Artikel

2504077TkcVb6AJEWiIayGHoLst5SZ0h9rgPCKpU1nO34NYqdf2QwlXMBvzxFe8mju.jpg

Lengkap! Ini Pengertian Dan Fungsi Beton Instan

5 April 2025

Pernah mendengar istilah beton instan? 

Untuk Anda yang ingin melakukan kegiatan pembangunan dengan menggunakan material ini, perlu mengenali berbagai jenis pembuatan beton, baik secara konvensional dan instan. 

Jika konvensional adalah metode lama dengan pencampuran berbagai bahan, seperti semen, agregat halus dan kasar serta air yang dilakukan dengan manual dan alat seperti cangkul dan alat pengaduk khusus. Berbeda dengan jenis instan, yang prosesnya lebih cepat dan kualitas terjamin. 

Mari kita pahami selengkapnya mengenai beton instan. 

 

 

Apa Itu Beton Instan? 

 

 

Beton instan bisa disebut juga ready-mix concrete, adalah campuran beton yang sudah dipersiapkan dan dikemas dalam karung dan  digunakan untuk memudahkan proses konstruksi. 

Biasanya, beton ini terdiri dari campuran pasir, semen, kerikil atau batu pecah, serta bahan aditif tertentu yang dibutuhkan dalam proses pengadukan. Ukurannya sudah ditentukan sesuai kebutuhan dan kualitas, penggunaannya hanya perlu air untuk pengadukan di area proyek. Hal ini membuat penggunaannya lebih mudah tanpa perlu menghitung atau mencampur bahan-bahan secara terpisah.

Beton instan sudah dikemas dalam karung dengan berbagai ukuran, mulai dari 25 kg sampai 50 kg, sehingga dapat diangkut dan disimpan di lokasi proyek. Penggunaannya jadi solusi tepat untuk berbagai proyek konstruksi, baik pekerjaan kecil maupun atau besar, karena menawarkan kemudahan dan efisiensi dalam proses pencampuran beton.

 

 

Kelebihan Penggunaan Beton Instan

 

 

Praktis dan Cepat 

Salah satu keunggulan dari jenis beton ini tentu dari kemudahan penggunaanya. Karena sudah dimasukkan dalam karung dalam ukuran dan komposisi yang tertentu, pengguna hanya perlu menambahkan air dan beton siap dipakai. Tentu kepraktisan ini akan menghemat waktu kerja. 

 

Kualitas Konsisten 

Beton instan diproduksi dengan memperhitungkan standar kualitas yang tinggi, sehingga komposisinya konsisten daripada beton manual atau konvensional. Jadi, keunggulan lainnya dari beton ini adalah kekuatan dan daya tahan yang terjaga.

 

Lebih Ekonomis 

Beton ini juga tak hanya praktis sehingga hemat waktu tapi juga hemat biaya, karena produk sudah jadi dan Anda dapat perlu membeli sesuai kebutuhan. 

 

Menghemat Tenaga Kerja 

Dalam pekerjaan konstruksi, salah satu biaya terbesar adalah tenaga kerja. Penggunaan beton instan, tidak butuh tenaga kerja yang banyak dalam menghitung komposisi dan adonan beton. Proses di lapangan hanya dengan menambahkan air, sehingga lebih efisien.

 

Mengurangi Limbah 

Prosesnya yang sudah dalam bentuk jadi, membuat jenis beton ini dapat mengurangi kelebihan material yang tidak terpakai. Hal ini menjadi kelemahan jenis konvensional, yang terkadang dalam pembuatannya sering salah perhitungan komposisi, sehingga ada sisa beton tidak terpakai yang menjadi limbah. Itu sebabnya, beton instan sering disebut lebih ramah lingkungan.

 

Penggunaannya 

Kelebihan lainnya adalah penggunaan beton juga dinilai fleksibel untuk berbagai konstruksi, dari perbaikan rumah, pembuatan pondasi kecil, sampai pekerjaan besar. 

 

Proses Pengeringan Lebih Cepat 

Beton ini dibuat dengan bahan aditif yang bisa mempercepat proses pengeringan, sehingga dalam penggunaannya lebih mudah dengan hasil yang cepat. 

 

 

Jenis-Jenis Beton Instan

 

 

Beberapa jenis beton dalam berbagai jenis, sesuai kebutuhan konstruksi dan spesifikasinya, meliputi:

- Beton instan normal atau BO yang merupakan jenis beton yang paling umum digunakan untuk kebutuhan konstruksi bangunan seperti biasa, misalnya untuk pengerjaan lantai, lean concrete, dinding penahan, dan struktur ringan ke sedang lainnya. 

- Beton K175 dirancang untuk aplikasi atau pengecoran non struktural yang butuh tekanan tinggi, seperti sloof.

- Beton K225 - K500 dan K100 - K500 merupakan jenis beton untuk penguatan struktur bangunna, misalnya pembuatan pelat lantai, dinding beton, balok hingga kolom dengan perlindungan terhadap kelembaban dan infiltrasi air. 

- Beton mutu khusus digunakan untuk kebutuhan khusus untuk bangunan atau spesifikasi khusus sesuai kebutuhan. 

 

 

Penutup

Beton instan adalah solusi praktis dan efisien untuk berbagai proyek konstruksi, baik proyek kecil atau besar. Dengan kelebihannya, Anda bisa memilih jenis beton ini untuk kebutuhan Anda. 

Hasil konstruksi dapat dicapai dengan lebih cepat dan efisien tanpa mengorbankan kualitas.

 

***

 

Untuk beton dengan kualitas terbaik, gunakan obat pengeras beton berkualitas dari PT. Sobute Global Indonesia.

Sobute siap menyuplai berbagai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Segera Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
250407fkstxleozaC9BZFyDn1w6OpRmJGPQMjAXLWK403Uvh8q5VdSiEcTg7HINru2.jpg

Beton Vs Semen: Perannya Dalam Proyek Konstruksi

3 April 2025

Beton dan semen merupakan dua komponen yang sulit dipisahkan dalam pembangunan proyek pembangunan. Sayangnya, masih sedikit yang belum paham betul mengenai perbedaan beton vs semen, khususnya dari segi fungsi.

Jangan sampai Anda tidak tahu juga, ya. Cek penjelasan selengkapnya mengenai beton vs mortar di bawah ini!

 

 

Apa itu Semen?

 

 

Semen merupakan bahan bangunan yang biasanya terbuat dari campuran tanah liat dan batu kapur. Bahan-bahan tersebut nantinya akan dipanaskan dan diolah sedemikian rupa, ditambahkan kalsium sulfat, aluminium, atau besi. Semuanya akan digiling hingga menjadi bubuk halus yang dikenal luas sebagai semen.

Semen terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

 

Semen Portland (Ordinary Portland Cement)

Ini merupakan jenis semen yang paling umum digunakan untuk berbagai kebutuhan dalam dunia konstruksi.

 

Semen Portland Composite (Portland Composite Cement)

Ini adalah jenis semen yang dicampur dengan bahan-bahan tambahan untuk meningkatkan daya ikat dengan biaya yang lebih ekonomis.

 

Semen Putih

Semen dengan warna putih khas yang biasanya digunakan untuk menambal atau aplikasi dekoratif dan estetika.

 

 

Apa itu Beton?

 

 

Beton adalah bahan bangunan yang terbuat dari semen, agregat, dan air. Beton juga dapat diberikan campuran tambahan berupa serat atau bahan semen lainnya. Beton bersifat serbaguna, karena dapat beradaptasi dengan berbagai kebutuhan proyek.

Beton terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu beton ringan, beton normal, beton berat, dan beton masa. Masing-masing jenis beton memiliki fungsi yang berbeda satu sama lainnya.

Baca selengkapnya di sini: Pengertian Jenis Beton Normal Menurut SNI

 

 

Beton vs Semen dalam Proyek Pembangunan

 

 

Beton dan semen merupakan dua bahan bangunan yang memiliki fungsi cukup berbeda. Meski begitu, keduanya tidak bisa dipisahkan.

 

Semen Membuat Beton

 

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, semen merupakan bagian yang sangat penting dari sebuah beton. Faktanya, semen berfungsi sebagai pasta campuran atau perekat dalam proses pembuatan beton.

Dalam reaksi kimia yang disebut hidrasi, air akan membantu semen melekat pada partikel lain dan agregat campuran dalam pembuatan beton.

Karena alasan tersebut, beton yang bagus harus memiliki kadar air yang tepat agar memiliki proses hidrasi yang optimal sehingga menghasilkan produk berkualitas tinggi. 

 

Cepat Kering dan Lama Kering

 

Semen didesain khusus sebagai bahan perekat yang mudah kering, khususnya apabila sudah tercampur dengan air.

Sebaliknya, beton memerlukan waktu hingga berhari-hari untuk bisa mengering hingga akhirnya mengeras sempurna sebelum akhirnya bisa digunakan dalam proyek konstruksi.

 

Merekatkan dan Menopang

 

Fungsi semen dalam dunia konstruksi hanya sebatas melapisi atau merekatkan, seperti halnya dalam proses pembuatan beton.

Sebaliknya, beton memang perlu waktu untuk bisa menjalankan fungsinya. Namun, beton dapat berfungsi sebagai penopang atau pondasi, termasuk dalam pembangunan gedung pencakar langit.

 

 

Penutup

 

Sampai di sini, apakah Anda sudah lebih kenal dengan semen dan beton serta fungsinya dalam proyek konstruksi? Keduanya memang tidak bisa dipisahkan. Namun, beton vs semen memiliki fungsi yang benar-benar beda secara keseluruhan.

 

***

 

Sedang dalam proyek konstruksi dan membutuhkan beton berkualitas tinggi? Andalkan saja PT. Sobute Global Indonesia!

Sobute adalah perusahaan admixture terbaik dengan profesionalitas tinggi dalam memberikan suplai kepada proyek-proyek yang ada di seluruh Indonesia. Sobute akan menjawab semua kebutuhan proyek Anda!

Klik hubungi kami untuk info selengkapnya.

Baca selengkapnya...
250407R09Iz4XdyA5ucEKPYGbqZaSHUWVp3Oes2tvLFxfmDhJlgn8oCTwQrj167NBk.jpg

Beton Vs Mortar, Kenali Perbedaan Fungsinya!

1 April 2025

Beton vs mortar merupakan dua bahan bangunan yang cukup sering ditemukan dalam pembangunan konstruksi perumahan atau pergedungan. Kedua komponen tersebut sangat penting untuk mewujudkan bangunan yang kokoh.

Namun, sekalipun memiliki fungsi yang mirip, beton dan mortar tidak bisa dianggap serupa. Bagaimana pun juga, kedua komponen ini hanya bisa digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing. 

Hal tersebut berarti bahwa fungsi beton tidak bisa menggantikan mortar. Begitu pula sebaliknya, fungsi mortar tidak bisa menggantikan beton. 

Agar Anda tidak bingung, cari tahu perbedaan beton dan mortar lewat ulasan di bawah ini, ya!

 

 

Beton vs Mortar, Apa Saja Perbedaannya?

 

 

Beton merupakan bahan bangunan yang terbuat dari semen, pasir, agregat, dan aditif  yang dicampur secara merata. Bahan-bahan tersebut saling mengikat dan menghasilkan produk bangunan yang kokoh dan kuat.

Di sisi lain, mortar adalah bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen, pasir, filter, agregat, dan aditif. Bahan-bahan tersebut dicampur hingga merata sehingga menghasilkan produk yang bagus untuk melapisi bangunan.

 

Lantas, apa bedanya beton dan mortar? Berikut ini beberapa di antaranya:

 

Baca Juga: Kenali 5 Sifat Beton : Aman dan Fleksibel dalam Konstruksi

 

Campuran Bahan

 

Beton dan mortar memiliki campuran bahan yang cukup berbeda. Pada beton, agregat yang digunakan adalah jenis kasar, seperti kerikil. Sementara itu, pada mortar, agregat yang digunakan lebih halus, seperti pasir atau semen.

 

Konsistensi 

 

 

Faktanya, beton memiliki hasil campuran bahan dengan konsistensi yang lebih encer dan basah. Oleh karena itu, beton membutuhkan waktu agak lama untuk bisa mengering dan menjadi kokoh. Di sisi lain, campuran mortar akan tampak lebih pekat dan kental. Hal ini guna menunjang fungsi utama mortar, yaitu untuk merekatkan. 

 

Fungsi

 

Fungsi beton dan mortar pada sebuah bangunan benar-benar berbeda. Beton memiliki fungsi utama sebagai pondasi dan struktur bangunan. Hal tersebut berbeda dengan mortar, yang fungsi utamanya adalah sebagai perekat atau finishing pada dinding dan lantai bangunan.

 

Area Penggunaan

 

Area penggunaan beton dan mortar benar-benar berbeda. Beton bisa digunakan pada bagian bagunan, termasuk pondasi, plat lantai, kolom dan balok, tangga, meja dapur, list plank, overstek, dan perata lantai. Sementara itu, mortar dapat digunakan sebagai perekat bata dan keramik, plester, dan acian.

 

Kuat Mutu

 

 

Beton memiliki ukuran kuat mutu, yang digunakan untuk mengklasifikasikan berbagai jenis pengaplikasiannya dalam sebuah konstruksi. Pengaplikasian beton memiliki mutu berbeda-beda, mulai dari K-100 hingga K-500. Hal ini ditentukan dari campuran bahan yang digunakan untuk membuat beton. 

Hal-hal tersebut tidak bisa ditemukan pada mortar. Dengan kata lain, mortar tidak memiliki ukuran kuat mutu seperti layaknya sebuah beton.

 

 

Kesimpulan

 

Itu dia beberapa perbedaan yang bisa ditemukan pada beton dan mortar secara fungsi. Dengan pembahasan mengenai hal ini, diharapkan Anda bisa lebih memahami akan fungsi dari masing-masing komponen dalam membuat sebuah bangunan.

Jadi, jangan sampai salah lagi mengenai beton dan mortar, ya!

 

***

 

Sedang membuat bangunan dan butuh beton berkualitas tinggi yang tahan lama dan terjamin mutunya? PT. Sobute Global Indonesia siap menjawab kebutuhan Anda!

Sobute adalah perusahaan admixture terbaik yang berpengalaman dalam produksi serta menyuplai proyek-proyek besar maupun kecil yang ada di seluruh belahan Indonesia. 

Klik hubungi kami untuk info selengkapnya!

Baca selengkapnya...
250326TXg3Uav4liWKf2DPmbeBZRMS9Eh1zFwOjQIuYNJq5xVG0docsk7ynpHL8Art.jpg

Aplikasi Beton Pratekan Dalam Konstruksi

31 March 2025

Beton sudah terbukti sebagai material yang dapat memperkuat struktur konstruksi, namun semakin meningkatnya kebutuhan pembangunan dan penggunaan material ini, teknologi juga makin dimaksimalkan untuk menciptakan berbagai inovasi terkini pada beton. 

Salah satunya beton teknologi pratekan. Ini menjadi solusi inovatif dalam pembangunan besar yang butuh ketahanan dan durabilitas tinggi. Beton ini menggunakan teknik dengan memanfaatkan baja prategang untuk meningkatkan kekuatan tarik beton, sehingga mampu menahan beban besar. 

Untuk lebih memahami beton teknologi pratekan, simak artikel ini sampai selesai ya!

 

 

Definisi Beton Teknologi Pratekan

 

Beton pratekan merupakan suatu inovasi yang diciptakan untuk menghasilkan beton dengan memberikan gaya prategang pada baja tulangan sebelum beton digunakan. 

Baja tulangan nantinya ditegangkan sampai mencapai kekuatan tertentu. Setelah adonan beton keras, baja dilepaskan. Nantinya, gaya prategang yang ada akan menciptakan efek kompresi pada beton, sehingga material ini lebih kuat untuk dalam menahan beban tarik dan tekanan dibandingkan beton biasa.

Pada dasarnya, dengan teknik ini membuat beton memiliki gaya pada material untuk meningkatkan kekuatannya dalam menahan tarik. Beton memang punya kekuatan tekan yang baik, namun lemah dalam hal gaya tarik. Dengan gaya pratekan, material ini punya tekanan dan beban lebih berat dengan baik. 

 

 

Fungsi Beton Pratekan

 

 

Beton pratekan punya beberapa fungsi penting dalam pembangunan. Ini beberapa fungsi utamanya : 

 

Kekuatan Tarik Lebih Besar 

Salah satu fungsi beton pratekan adalah untuk meningkatkan kekuatan tarik material. Teknik ini menjadikan material dapat menahan beban lebih besar, khususnya dalam konstruksi bangunan besar yang butuh kekuatan besar. 

 

Daya Tahan Tinggi 

Beton jenis ini punya daya tahan tinggi dari kemungkinan kerusakan bangunan. Dengan begitu, bangunan akan meningkatkan umur penggunaan bangunan dan tentunya aman untuk para penghuni karena struktur lebih stabil dan kokoh.

 

Dimensi Elemen Struktural

Beton ini ternyata juga dapat membuat penggunaan elemen struktural lebih ringan tanpa mengurangi kekuatan dan kestabilan struktur. Baik kolom atau balok akan dipasang lebih ringan tanpa mengurangi kekuatannya. 

 

Hemat Biaya 

Tentunya dengan penggunaan beton dan baja lebih efisien, jumlah material yang dibutuhkan akan berkurang dan pada akhirnya menghemat penggunaan biaya konstruksi. 

 

Menahan Beban Dinamis

Pratekan juga sangat baik untuk menahan beban dinamis, misalnya tekanan, getaran atau pengaruh bencana alam seperti gempa. Inovasi ini jelas cocok untuk pembangunan jembatan atau gedung tinggi. 

 

 

Metode Pembuatan Beton 

 

 

Pre-tensioning

Metode yang satu ini dilakukan pada baja tulangan yang ditegangkan sebelum beton dituangkan. Setelah adonan mengeras, tegangan pada baja diberikan. Biasanya diaplikasikan pada balok atau plat lantai yang diproduksi sebelum dipasang.

 

Post-tensioning

Untuk metode ini, baja tulangan ditempatkan dalam beton dan ditegangkan setelah beton mengeras. Teknik ini digunakan pada berbagai bangunan biasa sampai proyek besar.

 

 

Aplikasi Beton Pratekan dalam Konstruksi

 

 

Berikut adalah beberapa aplikasi umum beton pratekan:

 

Jembatan

Pratekan kerap digunakan untuk pembangunan konstruksi jembatan, khususnya jembatan besar dan lebar dengan menahan beban lalu lintas yang padat. Inovasi ini menjadikan jembatan lebih stabil dan kokoh walau tanpa pemasangan tiang penyangga.

 

Gedung Bertingkat Tinggi

Gedung pencakar langit dan bangunan besar, beton jenis ini dapat meningkatkan kekuatan struktur tanpa menambah berat pada strukturnya. Dengan begitu, kestabilan dan ketahanan bangunan lebih terjaga. 

 

Pelabuhan 

Pembangunan pelabuhan juga butuh material terbaik untuk strukturnya. Pratekan dapat digunakan untuk menambah kekuatan dapat penyaluran beban besar untuk menopang kapal dan peralatan bongkar muat. 

 

Saluran Pipa

Pembuatan pipa beton dan reservoir dengan beton pratekan akan memberikan ketahanan besar pada tekanan dan mencegah terjadinya keretakan karena tekanan air tinggi. 

 

Terowongan

Terowongan juga butuh struktur kokoh untuk menahan tekanan tanah dan air di dalamnya. Penggunaan beton ini dapat memastikan kekuatan struktural yang besar demi menjaga dari risiko deformasi. 

 

Rel Kereta Api 

Rel atau lintasan untuk kereta api butuh daya tinggi untuk menahan tekanan dan beban dinamis, agar jalur kereta lebih stabil dan kuat saat digunakan. 

 

 

Kesimpulan

 

Beton pratekan adalah teknologi yang menawarkan kekuatan dan ketahanan serta ideal untuk proyek-proyek besar. 

 

***

 

Untuk beton dengan kualitas terbaik, gunakan obat pengeras beton berkualitas dari PT. Sobute Global Indonesia.

Sobute siap menyuplai berbagai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Segera Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
250326ei91xwMCmcUTaoEyXpHP0Z5k6v83fK4lWtuOzYdnSLBAhqQVGbDFgRIs2rJ7.jpg

Rata Dan Halus, Ini Cara Membuat Lantai Beton Yang Benar

28 March 2025

Ingin rumah dengan lantai yang tidak biasa? Gunakan saja lantai beton. Namun, tidak dimungkiri, cara membuat lantai beton yang benar tidaklah semudah kelihatannya. Meski demikian, kesulitan tersebut akan sebanding dengan hasilnya nanti.

Perlu Anda ketahui, lantai beton umum digunakan pada desain rumah minimalis, industrial, dan vintage. Jenis lantai ini membuat kesan natural yang lebih kentara, sehingga banyak diminati.

Namun, lagi-lagi, cara membuat lantai beton tidaklah mudah. Proses pembuatannya pun berbeda dengan jenis lantai lainnya. Cari tahu selengkapnya lewat ulasan di bawah ini, ya!

 

 

Cara Membuat Lantai Beton

 

 

Bagaimana cara membuat lantai beton yang rapi, rata, dan halus? Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

 

Persiapkan Alat dan Bahan

Langkah pertama dalam pembuatan lantai beton, yaitu mempersiapkan alat-alat yang diperlukan. Beberapa alat tersebut, termasuk ember, meteran, kertas semen, waterpass, dan sebagainya.

Tidak hanya itu, Anda pun perlu mempersiapkan bahan-bahan yang nantinya akan digunakan dalam pembuatan beton hingga membentuk lantai. Beberapa bahan yang dimaksud, meliputi pasir, semen, air, dan kerikil

 

Persiapkan Area yang Akan Dibuat Lantai Beton

 

 

Setelah alat dan bahan siap, Anda juga perlu mempersiapkan area yang akan dibuatkan lantai beton. 

Lakukan pembersihan, lalu hitung dengang saksama panjang dan lebar masing-masing bidang. Selanjutnya, padatkan tanah di area tersebut menggunakan bantuan alat stamper.

Berikan lapisan pasir setebal kira-kira 5 sentimeter pada tanah yang sudah dipadatkan sebelumnya. 

 

Campur Bahan Adukan

Anda bisa memakai perbandingan komposisi 1:3:5 untuk semen, pasir, dan kerikil. Aduk rata hingga tercampur sempurna. 

Anda juga bisa menambahkan air secukupnya agar bahan-bahan tersebut tercampur dengan sempurna. 

 

Pengaplikasian Beton

Setelah bahan-bahan tercampur dengan sempurna, lakukan proses pembuatan lantai beton dengan ketebalan 5-10 sentimeter. Pastikan untuk meratakannya hingga permukaannya tampak benar-benar rapi.

 

Gunakan Plesteran Semen dan Acian

 

 

Setelah beton sudah cukup mengering, Anda bisa melanjutkan ke tahap plester dan pengacian. 

Hal tersebut bisa Anda lakukan dengan mengencerkan semen dan air, lalu oleskan ke bagian lantai beton hingga merata. Berikan lapisan plesteran semen dengan ketebalan 1 sampai 2 sentimeter. dan lapisan acian setebal 2-3 milimeter.

 

Menunggu dengan Sabar

Setelah melakukan semua langkah-langkah di atas, Anda hanya perlu menunggu. Pada umumnya, lantai beton yang diberikan lapisan plesteran semen dan acian membutuhkan waktu sekitar 7 hari untuk mengering sempurna.

Karenanya, pastikan untuk menunggu dengan sabar, ya. Pastikan pula proses pengeringan lantai beton tersebut tidak terganggu sesuatu apa pun.

 

 

Kesimpulan

 

Kini Anda sudah lebih paham mengenai cara membuat lantai beton yang rata dan rapi, bukan? Pastikan untuk memperhatikan setiap langkah yang telah dijelaskan dan tetap mengedepankan keselamatan saat melaksanakan proyek pembuatan lantai beton.

Apabila Anda merasa ragu dengan kemampuan sendiri dalam membuat lantai beton, tidak ada salahnya juga untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada tenaga profesional.

 

***

 

Ingin membuat beton yang tidak mudah rusak tergerus zaman? Sobute jawabannya!

PT Sobute Global Indonesia adalah perusahaan admixture terbaik. Kami pun siap menyediakan dan menyuplai cairan pengeras beton bermutu tinggi untuk hasil yang lebih kokoh. Hubungi kami untuk info selengkapnya.

Baca selengkapnya...
250326QDRuIPy4rFUf0kKbzqsJYe28En6ltxmo9cVpGSva3O7TXghCZjwLN1dH5BMi.jpg

Cek Di Sini! Tips Membuat Tangga Beton Untuk Rumah Sempit

28 March 2025

Membangun tangga bisa jadi solusi untuk memaksimalkan penggunaan ruang di rumah dengan ukuran terbatas. Namun bagaimana kalau di rumah sempit? 

Tentu butuh perencanaan detail agar mendapat desain efisien. Dibutuhkan kreativitas agar tangga yang dibangun nanti tetap membuat penghuni nyaman dan tetap fungsional. 

Tangga beton bisa jadi pilihan ideal, karena daya tahan dan kesan visual yang bisa diberikan. Agar membantu Anda, ini beberapa tips dan pilihan desain ideal tangga beton untuk rumah sempit yang bisa diterapkan. 

 

 

Persiapan Sebelum Membuat Tangga di Rumah Sempit 

 

 

Soal Ukuran Anak Tangga dan Kemiringan

Anda tentu ingin punya tangga yang nyaman dan fungsional walau di ruang terbatas? Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengukur tangga dengan cermat. 

Pahami standar ukuran ideal terkait tinggi pijakan yang biasanya berkisar 17 cm sampai 20 cm. Ketinggian tangga yang tidak begitu landai atau curam. Selain itu, lebar pijakan juga harus dihitung dengan tepat. 

Jangan lupakan mengenai kemiringan tangga yang ideal sesuai ukuran rumah sempit, sekitar 30-35 derajat. Perhitungan-perhitungan ini sangat penting dilakukan dengan tepat, agar menciptakan keseimbangan antara penggunaan ruang dan kenyamanan penghuni.

 

Gunakan Bahan Berkualitas dan Estetis

Beton jadi material yang kini banyak digunakan untuk bahan pembuat tangga. Pilih beton berkualitas tinggi agar maksimal memberikan kekuatannya. Selain itu, finishing halus pada beton akan menambah kesan modern dan elegan.

 

Tambahkan Handrails

Handrails atau pegangan tangan menjadi bagian penting untuk meningkatkan keamanan. Pilih material sesuai dengan desain interior rumah, misalnya stainless steel, atau bisa memakai kayu berkualitas.

 

Pakai Anti Slip

Tambahkan lapisan anti slip di anak tangga, seperti ubin, atau lapisan karet agar tidak mudah tergelincir saat menaiki tangga.

 

 

Pertimbangkankan Area Bawah Tangga

Untuk rumah sempit, Anda bisa maksimalkan penggunaan ruang di bawah tangga. Anda dapat mengubah area jadi ruang penyimpanan atau ruang multifungsi. Misalnya rak penyimpanan sepatu, buku dan lainnya.

Selain itu, bisa Anda buat jadi tempat duduk kecil untuk bersantai, bisa juga ditambah meja kerja atau ruang baca asal areanya masih cukup.

 

Pencahayaan yang Cukup

Karena ruang sempit cenderung lebih gelap, pencahayaan sangat penting dipasang. Gunakan lampu LED di sisi pinggir tangga atau di bagian tersembunyi, tambahkan jendela kecil jika memungkinkan, agar cahaya masuk. Pencahayaan yang tepat akan membuat ruang lebih luas dan terbuka.

 

Desain Minimalis

Desain minimalis jadi pilihan terbaik untuk rumah sempit. Berfokus pada sisi fungsional tanpa dekorasi berlebihan. Terapkan warna netral dan cerah untuk menciptakan kesan luas dan bersih.

 

 

Beberapa Pilihan Desain Tangga di Rumah Sempit 

 

 

Beberapa bentuk tangga yang ideal untuk desain rumah sempit yang dapat menjadi pilihan Anda, meliputi: 

 

Tangga Lurus

Tangga bentuk lurus adalah desain yang paling simpel dan mudah diaplikasikan. Tangga ini sangat efisien dibuat untuk ruang luas atau sempit, diantara dinding penyambung lantai atas. Model tangga ini mudah diakses dengan cepat. 

 

Tangga Beton Terbuka 

Tangga model ini didesain untuk konsep modern minimalis, yang membuka ruang untuk pencahayaan alami. Tangga ini biasanya tidak memiliki pegangan tangga, namun dengan anak tangga yang lebih lebar dengan sudut tangga lebih lapang, sehingga aman dinaiki.

 

Tangga Berputar 

Tangga model ini berbentuk U atau 180 derajat bisa jadi pilihan lain. Desain berputar ini memiliki tangga naik dan turun kembali ke arah berlawanan, sehingga memaksimalkan penggunaan ruang vertikal. 

 

Tangga Spiral

Tangga spiral juga menjadi pilihan populer untuk solusi terbaik untuk membuat tangga untuk ruang sempit. Tangga model melingkar ini terbukti hemat penggunaan ruang karena bentuknya memutar di satu titik secara vertikal. Akan tetapi, dalam pembuatan tangga ini, gunakan bahan aman dan anti slip, khususnya saat ada orang tua atau anak-anak.

 

Tangga Beton Melayang

Model tangga ini kerap dibuat sebagai penghubung antar lantai di rumah berkonsep industrial dan minimalis. Desain tangga ini membuka kesan lebih luas di ruangan sempit. Tapi perhatikan pembuatannya, karena butuh material dan pekerja berpengalaman agar aman saat digunakan. 

 

 

 

Penutup

 

Merancang tangga beton untuk rumah sempit butuh persiapan matang. Jadi, lakukan tips di atas, demi menciptakan tangga yang fungsional dan tetap estetis dalam ruangan terbatas. Dengan perencanaan yang baik, tangga beton akan meningkatkan fungsi ruang dalam rumah.

 

***

 

Dapatkan beton dengan kualitas terbaik, dengan obat pengeras beton berkualitas dari PT. Sobute Global Indonesia.

Sobute siap menyuplai berbagai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Segera Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
250326IzF7ynX5RYo0ea3lTD91JiLsB2UtMfKmuZj6gq8cxEOSGQrbwWh4PHkdNpvA.jpg

Hindari Kesalahan! Ini Cara Merawat Dak Beton Dengan Benar

26 March 2025

Dak beton menjadi bagian dari konstruksi modern yang tak hanya menambah nilai visual bangunan tapi ruang multifungsi yang diaplikasikan untuk lantai atas, atap, atau struktur lainnya. 

Dak beton tentunya harus dirawat dengan baik, agar memberikan kekuatan struktural yang maksimal. Sebaliknya, perawatan yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan kecil hingga berat. 

Berikut adalah beberapa cara merawat dak beton dengan benar. 

 

 

Perawatan Dak Beton yang Benar

 

 

Proses Curing 

Proses curing merupakan tahap awal dan penting dalam proses pembuatan dak beton. Tahap ini bertujuan untuk menjaga kelembapan beton, sehingga proses pembentukan dak lebih kuat dan tidak mudah retak. Proses ini dilakukan dengan menyiramkan air secara rutin atau menutup dak dengan bahan berkualitas untuk menjaga dari pengaruh cuaca panas dan hujan. 

Biasanya proses ini dilakukan selama 7–14 hari setelah pengecoran.

Jika penyiraman terjadi dilakukan di kawasan panas ekstrim, penyiraman wajib dilakukan tiap beberapa jam.

 

Pemeriksaan Rutin 

Setelah dak dicuring, selalu cek rutin siapa tahu ada keretakan dini atau masalah pada permukaannya. Beton yang mulai retak kecil harus segera diperbaiki agar tidak merusak strukturnya. Jika ada keretakan, Anda bisa mengisinya dengan sealant atau epoxy resin.

 

Waterproofing

Dak rumah juga bisa digunakan sebagai atap, untuk menambah kekuatannya jangan ragu menggunakan lapisan waterproofing. Dengan lapisan ini, dapat mencegah air meresap dalam lapisan beton, sehingga aman dari rembesan, korosi dan pertumbuhan jamur. 

Untuk jenis waterproofing yang bisa digunakan, bisa dalam bentuk liquid, membran, atau semen. Gunakan sesuai kondisi cuaca dan kebutuhan Anda. 

 

Sistem Drainase

Jika dak beton difungsikan sebagai atap, lakukan perawatan sistem drainase agar tidak ada masalah genangan air yang dapat merusak dak. Bersihkan talang dan saluran air secara berkala. 

 

Gunakan Cat Tahan Air

Selain menggunakan waterproofing, cat dengan bahan tahan air dapat menambah perlindungan ekstra terhadap dak. Gunakan cat khusus yang tahan cuaca ekstrem dan melindungi dari sinar UV, hujan, dan perubahan suhu.

 

 

Kesalahan yang Harus Dihindari saat Merawat Dak Beton

 

 

Melewatkan Proses Curing 

Hal yang paling sering dilakukan adalah tidak melakukan curing dengan benar atau bahkan tidak melakukan proses ini. Padahal, proses ini sangat penting untuk memaksimalkan kekuatan dan keawetan dak. Tanpa curing, dak beton akan mudah retak atau tidak kuat pada strukturalnya.

 

Tidak Melakukan Pemeriksaan 

Beton memang material yang kuat dan tahan lama. Namun, jika tidak dibarengi dengan pemeriksaan rutin, kerusakan akan muncul dan merusak beton. Dampak keretakan jika dibiarkan akan membesar dan menciptakan keretakan besar, membiarkan air merembes, dan lama-lama akan merusak bagian dalam dan luarnya. 

 

Tanpa Waterproofing

Memberikan lapisan waterproofing pada dak juga sangat penting, apalagi di lingkungan cuaca ekstrim. Jika tidak ada waterproofing, air akan terus-menerus meresap dalam beton dan dapat mempercepat kerusakan.

 

Terkena Genangan Air

Dak beton tanpa sistem drainase yang baik akan menyebabkan genangan air di permukaan dak. Jika dibiarkan, genangan air bisa meresap ke dalam dan menyebabkan kerusakan. Lalu, pastikan untuk membuat kemiringan yang cukup pada dak agar mudah mengalirkan air, dan selalu cek sistem drainase dengan baik.

 

Material yang Salah

Penggunaan material yang tidak sesuai bisa jadi masalah. Seperti penggunaan cat atau bahan sealant yang tidak tepat, jadi gunakan produk yang khusus untuk bagian eksterior dak dan sesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan struktur.

 

 

Manfaat Perawatan yang Tepat

 

 

- Meningkatkan daya tahan dak beton.

- Mengurangi biaya perbaikan 

- Meningkatkan keamanan bagi penghuni dan sekitar, dari risiko keruntuhan atau kerusakan struktural

 

 

Kesimpulan

 

Perawatan dak beton tanpa proses yang disiplin sejak awal, akan mudah rusak dan roboh. Jadi, perhatikan proses perawatan yang tepat dengan langkah penting seperti yang dibahas sebelumnya. 

Dengan perawatan yang benar, dak beton akan berfungsi dengan baik, aman, serta memberikan perlindungan maksimal bagi penghuni dan bangunan.

 

***

 

Butuh cairan beton berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
250325sjhYbGxcyJATo7RStEdKVMWeBzf4qIu83N9rXaknvZ2POi5DUFpCl1HLQw6m.jpg

Campuran Cor Beton Skala Kecil Yang Efektif: Ini Tips Dan Fungsinya

24 March 2025

Konstruksi bangunan butuh beton untuk menciptakan bangunan yang kuat dan kokoh, baik untuk pembangunan skala besar dan kecil. 

Beton untuk campuran cor skala kecil bisa dibuat secara manual untuk proyek konstruksi kecil. Namun, perlu diperhatikan bahwa ada ukuran cor untuk menghasilkan kekuatan struktural pada bangunan, dan memastikan pondasi tetap kokoh dalam waktu yang lama. 

Mari kita bahas bagaimana cara membuat campuran cor beton dalam skala kecil. 

 

 

Mengapa Campuran Cor Beton Skala Kecil Penting?

 

 

Campuran cor beton skala kecil banyak digunakan dalam proyek-proyek konstruksi ringan, seperti pengecoran lantai, tiang pagar, dinding, serta bagian-bagian rumah lainnya. Pada dasarnya, campuran beton terdiri dari tiga bahan utama: semen, pasir, dan kerikil atau batu pecah, dengan air sebagai pengikat. Kualitas cor beton yang baik sangat bergantung pada proporsi bahan-bahan tersebut.

Penggunaan campuran beton yang tepat tidak hanya memperkuat struktur, tetapi juga mencegah keretakan, retakan, atau kerusakan dini akibat beban berat atau perubahan cuaca. Campuran yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan kualitas bangunan dan berisiko terhadap keselamatan.

 

 

Tahap Membuat Campuran Cor Beton Skala Kecil

 

 

Umumnya, pencampuran cor beton untuk kebutuhan skala kecil diolah dengan mesin mixer semen. Mesin akan mencampur berbagai bahan sampai ukurannya konsisten. 

 

Siapkan Bahan-Bahan

 

- Semen 

- Pasir

- Kerikil/Batu Pecah

- Air bersih

 

Bahan-bahan ini akan dicampur sesuai kebutuhan proyek. Semua harus dilakukan dengan baik agar mendapatkan kualitas beton terbaik. Rasio 1:2:3, bisa diaplikasikan, yakni 1 untuk semen, 

2 untuk pasir, 3 untuk agregat kasar. 

 

Proses Pencampuran

 

Dalam pencampurannya, semua bahan yakni Semen, pasir, dan kerikil dicampur dengan rata sebelum menambahkan air. Hal ini untuk memastikan adonan beton mencapai kualitas tinggi. Setelah itu, masukkan air secara perlahan sambil diaduk sampai campuran mencapai kekentalan yang dibutuhkan. Perhatikan dengan jeli, jangan sampai campuran dan adonan tidak terlalu cair atau terlalu kental.

 

Pengecoran

 

Setelah campuran dilakukan, tuangkan cetakan pada wilayah yang sudah disiapkan sebelumnya. Lakukan penuangan secara merata dan padatkan dengan alat khusus, agar gelembung udara dalam adonan juga bisa hilang dan tidak melemahkan struktur beton.

 

Tahap Pengeringan

 

Setelah melakukan pengecoran, adonan beton butuh waktu kering secara maksimal sekitar 24 sampai 48 jam. Akan tetapi, butuh sekitar 28 hari untuk mencapai kekuatan beton secara optimal. Selama proses tersebut, selalu jaga beton dengan suhu dan kelembaban sesuai kebutuhan. Lakukan penyiraman secara teratur agar beton tidak terlalu kaku sehingga mudah retak. 

 

 

Kegunaan Cor Beton Skala Kecil

 

 

Untuk Pondasi Bangunan Kecil

 

Cor untuk skala kecil seringnya dibutuhkan untuk pondasi rumah, pembuatan pagar, atau lainnya. Material ini akan membuat pondasi lebih kuat untuk struktur bangunan di atasnya. 

 

Pengecoran Lantai

 

Selain berguna untuk pondasi, campuran beton ini kerap diaplikasikan untuk pengecoran lantai rumah. Penggunaan beton pada lantai juga mempermudah pemasangan lantai keramik atau bahan lainnya.

 

Tiang dan Balok Beton

 

Untuk proyek skala kecil, misalnya membuat dinding penahan, campuran cor ini dituang pada tiang dan balok yang nantinya menahan beban untuk struktur bangunan.

 

Struktur Dinding dan Lainnya

 

Cor beton skala kecil juga dibutuhkan untuk memperkuat struktur dinding, bagian tangga bangunan, dan lainnya, termasuk struktural luar ruangan.

 

 

Penutup

 

Membuat campuran cor beton skala kecil memang cukup sederhana tapi butuh ketelitian, karena melibatkan proses yang cukup kompleks. Pahami rasio campuran yang tepat dan teknik pencampurannya agar maksimal untuk berbagai proyek konstruksi dan aman digunakan dalam waktu lama.

 

***

 

Butuh cairan beton berkualitas tinggi? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
250320DnhXW1NyQMcm7OftZ8ksCSbTEdIe5wo9RB0Fq4Yx3aP6r2gGuvlpiALHJUzK.jpg

Pahami Lebih Jelas! Ini Fungsi Penting Talud Penahan Tanah

22 March 2025

Talud penahan tanah adalah bagian struktur penting dalam konstruksi dan industri sipil yang berfungsi sebagai penahan gaya lateral dari tanah, menjaga kestabilan permukaan lereng, sehingga dapat mencegah longsor. Itu sebabnya, talud diaplikasikan di berbagai pekerjaan seperti pembangunan jalan, jembatan, perumahan pada struktur lahan miring, dan lainnya. 

Untuk lebih memahami seperti apa talud penahan tanah, mari kita bahas selengkapnya!

 

 

Apa Itu Talud? 

 

 

Talud bisa diartikan sebagai dinding penahan seperti tumpukan batu yang disusun dengan baik untuk menahan tanah dan bangunan di permukaan tanah yang miring. 

Biasanya, sistem talud dibuat untuk pembangunan di area rawan longsor, sekitaran lereng dan tebing atau jalan tanjakan. Dengan pembuatannya, bangunan akan lebih stabil dan kokoh berdiri. 

 

 

Fungsi Talud Penahan Tanah

 

 

Talud penahan tanah punya beberapa fungsi penting, meliputi : 

 

Menjaga Keutuhan Infrastruktur

Dalam berbagai pekerjaan pembangunan, sistem talud memastikan jika bagian tanah di sekitar area tetap stabil saat di bangun untuk pondasi dan selanjutnya. Hal ini akan mengurangi risiko kerusakan pada infrastruktur karena pergerakan tanah.

 

Melindungi Stabilitas di area Miring 

Talud juga berfungsi untuk membantu meminimalisir terjadinya tanah longsor, erosi, khususnya saat hujan, karena tekanan dari tanah di bagian permukaan tanah yang miring atau bagian atas lereng.

 

Meningkatkan Penggunaan Lahan

Dengan membuat sistem talud, lahan yang sebelumnya tidak stabil dan sulit dijadikan area pembangunan, akan bisa dimanfaatkan untuk berbagai proyek pembangunan. Dengan adanya talud, sehingga ada ruang lebih stabil dan aman untuk pembangunan.

 

Menjaga Saluran Irigasi

Sistem talud juga berguna sebagai pembatas untuk pembangunan bagian saluran irigasi untuk pertanian atau kebutuhan pengairan lainnya. 

 

 

Jenis-Jenis Talud Penahan Tanah

 

 

Talud Pasangan Batu

Jenis yang satu ini dibuat dari bebatuan besar yang disusun dengan rapi dan rapat, kemudian disatukan dengan mortar atau semen. Talud jenis ini cocok untuk daerah dengan kontur tanah yang keras dan butuh penahan yang kuat. Selain itu, pasangan batu punya tampilan alami, sehingga sering dipasang di kawasan perumahan atau taman.

 

Talud Beton Bertulang

Beton bertulang juga kerap menjadi material untuk pembuatan talud dan diaplikasikan untuk pembangunan besar dan fasilitas umum yang membutuhkan kekuatan tinggi, seperti jembatan dan bendungan. Selain karena kekuatannya, beton juga sudah terbukti mampu menahan tekanan dari tanah serta memiliki umur pakai yang panjang. 

 

Talud Gabion

Talud jenis gabion memang cukup berbeda dari jenis lainnya. Bentuknya seperti penopang seperti penahan bronjong. Bebatuan dimasukkan dalam kotak-kotak kawat baja. Gabion jadi pilihan untuk pembangunan untuk pertanian atau bantaran sungai. Talud ini dinilai ramah lingkungan karena dapat menahan aliran air sekaligus mengurangi erosi.

 

Talud Gravitasi

Jenis talud ini menggunakan gaya gravitasi untuk menahan tekanan. Cara kerjanya dengan mengandalkan bahan yang sangat berat, seperti batu atau beton. Tanah dengan menggunakan talud gravitasi tidak perlu diperkuat dengan penguat tambahan, namun tetap dibuat pondasi agar tidak mudah retak dan bergeser.  

 

Talud Revetment 

Jenis revetment biasanya dipasang di kawasan perairan, seperti pantai. Umumnya dengan bahan beton, kayu dan jenis bebatuan. 

 

 

Teknik Pemasangan 

 

Analisis Lokasi

Sebelum memulai pemasangan, analisa kondisi tanah dan lingkungan sekitar, seperti kemiringan tanahnya, beban, karakteristiknya dan lain sebagainya. Dengan mengetahui kondisi tanah, Anda bisa menentukan jenis talud mana yang akan digunakan. 

 

Penggalian dan Persiapan

Persiapkan area penempatan talud dan pastikan sudah siap untuk digali. Persiapkan pondasi dalam pemasangannya, agar tidak mudah bergeser. Penggalian dilakukan pada area yang sudah ditentukan, kemudian pondasi dipasang sesuai jenis dan material talud.

 

Membuat Struktur Penahan

Bangun struktur penahan, dari bahan terbaik seperti batu dan beton. Struktur ini menjadi dasar untuk menahan tekanan tanah sebelum nantinya bangunan didirikan. 

 

Pemasangan Drainase

Air bisa jadi faktor utama penyebab longsor. Jadi, sistem drainase harus dirancang dengan baik sebagai tempat mengalirkan air hujan agar tidak meningkatkan tekanan pada tanah sehingga mencegah terjadinya kerusakan pada struktur talud.

 

Pemasangan Talud

Selanjutnya adalah pemasangan talud dilakukan. Sesuaikan dengan jenis talud yang akan digunakan. Jika menggunakan batu, tempatkan dan susun dengan rapat agar tidak ada celah yang dapat membuat tanah merembes. 

 

Pemeliharaan

Setelah talud dipasang, jangan lupa lakukan pemeriksaan dengan rutin agar tidak ada masalah di kemudian hari. Pemeliharaan juga meliputi pembersihan drainase dan penggantian bagian yang rusak.

 

 

Penutup

 

Talud penahan tanah jadi bagian penting dalam menjaga stabilitas tanah di lereng atau lahan miring. Dengan berbagai jenis talud yang dapat dipilih, Anda bisa menggunakan sesuai kebutuhan pembangunan. 

Dengan penerapan yang baik, talud dapat mengurangi risiko longsor, menjaga bangunan, dan memaksimalkan pemanfaatan lahan secara aman.

 

***

 

Butuh cairan beton berkualitas tinggi? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
250319rzPIh8dOXtUWbDFvB6axe0CTsfmgLJkRqc1on7NM9p3ul4Qw5GiH2jKEZSAV.jpg

Mudah! Ini Cara Memperbaiki Atap Dak Bocor Tanpa Membongkarnya

20 March 2025

Punya atap dak yang bocor dan ingin memperbaikinya? Anda bisa coba tips mudah dalam artikel ini. 

Atap dak adalah jenis atap datar yang biasanya dibuat berbahan beton dan kerap digunakan pada bangunan modern yang menonjolkan tampilan lebih minimalis dan multifungsi. 

Akan tetapi, salah satu masalah yang kerap terjadi pada jenis atap ini adalah kebocoran. Atap dak yang bocor jika dibiarkan dapat menyebabkan masalah pada interior bangunan, mengganggu penghuni, bahkan menghabiskan biaya perbaikan yang besar. 

Mari kita bahas apa penyebab dan cara memperbaiki atap dak tanpa harus membongkar seluruh struktur.

 

 

Penyebab Atap Dak Bocor

 

 

 

- Retakan pada Beton bisa disebut sebagai salah satu penyebab utama terjadi kebocoran pada atap jenis dak adalah retakan pada beton. Retakan ini bisa terjadi karena pergeseran struktur bangunan, perubahan suhu, penggunaan material beton yang tidak berkualitas.

- Selain itu, kemiringan yang tidak tepat pada atap dak bisa jadi penyebab kebocoran. Walau datar, atap dak dibuat sedikit kemiringan agar dapat mengalirkan air hujan menuju talang. Jika kemiringan tidak pas, air hujan akan tertampung dan meresap ke dalam beton, sehingga bocor. 

- Atap dak butuh lapisan waterproofing sebagai pelindung dari air hujan. Jika jenis waterproofing rusak atau pemasangannya tidak tepat, air akan merembes melalui pori-pori beton, dan jika dibiarkan, atap akan bocor. 

- Saluran pembuangan yang tersumbat, akan membuat air tergenang di permukaan dak. Jika hal ini dibiarkan, air yang tergenang akan meresap pada struktur beton, dan menyebabkan kebocoran.

- Penyebab lainnya adalah tidak menjaga kebersihan atap dak. Panas terik dan hujan deras bisa mempengaruhi ketahanan dan kebersihan pada atap. Hal ini bisa meningkatkan pertumbuhan jamur dan alga. Pada akhirnya, atap akan rusak dan bocor. 

 

 

Perbaiki Atap Dak Bocor Tanpa Membongkar

 

 

Anda bisa memperbaiki atap dak yang mengalami kebocoran, tanpa repot membongkar struktur atap tersebut, Anda bisa mencoba tips ini.

 

Identifikasi Sumber Kebocoran 

 

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan pemeriksaan pada area yang bocor. Lakukan pemeriksaan menyeluruh pada atap, apakah ada kerusakan? Jika ada tanda-tanda kerusakan, seperti adanya noda air di plafon, segera lakukan perbaikan. 

 

Bersihkan Atap Dak 

 

Sebelum memulai tahap selanjutnya, bersihkan atap dari debu, lumut, atau jenis kotoran lainnya. Bersihkan dak dengan tepat, agar perbaikan dapat dilakukan dengan baik. 

 

Perbaiki Retakan pada Beton 

 

Jika sudah ada retakan, Anda bisa menggunakan bahan perbaikan, misalnya epoxy. Aplikasikan bahan tersebut pada retakan sampai retakan tertutup rapat. Setelah kering, lanjutkan perbaikan hingga selesai. 

 

Aplikasi Lapisan Waterproofing Baru 

 

Setelah retakan diperbaiki, tambahkan lapisan waterproofing di permukaan atap, misalnya, waterproofing campuran semen, polyurethane yang digunakan dengan cara dioleskan atau disemprotkan. Lapisan waterproofing cairan ini dinilai lebih efektif karena dapat memperbaiki retakan kecil dengan perlindungan lebih ekstra. 

 

Perbaiki Sistem Drainase 

 

Sistem drainase atau talang air yang tersumbat, sebaiknya segera dibersihkan agar tidak ada genangan air. 

 

Pemasangan Heat Reflective Coating 

 

Untuk perlindungan ekstra, Anda bisa memasang lapisan heat reflective coating di atas atap dak. Lapisan ini memantulkan sinar matahari, sehingga mampu mengurangi panas dan menjaga fungsi maksimal waterproofing dan beton. 

 

 

 

Kesimpulan

 

Atap dak yang bocor tentu jadi masalah serius jika tidak segera diperbaiki. Penyebabnya bermacam-macam, jika tidak segera diperbaiki, atap Anda akan mudah rusak dan pecah. 

Lakukan tips perawatan dan perbaikan dengan tepat agar atap terjaga dari kerusakan dan kebocoran yang parah.

 

***

 

Dapatkan beton dengan kualitas terbaik, dengan obat pengeras beton berkualitas dari PT. Sobute Global Indonesia.

Sobute siap menyuplai berbagai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Butuh Informasi lebih lanjut? Segera, Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
250317FuhIMJdKm3SRQCl4XibaWpsf7DvnV0NE8B9OqjwcUo5xLP2AgyrTeYz6tHk1.jpg

Tabel Konversi Umur Beton, Ini Yang Perlu Anda Ketahui

18 March 2025

Sejauh mana pemahaman Anda tentang tabel konversi umur beton? Tidak dimungkiri, beton memang menjadi material bangunan yang sangat kuat dan kokoh. Namun, komponen ini juga memiliki batasan umur, sehingga harus diperkuat dalam beberapa tahun ke depan.

Atas dasar itu, mengetahui tabel konversi umur beton adalah hal yang penting. Tujuannya, tentu agar bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memperkuat beton agar umurnya semakin panjang.

Sebelum lebih lanjut tentang mengetahui tabel konversi umur beton, Anda perlu terlebih dahulu pengelompokan mutu beton itu sendiri. Cek selengkapnya di bawah ini!


 

Sekilas Tentang Klasifikasi Mutu Beton

Klasifikasi umur beton

 

Mutu beton terbagi menjadi 3, yaitu kelas I, kelas II, dan kelas III. Masing-masing klasifikasi beton memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Berikut ini penjelasannya:

 

Mutu Beton Kelas I

Ini adalah beton kelas paling rendah yang biasanya digunakan dalam pembuatan konstruksi jalanan. Beberapa contoh beton dengan mutu kelas I, seperti K-100, K-125, K-150, K-175, dan K-200.

 

Mutu Beton Kelas II

Ini adalah beton kelas menengah yang umumnya digunakan untuk membangun rumah bertingkat dua atau tiga. Beberapa contoh beton dengan mutu kelas II, misalnya K-225, K-250, dan K275.

 

Mutu Beton Kelas III

Ini adalah beton yang sering digunakan untuk konstruksi area parkir kendaraan berat, seperti tronton, truk, atau dijadikan landasan pesawat. Beberapa contoh beton dengan mutu kelas III, misalnya K-325, K-350, K-450, dan K-500.

 

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Beton Populer di Dunia Konstruksi


 

Mengenal Tabel Konversi Umur Beton

Tabel konversi umur beton

 

Penting untuk diingat, menghitung umur beton sebaiknya tidak dilakukan pada hari pertama beton tersebut dibuat. Hal ini karena beton masih basah, dan kekuatan desaknya baru akan optimal setelah dibiarkan selama 28 hari.

Lalu, bagaimana dengan tabel konversi umur beton? Pada dasarnya, perhitungan konversi umur beton dilakukan dengan mengalikan angka konversi yang sudah dikeluarkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI).

 

Berikut ini adalah rangkuman dari tabel angka konversi beton:

Umur Beton (Hari)

Angka Konversi

3

0,46

7

0,70

14

0,88

21

0,96

28

1,00

 

Sebagai contoh, terdapat sebuah rancangan campuran mutu beton dengan rancangan kuat tekan K350. Sampel yang digunakan adalah beton berusia 7 hari.

Pengujian tersebut mendapatkan hasil bahwa saat usia beton 7 hari maka hasil dari mutu beton tersebut adalah 210 kg/cm2.

Apabila melihat tabel konversi umur, untuk mendapatkan mutu K350 pada beton usia 7 hari, nilai minimal yang harus dicapai adalah 0,65 x 350, yaitu 227,5 kg/cm2.

Dari hasil uji sebelumnya, angkanya hanya mendapatkan 210 kg/cm2. Ini artinya, beton tersebut tidak akan bisa memenuhi kriteria untuk mencapai mutu K350.

Anda mungkin bertanya, bagaimana cara menghitung umur beton apabila angka konversinya tidak ada pada tabel? Terkait dengan hal ini, cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan interpolasi linear. 

 

Rumus interpolasi linear yang bisa digunakan, yaitu:

Faktor Konversi Umur (X) = 0,00006x3 – 0,00431x3 + 0,10087x + 0,13402

 

Kesimpulan

Kini Anda sudah lebih paham mengenai tabel konversi umur beton, bukan? Pastikan untuk memperhatikannya dengan saksama, agar Anda tahu kapan waktu yang tepat untuk memperkokoh beton yang sempat dibuat beberapa tahun silam.

 

***

 

Butuh beton berkualitas tinggi dan bermutu untuk membuat pondasi bangunan? Percayakan saja pada PT. Sobute Global Indonesia!

PT Sobute Global Indonesia berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di berbagai penjuru Indonesia, Kami siap membantu memenuhi kebutuhan proyek Anda!

 

Baca selengkapnya...
25031741fguQGHCVA3c5L2do8SwETXlvbFRZBnOhNyjIptUKm790xzDPsYJi6aMerk.jpg

Cara Menghitung Plesteran Dan Acian Dengan Benar

16 March 2025

Salah satu hal yang mesti diperhatikan saat perencanaan pembangunan adalah menghitung material yang dibutuhkan, termasuk untuk plesteran dan acian. Pertanyaannya, bagaimana cara menghitung plesteran dan acian dengan benar?

Perlu diketahui, plesteran adalah bagian dari pembuatan dinding bangunan yang bertujuan untuk menutup lapisan pasangan batu bata, batako, bata ringan, atau beton agar tampak rapi.

Di sisi lain, acian adalah proses menutup pori-pori atau memperhalus plesteran yang sudah diaplikasikan.

Bagaimana pun, menghitung plester dan acian dengan tepat dapat membantu meningkatkan efisiensi. Dengan perhitungan yang tepat, pembelian material secara berlebihan dapat dihindari.

 

 

Cara Menghitung Kebutuhan Plesteran dengan Akurat

 

 

Hal pertama yang harus diketahui adalah kebutuhan semen dan pasir dalam plesteran yang hendak dibuat. Cara menghitungnya dapat dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 2008, sebagai berikut:

 

Plesteran Dinding dengan Perbandingan Semen dan Pasir 1:4

 

Standar campuran komposisi perbandingan semen dan pasir adalah 1:4, dengan perhitungan berat semen 6,24 kg per m², serta volume pasir 0,024 m³ per m². 

 

Plesteran Dinding dengan Perbandingan Semen dan PAsir 1:5

 

Perhitungan standar komposisi yang satu ini, yaitu berat semen 5,1 kg per m² dengan volume pasir 0,026 m³ per m².

 

Plesteran Dinding dengan Perbandingan Semen dan Pasir 1:6

 

Untuk komposisi perbandingan semen dan pasir 1:6, standar perhitungannya adalah berat semen 4,42 kg per m² serta volume pasir 0,027 m³ per m². 

 

Perhitungan-perhitungan di atas dapat membantu mengetahui jumlah semen dan pasir yang dibutuhkan, dengan mengalikan luas sisi bidang yang akan diplester.

Selain itu, semua perhitungan komposisi tersebut juga bisa dijadikan panduan cara menghitung kebutuhan plesteran yang tepat. Berikut ini caranya:

 

Cara Menghitung Kebutuhan Plesteran

 

Cara menghitung kebutuhan plesteran dengan benar, yaitu:

Volume pengerjaan plesteran = 2 x volume dinding

 

 

Cara Menghitung Kebutuhan Acian yang Benar

 

 

Pembuatan acian juga mesti dilakukan berdasarkan takaran khusus. Adapun standar takaran komposisi untuk membuat acian, yaitu perbandingan semen dan air 2:1.

Berdasarkan hal tersebut, maka cara menghitung kebutuhan volume acian semen untuk semua bentuk permukaan dinding adalah sebagai berikut:

 

Segitiga

Rumusnya adalah: ½ x alas x tinggi

 

Persegi Panjang

Rumusnya adalah: panjang x lebar

 

Persegi Empat

Rumusnya adalah: panjang x lebar

 

Trapesium

Rumusnya adalah: (jumlah sisi sejajar ÷ 2) x tinggi

 

Jajaran Genjang

Rumusnya adalah: panjang x lebar

 

 

 

Kesimpulan

 

Cara menghitung plesteran dan acian dengan benar dapat meningkatkan efisiensi biaya dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda mengetahui hal tersebut agar proyek pembangunan Anda tetap ekonomis, namun hasilnya benar-benar optimal.

Semoga artikel ini membantu Anda mewujudkan proyek pembangunan yang ekonomis, efisien dan berkualitas, ya!

 

***

 

Butuh beton berkualitas tinggi yang tahan lama dan terjamin mutunya? Percayakan saja pada PT. Sobute Global Indonesia!

Kami adalah perusahaan admixture terbaik dengan tenaga profesional dan berpengalaman dalam produksi serta suplai proyek-proyek yang ada di seluruh Indonesia. PT Sobute Global Indonesia siap mewujudkan proyek impian Anda. 

Klik hubungi kami untuk info selengkapnya.

Baca selengkapnya...
Your Message Has Been Sent..