Artikel

230130jX7plE3ZCfiRtmo5snKg9MAu40wIO1dcUaNTGqVe82DhYvxbBkQzLPJrSFyW.jpg

Apa Itu Pondasi? Kenali Pengertian Dan Jenisnya

30 January 2023

 

Secara umum, pondasi adalah struktur bangunan yang berada di bagian paling bawah dan menjadi menopang beban seluruh struktur bangunan, seperti beban mati, beban hidup, beban angin dari struktur horizontal atau vertikal yang kemudian dilanjutkan ke tanah dasar.

Menjadi bagian dari struktur terbawah, pondasi menjadi salah satu bagian utama pada saat menopang keseluruhan beban bangunan di atasnya.

Jadi, sangat penting untuk memiliki pondasi yang kuat demi bangunan aman dan kokoh. 

Menurut Benny Puspantoro, praktisi konstruksi bangunan mengungkapkan jika lapisan tanah setebal ± 50cm merupakan lapisan tanah humus yang labil dan tidak memiliki daya dukung yang baik.

Itu sebabnya, dasar pondasi harus lebih dalam dari lapisan tanah humus tersebut.

Selain itu, tekanan di ujung pondasi juga harus penting diperhatikan. Semakin berat beban bangunan, semakin besar juga daya dukung tanah dan lebar dasar pondasinya.

 

 

Syarat Pembuatan Pondasi 

 

apa itu pondasi

 

engineeringdiscoveries.com

 

Dalam peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, terdapat persyaratan struktur bangunan gedung sesuai tipe bangunan.

 

Apa saja persyaratannya? 

  1. Dasar pondasi dengan lebar yang cukup dan terletak pada lapisan tanah asli yang keras. 

  2. Jangan membuat pondasi dengan kondisi tanah keras dan lembek bersamaan. 

  3. Pondasi wajib dipasang hingga di bawah seluruh dinding bangunan dan bawah kolom pendukung yang berdiri bebas. 

  4. Jika digunakan pondasi setempat, pondasi harus dirangkaikan satu dan lainnya dengan balok sloof kopel.

  5. Pondasi dibuat dari bahan awet dalam tanah dan kuat menahan gaya yang bekerja, seperti gaya desak.

  6. Pondasi harus dapat menyesuaikan diri dengan beberapa perubahan geometri konstruksi. 

  7. Memenuhi syarat standar perlindungan lingkungan.

 

 

Jenis – Jenis Pondasi 

 

apa itu pondasi

 

banidea.com

 

Terdapat dua jenis pondasi yang secara umum digunakan, yakni pondasi dalam dan dangkal. Kedua pondasi ini digunakan sesuai dengan kebutuhan jenis bangunannya.

Tentunya, setelah dilakukan pengukuran sturktur tanah dan disesuaikan dengan pondasi yang tepat. 

 

 

Pondasi Dalam

 

apa itu pondasi

 

hargasatuan.com

 

Pondasi dalam digunakan pada kedalaman lebih dari 3 meter di bawah lapisan tanah. Biasanya diterapkan untuk bangunan besar, jembatan, struktur lepas pantai, dan lainnya. 

 

Baca Juga: Apa itu Pondasi Dalam? Ini Penjelasan & Jenisnya

 

Beberapa bagian dari pondasi ini : 

Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang disebut juga pondasi dengan ketahanan yang kuat dan lama. Kerangka dalam penggunaan pondasi ini harus anti karat dan pelapukan di dalam tanah.

 

Pondasi Bore Pile 

Berbentuk seperti tabung panjang yang ditancapkan ke dalam tanah. Fungsinya  untuk menjaga kestabilan bangunan bertingkat atau banguan di lokasi area sekitar lereng. 

Pemasangan dilakukan dengan alat berat dengan melubangi tanah dalam kedalaman beberapa meter, setelah itu tulangan akan dimasukkan dalam tulang lalu dilanjutkan pengecoran hingga permukaan tanah. 

 

Pondasi Piers

Pondasi piers biasanya dipasang dengan cara menggali tanah pada kedalaman tertentu dan ditancapkan. Pondasi ini terbuat dari material beton precast, yang kemudian balok beton diafragma akan mengikuti ukuran dari pondasi tersebut. 


 

Pondasi Dangkal

Untuk jenis yang kedua adalah pondasi dangkal. Biasanya pondasi ini digunakan untuk struktur bangunan yang tidak begitu berat, seperti bangunan perumahan dengan jenis permukaan tanah yang stabil dan kedalaman tidak lebih dari 3 meter. 

 

Berikut jenis-jenisnya : 

Pondasi Tapak 

Pondasi ini populer di kalangan perumahan bertingkat di Indonesia. Pondasi tapak atau disebut juga cakar ayam dijadikan pondasi untuk bangunan dengan struktur bangunan tinggi, atau gedung bertingkat dengan kondisi tanah bersifat keras yang stabil.

 

Pondasi Sumuran

Pondasi dengan nama lain cyclop beton ini memiliki ukuran diameter beton sekitar 60 – 80 cm dan kedalaman 1 – 2 meter. Akan tetapi, jenis pondasi sumuran kurang banyak digunakan karena proses pembuatannya terdapat banyak adukan beton dan sloof.

 

Pondasi Batu Kali 

Untuk jenis ini bisa ditemui pada bangunan bertingkat namun maksimal sampai 2 lantai saja. Umumnya dengan ketinggian 60-80 cm dan lebar kurang lebih 60-80 cm. Proses pembuatannya dengan cetakan bekisting. 

Uniknya, jenis pondasi ini menjadi yang lebih murah dan mudah cara pengerjaannya. Akan tetapi, daya tahan tidak begitu kuat. 

 

 

Kesimpulan

Pondasi yang baik dan kuat akan membuat bangunan tahan lama dan kuat. Jadi, jangan sampai salah pilih pondasi untuk bangunan Anda. 

Semoga artikel tentang apa itu pondasi ini bisa memberi insigt untuk struktur bangunan!

 

Jika butuh pasokan beton dan pondasi untuk proyek pembangunan? Jangan ragu hubungi PT. Sobute Global Indonesia

Dengan tenaga ahli yang profesional dan berpengalaman, kami menyuplai produk pengeras beton berkualitas, dan siap melayani semua kebutuhan konsumen di Indonesia.

 

Baca selengkapnya...
2301166jwzdKteEMZX94lxCrqFcnpfDL7vsBIJPQo08kYTNg2HGVaOR1mU3iubyWSA.jpg

Apa Itu Pondasi Dalam? Ini Penjelasan Dan Jenisnya!

16 January 2023

Umumnya, dalam tahap pembangunan terdiri dari pembangunan struktur atas dan struktur bawah. Untuk struktur bawah, terdiri dari bagian di bawah tanah, atau yang populer disebut pondasi.

 

Menurut Hardiyatmo, H.C. (2002:79) pondasi merupakan komponen struktur terendah dari bangunan yang meneruskan beban bangunan ke tanah atau batuan di bawahnya. 

 

Baca Juga: Ini Cara Jitu Membuat Pondasi Rumah Yang Tahan Gempa

 

Secara umum, pondasi terdiri dari dua jenis, yakni pondasi dangkal dan pondasi dalam. Kali ini, kita akan membahas apa pondasi dalam dan jenisnya.

 

Apa saja? Ini penjelasannya!

 

 

Apa Itu Pondasi Dalam?

 

pondasi dalam

 

solusibetonreadymix.com

 

Pondasi dalam merupakan pondasi yang dapat menerima beban bangunan yang besar dan meneruskan beban bangunan ke tanah keras atau batuan yang sangat dalam atau jauh di bawah permukaan tanah. 

Penggunaan pondasi jenis ini juga dipengaruhi beban struktural dan kondisi permukaan tanah. 

Pondasi dalam digunakan pada permukaan tanah di kedalaman lebih dari 3 meter di bawah permukaan tanah.

 

 

Jenis – Jenis Pondasi Dalam

 

pondasi dalam

 

Building Structure 15

 

Berikut beberapa jenis pondasi dalam yang sering digunakan: 

 

 

a. Pondasi Sumuran atau Pier Foundation

Pondasi sumuran merupakan pondasi yang tersusun atas pipa beton yang ditanam dalam tanah membentuk sumur dan dicor di tempat dengan bahan batu belah dan beton sebagai isinya. 

Pondasi sumuran terbuat dari beton bertulang atau beton pracetak, yang dipakai pada bangunan jembatan di Indonesia dari silinder  beton  bertulang  berdiameter 250 cm, 300 cm, 350 cm, dan 400 cm.

Hardiyatmo, H.C. (2002:80) memaparkan perbedaan pondasi sumuran dengan pondasi dangkal yang terdapat dalam nilai kedalaman (Df) dibagi lebarnya (B). 

Dimana,perhitungan pondasi sumuran adalah Df/B > 4, dan untuk pondasi dangkal adalah Df/B ≤ 1.

 

 

b. Pondasi Bored Pile

Pondasi Bored Pile sendiri merupakan bentuk pondasi yang didirikan dalam permukaan tanah pada kedalaman tertentu. 

Pondasi ditempatkan hingga kedalamanan yang dibutuhkan dengan cara melobangi dan di bor dengan alat khusus. Setelah mencapai    kedalaman yang dimaksud, kemudian dipasang begisting dari plat besi, lalu dimasukkan ke rangka besi pondasi yang sudah dirakit    sebelumnya, dilakukan pengecoran terhadap lobang tersebut.

Jenis pondasi bore pile digunakan untuk mendukung beban bangunan dengan mengandalkan daya dukung pondasi di tanah keras dan hambatan lekat yang terjadi pada permukaan tiang yang tidak rata  karena pengecoran di tempat.

 

 

c. Tiang Pancang atau Spun Pile

 

pondasi dalam

 

dekoruma.com

 

Pondasi jenis ini adalah struktur bawah pondasi yang berguna untuk meneruskan, memindahkan atau mentransferkan beban dari struktur atas ke lapisan tanah keras yang dalam. 

Secara umum, kebanyakan tiang pancang langsung dipancangkan ke dalam tanah secara tegak lurus ke dalam tanah, namun jika dibutuhkan untuk menahan beban horizontal, tiang pancang dapat dipasang miring atau batter pile.

Sardjono (1996:1) mengungkapkan bahwa pemakaian tiang pancang digunakan untuk pondasi bangunan dengan tanah dasar di bawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk menopang berat bangunan dan bebannya, atau apabila tanah keras memiliki daya dukung yang cukup untuk memikul berat bangunan dan bebannya letaknya sangat dalam. 

Ini dua jenis tiang pancang berdasarkan cara pemindahan beban :

 

Point bearing pile (end bearing pile)

Merupakan tiang pancang dengan tahanan ujung yang meneruskan beban bangunan lewat ujung pondasi ke tanah keras.

 

Friction pile

Merupakan tiang pancang yang meneruskan beban bangunan ke tanah melalui gesekan kulit tiang dengan tanah disekitarnya. 


 

Kesimpulan

 

Tiap jenis pondasi digunakan sesuai fungsi dan kebutuhan bangunan, termasuk untuk pondasi dalam. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Memiliki proyek dengan kebutuhan beton maupun pondasi untuk konstruksinya? Anda tidak perlu khawatir! Serahkan semuanya pada PT. Sobute Global Indonesia

Memiliki tenaga ahli yang profesional dan berpengalaman dalam produksi maupun menyuplai produk pengeras beton berkualitas, Sobute siap untuk melayani semua kebutuhan konsumen di Indonesia.

Baca selengkapnya...
221230f6Q9Vc2hNOBEF4DXgidk8nYtwpavoujP0J3qGTIbxsClLmKUArySWRZ5M7He.jpg

Cara Membuat Pondasi Rumah Yang Kuat Dan Tahan Gempa

30 December 2022

Pondasi adalah elemen penting dan wajib diperhatikan dengan baik jika ingin memiliki hunian yang aman. Pondasi menjadi penopang beban bangunan sekaligus pembagi beban bangunan. 

 

Baca Juga: Cegah Abrasi Beton Dengan Tips Berikut 

 

Jadi dapat dipastikan, tanpa pondasi yang kuat, bangunan tidak akan aman dan layak untuk ditempati. 

Berikut beberapa cara yang harus Anda ketahui soal cara membuat pondasi rumah yang kuat dan tentunya tahan gempa. Seperti apa? Yuk mari kita ulas lebih jauh! 

 

 

Jenis - Jenis Pondasi 

 

Cara Membuat Pondasi Rumah yang Kuat

 

stroitelinfo.ru

 

 

Pondasi Batu Kali

Pondasi jenis batu kali umumnya dipakai untuk bangunan satu lantai. Kedalaman pada pondasi ini sekitar 60 sampai 80 cm, dengan fungsi menjaga dan menahan pemasangan bata dan struktur beban bangunan. 

Pondasi ini biasanya diterapkan untuk pembangunan pondasi rumah minimalis. Kelebihannya adalah proses pembuatan mudah dan biaya yang terjangkau. Selain itu, pondasi batu kali juga dapat menahan banjir dan gempa. 

 

 

Pondasi Cakar Ayam 

Pondasi cakar ayam cenderung digunakan untuk bangunan bertingkat. Jenis pondasi ini terbuat dari konstruksi beton bertulang dengan kedalaman 120 cm sampai 2 meter. Walau lebih sering digunakan dengan kedalaman 100 cm. 

Bentuk pondasi terbuat dari besi beton yang kemudian ditanam pada galian tanah. Pondasi cakar ayam begitu cocok untuk kondisi tanah yang lebih lembut. Akan tetapi, soal kekuatan, pondasi ini sangat teruji. Apalagi dengan struktur pondasi yang padat menjadikannya tidak mudah kemasukan air.

 

 

Pondasi Pelat Beton Lajur

Jenis pelat beton lajur cocok digunakan jika luas penampang terlalu besar. Setelah itu akan dibagi dengan cara memanjangkan lajur. Pemakaian pondasi ini biasanya digunakan untuk bangunan bertingkat yang memang cocok untuk menjadi penopang beban vertikal atau horizontal, jadi cocok untuk daerah rawan gempa bumi. 

 

 

Pondasi Tapak

Pondasi ini diproses dari beton bertulang yang ditanam di bawah kolom. Tiang dan kedalaman pondasi lebih baik sampai ke bagian tanah keras dan cenderung digunakan untuk bangunan tinggi di tanah yang lembek.

Kelebihan jenis pondasi tapak adalah harganya yang lebih terjangkau, galian tanah hanya pada kolom struktur bangunan. 

 

 

Cara Membuat Pondasi Rumah

 

Cara Membuat Pondasi Rumah yang Kuat

 

adcitymag.ru

 

Lalu bagaimana dengan cara membuat pondasi rumah? Ini adalah hal yang paling penting, karena harus dilakukan dengan tepat dan dengan perhitungan yang akurat.

Sebelum memulai membuat pondasi rumah yang kuat dan anti gempa, berikut beberapa persiapannya : 

 

 

Perhatikan Kondisi Tanah

Sebelum melakukan pembangunan, Anda harus melihat kondisi tanah. Ini sangat berpengaruh pada material dan jenis pondasi yang akan digunakan. 

Jika berada di tanah lembek, atau kawasan bekas rawa, lebih baik Anda bicarakan jenis pondasi yang digunakan dengan tim ahli struktur bangunan.

Untuk tanah jenis yang cukup keras, Anda dapat menggunakan gabungan pondasi dari foot plat dan batu kali untuk struktur utamanya. Bisa untuk bangunan bertingkat. Atau Anda bisa menggunakan jenis pondasi batu kali saja untuk rumah satu lantai. 

 

 

Siapkan Material yang Dibutuhkan

Batuan, semen, dan pasir, menjadi bahan yang penting dalam hal pembangunan pondasi. Namun, tambahan besi dan kawat sebagai bekisting kolom dan sloof juga menjadi elemen yang dibutuhkan.

Bekisting kolom dan sloof menjadi penopang dan kerangka dasar rumah, khususnya untuk penguat tembok.

 

 

Proses Penggalian 

Penggalian di lubang pondasi dilakukan pada jenis tekstur tanah keras. Apabila tanah masih lembek, sebaiknya lakukan penggalian lagi.

Untuk jenis rumah sederhana, kedalaman pondasi sekitar 40-50 cm, dan lebar sekitar 30-40 cm.

Jika Anda menggunakan jenis pondasi batu kali atau batu bata, bangun pondasi dengan teknik pemasangan pada titik bowplank yang disediakan, dengan standard kedalamannya yakni 4 lapis bata merah.

Usahakan pemasangan pondasi dengan teknik bentuk segitiga, yakni bagian bawah melebar dan atas mengecil. 

Setelah penggalian selesai, kerangka besi dan kawat dapat dipasang. Lalu tanam dengan semen cor, dilanjutkan dengan penataan batuan putih dan adonan pasir semen hingga 50 cm.

 

 

Pemasangan Besi 

 

Cara Membuat Pondasi Rumah yang Kuat

 

stroikairemont.com

 

Pemasangan besi dilakukan setelah pondasi selesai dipasang. Besi diikat dengan bentuk anyaman dengan kawat ikat. Di tiap ujung besi dibengkokkan dan dikaitkan dengan pondasi plat yang sudah disediakan. Setelah itu, pondasi memiliki tiang kolom.

 

 

Bekisting 

Selanjutnya adalah pemasangan bekisting untuk sloof. Proses pemasangannya berada dalam papan ukuran 400 cm x 20 cm x 2 cm. Tujuannya adalah untuk memperkuat saat dilakukan proses pengecoran. Jadi, pemasangan papan ini wajib dilakukan dengan sangat teliti ya. 

 

 

Sloof

Proses selanjutnya adalah pemasangan sloof yang berfungsi sebagai penahan beban, menyatukan pondasi dan merekatkan kolom besi. 

Saat pengecoran sloof dilakukan, pastikan permukaannya rapi dan presisi dengan papan bekisting. Pastikan besi tertutup dengan adukan cor, agar terhindar dari air atau hujan agar tidak mudah berkarat dan rusak. 


 

Kesimpulan

Bagaimana? Apakah Anda sudah memahami bagaimana cara membuat pondasi rumah yang kuat dan aman? Semoga informasi diatas dapat membantu ya!

Untuk segala kebutuhan beton dan pondasi untuk pembangunannya, pastikan Anda selalu memilih Sobute Global Indonesia

Mempunyai beberapa tenaga ahli yang tentunya berpengalaman dalam memproduksi maupun menyuplai produk pengeras beton berkualitas, menjadikan Sobute siap melayani semua kebutuhan para konsumen yang ada di seluruh Indonesia.

Baca selengkapnya...
221220MKL49wbUqiG6xv3AyWYIRNj27BOeXFtDSQmdkfnuzT1acoCsprh8lHEZgVJP.jpg

Apa Itu Pondasi Dangkal? Ini Pengertian Dan Fungsinya!

20 December 2022

 

Saat mendirikan sebuah bangunan atau rumah, sangat penting untuk memperhatikan struktur pondasi, karena selalu berkaitan dengan struktur kekuatan bangunan.

Selain untuk kekuatan bangunan, pondasi juga diterapkan sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar agar bangunan dapat bertahan dengan baik.

Pondasi merupakan bagian pertama pada bangunan yang wajib dibuat untuk melanjutkan pembangunan perumahan, perkantoran hingga jembatan dan bangunan lainnya. Membuat pondasi tentunya harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan jenis bangunannya.

 

Baca Juga: Cegah Abrasi Beton Dengan Tips Perawatan Berikut Ini

 

 

Sebagai penahan semua beban bangunan lalu ke tanah. Jadi dalam proses pembuatannya, perlu direncanakan dengan hitungan yang tepat. Jika ada kesalahan, keseluruhan bangunan harus dibongkar demi perbaikan.

Hunian akan aman dengan pondasi yang tepat, termasuk memilih jenis pondasinya. Karena jenis pondasi tak hanya soal struktur rumah namun juga jenis tanahnya.

Terdapat dua jenis pondasi yang umum digunakan, pondasi dangkal dan dalam. Jenis dangkal menjadi yang paling sering digunakan pada perumahaan. Jadi apa itu pondasi dangkal?

Berikut penjelasannya!

 

 

Apa Itu Pondasi Dangkal?

 

pondasi dangkal

 

m.youtube.com

 

Pondasi dangkal atau shallow foundation adalah pondasi dengan kedalaman yang dangkal yakni sekitar 3 meter. Pondasi ini kadang digunakan untuk jenis dengan kondisi tanah yang kuat dalam menahan beban bangunan.

Akan tetapi, definisi pondasi dangkal menurut ahli tanah, Tarzaghi adalah :

1. Apabila kedalam pondasi lebih kecil atau sama dengan pondasi, maka pondasi tersebut adalah pondasi dangkal.

2. Penyebaran tegangan pada struktur pondasi ke tanah dibawahnya berupa lapisan penyangga (bearing stratum), lebih kecil atau sama dengan lebar pondasi.

 

Dalam pembuatan pondasi dangkal, biasanya diaplikasikan pada proyek bangunan yang lebih simpel. Selain itu, pondasi ini dibangun dalam kedalaman kurang dari 1/3 dari lebar pondasi dan kurang dari 3 meter.

 

 

Jenis Pondasi Dangkal

 

pondasi dangkal

 

guidebeton.com

 

Pondasi Raft

Pondasi rakit atau raft berbentuk rakit yang melebar menyeluruh ke dasar bangunan yang dibuat dari beton bertulang.

Jenis pondasi ini disusun dari pelat beton besar dan terdiri dari jalur kolom-kolom bergaris. Jarak tiap kolomnya berdekatan sesuai permukaan tanah. Biasanya digunakan untuk bangunan di tanah lunak dengan daya tahan yang rendah, jadi strukturnya bisa lebih menyebar.

 

 

Pondasi Tapak

Pondasi tapak atau disebut juga foot plate atau cakar ayam merupakan pondasi yang digunakan untuk menahan beban pada satu titik, seperti beban dari kolom ke tanah, dengan kolom sebagai pilar penyangga dari struktur lainnya menjadi tempat bertumpu.

Pondasi ini terbuat dari beton bertulang dengan bentuk persegi dengan ukuran yang beragam dan disesuaikan dengan beban di bagian atasnya. Jika digunakan untuk bangunan 2 lantai, biasanya pondasi tapak ini disatukan dengan jenis pondasi menerus.

Untuk bentuknya, biasanya dalam bentuk lingkaran, persegi, atau persegi panjang. Selain itu, pondasi juga terdiri dari lapisan beton yang sama.

 

 

Pondasi Memanjang atau Pondasi Jalur

 

pondasi dangkal

 

thespruce.com

 

Fondasi memajang atau umum disebut sebagai pondasi menerus digunakan sebagai pondasi dinding di rumah biasa atau tidak bertingkat. Cara kerja pondasi ini adalah dinding menjadi penopang beban dari atap bangunan lalu diteruskan ke tanah.

Dengan bahan batu bata pada balok beton bertulang, yang berfungsi sebagai balok pengikat agar beban dinding dapat diterima dengan baik dan merata. Umumnya, pondasi jenis memanjang diterapkan pada dinding berbentuk persegi, persegi panjang, atau trapesium.

 

 

Fungsi Pondasi Dangkal

Selain fungsi utama sebagai penahan beban bangunan, pondasi dangkal juga berguna untuk menahan beban bangunan secara horizontal demi menjaga tidak ada pergerakan bangunan.

Fungsi lainnya adalah menahan beban mati atau berat total bangunan. Selain itu, dapat juga menahan beban hidup atau beban live load.

Pondasi ini juga dapat menanggung beban bangunan dari bencana alam yang dapat terjadi di kemudian hari seperti terjadinya gempa dan menahan saat ada pergeseran bentuk tanah.

 

 

Kesimpulan

Bagaimana? Apakah penjelasan pondasi dangkal memberikan informasi baru bagi Anda? Jadi sangat penting menentukan pondasi bangunan yang tepat agar struktur bangunan terjaga.

Untuk segala kebutuhan beton dan pondasi untuk pembangunannya, pastikan selalu gunakan produk dari Sobute Global Indonesia.

Dengan tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai produk pengeras beton terbaik, menjadikan Sobute selalu siap melayani semua kebutuhan yang dibutuhkan para konsumen.

Baca selengkapnya...
221125r8aN1giGKcQqoUpkA4wzxIYb6eFJdLR0Hy2nvPSMXCs9ZuDVWfBtlO7mhE35.jpg

Pengertian Jenis Beton Normal Menurut Sni

25 November 2022

Beton adalah salah satu jenis material konstruksi yang sudah umum digunakan dalam berbagai proyek konstruksi. Proses pembuatan dan pengerjaannya yang mudah dan terbukti berkualitas sebagai penopang beban tekan pada struktur menjadi alasannya. 

Beton sendiri terdiri dari bahan semen Porland, agregat kasar, agregat halus, Air dan beberapa campuran zat admixtures dan addictive. 

 

 

Jenis-Jenis Beton

 

beton normal

 

Menurut Mulyono (2006) dari jenisnya, beton terbagi atas : 

 

 

a. Beton Ringan

Beton ringan adalah beton yang dibuat dengan bobot yang lebih ringan jika dibandingkan dengan bobot beton normal. Agregat yang digunakan untuk memproduksi beton jenis ini juga agregat ringan yang merupakan hasil dari pembakaran shale, lempung, slates, residu slag, residu batu bara dan banyak lagi hasil pembakaran vulkanik. 

Berat jenis agregat ringan sekitar 1900 kg/m3 atau berdasarkan kepentingan strukturnya berkisar antara 1440 1850 kg/m3, dengan kekuatan tekan umur 28 hari lebih besar dari 17,2 MPa.

 

b. Beton Normal

Beton normal merupakan beton yang menggunakan agregat pasir sebagai agregat halus dan batu pecah sebagai agregat kasar sehingga mempunyai berat jenis beton antara 2200 kg/m3 2400 kg/m3 dengan kuat tekan sekitar 15 40 MPa.

 

c. Beton Berat

Beton berat merupakan beton yang dihasilkan dari agregat yang memiliki berat isi lebih besar dari beton normal atau lebih dari 2400 kg/m3.

Untuk menghasilkan beton berat digunakan agregat dengan berat jenis yang besar.

 

d. Beton Massa (mass concrete)

Beton massa digunakan untuk pekerjaan beton yang besar dan masif, seperti untuk pembangunan bendungan, kanal, pondasi dan jembatan.

 

 

Pengertian Beton Normal

 

beton normal

 

Beton Normal merupakan jenis bahan bangunan beton yang paling umum digunakan dalam industri konstruksi, karena proses pembuatannya lebih mudah diproses.

Beton normal lebih sering digunakan untuk kebutuhan proyek dengan beban yang lebih kecil hingga sedang, diantaranya perumahan, toko, perkantoran dan gedung publik lainnya. 

Beton Normal atau Normal Concrete menjadi beton dengan berat berkisar 2200–2500 kg/m3 yang terbuat dari agregat alam yang dipecah atau tidak dipecah. 

Beton normal dikatakan berkualitas baik saat beton dapat menahan kuat desak dengan beban tekanan yang dipengaruhi oleh bahan pembentuk, kemudahan proses pembuatan, faktor air semen (F.A.S) serta zat tambahan (admixture).

 

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Beton Ringan dan Contohnya

 

Dalam proses produksi beton normal melalui tahap pemeriksaan atau pengujian material yakni uji berat jenis dan penyerapan agregat, uji kadar lumpur, uji analisa saringan, dan uji bobot isi atau berat isi dari agregat baik gembur maupun padatnya.

Sedangkan untuk semen portlandnya dilakukan uji berat jenis semen, konsistensi dan waktu ikat. Kemudian akan disaring agar tidak ada penggumpalan semen yang mengganggu kualitas. 

Berdasarkan SNI 03-2834-2000, beton normal memiliki berat satuan 2200 – 2500 kg per meter kubik dengan agregat alam yang dipecah. Dalam pemenuhan syarat nilai kuat tekan beton normal direncanakan f’c =25 MPa dengan proporsi campuran dari perbandingan berat badan. 

Dalam standar SNI 03-2834-2000 juga dilakukan beragam penelitian dan metode untuk memperoleh produksi beton normal dengan baik.

 

beton normal

 

Diantaranya dengan mengolah material pembentuk beton yaitu agregat halus dari bentuk, tekstur, kehalusan, dan gradasi serta agregat kasar yakni dari bentuk, ukuran, kebersihan, kekuatan, dan gradasi, serta semen yang dilihat dari kekuatan dan butiran halusnya.

 

 

Kesimpulan

Sekian informasi yang bisa kami berikan tentang jenis beton normal menurut SNI. Beton memang menjadi sudah terbukti ketahanan dan keawetannya. Akan tetapi, beton memiliki beragam jenis yang digunakan sesuai dengan bahan pembuat dan fungsinya. Salah satunya beton normal. 

Sedang mengerjakan proyek dan membutuhkan material beton dan pondasi terbaik? Serahkan semuanya kepada PT. Sobute Global Indonesia

Sobute merupakan perusahaan manufaktur bahan kimia yang fokus utamanya pada pengeras beton, siap menghadirkan produk pengeras beton berkualitas dan bermutu tinggi.

Tertarik dengan produk Sobute? Silahkan Hubungi Kami disini!

Baca selengkapnya...
221111d7Zvi3trFn5ODlNuoVMTykhAQpGYsjxcbmeLBaUS4wI26PKXJR8WEHgfq1z0.jpg

Ini Dia Obat Beton Cepat Kering Paling Ampuh. Cek Caranya!

11 November 2022

Penggunaan beton untuk bahan bangunan sudah umum dilakukan, apalagi untuk bangunan besar dan bertingkat. Beton menjadi salah satu bahan material bangunan yang memiliki banyak kelebihan, selain proses pembuatannya yang mudah, beton juga mempunyai daya tekan yang sangat kuat.

Material ini juga tahan terhadap suhu panas, itu sebabnya sangat cocok menjadi material pembangunan konstruksi berat, seperti jembatan atau bangunan besar dan bertingkat.

 

Baca Juga: Kenali Tahap Konstruksi Beton Yang Benar Agar Hasil Lebih Optimal

 

Akan tetapi, dalam proses pembangunan dengan bahan beton, pastinya akan ada teknik pengecoran beton. Sekedar informasi, teknik mengecor merupakan proses pembuatan beton dalam beberapa waktu agar dapat menjadi bahan yang pas dalam struktur bangunan. Proses yang paling menyita waktu dalam tahap pengecoran adalah pengeringan beton. 

Biasanya, pengeringan membutuhkan waktu kurang lebih 21 sampai 28 hari. Jadi bagaimana caranya agar beton cor lebih cepat kering? 

Untuk membuat beton cepat kering dengan tetap memiliki hasil dan kekuatan yang maksimal, berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan. 

Simak terus sampai selesai ya!

 

 

Pertimbangkan Faktor Cuaca

 

obat beton cepat kering

 

adcitymag.ru

 

Cuaca berperan penting dalam proses pengerasan beton. Jika Anda melakukan pengecoran saat cuaca baik dan cerah. Sinar matahari dapat membantu proses pengeringan dengan baik. 

Namun, berbeda cerita jika dilakukan saat mendung. Walau memang pengecoran beton dapat kering. Tapi, butuh waktu yang lebih lama, belum lagi kalau tiba-tiba hujan turun. Proses pembangunan akan terhambat bukan?

 

 

Cara Aduk Beton

 

obat beton cepat kering

 

construyetu.blogspot.com

 

Mixing atau proses pembuatan beton sangat penting diperhatikan jika ingin hasil cor-an cepat kering. 

Usahakan Anda menggunakan concrete mixer atau alat pengaduk, yang diisi dengan air, konsentrat, dan penambahan air hingga campuran beton ideal dan sesuai. 

Cara pengadukan beton pada saat mesin aduk diputar, ditambah dengan agregat yang merupakan pasir dan kerikil kemudian bahan semen diatas agregat. Dilanjutkan dengan air sedikit dan diaduk dalam waktu kurang lebih 3 menit. Yang pasti, jika ingin kondisi beton cepat kering lebih baik gunakan mesin pengaduk daripada secara manual. 


 

Gunakan Obat Pengering Beton 

 

obat beton cepat kering

 

betonexpert.fr

 

Selanjutnya adalah menggunakan obat agar beton cepat kering. Obat pengeras beton biasanya akan dicampur dengan adonan cor. Ada beberapa bahan yang paling sering digunakan dan terbukti menghasilkan beton yang keras dan tahan lama. 

 

Diantaranya adalah : 

 

Calbond

Calbond merupakan bahan bahan pengeras beton dari bahan plastik. Biasanya bahan Calbond digunakan untuk proses memperbaiki beton konstruksi. Bahkan, dapat digunakan untuk menyatukan  beton yang lama dan mempercepat pengerasan. 

Mengaplikasikan calbond, Anda tinggal mengoleskan bahan ini ke bagian beton yang ingin diperbaiki. Tahan sampai 15 menit kemudian lakukan proses pengecoran.

Yang terpenting adalah campurkan calbond dengan semen dan air sampai tekstur kental, dan siap digunakan. 

 

 

Calflash

Calflash biasanya digunakan untuk bangunan atau konstruksi di bawah air, misalnya bendungan, tiang jembatan, atau pondasi mesin.

Berfungsi untuk menambal lubang bocoran pada beton. Gunakan Calflash dengan campuran semen dan aduk, jangan tambahkan air ya! Setelah itu, bahan akan segera mengering dalam hitungan detik.

 

Bestmittel

Yang terakhir adalah produk bestmittel. Bahan ini dipakai untuk proses pengeringan beton dengan bahan Lignin Sulfonic Acid. Bahan kimia ini bersifat water reducing, sehingga memudahkan pengeringan beton dan sangat cocok digunakan untuk proyek bangunan besar. 

Bestmittel digunakan pada beton yang berusia 7 sampai 10 hari dan dapat meningkatkan kualitas beton kurang lebih 5  sampai 10 %.


 

Kesimpulan

Itu dia cara membuat obat beton cepat kering yang paling ampuh, dari proses pengecoran hingga penggunaan obat pengering beton yang tepat. Semoga artikel ini bermanfaat! 

Jika Anda memiliki proyek dengan kebutuhan beton dan pondasi untuk pembangunannya? Anda bisa serahkan semuanya kepada PT. Sobute Global Indonesia. 

Dengan tenaga ahli yang berpengalaman dalam memproduksi maupun menyuplai produk pengeras beton berkualitas, menjadikan Sobute siap dalam melayani semua kebutuhan konsumen di seluruh Indonesia.

Baca selengkapnya...
22102759bWJPcTaRA4w3htBuOlgskiH2z6LZ1qIXo0Mnp8fQ7xvrCejNydDFKVSGEY.jpg

Lebih Kuat Dan Kokoh! Ini Dia Kelebihan Genteng Beton

27 October 2022

Penggunaan genteng menjadi hal yang penting dalam sebuah hunian. Di Indonesia sendiri, genteng menjadi pilihan sebagai penutup atap yang umum digunakan untuk hunian. 

Bahan genteng memiliki banyak jenis, diantaranya tanah liat, metal, hingga genteng beton. Namun yang paling banyak digunakan saat ini adalah jenis genteng beton, karena desainnya yang cocok untuk model hunian minimalis serta keunggulannya. 

 

 

Apa Sih Genteng Beton Itu? 

 

kelebihan genteng beton

 

jualgenteng.com

 

Genteng beton atau yang kerap disebut genteng semen merupakan salah satu penutup atap dari semen dan pasir yang kemudian dicampur dengan pigmen berwarna. 

Genteng beton diolah dengan bahan pasir, bahan material semen, dan fly ash dengan tambahan air yang kemudian diaduk dan dicetak, serta dikeringkan.

 

Baca Juga: Cek Tahapan Konstruksi Beton Ini Supaya Hasil Lebih Optimal

 

 

Bahan-bahan tersebut disatukan dan dicetak dengan sistem ekstrusi tekanan tinggi. Prosesnya yang akurat membuat jenis genteng ini menghasilkan kualitas bahan yang tidak main-main, serta warna yang awet. 

Nah, bagi Anda yang tertarik dan berencana mengganti genteng rumah, ini dia beberapa alasan kenapa Anda harus menggunakan genteng beton. 

 

Apa saja? Ini ulasan lengkapnya! 

 

 

Kelebihan Genteng Beton

 

kelebihan genteng beton

 

einfamilientraumhaus.de

 

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari genteng yang terbuat dari beton:

 

 

Kokoh di Segala Cuaca dan Suhu

Genteng beton tak hanya kuat, tapi jenis atap ini juga tahan terhadap serangan cuaca dan suhu. Jadi, tidak masalah jika di luar rumah ada perubahan suhu dan cuaca, Anda dan penghuni lain tetap aman. 

 

 

Bersifat Insulator

Selain soal suhu dan ancaman cuaca, kelebihan genteng ini juga redam suara kebisingan dari luar, karena adanya sifat insulator akustik. Jadi Anda tetap dapat tenang dan nyaman beraktivitas di dalam rumah, walau tinggal di kawasan padat penduduk. 

Sifat insulator thermal yang dimiliki genteng ini juga bisa membantu menyesuaikan suhu dalam rumah, sesuai dengan kondisi yang ada di luar rumah. Contohnya saat musim panas, dalam ruangan akan lebih sejuk, begitu juga sebaliknya. 

 

 

Awet 

Tidak mudah retak dan pecah, genteng beton menjadi jenis atap yang tahan lama dengan penggunaan sekitar 20 tahun.

Ketahanannya tersebut menjadi kelebihan utama yang membuat produk ini kian digemari. Karena jika dibandingkan dengan genteng lainnya, genteng beton memiliki daya tahan yang lebih kokoh. 

 

 

Dapat Memantulkan Panas

Kelebihan lainnya adalah karakteristiknya yang bisa memantulkan panas. Sangat cocok untuk rumah yang berada di kawasan iklim tropis. Genteng beton dapat memantulkan panas, sehingga tidak membuat suasana rumah juga gerah. 

 

kelebihan genteng beton

 

hargaper.com

 

 

Hadir dengan Berbagai Bentuk, Ukuran, dan Warna 

Selain segala keunggulan dari bahan dan ketahanannya, genteng beton ini juga hadir dengan beragam bentuk dan model serta warna. 

Ini membantu kita sebagai konsumen jika ingin mendapatkan model yang sesuai rumah atau ukuran yang dibutuhkan. Tersedia dari genteng beton flat, gelombang dan lainnya.

Ukuran genteng juga hadir dari ukuran kecil sampai yang besar. Jadi banyak pilihan yang bisa dipilih. Begitu juga dengan warna, tak hanya monoton dengan warna hitam, ada juga hijau, biru dan warna lainnya. 

 

 

Kesimpulan

Itu dia beberapa keunggulan yang dimiliki genteng beton. Anda bisa menggunakannya dan memilih sesuai dengan kebutuhan ya! 

Butuh bahan beton dan pondasi untuk pembangunannya? Gunakan produk dari PT. Sobute Global Indonesia

Sobute selalu siap menyuplai produk pengeras beton terbaik seperti admixture untuk berbagai proyek yang ada di sekitar Jabodetabek maupun proyek yang ada di luar pulau.

Baca selengkapnya...
221017wQYHZIzEXeAoqcVFTpCP7k2frMR0hxuWNLOnUsyGljidD41Kam6SJ3g8bvB9.jpg

Mengenal Pengertian Dan Jenis-Jenis Beton Ringan

17 October 2022

Dalam dunia konstruksi bangunan, material beton sudah tidak asing lagi. Beton sendiri dikenal sebagai bahan yang merupakan campuran dari agregat halus dan kasar, ditambah dengan air. Selain itu, memiliki kandungan semen yang menjadi bahan perekat agar adukan beton dapat digunakan dengan baik. 

Beton sudah menjadi material berkualitas dalam segala keperluan konstruksi pembangunan, tidak hanya untuk pembangunan gedung atau rumah, namun juga untuk pembangunan jalan. Salah satu jenis beton yang kini banyak digunakan untuk kebutuhan konstruksi bangunan adalah beton ringan. 

 

Baca Juga: Cari Tahu Tentang 5 Jenis Beton Populer di Dunia Konstruksi Yuk!

 

 

Beton ringan sejatinya sudah lama dikenal dan dipakai sebagai bahan bangunan. Perbedaannya dengan jenis beton lainnya lebih kepada massanya yang lebih ringan. Walau begitu, kelebihan beton ringan tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Lalu, apa sebenarnya beton ringan? Yuk! simak penjelasannya lengkap dengan jenis-jenisnya. 

 

 

Mengenal Beton Ringan 

 

beton ringan

 

pavingblock.my.id

 

Beton ringan secara umum dapat diartikan sebagai tipe beton yang dibuat dengan agregat kasar ringan, diantaranya seperti pasir kuarsa, semen, gypsum, dan kapur dengan kepadatan rendah yang khas.

Perbedaan beton ringan dengan jenis beton biasa pastinya dari bahan dasar dan metode proses produksinya

Keunikan beton sendiri yakni memiliki kerapatan lebih ringan. Pada proses pengolahannya, beton ringan dibuat dengan beberapa teknik, dengan penggunaan agregat ringan, campuran semen, silika, pozolan, atau semen yang menghasilkan gelembung udara.

 

 

Jenis-Jenis Beton Ringan

Jenis dari beton ringan cukup banyak. Dapat dibedakan dari beberapa kelas seperti bahan pembuat dan bobot beton. 


 

Jenis Berdasarkan Bahan Pembuatnya

Beton ringan bisa dikelompokkan dilihat dari bahan baku pembuatnya. Tiap jenis memiliki kandungan dan kegunaan yang berbeda-beda. Apa saja? Ini 3 jenisnya: 

 

 

Beton Ringan Non Pasir

Beton jenis ini diolah tanpa adanya bahan pasir. Hanya menggunakan semen, air dan kerikil. Beton dengan nama lainnya yakni non-fines concrete, merupakan beton berongga yang membuat jenis ini sangat ringan, berkisar antara 1963,04 kg/m3 hingga 2047,34 kg/m3.

Umumnya, digunakan untuk pembuatan pagar beton, batako, rabat beton, dengan ciri khasnya permukaan yang cenderung kasar. 

 

 

Beton Tipe Agregat Ringan

Beton jenis ini merupakan jenis yang dibuat dengan agregat kasar ringan dengan berat isi kering gembur. 

Beratnya berkisar 1100 kg/m3. Jenis agregat kasar ringan ini bisa dibuat dengan dua cara, yaitu agregat buatan berbahan tanah liat dengan campuran beragam material tambahan, dan agregat alami seperti batu apung scoria.

 

beton ringan

 

engineeringdiscoveries.com

 

 

Beton Kertas

Beton tipe kertas, diolah dengan tambahan kertas daur ulang, dengan tambahan bahan semen, pasir dan air. Sebelum dilakukannya pengolahan dengan bahan-bahan tersebut, material kertas dijadikan bubur terlebih dahulu dan menjadi pengganti agregat kasar.

 

 

Jenis Beton Berdasarkan Berat

 

beton ringan

 

engineeringdiscoveries.com

 

Selain dari bahan pembuatnya, jenis beton ringan juga dapat dikategorikan dari beratnya. Hal ini akan mempengaruhi penggunaanya, disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi akan penggunaan beton. 

Ini jenis beton berdasarkan beratnya :

 

 

Beton Sangat Ringan

 

Berat jenis          : <1000 kg/m3

Pemakaian          : konstruksi non struktur

 

 

Beton Ringan

 

Berat jenis          : 1000-2000

Pemakaian          : struktur ringan

 

 

Beton Normal

 

Berat jenis          : 2300-2500

Pemakaian          : struktur

 

 

Beton Berat

 

Berat jenis          : lebih dari 3000 kg/m3

Pemakaian          : perisai sinar X

 

 

Kesimpulan

Itu dia penjelasan dari beton ringan, termasuk jenis-jenisnya yang digunakan sesuai kandungan dan cara produksinya. 

Jika Anda memiliki proyek yang memerlukan beton dan pondasi untuk pembangunannya? Anda bisa serahkan semuanya kepada PT. Sobute Global Indonesia

Dengan tenaga ahli yang berpengalaman dalam memproduksi maupun menyuplai produk pengeras beton berkualitas, menjadikan Sobute selalu siap melayani kebutuhan konsumen di seluruh Indonesia.

Baca selengkapnya...
220930Jp7GeqglCaLxivV8012HnB4YPZzyTSowuOQ9M3sXrKjAWEtRIhkmUcfb6NDd.jpg

Cegah Abrasi Beton Dengan Perawatan Yang Benar

30 September 2022

Abrasi kerap kali menjadi ancaman terhadap kualitas dan daya tahan struktur beton yang kemudian membuatnya rusak dalam waktu cepat.

Kekuatan dan kinerja beton lebih sering diperhatikan dengan sifat rekayasa atau mekanik, diantaranya kuat tekan atau sisi lentur dan modulus elastisitas, juga dari kekuatan tarik, susut dan rangkak.

 

Baca Juga: Ini Dia Cara Perawatan Beton Yang benar

 

Di sisi lain, walau terbilang jarang, kualitas beton juga dipengaruhi ketahanan penetrasi sulfat dan klorida, penyerapan air dan permeabilitas udara atau oksigen juga berpengaruh. Berbeda dengan ketahanan abrasi pada beton yang terkadang tidak begitu diperhatikan, padahal hal ini sangat penting dalam struktur hidrolik, lantai dan proses pengerasan pada jalanan atau jembatan. 

Faktor utama dalam ketahanan beton yakni kekuatan tekan beton. Semakin tinggi kekuatan beton, semakin baik ketahanannya terhadap serangan abrasi.


 

Faktor Ketahanan Beton

 

abrasi beton

 

Beton sendiri merupakan campuran dari agregat halus dan agregat kasar dengan semen, yang disatukan dengan air dalam ukuran atau perbandingan tertentu. 

Proses pengerasan beton berlangsung setelah adanya reaksi kimia dari air dan semen, yang berlangsung di waktu tertentu sesuai lama umur beton. Itu sebabnya sangat penting melakukan perawatan beton atau curing. 

Perawatan beton atau curing merupakan suatu upaya untuk mencegah kehilangan air pada beton segar dan menjadikan kondisi suhu dalam beton berada di suhu tertentu segera setelah beton dicor, sehingga sifat beton yang diinginkan bisa berkembang dengan baik. 


 

Perawatan Pada Beton

 

abrasi beton

 

Perawatan beton berpengaruh terhadap sifat-sifat beton keras, diantara soal kekuatan, sifat rapat air, ketahanan pada pembekuan hingga ketahanan abrasi. 

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan agar perawatan beton berlangsung dengan baik. 

  • Mencegah hilangnya kelembaban saat proses pengadukan beton

  • Menjaga temperatur atau suhu dalam jangka waktu tertentu. 

 

Dengan mengikuti perawatan beton dengan tepat, kualitas beton yang diperoleh akan lebih kuat, padat, dan tahan pada ancaman abrasi. 

Sementara itu, untuk waktu yang dibutuhkan dalam perawatan beton, tergantung jenis semen, proporsi campuran, serta kuat tekanannya. Selain itu, dilihat juga dari pengaruh cuaca, hingga ukuran elemen beton. 

Perawatan beton secara normal seperti proses perendaman dilakukan minimal seminggu dalam suhu 20 - 30ºC. Waktu curing dapat dilakukan hingga 3 minggu. Namun, jika dilakukan dengan perawatan dalam sistem pemanasan, bisa didiamkan hingga 24 jam. Yanng perlu diingat adalah bahwa suhu curing yang tinggi di awal perawatan beton dapat meningkatkan kuat tekan beton. Di hari ke-28, peningkatan suhu curing akan menurunkan kuat tekan beton. 

 

abrasi beton

 

Untuk ukuran temperature maksimum perawatan beton, berada dalam suhu diantara 40-100ºC. Hindari pada temperatur yang terlalu tinggi, karena semakin tinggi temperatur, semakin rendah batas kekuatan beton. Penggunaan temperatur yang lebih rendah dari seharusnya, akan membutuhkan perawatan lebih lama agar memperoleh ketahanan beton yang baik. 

Kecepatan pertambahan kekuatan beton sendiri berpengaruh dari faktor air - semen dan suhu perawatan. Pasalnya, semakin tinggi faktor air – semen,  semakin lambat naiknya kekuatan beton. Semakin tinggi suhu perawatan, semakin cepat juga kenaikan kekuatan pada beton. 

 


 

Kesimpulan

Beton memang menjadi bahan bangunan yang banyak digunakan, karena kekuatan dan keawetannya yang teruji. Namun, hal ini juga diikuti dengan perawatan yang benar. Agar terhindari dari abrasi pada beton, Anda bisa mulai memperhatikan perawatan beton yang dilakukan sejak pengecoran. 

Jika Anda mempunyai proyek yang membutuhkan material beton dan pondasi untuk pembangunannya? Serahkan semuanya kepada PT. Sobute Global Indonesia

Dengan tenaga ahli yang berpengalaman dalam memproduksi maupun menyuplai produk admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau, menjadikan Sobute siap untuk melayani kebutuhan para konsumen dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tertarik dan Ingin Menghubungi Sobute? Segera untuk Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
220926BCf6ZI9mxi8u7lQ0jpwEJDRYGqnHegMOS43th2bAFUokyVTdWKzLsPaXN15r.jpg

Kenali Teknik Curing Atau Cara Perawatan Beton Dengan Tepat

14 September 2022

Ternyata material beton memiliki teknik atau metode perawatan khusus. Hal ini demi menjaga kualitas beton agar tahan lama dan kokoh. Perawatan beton dimulai setelah menyelesaikan final setting, supaya tidak kering akibat kadar air yang hilang. 

 

Perawatan beton atau yang disebut curing wajib dilakukan dengan benar, agar tidak menjadikan beton retak sebelum waktunya. Selama 3 hari, beton wajib dalam kondisi lembab.

 

Dengan perawatan minimal seminggu setelah finishing, material ini diharapkan akan mempunyai daya tekan tinggi, kualitas yang tinggi hingga kedap air dan stabil dalam struktur bangunan.

 

Baca Juga: Cek 3 Cara Proses Pembuatan Beton Paling Tepat

 

 

Nah, berikut kita akan bahas tujuan dan teknik atau metode dalam perawatan beton dengan baik dan tepat. Mari kita bahas lebih dalam ya!

 

 

Tujuan Perawatan Beton

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tujuan perawatan pada beton adalah untuk menghasilkan beton yang kuat, kokoh dan awet. 

Berikut beberapa tujuan lainnya dalam perawatan beton :

  • Melindungi beton jadi kekeringan karena kehilangan air semen saat setting time concrete

  • Menghindari perbedaan suhu beton dengan kondisi sekitar

  • Terdapat stabilitas dari dimensi struktur

  • Memaksimalkan kekuatan beton

  • Mencegah keretakan

 

 

Cara Perawatan Beton

 

Berikut ini adalah beberapa 5 cara perawatan beton yang benar dan tepat:

 

 

Teknik Penyiraman 

Cara perawatan beton dengan pembasahan yakni meletakkan beton pada ruangan lembab atau merendam beton.

 

Anda juga bisa menyiram beton dalam beberapa hari. Yang perlu diingat, metode ini wajib dilakukan setelah beton mulai keras agar tidak retak. Proses penyiraman juga dapat dilakukan tidak hanya dari air tapi juga cairan kimia atau curing compound. 


cara perawatan beton

 

Pinterest: theyardgroup.com.au

 

 

Teknik Penguapan

Selanjutnya, perawatan bisa dilakukan dengan proses penguapan. Suhu beton berada pada suhu 10 hingga 30 derajat celcius. Setelah itu, dilakukan teknik steam.

 

Setelah penguapan, selanjutnya akan dilaksanakan pembasahan setelah seminggu. Penguapan bisa dilakukan dalam dua cara, yang pertama penguapan tekanan rendah dalam 10 hingga 12 jam dalam suhu antara 40 hingga 55 derajat celcius.

 

Yang kedua adalah dengan tekanan tinggi pada waktu 10 hingga 16 jam dalam suhu 65 sampai 95 derajat Celcius, dilanjutkan dengan suhu akhir dalam suhu 40 hingga 55 derajat Celcius.

 

Walau begitu, kekurangan teknik yang satu ini adalah dalam hal biaya. Penggunaan peralatan dan bangunan uap bertekanan tinggi cukup berbiaya mahal. Itu sebabnya, teknik curing ini jarang dilakukan dalam proses pembangunan. 

 

 

Teknik Membrane 

Teknik yang satu ini digunakan sebagai untuk mencegah terjadinya penguapan air. Curing membrane harus segera dilakukan sebelum dan sesudah pembasahan.

  

Adapun syarat alat untuk membrane adalah wajib kering sempurna dalam waktu 4 jam setelah final setting time, membentuk selembar film continue, nempel dan tidak beracun, tidak selip, bebas dari lubang halus dan tidak merusak beton. 

 

Perawatan dengan metode membran merupakan perawatan yang tepat untuk memberikan lapisan perkerasan beton. Perawatan dengan lembaran plastik atau lembaran lain kedap air memberikan hasil yang efektif. 

 

 

Sinar Infra Merah 

Perawatan Beton dengan sistem Infra merah merupakan perawatan yang mungkin belum banyak yang menggunakan. Caranya dengan menyinari beton dengan sinar infra merah selama 2 sampai 4 jam pada suhu 90 derajat celcius. Tujuan metode ini untuk mempercepat proses penguapan air. 

 

Penyiaran dengan infra merah biasanya akan dilakukan dalam 2 hingga 4 jam dalam suhu 90 derajat Celcius. 

 

Hydrothermal

Metode curing yang satu ini adalah dengan proses pemanasan cetakan untuk menjadikan beton pra cetak dalam suhu 65 derajat Celcius.

 

Sama dengan proses penguapan, biasanya teknik ini digunakan untuk proses pembangunan yang besar sehingga jarang dilakukan untuk pembangunan biasa seperti rumah. 

 

Banyak sekali metode yang dapat dipakai dalam curing. Semua metode tersebut memiliki perannya masing-masing yang sangat penting dalam menciptakan kekuatan maupun keawetan beton. Anda juga bisa memilih metode perawatan beton yang termudah untuk dilakukan.

 

cara perawatan beton

 

Pinterest: photodune.net


 

 

Kesimpulan

 

Itulah beberapa cara merawat beton yang tepat. Dengan perawatan yang benar, beton akan kokoh dan kuat dalam menopang struktur bangunan. 

 

Jika Anda memiliki proyek yang memerlukan beton dan pondasi untuk pembangunannya? Anda bisa serahkan semuanya kepada PT. Sobute Global Indonesia

 

Dengan tenaga ahli yang berpengalaman dalam memproduksi maupun menyuplai produk admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau, menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap dalam melayani semua kebutuhan konsumen dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

Tertarik dan Ingin Menghubungi Sobute? Silahkan untuk Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
220823zanwY0Msvj73X1oIRfU5uHZdiOAkSBxWFt6lTcLhV8NQmPe9y2pK4qEDbCrJ.jpg

Ini Keunggulan Penggunaan Lantai Beton Yang Wajib Diketahui

23 August 2022

Sebelum trend memakai lantai keramik, lantai beton sudah lebih dulu populer diterapkan diberbagai gedung dan perumahan. Lantai beton atau kerap disebut jenis lantai semen poles termasuk jenis lantai yang sudah ada sejak lama. 

 

Lantai Beton adalah salah satu bahan material bangunan yang terbuat dari campuran antara semen, kerikil dan pasir. Selain menjadikan tampilan lantai rumah lebih menarik, jenis lantai ini menawarkan kualitas yang lebih kuat dan lebih hemat dari sisi biaya.

 

Walau sempat menurun, karena penggunaan material kayu dan keramik hingga batu, eksistensi lantai beton kembali diminati beberapa tahun belakangan ini. Seperti yang diketahui, berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan dalam persiapan pembangunan, seperti dari sisi aspek fungsi, keindahan, serta pemasangan dan sifat dasar material yang berkualitas, beton masuk didalamnya. 

 

Baca Juga: Ketahui 3 Proses Pembuatan Beton 

 

 

Dengan material berkualitas, bangunan tidak akan selalu diperbaiki, khususnya bagian lantai. Jadi tidak berlebihan jika lantai beton menjadi favorit saat ini. Nah, sebelum Anda menggunakan material ini sebagai bahan dasar pembuatan lantai, kenali terlebih dahulu kelebihannya. Yuk! simak ulasan lengkapnya di bawah ini. 

 

 

Awet dan Kuat

 

lantai beton

 

Pinterest: travaux.com

 

Lantai beton sudah terbukti memiliki kualitas terbaik dan tahan lama. bahkan, jika dengan perawatan yang tepat, lantai jenis ini bisa bertahan sampai ratusan tahun.

 

Jenis lantai ini tidak mudah rusak. Keindahan lantai ini juga makin malam akan makin terlihat. Dengan kualitasnya, Anda pun lebih hemat biaya karena akan jarang sekali melakukan renovasi untuk bagian lantai hunian. 

 

 

Ramah Lingkungan 

 

Kelebihan lainnya adalah terkait lingkungan. Dengan kualitasnya yang sangat tahan lama, membuat material ini tidak akan mudah dibongkar atau mengalami renovasi. Untuk itu, lingkungan tidak akan dikotori dengan puing-puing atau sisa material.

 

Lantai beton juga tidak memiliki bau sehingga tidak memiliki kandungan zat kimia yang berpotensi mencemari lingkungan. 

 

 

Perawatan yang Gampang

 

lantai beton

 

Perawatan lantai beton tidak sesulit jenis lantai lainnya. Cukup dibersihkan atau dipel secara rutin. Anda juga bisa meminyakinya beberapa bulan sekali. Ini tidak wajib, namun jika Anda ingin lantai mengkilap, tips ini bisa dicoba. 

 

 

Cocok untuk Berbagai Desain Rumah

 

Kelebihan lainnya adalah lantai jenis ini sangat fleksibel dan bisa masuk ke berbagai jenis desain ruangan. Tampilannya bisa saja klasik, rustic, hingga minimalis. Anda hanya perlu menambahkan finishing tambahan. 

 

Seperti beton agar terlihat modern, mencoba memberi finishing sealer akrilik untuk bisa mengkilap. Atau memberi jenis matte, untuk menyempurnakan gaya rustic. 

 

 

Aman Untuk Konsep Interior dan Eksterior

 

Selain dapat diterapkan di semua desain ruangan, jenis lantai ini juga bisa menambah keindahan untuk area interior serta eksterior. Pasalnya, sisi eksterior sendiri tidak kalah pentingnya dari sisi interior. 

 

Untuk eksterior teras dan garasi mobil. Akan tetapi, perhatikan ketahanan lantai pada serangan cuaca. Aplikasikan silikon yang dapat menjaga permukaan lantai. 


 

Tekstur Unik dan Anti Selip

 

lantai beton

 

Pinterest: stonetilecompany.co.uk

 

Lantai ini memiliki tekstur yang polos dan unik, namun memberikan kesan modern dan kontemporer. Tekstur lantai beton juga memiliki sifat kasar, sehingga tidak akan membuat lantai licin saat musim hujan. Jadi, tidak perlu khawatir Anda akan terpeleset.

 

 

Kesimpulan

 

Itulah beberapa keunggulan yang dapat Anda miliki dengan menggunakan lantai beton. Selain itu, Anda bisa menghemat biaya pembangunan, waktu pengerjaan, dan tenaga dalam perawatan.

 

Jika Anda memiliki proyek yang memerlukan beton dan pondasi untuk pembangunannya? Anda bisa serahkan semuanya kepada PT. Sobute Global Indonesia

 

Dengan tenaga ahli yang berpengalaman dalam memproduksi maupun menyuplai admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau, menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap sedia dalam melayani semua kebutuhan konsumen dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

Tertarik dan Ingin Menghubungi Sobute? Segera klik Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
220805AU0wZXEnPmjHVrtsi4SWK5D7GaxC89poMz2gYy6vedRJNQLkb3qIfhTOuFcl.la]-62ecd3d87315e

Kenali Tahap Konstruksi Beton Yang Benar Agar Hasil Optimal

5 August 2022

Meskipun sudah dikenal sangat lama, masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana tahap konstruksi beton yang benar. Ternyata, prosesnya cukup sederhana untuk hasil yang sempurna.

 

Dalam tahap konstruksi beton, satu keterampilan yang penting dan utama adalah kemampuan membuat beton itu sendiri.

 

Beton adalah material bahan bangunan yang dibuat dari proses mencampur semen, pasir, agregat kasar atau batu pecah, dan air, dengan dengan tujuan membangun suatu bagian pekerjaan menjadi sangat keras dan kuat ketika memadat.

 

Baca Juga: 3 Proses Pembuatan Beton Paling Populer

 

 

Pencampuran bahan-bahan menjadi beton ini adalah keterampilan yang perlu dikuasai. Sebenarnya apa yan harus dilakukan terbilang cukup sederhana, namun punya tingkat kesulitan yang tinggi.

 

Anda hanya memerlukan alat, bahan, peralatan keselamatan, dan informasi yang tepat tentang komposisi beton, maka Anda dapat membuat campuran beton Anda sendiri yang siap digunakan.

 

Setidaknya, Anda hanya perlu 5 langkah dalam membuat campuran Beton.

 

 

5 Langkah Membuat Beton Secara Mandiri

Berikut adalah 5 langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk membuat beton secara mandiri:

 

Langkah 1: Siapkan Alat dan Bahan

Apa saja yang diperlukan dalam membuat beton? Untuk bahan, Anda hanya memerlukan Semen, Pasir, Air, dan Agregat.

 

Sedangkan untuk alat, anda perlu menyiapkan, tempat untuk mengaduk, bisa bak atau area yang dilapisi terpal, Ember plastik untuk menentukan ukuran komposisi, dan Sekop untuk mengaduk.

 

Selain alat dan bahan, 2 hal lain yang perlu anda pastikan ada dalam proses pembuatan beton adalah peralatan keselamatan dan uji test beton.

 

Untuk peralatan keselamatan, anda memerlukan Masker atau pelindung mulut, Kacamata pengaman atau pelindung mata, dan Sarung tangan.

 

Pembuatan beton akan sangat melibatkan debu dan partikel yang berterbangan, jadi pastikan Anda menggunakan masker pelindung.

 

Lalu untuk uji test beton, minimal Anda menggunakan alat yang disebut Slump Test Beton.

 

 

Langkah 2: Mengukur Bahan-Bahan yang Akan Digunakan

tahap konstruksi beton

 

Dalam hal mengukur rasio beton, sebenarnya tergantung dari sejauh mana kekuatan yang ingin Anda capai. 

 

Sebagai panduan umum, untuk campuran beton standar anda bisa menggunakan perbandingan: 

Dimana, 1 Semen : 2 Pasir : 4 Agregat 

 

Untuk pondasi, Anda bisa menggunakan 1 semen : 3 pasir : 6 agregat.

 

 

Langkah 3 : Mulailah Mencampur

tahap konstruksi beton

 

Saatnya menggunakan sekop Anda, campur semua bahan bersama-sama.

 

Tidak ada metode khusus di sini, cukup bolak-balikkan campuran bahan-bahan hingga merata dan mendapatkan warna yang konsisten sepenuhnya.

 

Untuk penggunaan air, Anda cukup mengisi adonan bahan sedikit demi sedikit– cukup untuk membentuk pasta halus setelah Anda mulai mencampurnya.

 

Terus balikkan adonan hingga basah secara merata. 

 

 

Langkah 4: Periksa Hasil Campuran 

tahap konstruksi beton

 

Saat dirasa campuran sudah cukup sesuai, saatnya Anda menguji konsistensinya. Ini menjadi wajib untuk memastikan beton yang dibuat nanti sudah sesuai kualitasnya.

 

Campuran yang tepat harus halus dan konsisten. Untuk mengukur kualitas Beton, Anda bisa menggunakan teknik Slump Test Beton.

 

Dari hasil pengukuran tersebut, segala kekurangan campuran beton Anda masih bisa diperbaiki.

 

 

Langkah 5: Beton Siap Digunakan

tahap konstruksi beton

 

Setelah Anda puas dengan campuran Anda dengan memiliki konsistensi dan tekstur yang tepat, maka beton Anda siap dibuat.

 

Biasanya beton akan dituangkan pada bekisting area yang ingin anda perkuat. Biasanya setelah beton dituang, Anda perlu untuk memberikan lapisan tambahan untuk mendapatkan hasil akhir yang halus.

 

 

Penutup

 

Sekian artikel tentang Proses Pembuatan Beton yang populer digunakan di proyek konstruksi.

 

Apakah Anda memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Serahkan pada PT. Sobute Global Indonesia

 

Dengan tenaga ahli berkompeten dan berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau,

 

Menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan konsumen dalam permintaan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca selengkapnya...
123
Your Message Has Been Sent..