yang tepat dan detail, untuk pemasangan pada scaffolding, formwork dan perancah sementara dengan beberapa tips, seperti : 

- Pastikan permukaan rata dan sudah aman sebelum pemasangan jack base. 

- Selanjutnya, posisikan jack base pada bagian bawah permukaan yang akan dipasang. 

- Gunakan alat khusus agar tepat dalam pemasangan dan mudah untuk mengatur ketinggian sesuai dengan kebutuhan.

- Atur dan pastikan komponen ini terpasang dengan baik dan kuat sebelum dijadikan penopang beban.

 

Keunggulan Adjustable Jack Base

 

- Lebih fleksibel karena memiliki kemampuan untuk menyesuaikan ketinggian yang cocok dan sesuai kebutuhan untuk berbagai struktur bangunan dan kondisi lapangan.

- Mudah dalam pemasangan karena hadir dengan desain yang simpel namun tetap efektif, sehingga lebih hemat waktu dan tenaga kerja.

- Dengan bahan berkualitas tinggi seperti baja galvanis, Adjustable Jack Base lebih tahan korosi dan punya umur panjang dalam pemakaian. 

- Menciptakan stabilitas dan meningkatkan keamanan serta keselamatan kerja lewat dukungan stabil. 

 

***

 

Adjustable Jack Base jadi komponen penting dalam konstruksi yang memberikan dukungan stabil dan penyesuaian ketinggian yang diperlukan untuk berbagai pekerjaan konstruksi.  

Penggunaan yang tepat dari alat ini tak hanya meningkatkan efisiensi, namun menjaga peningkatan keselamatan kerja.

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
250122UR6g3jlIBpYrufyx2QPN98s0TXcwi7VOCdo1JDhSbv45HGtzEmWFeAaMknKL.jpg

Mengenal Jenis Alat Pemotong Tiang Pancang Beton

25 November 2024

Tiang pancang beton merupakan jenis pondasi tiang beton yang dipasang untuk memperkuat struktur bangunan agar lebih stabil dengan alat penekan khusus. 

Tiang-tiang berbahan beton itu ditanam dalam tanah untuk mendukung dan mentransferkan beban struktur bangunan secara vertikal. Umumnya, tiang pancang dipasang untuk menguatkan kondisi tanah yang tidak kuat. 

Tentunya pemasangan dan pemotongan tiang pancang beton harus dilakukan dengan teknik yang tepat dan disesuaikan dengan keadaan struktur tanah. 

Berikut ulasan lengkapnya!

 

 

Bentuk dan Ukuran Tiang Pancang Beton

 

 

Tiang pancang beton terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan struktur pembangunan dan pemasangannya. 

Umumnya untuk tiang pancang bentuk persegi yang paling banyak dijual di pasaran, dengan ukuran 20 cm x 20 cm hingga 32 cm x 32 cm, dengan panjang mencapai 300 cm sampai 600 cm. Namun, untuk ukuran yang lebih besar, tentunya dapat dibuat sesuai kebutuhan. 

 

Baca Juga: Mengenal Jenis Mutu Beton dan Kegunaannya

 

 

Jenis Tiang Pancang Beton

 

 

Triangular Piles

Jenis yang pertama ini berbentuk segitiga dan biasanya digunakan untuk konstruksi jenis pembangunan khusus. 

 

Spun Pile

Selanjutnya ada jenis spun pile dengan bentuk panjang yang memiliki lubang di bagian tengahnya. Fungsi lubang tersebut memudahkan tekanan aksial lebih fokus pada selimut benti yang melingkar di bagian tiang. 

 

Square Piles

Jenis ini menjadi yang paling sering diaplikasikan untuk berbagai bangunan. Tiang pancang ini memiliki luas penampang yang sama dengan panjangnya, dengan kapasitas beban dan daya tahan tinggi. 

Bentuknya kotak persegi dan paling cocok untuk berbagai jenis infrastruktur, baik berukuran besar hingga kecil. 

 

 

Alat Pemotong Tiang Pancang Beton

 

Pemotongan tiang pancang beton menjadi proses yang harus dilakukan dengan alat dan teknik khusus, agar menghasilkan ukuran tepat. 

Ada beberapa alat yang bisa digunakan dalam memotong tiang pancang dari material ini. Gergaji Beton bisa menjadi alat yang digunakan untuk memotong beton. Selain itu, bisa dengan mesin pile cutting yang sangat efektif untuk memotong tiang pancang dengan presisi tinggi.

Plasma Cutter juga kerap digunakan untuk memotong tiang pancang, walau lebih sering digunakan untuk memotong logam, namun tetap efektif untuk pemotongan bahan baja. 

 

 

Spesifikasi Bahan Pembuat Tiang Pancang Beton

 

 

Sesuai Standar Nasional Indonesia Bidang Jembatan dan Terowongan dari website Kementerian PUPR, berikut spesifikasi bahan pembuatnya:

 

Persyaratan bahan

Beton yang yang digunakan untuk tiang pancang pracetak memiliki syarat dengan kuat tekan 25 Mpa. Untuk itu, tiap pembuatan tiang harus sesuai dengan campuran, dengan komponen bahan yang memenuhi ketentuan metode pengujian kuat tekan beton (SNI 03-1974-1990), dan pelaksanaan pengecoran harus diikuti sesuai pengendalian mutu.

Baja tulangan utama untuk tiang pancang beton pracetak harus dengan baja ulir dan memiliki tegangan leleh minimum 240 Mpa (Bj24), bebas dari korosi dan kotoran. Selanjutnya, baja tulangan lainnya menggunakan baja polos dengan tegangan leleh minimum 240 Mpa (Bj-40). Untuk mencapai mutu baja sesuai standar, pengujian mutu dilakukan sesuai dengan SNI 07-2529-1991 tentang Metode pengujian tarik baja beton. 

 

 

Tahapan Pemotongan Tiang Pancang Beton

 

 

 

- Pastikan semua alat yang dibutuhkan sudah disiapkan dan area kerja dibersihkan dari hambatan. Lakukan juga pemeriksaan keselamatan pekerja dan sekitar. 

- Selanjutnya, lakukan pengukuran dan tandai lokasi yang akan dipotong dengan tepat menggunakan alat pengukur atau waterpas dan bersiap melakukan pemotongan sesuai spesifikasi.

- Lakukan pemotongan dengan rapi dan permukaan yang rata serta sesuaikan dengan mempertimbangkan tinggi. Pemotongan bisa dilakukan bertahap untuk menghindari kerusakan pada tiang. Setelah itu lakukan pemotongan detail dengan hasil sesuai spesifikasi. 

- Setelah pemotongan selesai, potongan tiang pancang diangkat dan dipindahkan dari area kerja dengan alat berat seperti crane atau derek. 

- Besi stek dari tiang pondasi pancang dipersiapkan sesuai standar dan dimensi ukuran besi yang ada.

- Jika stek besi tidak mencapai posisi tiang pancang terlalu dalam, maka dibutuhkan ketebalan poer disesuaikan dengan stek tercapai.

 

 

Penutup

 

Pemotongan tiang pancang beton perlu kombinasi alat yang tepat, dengan bahan pembuat berkualitas tinggi, dan perhatikan tahapan pemotongan yang optimal dan aman. 

Selalu lakukan pemeriksaan dan sesuaikan dengan kebutuhan, tentunya berdasarkan kondisi lapangan dan spesifikasi proyek.

 

***

 

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
241122UVjauDwhNgd4omlJYQrAixTnc2GvZC3B6P0tsKWOeqMSRF5ykfLb19EpXIHz.jpg

Ini Pentingnya Proses Pencampuran Beton Di Dunia Konstruksi

22 November 2024

Di dunia konstruksi, sudah tidak asing lagi mengenai kehadiran beton di hampir semua bangunan yang ada. Baik bangunan gedung, jalan raya, jembatan, bahkan rumah sekalipun. Hal ini dikarenakan kemampuan luar biasa yang dihasilkan beton itu sendiri.

 

Beton memiliki kelebihan-kelebihan seperti umurnya yang panjang, tidak mudah rusak, dan tentunya biaya pemeliharaannya yang cenderung murah. Namun untuk menghasilkan suatu beton yang kuat dan tahan lama, proses pencampuran menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan.

 

Lalu, mengapa suatu proses pencampuran dinilai sangat penting dalam pembuatan beton? Dalam ulasan kali ini, kita akan membahas serba-serbi tentang proses pencampuran beton di dunia konstruksi. Yuk ikuti ulasan lebih lanjutnya bersama!

 

Pengertian Proses Pencampuran Beton

 

Proses pencampuran beton merupakan suatu rangkaian proses krusial yang dilakukan untuk menghasilkan suatu kualitas, kekuatan, dan daya tahan maksimal pada suatu beton. Proses pencampuran beton juga menjadi suatu bagian penting dalam pembuatan beton yang harus dilakukan dengan pemahaman yang mendalam.

.

Lebih lanjut, pemahaman yang mendalam ini mencakup beberapa hal. Utamanya, pemahaman ini berfokus pada penggunaan bahan-bahan, teknik pencampuran, serta faktor-faktor lainnya yang mungkin mempengaruhi efisiensi pembuatan dan kualitas hasil akhir beton.

 

Proses pencampuran beton tentunya akan melibatkan beberapa penggunaan agregat sebagai bahan pembuatan beton. Diantaranya yakni sebagai berikut.

 

Agregat Kasar

 

Agregat kasar merupakan suatu bagian penting yang menjadi bahan campuran pembuatan beton. Agregat kasar ini menjadi suatu bahan penting pencampuran beton yang tujuan penambahannya yakni sebagai pusat kekuatan struktural pada beton. Agregat kasar umumnya dapat berupa kerikil dan batuan kecil.

 

Agregat Halus

 

Selain agregat kasar, agregat halus juga menjadi bahan terpenting dalam proses pencampuran pada pembuatan suatu beton. Agregat halus merupakan suatu bahan campuran beton yang penambahannya berfungsi untuk memberikan kehalusan dan tekstur tertentu pada beton. Agregat halus ini umumnya dapat berupa bahan pasir.

 

Semen

Kemudian, semen juga sangat dibutuhkan kehadirannya yang mana fungsi dari bahan ini yakni untuk mengikat setiap agregat menjadi satu kesatuan. Sehingga dengan menyatunya agregat-agregat pada campuran beton akan menghasilkan suatu pondasi yang harmonis.

 

Air

Air juga menjadidifungsikan  komponen penting dalam proses pencampuran beton. Air merupakan suatu bahan yang sebagai pengaktif zat reaksi kimia pada proses hidrasi semen. Proses hidrasi sendiri merupakan proses terjadinya reaksi kimia antara semen dan air yang pada akhirnya menyebabkan agregat-agregat yang ada menyatu.

 

Zat Tambahan Aditif

Zat aditif menjadi bahan tambahan yang difungsikan untuk mengubah sifat-sifat yang ada pada beton. Dampak dari zat tambahan aditif seperti plasticizer dan superplasticizer ini akan menghasilkan suatu beton yang lebih kuat, dan tahan lama.


 

Pentingnya Proses Pencampuran Beton

Proses pencampuran menjadi suatu proses penting dalam pembuatan suatu beton. Lebih lanjut, pencampuran beton harus dilakukan dengan efisien. Lalu mengapa hal tersebut menjadi penting? Simak ulasan lebih lanjutnya berikut ini.

 

Mendukung Kekuatan, Kepadatan, dan Daya Tahan Beton yang Optimal

Alasan pertama mengapa proses pencampuran beton yang dilakukan dengan efisien yakni bertujuan untuk mendukung hasil beton dengan kekuatan, kepadatan dan daya tahan yang lebih optimal. Dengan proses pencampuran yang efisien, resiko akan timbulnya titik lemah pada struktur beton akan lebih terminimalisir.

 

Meminimalisir Resiko Keretakan pada Beton

Proses pencampuran beton yang dilakukan dengan efisien juga mendorong terhindarnya resiko keretakan pada beton. Hal ini demikian karena jika tidak pencampuran tidak dilakukan dengan merata maka pondasi beton tidak akan memiliki daya tahan yang kuat.

 

Menghindari Pemborosan

Kemudian, proses pencampuran sangat penting untuk dilakukan dengan efisien, guna menghindari resiko pemborosan pada penggunaan bahan-bahan yang ada. Lebih lanjut, penggunaan bahan-bahan yang lebih hemat, maka hal ini juga berdampak pada penggunaan biaya.

 

Mendukung Produktivitas dengan Waktu yang Efisien

Proses pencampuran yang dilakukan dengan efisien tentu juga mendukung produktivitas. Artinya proses pencampuran yang efisien ini juga mendukung penggunaan waktu yang efisien. Dengan penggunaan waktu yang tidak terbuang, akan banyak pekerjaan yang juga terselesaikan.


 

Kesimpulan

Proses pencampuran beton menjadi suatu hal yang penting dalam menghasilkan beton yang punya daya tahan yang optimal, dan umur yang panjang. Proses pencampuran ini perlu dilakukan dengan efisien demi menghindari pemborosan dan resiko beton yang mudah rusak.

 

***

 

Jika Anda membutuhkan beton dengan kualitas tinggi, Sobute hadir untuk membantu.

PT. Sobute Global Indonesia siap membantu Anda dengan menyuplai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Butuh info lebih lanjut? Segera Hubungi kami.

Baca selengkapnya...
241122IXLd70GHZE4mrNhkBnq2c6KMjlpYCUtz5yVgRWeD3QPiaAf9SFuxvbsJo1w8.jpg

Apa Saja Pengaruh Kelembaban Terhadap Kinerja Beton?

21 November 2024

 

Berbagai infrastruktur bangunan dan fasilitas umum harus didirikan dengan material terbaik, yang menawarkan kekuatan dan daya tahan tinggi. Beton menjadi pilihan paling populer karena keunggulan dan sifat fleksibilitasnya.  

Namun, kinerja beton dipengaruhi banyak faktor, salah satunya kelembaban karena berkaitan dengan proses pengeringan, pengerasan dan ketahanan penggunaan beton. 

 

 

Pengaruh Kelembaban Terhadap Kinerja Beton

 

pengaruh kelembaban terhadap kinerja beton

 

Proses Curing 

Kelembaban yang cukup selama proses curing akan membantu beton lebih kuat optimal. Namun, kelembaban yang berlebihan atau bahkan kurang justru membuat proses pengeringan beton tidak sempurna dan rentan rusak. 

 

Pengaruh pada Ketahanan

Kelembaban beton yang tidak cukup akan mempercepat beton mudah retak karena beton mengerut dan memungkinkan air dan zat lainnya masuk dalam struktur material. Sehingga mengurangi durabilitas beton. 

 

Korosi Meningkat

Korosi pada baja tulangan rentan juga terjadi jika terdapat kelembaban yang tinggi, karena air akan masuk dalam beton dan baja tulangan, sehingga menyebabkan korosi. 

 

Pengaruh pada Kekuatan Mekanis

Pengaruh kelembaban juga berpengaruh pada kuat lentur dan tarik beton, dengan kelembaban yang tepat akan mencapai kekuatan mekanis yang dibutuhkan. 

 

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Beton Populer di Dunia Konstruksi

 

 

Cara Mengatasi Pengaruh Kelembaban Pada Beton

 

pengaruh kelembaban terhadap kinerja beton

 

Curing yang Tepat

Salah satu metode umum pada proses pembuatan beton hingga jadi adalah curing. Dengan itu, proses ini akan menjaga permukaan beton tetap terhindrasi dengan penyiraman secara teratur atau menutupi dengan kain basah. Ini akan memberikan kelembaban permukaan beton yang optimal.

 

Penggunaan Curing Compound 

Ini menjadi proses pengaplikasian bahan kimia pada permukaan beton yang bertujuan untuk mencegah penguapan air. Ini sangat efektif ketika cuaca panas atau berangin.

 

Desain Campuran Beton

Aturan dan takaran campuran beton yang tepat sesuai kondisi lingkungan wajib diperhatikan. Gunakan bahan agregat dengan ukuran tepat, dan bahan admixture demi meningkatkan sifat-sifat tertentu untuk mengatasi masalah kelembaban pada kinerja beton. 

 

Kontrol Lingkungan

Pengaturan kelembaban yang efektif dapat dilakukan dengan mengontrol lingkungan, seperti di dalam ruangan atau di luar, kelembaban bisa diatur untuk memastikan kondisi yang ideal bagi beton.

 

Cuaca Ekstrem

Beton yang baru dicor sebaiknya dilindungi dari paparan cuaca ekstrim, seperti air hujan, sinar matahari langsung, atau angin kencang yang dapat mempengaruhi kelembaban permukaan beton.

 

Perbandingan Air dan Semen

Mengatur rasio air-semen harus cukup untuk hidrasi tanpa kelembaban berlebih yang merusak kualitas beton.

 

Pemilihan Material

Penggunaan agregat dan semen dengan jaminan mutu tinggi membantu menghasilkan beton lebih kuat terhadap kelembaban, karena permukaan beton tidak mudah menyerap air. 

 

 

Penutup

 

Menjaga kelembaban pada beton sangat penting dilakukan, karena ini berkaitan dengan pengaruh kekuatan dan daya tahan material ini. 

Dengan memahami dan mengelola kelembaban dengan baik, kualitas dan kinerja beton akan meningkat dan memastikan struktur yang lebih kuat dan tahan lama.

***

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Baca selengkapnya...
241122dTqXz4El7LD3nvJZQtW1fFYmRaiCs2SObx8jB6HhKUkegwcyPMNA59urpVI0.jpg

Memahami Cross Bracing: Mulai Dari Fungsi Dan Jenis-Jenisnya

19 November 2024

 

Di dalam artikel ini, kami akan membahas lebih dalam tentang apa itu cross bracing, mulai dari pengertian, fungsi hingga jenis-jenisnya. Yuk, simak di sini!

 

 

Pengertian Cross Bracing

 

Cross Bracing

 

Cross bracing merupakan salah satu teknik pada elemen struktural dalam scaffolding yang digunakan untuk menghubungkan tiang vertikal demi meningkatkan kestabilan dan kekuatan struktur bangunan. 

Teknik ini melibatkan pemasangan batang secara diagonal yang membentuk pola silang (X) atau K, antara dua titik utama dari rangka bangunan.

 

Baca Juga: Shoring vs Scaffolding, Kenali Penggunaan & Fungsi Keduanya

 

Cross bracing biasanya berbahan kuat dan tahan lama, seperti baja atau kayu, tergantung kebutuhan dan desain dari bangunan yang akan dipasang elemen ini. 

 

 

Fungsi Cross Bracing

 

Cross Bracing

 

Meningkatkan Kestabilan Bangunan 

Fungsi dari pemasangan cross bracing pada scaffolding adalah untuk meningkatkan kestabilan struktur bangunan. Elemen ini akan membantu mendistribusikan beban secara merata ke seluruh bagian rangka bangunan. 

Dengan adanya penyangga diagonal tersebut, beban horizontal dapat ditransfer dan disebar ke berbagai titik secara merata, sehingga mencegah terjadinya keruntuhan.

 

Mengurangi Pergerakan Lateral

Pergerakan lateral bisa terjadi karena angin kencang dan kegiatan yang bisa merusak struktur bangunan. Cross bracing menjaga agar gerakan tersebut dapat ditahan sehingga bangunan stabil.

 

Menambah Kekuatan Struktural

Selain menambah kestabilan, cross bracing juga efektif dalam meningkatkan kekuatan struktur bangunan. Cross bracing dapat menahan beban lebih besar tanpa adanya kegagalan struktur.

 

 

Jenis-Jenis Cross Bracing

 

Cross Bracing

 

Single Diagonal Bracing

Jenis yang satu ini melibatkan satu batang diagonal yang dipasang di satu sisi rangka. Walau sederhana, single diagonal bracing cukup efektif dalam menahan goncangan dan beban lateral rendah ke sedang. 

 

Double Diagonal Bracing 

Untuk jenis ini, dua batang diagonal dipasang dengan pola silang (X) dan disebut-sebut lebih kuat dan stabil daripada jenis single diagonal, karena bisa menahan beban dari dua arah yang berbeda. Sangat cocok untuk bangunan seperti gedung tinggi atau jembatan besar.

 

Lattice Bracing

Lattice bracing adalah jenis cross bracing yang memiliki jaringan atau rangka bentuk jala dari batang-batang logam yang saling bersilangan. 

Bracing ini sering digunakan dalam scaffolding dengan tingkat stabilitas tinggi, seperti pengerjaan proyek konstruksi gedung raksasa. Pemasangan jenis bracing ini menawarkan kekuatan dan kestabilan lebih optimal. 

 

Horizontal Bracing

Jenis yang satu ini merupakan jenis cross bracing yang dipasang secara horizontal di antara dua tiang vertikal dan membantu menahan gaya lateral dan mendistribusikan beban merata pada scaffolding. Biasanya jenis bracing ini diaplikasikan untuk bangunan dengan ruang atau area terbatas.

 

 

Penggunaan Cross Bracing dalam Konstruksi

 

Cross Bracing

 

Aplikasi cross bracing dapat digunakan untuk berbagai pembangunan, seperti gedung bertingkat demi memastikan kestabilan dan kekuatan struktur, khususnya di area risiko gempa tinggi. 

Untuk pembangunan kerangka jembatan, seperti jembatan gantung. Penggunaan cross bracing dapat menahan beban angin dan lalu lintas kendaraan. 

Pembangunan menara, yang dapat menahan beban angin kencang dan gempa bumi tanpa mengalami kerusakan serius.

Termasuk banguunan industri, seperti pabrik, gudang, dan perumahan yang menggunakan cross bracing untuk mendukung struktur atap dan dinding, memastikan kestabilan bangunan saat terkena beban operasional yang berat serta melindungi rumah dari kerusakan sehingga aman untuk penghuni. 

 

 

 

Kesimpulan

 

Cross bracing adalah teknik penting dalam konstruksi yang berfungsi meningkatkan kestabilan dan kekuatan struktur bangunan. Dengan beragam jenis, teknik ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari proyek konstruksi. 

Pemasangan cross bracing dapat memastikan keselamatan dan kestabilan bangunan di berbagai kondisi lingkungan. Dengan penjelasannya, semoga membantu Anda dalam merancang bangunan lebih tahan lama dan aman.

***

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi bangunan berkualitas? Semua ada di PT Sobute Global Indonesia. 

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Baca selengkapnya...
241122M9IhHYdXi825gqKZOAF0yvtTWbersjcaklxuwLE164GDBpfRNPVSonUCzJQm.jpg

Agar Kokoh! Pahami Faktor Yang Mempengaruhi Kuat Tekan Beton

18 November 2024

 

Penggunaan beton pada suatu pembangunan bangunan tentunya bertujuan untuk menghasilkan suatu konstruksi bangunan yang mampu berdiri dengan kuat dan kokoh. Hal ini dikarenakan sifat beton itu sendiri yang punya kekokohan dan durabilitas yang tinggi.

 

Baca Juga: Kenali 5 Sifat Beton, Aman & Fleksibel dalam Konstruksi

 

Oleh karena itu, beton yang digunakan harus memiliki kuat tekan yang baik. Ada beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi kuat tekan beton selama beton tersebut dibuat. Lalu, apa saja faktor yang dapat mempengaruhi kuat tekan beton?

Dalam ulasan kali ini, kita akan mengulas seputar beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kuat tekan beton. Yuk ikuti ulasan artikel ini dengan seksama!

 

 

Pentingnya Kuat Tekan Beton

 

Kuat Tekan Beton

 

Seperti yang kita tahu, beton merupakan suatu material konstruksi bangunan yang saat ini semakin banyak digunakan. Beton sering kita temukan sebagai material konstruksi seperti gedung, jalan raya, area parkir, dan struktur konstruksi lainnya. 

Beton menjadi material yang diciptakan untuk dapat menahan beban yang besar. Oleh karena itu, beton harus punya kuat tekan yang layak. Berikut ini adalah ulasan lebih lanjut mengenai pentingnya ketahanan dan kekuatan pada beton.

 

Agar Mampu Menahan Beban

Ketahanan dan kekuatan beton menjadi penting karena beton harus mampu menahan beban-beban yang diberikan. Beban tersebut dapat berupa beban struktural pada bangunan maupun beban tambahan seperti orang, kendaraan, maupun benda-benda yang diletakan diatasnya.

 

Aman dan Stabil

Kuat tekan yang tinggi membuat suatu beton dapat memiliki struktur yang kuat, aman, dan stabil. Jika suatu beton tidak memiliki kuat tekan yang baik, maka beton tersebut akan mudah mengalami keretakan hingga menyebabkan beton tersebut runtuh.

Tentu hal ini sangat berbahaya karena dapat membahayakan keselamatan dan tentunya dapat menyebabkan kerugian material yang cukup besar.

 

Keawetan dan Umur yang Panjang

Beton yang punya kuat tekan baik pasti punya nilai keawetan yang tinggi. Resiko keretakan dan kerusakan pada beton tersebut akan lebih kecil. Selain itu, beton yang punya kuat tekan yang baik akan memiliki umur yang panjang.

 

Biaya yang Lebih Efisien

Pembangunan beton dengan kuat tekan yang baik, memang membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan beton tersebut dikerjakan dengan menggunakan material dan teknik pengerjaan yang lebih baik. Meskipun begitu, beton yang dihasilkan akan menjadi lebih awet dan hampir tidak membutuhkan biaya perawatan yang besar.

 

 

Faktor yang Mempengaruhi Kuat Tekan Beton

 

Kuat Tekan Beton

 

Dalam membuat suatu beton, untuk menghasilkan kuat tekan yang baik ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasilnya. Apa saja faktor-faktornya? Simak ulasan lebih lanjutnya berikut ini!

 

Rasio Komposisi Semen yang Dicampur

Faktor pertama yang dapat mempengaruhi kuat tekan pada suatu beton yakni rasio komposisi semen yang dicampur. Rasio komposisi semen ini adalah rasio dari berat air terhadap berat semen yang digunakan. Jika rasio air dan semen semakin rendah, maka beton yang dihasilkan akan semakin kuat.

Umumnya, pembuatan beton yang kuat menggunakan rasio semen sekitar 0,40 sampai 0,60. Perlu dicatat, jika penggunaan air terlalu besar, maka resiko segregasi pada beton yang dibuat akan semakin besar. Singkatnya, beton tersebut akan dengan mudah mengalami segregasi dan akhirnya lebur.

 

Proses Pemadatan

Proses pemadatan juga menjadi faktor yang mempengaruhi kuat tekan pada suatu beton. Proses pemadatan merupakan suatu proses yang dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga pada beton yang sedang dibuat dan baru saja dituang.

Beton harus dibuat dengan tidak ada rongga-rongga pada bagian dalamnya. Jika terdapat rongga-rongga, maka resiko keretakan akan menjadi lebih besar akibat kekuatannya melemah.

 

Kondisi Cuaca

Selanjutnya, faktor yang juga mempengaruhi kuat tekan pada suatu beton yakni kondisi cuaca. Saat proses pembuatan beton dilakukan, kondisi cuaca yang mendukung akan menghasilkan suatu beton yang sempurna. 

Cuaca dengan iklim yang dingin dan berubah-ubah memungkinkan beton bagian luar mengalami pembekuan dan pencarian secara berulang kali. Sehingga hal tersebut berpotensi menghasilkan keretakan pada beton.

 

Suhu

Suhu tertentu umumnya akan membantu proses hidrasi atau pengeringan yang lebih cepat, sehingga peningkatan kekuatan beton akan menjadi lebih baik. Namun, perlu dicatat bahwa perubahan suhu yang tinggi dan cepat juga akan menciptakan gradient termal. Hal ini perlu diwaspadai karena dapat menghasilkan suatu keretakan pada beton.

 

Bahan yang Digunakan

 

Kuat Tekan Beton

 

Tentu saja bahan juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kuat tekan pada beton. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk menggunakan bahan-bahan seperti agregat, semen, dan pasir yang berkualitas guna mendukung hasil akhir dari pembuatan beton.

 

Perawatan

Faktor terakhir yang dapat mempengaruhi kuat tekan beton yakni perawatannya. Meskipun beton punya ketahanan yang sangat baik, namun perawatan juga merupakan hal yang tetap diperlukan. 

Perawatan ini menjadi penting guna mencegah terjadinya resiko penyusutan ketika beton sedang melalui proses pengeringan. Ini juga dilakukan demi menjaga kontrol suhu serta memaksimalkan daya tahan beton tersebut.

 

 

Kesimpulan

 

Memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kuat tekan beton menjadi hal yang penting ketika proses pembuatan beton akan dilakukan. Hal ini penting guna beton yang dihasilkan punya kuat tekan yang baik, aman, stabil, dan tentunya tidak mudah rusak.

Semoga artikel ini bermanfaat, ya! 

***

Jika Anda membutuhkan material beton dengan mutu kualitas terbaik, Sobute hadir untuk membantu! 

Sobute Global Indonesia, siap membantu dengan menyediakan dan menyuplai cairan pengeras beton berkualitas untuk hasil beton yang kokoh maksimal ke seluruh wilayah Indonesia.

Segera hubungi kami untuk info selengkapnya.

 

Baca selengkapnya...
2411221KvlsBSnxrkPm79RjZ2EqbzCINfcJYXgMWQDditLAu8awH6VeU30GpO4oyhF.jpg

Pengertian, Jenis, Dan Standar Pipa Beton Bertulang

15 November 2024

 

Seperti apa standar pipa beton bertulang yang tepat untuk struktur bangunan? Mari kita bahas dalam artikel ini.

 

 

A. Pengertian Pipa Beton Bertulang

 

Standar Pipa Beton Bertulang

 

Pipa beton bertulang dapat diartikan sebagai pipa berbahan beton dengan penambahan tulangan baja di dalamnya. Tujuannya untuk memberikan kekuatan tambahan pada pipa, sehingga dapat menahan beban berat dan tekanan tinggi, dari sisi dalam hingga luar pipa.

 

Baca Juga: Pipa Beton Bertulang, Ini Fungsi, Keunggulan & Teknik Pasangnya

 

Pipa beton bertulang sangat umum digunakan dalam berbagai konstruksi, seperti sistem drainase, area pabrik, saluran pembuangan, irigasi, serta dalam infrastruktur publik seperti jembatan, perumahan dan lainnya. 

 

 

B. Jenis-Jenis Pipa Beton Bertulang

 

Standar Pipa Beton Bertulang

 

Pipa beton bertulang bisa diklasifikasikan sesuai metode produksi, desain dan fungsinya. Berikut penjelasannya : 

 

Berdasarkan Metode Produksi

Untuk metode pembuatannya, pipa beton juga punya dua jenis yakni dengan tulangan baja yang menjadikan kualitasnya lebih unggul daripada jenis pipa beton tanpa rangka atau non reinforced concrete pipe. 

 

Berdasarkan Bentuk

Pipa beton berbentuk Silinder menjadi bentuk pipa paling umum, untuk berbagai aplikasi, termasuk saluran pembuangan dan drainase. 

Pipa beton lingkaran menjadi bentuk yang digunakan untuk berbagai saluran drainase dan terowongan air berukuran besar karena dapat menampung volume air yang lebih besar daripada jenis silinder.

Pipa beton bentuk khusus difungsikan untuk keperluan spesifik, seperti penanganan limbah industri dan lainnya. 

 

Berdasarkan Bahan Campuran

Dalam pembuatan pipa beton pastinya berbahan semen. Namun ada dua jenis pipa berbahan beton yang umum dipasaran, yakni yang dibuat dengan tambahan pasir dan tidak menggunakan pasir. Perbedaannya, pipa beton tanpa pasir biasanya lebih baik dalam menahan air dan endapan. 

 

 

Standar Pipa Beton Bertulang

 

Standar Pipa Beton Bertulang

 

Untuk memastikan kualitas dan keamanan penggunaan dalam berbagai aplikasi konstruksi. Melalui Badan Standardisasi Nasional, terdapat beberapa standar penggunaan pipa beton bertulang, seperti : 

SNI 03-2496-1991 yang mengatur spesifikasi bahan tambahan dalam pembentukan gelembung udara pada beton. 

SNI 03-6367-2000 yang mengatur spesifikasi pipa beton untuk saluran pembuangan dan luapan gorong-gorong. 

SNI 03-4829-1997 yang mengatur tentang spesifikasi teknis dan uji pipa beton bertulang sesuai persyaratan material, ukuran dan kekuatan tekan beton. 

SNI 03-2454-2002 yang menjadi acuan standar pedoman mengenai metode uji dalam menentukan kekuatan sambungan pipa beton bertulang. 

 

 

Proses Produksi Pipa Beton Bertulang

 

Proses produksi melibatkan beberapa tahap penting untuk memastikan kualitas dan kekuatan yang sesuai kebutuhan. 

- Persiapan material yang digunakan seperti semen, agregat kasar dan halus, air, dan baja tulangan. Bahan-bahan tersebut harus sesuai pengujian dan standar demi menghasilkan kualitas terbaik. 

- Dilanjutkan dengan pembuatan baja tulangan yang dipotong dan sesuai bentuk dan desain pipa. Tulangan akan dimasukkan dalam cetakan pipa. 

- Beton kemudian dicampur dengan ukuran dan diolah sesuai ketentuan dan cetakan dengan tulangan baja. Cetakan dipadatkan dengan tepat untuk menghilangkan gelembung udara dan memastikan hasil pengeringan beton lebih sempurna.

- Proses curing dilakukan setelah beton dituangkan. Pipa dibiarkan mengeras dalam waktu yang ditentukan. 

- Lakukan pengujian kualitas apakah sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan dari uji tekan dan lainnya. 

 

 

 

Kesimpulan

 

Pipa beton bertulang menjadi bagian konstruksi modern yang dibutuhkan dalam berbagai aplikasi. Pipa beton jenis ini dirancang memenuhi kebutuhan proyek konstruksi dan infrastruktur yang mengutamakan kekuatan dan daya tahan bangunan terbaik. 

Semoga informasi di atas membantu Anda dalam memahami pipa beton bertulang.

***

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT Sobute Global Indonesia. 

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Baca selengkapnya...
2411216oLRIjq7iF2kCbVuMgGaX8OelH1Avp5NZQyDnUT49xtWJzwS0BY3cKfrshdP.jpg

Dak Beton Rumah Bertingkat: Apa Kelebihannya?

14 November 2024

 

Saat ini, rumah bertingkat sudah menjadi salah satu jenis rumah yang umum ditemui di Indonesia. Rumah bertingkat dinilai lebih efisien ketika pemilik rumah perlu menambah suatu ruangan tanpa harus memperluas lahan mereka.

Di dunia konstruksi sendiri, sudah banyak inovasi yang mendukung pembangunan rumah bertingkat menjadi lebih efisien. Salah bentuk inovasinya yakni kehadiran dak beton ringan untuk rumah bertingkat.

 

Baca Juga: Ini Tips dan Desain Rumah Minimalis dengan Beton

 

Lalu apa itu dak beton ringan untuk rumah bertingkat? Pada ulasan kali ini, kita akan membahas mengenai apa itu dak beton ringan untuk rumah bertingkat beserta kelebihannya. Yuk ikuti ulasan artikel kali ini.

 

 

Apa Itu Dak Beton Ringan untuk Rumah Bertingkat?

 

Dak Beton Rumah Bertingkat

 

Dak rumah beton ringan merupakan suatu inovasi di dunia konstruksi yang dibuat untuk menghasilkan suatu beton yang lebih ringan namun dengan kualitas yang yang menyerupai beton konvensional.

Dak beton ringan diaplikasikan dengan cara dirakit di lokasi pemasangan. Inovasi ini menjadi suatu solusi bagi para pemilik rumah yang menginginkan dak beton ringan dan efisien untuk dipasangkan pada rumah.

 

 

Kelebihan Dak Beton Ringan

 

Dak Beton Rumah Bertingkat

 

Dak beton menjadi jenis beton yang punya banyak nilai kelebihan. Kelebihan-kelebihan ini menjadi alasan mengapa beberapa pemilik rumah memilih menggunakan dak beton rumah ringan ketika ingin menambah lantai rumah. 

Berikut ini adalah beberapa nilai kelebihan dari dak beton ringan.

 

Bobotnya yang Ringan

Seperti namanya, dak beton jenis ini memiliki bobot yang lebih ringan dibanding beton konvensional. Pemasangannya akan lebih sederhana. Terlebih lagi, penggunaan beton dak ringan membuat suatu bangunan punya bobot yang lebih ringan. Dengan begitu struktur dari suatu bangunan yang menggunakan beton dak ringan akan menjadi lebih tahan lama.

 

Lebih Efisien

Karena bobotnya yang lebih ringan, waktu pemasangan dak beton ringan tidak membutuhkan waktu yang lama. Terlebih lagi ketika musim hujan, dak beton ringan lebih efisien pemasangannya dibanding pengerjaan dak beton konvensional yang umumnya membutuhkan waktu yang lama untuk dapat mengeras secara sempurna.

 

Lebih Halus & Rata

Pengerjaan dak beton ringan dilakukan dengan lebih fleksibel dan tidak terburu-buru. Artinya hal ini mendukung hasil akhir dari dak beton itu sendiri. 

Hasilnya, permukaan dari dak beton ringan lebih halus dan rata ketimbang dak beton konvensional pada umumnya. Ini menjadi suatu nilai kelebihan tersendiri bagi pemilik rumah yang ingin interior rumahnya tampak lebih rapi.

 

Lebih Ekonomis

Dari sisi produk, jenis dak beton ini punya nilai ekonomis yang sangat baik. Seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, jenis beton ini tidak membutuhkan waktu lama untuk dipasangkan pada suatu rumah. Sehingga, hal ini membuat pemilik rumah dapat menghemat biaya ongkos selama pembangunan berlangsung.

 

 

Kekurangan Dak Beton Ringan

 

Dak Beton Rumah Bertingkat

 

Meskipun nilai kelebihan dari dak beton ringan terbilang cukup menggoda untuk dicoba, namun ada beberapa nilai kekurangan yang juga perlu Anda perhatikan sebelum memilih jenis dak beton ini. Berikut adalah beberapa nilai kekurangannya.

 

Ada Kemungkinan Air Meresap

Dak beton ringan punya satu kelemahan yang perlu dipertimbangkan. Jenis dak beton ini mungkin menyerap air walaupun resikonya sangat kecil. Sehingga penggunaan dak beton ringan disarankan tidak untuk area-area yang rentan basah. Misalnya area cuci, area kamar mandi, dan rooftop.

 

Membutuhkan Keahlian Khusus

Meskipun bobotnya ringan, namun jenis dak beton ini membutuhkan keahlian khusus untuk proses pemasangannya. Sehingga, jenis dak beton ini tidak bisa dipasang dengan sembarangan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa rumah bertingkat punya struktur pondasi yang kuat.

 

 

Kesimpulan

 

Dak beton rumah bertingkat menjadi salah satu inovasi di dunia konstruksi yang mendukung nilai efisiensi dan nilai ekonomis pada pembangunan rumah bertingkat. Meskipun begitu, pemilik rumah perlu mempertimbangkan bagaimana kelebihan dan kekurangan dari jenis dak beton ini.

***

Jika Anda membutuhkan beton dengan kualitas tinggi, Sobute hadir untuk membantu. PT Sobute Global Indonesia siap membantu Anda dengan menyuplai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Butuh info lebih lanjut? Segera hubungi kami.

 

Baca selengkapnya...
241121ygWPBxQAOo0lICEkwXinaUr9fKusj8Tv5Vz1MGYRh3ZDt4LmJcqH6eNpSdFb.jpg

Kenali Metode Pelaksanaan Gorong-Gorong Pipa Beton Bertulang

12 November 2024

 

Gorong-gorong adalah bagian dari struktur bawah tanah yang dibangun untuk menjadi tempat untuk mengalirkan air, baik dari hujan, air sungai, atau air buangan limbah, yang berada di bawah jembatan, jalan raya, dan lainnya. 

Struktur gorong-gorong memiliki fungsi utama untuk mencegah adanya penumpukan dan genangan air yang jika dibiarkan lama-lama, dapat merusak infrastruktur dan mengganggu kegiatan di atasnya. Untuk mendapatkan struktur yang kuat, perlu bahan berkualitas tinggi. Pilihannya bisa dengan menambahkan pipa beton bertulang. 

 

Baca Juga: Pipa Beton Bertulang, Ini Fungsi, Keunggulan dan Cara Pasangnya

 

Bagaimana metode pelaksanaan gorong-gorong pipa beton bertulang? Yuk simak artikel ini sampai selesai!

 

 

Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang 

 

Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang

 

Gorong-gorong adalah saluran atau terowongan dalam sistem drainase yang dibuat di bagian bawah permukaan tanah. 

Dalam pembuatan gorong-gorong, pipa beton bertulang jadi material yang bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan dan kemudahan dalam pemasangan. 

Pipa beton bertulang terdiri dari beton yang diperkuat dengan tulangan baja untuk meningkatkan kekuatan struktur yang sedang dibangun. Jenis pipa ini berbentuk lingkaran dengan bahan penyusun komponen beton, yakni semen, pasir, bebatuan, agregat kasar dan halus yang dipasang dengan tulangan di bagian dalamnya.

 

 

Fungsi Gorong-gorong

 

Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang

 

Selain untuk tempat pengaliran air dalam bawah tanah, struktur ini berfungsi sebagai pencegah terjadinya genangan atau banjir di jalan raya atau permukiman.

Gorong-gorong juga menjadi sistem drainase pada permukaan jalan yang menjaga kondisi jalan tetap kering dan aman. Hal ini juga dapat melindungi infrastruktur jalanan, rel kereta api, atau bangunan yang bisa rusak karena aliran air yang tidak terkontrol.

Fungsi lainnya adalah pengelolaan air buangan atau limbah yang berasal dari area permukiman atau industri menuju pembuangan yang ditentukan. 

 

 

Metode Pelaksanaan Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang

 

Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang

 

Pembuatan gorong-gorong dengan pipa beton bertulang terdiri dari beberapa tahap yang dilakukan sistematis demi kualitas dan ketahanan struktur. 

Berikut tahap-tahap pelaksanaannya:

 

Perencanaan dan Desain

Pada tahap ini, persiapkan lokasi, dimensi, dan kapasitas gorong-gorong yang akan dibangun. Perhatikan juga desainnya untuk memperhitungkan faktor-faktor, seperti volume air, kecepatan aliran, dan kondisi tanah.

 

Proses Penggalian

Proses pekerjaan dimulai dengan penggalian, pengadaan precast, pemasangan bowplank, penimbunan dan merapikan hasil pekerjaan.

Penggalian dilakukan untuk membuat lubang tempat gorong-gorong. Kedalaman dan lebar penggalian harus sesuai dengan kebutuhan desain. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak bagian dinding tanah dan menjaga stabilitas sekitar.

 

Persiapan Dasar

Siapkan work plan, seperti sistem kerja, schedule, dan mempersiapkan pekerja dan peralatan dan penggunaan material yang dibutuhkan. 

 

Proses Penggalian 

Penggalian dilakukan dengan alat konvensional, seperti cangkul, linggis dan lainnya. Perhatikan kedalamannya dan lakukan pemadatan tanah dasar. Pastikan jika pemasangan pipa beton bertulang diletakkan di permukaan yang stabil.

 

Pemasangan Pipa Beton Bertulang

Lakukan pemasangan bowplank, kemudian melapisi pasir dengan ketebalan tertentu di lantai kerja. Siapkan beton bertulang yang kemudian ditempatkan pada dasar yang telah disiapkan. 

Setiap sambungan antar pipa disegel dengan baik untuk mencegah kebocoran air, setelah 1 sampai 2 hari pemasangan cincin penyambung dari beton. Kemudian penimbunan dilakukan kembali dan dipadatkan dengan stamper. 

 

Pengurukan dan Pemadatan

Setelah pipa terpasang dan sambungan diuji coba, area di sekitar pipa diuruk kembali dan dilakukan secara bertahap. Kemudian dipadatkan dengan baik untuk menghindari penurunan tanah. 

 

Penyelesaian Akhir

Tahap akhir dari pembuatan gorong-gorong ini, dimaksudkan untuk pembersihan area kerja, penyusunan vegetasi, dan pengaturan drainase jika diperlukan, sehingga gorong-gorong siap digunakan. 

 

 

 

Kesimpulan

 

Pelaksanaan gorong-gorong pipa beton bertulang memang jadi proses yang kompleks, dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang tepat. 

Perhatikan setiap tahap, hingga penyelesaiannya agar gorong-gorong dapat berfungsi dengan baik dan memastikan infrastruktur lebih aman dan nyaman digunakan.

***

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Baca selengkapnya...
Your Message Has Been Sent..