Artikel

250507OD5Mwe7vUtNjSLbqoHV9YXsaZJzB2EQ4WhdRAnlfFm8uy3IPCK1cprixgT6G.jpg

Memasang Tunnel Waterproofing, Pentingkah?

29 April 2025

Pernahkah Anda penasaran mengenai pembangunan terowongan tersembunyi yang menjadi penghubung antar jalur dan jaringan transportasi serta infrastruktur yang penting?  

Terowongan menjadi salah satu teknik bangunan yang berfungsi untuk banyak hal. Tapi, pembangunan dan pemeliharaannya punya tantangan tersendiri. 

Salah satunya dapat dilakukan dengan penerapan pelapisan kedap air pada terowongan atau tunnel waterproofing.

Apa itu pelapisan kedap air terowongan dan bahan apa yang bisa digunakan? Mari pahami selengkapnya dalam artikel ini.

 

 

Baca Juga: Syarat dan Prosedur Pembuatan Waterproofing Integral Beton

 

 

Tunnel waterproofing merupakan metode perlindungan pada terowongan dari rembesan atau kebocoran air yang lama-kelamaan dapat merusak struktur dan material terowongan. 

Sebagai arteri bawah tanah yang memfasilitasi jaringan transportasi dan infrastruktur, lingkungan bawah tanah memang cenderung lembab dan punya tekanan hidrostatik yang tinggi, yang dapat menyebabkan kerusakan struktural, korosi, dan keselamatan yang terganggu. 

Itu sebabnya pelapisan waterproofing bisa digunakan sebagai langkah perlindungan agar terowongan tetap kering dan tahan lama. 

 

 

Mengapa Tunnel Waterproofing Penting?

 

 

Seperti yang disebutkan di atas, tunnel atau terowongan adalah lingkungan bawah tanah atau dekat permukaan air, yang rentan terkena dampak air tanah. 

Beberapa kerusakan yang bisa terjadi tanpa lapisan kedap air pada terowongan, antara lain : 

 

- Menyebabkan kerusakan struktur karena rembesan air.  Air dengan zat garam dan mineral akan merusak lapisan beton, baja, atau material lainnya. 

- Selain itu, tanpa perlindungan yang memadai, terowongan akan mudah rusak dan butuh biaya perawatan yang tidak sedikit.

- Terowongan tanpa perlindungan juga jika dibiarkan akan merusak dan membahayakan pengendara terowongan. 

 

 

Tahapan Proses Tunnel Waterproofing

 

 

Pemasangan waterproofing pada terowongan ini dilakukan melalui beberapa tahapan penting dan sesuai standar. 

 

Analisis Lokasi 

Tahapan awal adalah melakukan analisa dan persiapan lokasi. Hal ini dilakukan untuk penilaian kondisi geologis untuk tahu besar potensi rembesan air, tingkat muka air tanah dan lainnya. 

Identifikasi retakan, sambungan, atau area yang perlu mendapat perhatian khusus selama proses pelapisan kedap air. Siapkan permukaan terowongan dengan membersihkan dan membuang puing-puing lepas. 

 

Persiapan Permukaan

Perbaiki retakan atau kerusakan yang terlihat pada struktur terowongan dengan teknik dan bahan perbaikan yang tepat. Ratakan permukaan yang tidak rata yang dapat mengganggu penerapan bahan pelapis kedap air dengan benar.

 

Pilih Metode Waterproofing

Sesuai dengan hasil analisis, pilih metode waterproofing yang pas. Setelah permukaan disiapkan, aplikasikan lapisan waterproofing sesuai pilihan dan kebutuhan.

 

Pengujian Waterproofing

Setelah aplikasi, lakukan pengujian untuk memastikan apakah ada kebocoran atau rembesan air. Pastikan lapisan membran apakah melekat dengan baik dan tumpang tindih.

 

Memperbaiki Retakan dan Sambungan

Jika pelapisan kedap air injeksi adalah bagian dari rencana, suntikkan material khusus pada titik-titik tertentu untuk menutup retakan dan sambungan serta memperkuat struktur.

 

Kontrol Kualitas dan Pengujian

Lakukan inspeksi kontrol kualitas selama proses pelapisan kedap air untuk memeriksa aplikasi, daya rekat, dan pelapisan yang benar. Lakukan pengujian seperti uji semprotan air atau uji tekanan hidrostatik.

 

Pemeliharaan dan Perawatan

Cek selalu terowongan secara rutin untuk mengetahui tanda-tanda apakah ada air, dan segera atasi masalah yang terdeteksi.

 

 

Jenis-Jenis Metode Tunnel Waterproofing

 

 

Waterproof Membrane

Membran ini disebut juga membran anti air. Lapisan ini dipasang sebagai lapisan tambahan di atas beton atau material struktur utama. Bahan membran dibuat dengan PVC atau polimer, yang memang efektif menahan air.

Membran ini juga punya fleksibilitas tinggi dan memiliki perlindungan yang solid pada tekanan air tinggi.

 

Cementitious Waterproofing

Lapisan selanjutnya adalah material semen yang dicampur dengan bahan tambahan anti air. Lapisan semen ini menjadi lapisan pertama yang melapisi struktur beton sebelum lapisan kedap air diaplikasikan.

Pelapis kedap air berbasis semen cocok untuk proyek baru dan untuk menyegel terowongan yang sudah ada. Pelapis ini menawarkan ketahanan yang sangat baik terhadap tekanan air dan dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan menambahkan aditif untuk kinerja yang lebih baik.

 

Injeksi Resin Polyurethane

Metode injeksi kerap digunakan untuk mengisi celah atau retakan dalam struktur beton pada terowongan. Resin polyurethane dimasukkan dalam retakan untuk mencegah aliran air masuk.

Nantinya, resin yang sudah dimasukkan akan bereaksi dengan air atau udara, kemudian mengembang dan mengeras sehingga mencegah rembesan air.
 

 

 

Kesimpulan

 

Pelapisan kedap air pada terowongan atau tunnel waterproofing melibatkan teknik dan material khusus untuk melindungi terowongan.

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Baca selengkapnya...
2504298d1Arx0NROBwTolUcgJ9ipvZtHzPmV7aD2eMyQks3f5nqFXW4IYGjuCKbSEh.jpg

Baca Ini Sebelum Membangun Meja Dapur Beton!

27 April 2025

Tidak sedikit orang yang ingin membangun meja dapur beton di dalam rumahnya. Apakah Anda salah satunya? Jika ya, Anda  sebaiknya jangan terburu-buru.

Meja dapur beton memang terkesan lebih simpel, tahan lama, lebih estetik dan cukup mudah dirawat. Namun, meja dapur jenis ini juga punya kekurangan yang mungkin harus membuat Anda berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk membuatnya.

 

 

Baca Juga:

 

 

Penasaran? Cari tahu selengkapnya tentang keuntungan dan kerugian meja dapur beton lewat ulasan di bawah ini, ya!

 

 

Keuntungan Membangun Meja Dapur Beton

 

 

Meja dapur beton (concrete countertops) bisa membawa banyak keuntungan apabila dibangun dengan benar. Beberapa keuntungan memiliki meja dapur beton, di antaranya:

 

Tahan Lama

Meja dapur yang terbuat dari bahan beton terbukti lebih tahan lama. Dengan catatan, komposisi beton yang menjadi bahan dasar dari meja tersebut dikalkulasi dengan saksama, sehingga menghasilkan produk yang berkualitas.

 

Mudah Didesain

Meja dapur yang terbuat dari beton dapat didesain sedemikian rupa, sesuai dengan keinginan Anda. Misalnya, meletakkan lubang wastafel di sudut kanan, kiri, atau bahkan di tengah. Intinya, Anda bisa mendesain meja dapur beton sesuai dengan keinginan.

 

Estetik

Meja dapur beton bisa diberikan warna atau hiasan-hiasan yang membuat penampilannya lebih estetik. Tentu saja, hal ini juga akan menambah nilai estetika dari dapur Anda secara keseluruhan.

 

Tahan Goresan

Beton merupakan material yang sangat kokoh, sehingga tidak mudah tergores sekalipun oleh pisau dapur. Jadi, Anda tidak perlu khawatir saat menggunakannya.

 

Mudah Dirawat

Meja dapur yang terbuat dari beton cukup mudah dibersihkan. Anda bahkan bisa menggunakan air hangat untuk membersihkannya secara optimal.

 

 

Kekurangan Meja Dapur Beton

 

 

Di balik kelebihan yang ditawarkan, ada pula kekurangan meja dapur beton yang mesti Anda ketahui. Berikut ini beberapa di antaranya:

 

Biaya Produksi Lebih Mahal

Proses pembuatan meja dapur dari beton memakan biaya yang tidak sedikit, tergantung ukuran, bentuk, ketebalan, lapisan akhir, dan warna. Harga pembuatannya bisa saja melonjak tinggi apabila Anda memasukkan kustomisasi atau desain tambahan ke dalamnya.

 

Mudah Bernoda

Sebagai meja dapur, beton akan mudah terpapar dengan bahan-bahan yang mengandung asam tinggi, seperti perasan lemon, cuka, dan lain sebagainya. Jika meja tersebut tidak memiliki lapisan akhir yang dibuat dengan sempurna, maka bukan tidak mungkin permukaannya akan lebih mudah terkelupas.

 

Rentan Retak

Meja beton yang ada di dapur Anda tidak luput dari risiko keretakan. Risiko tersebut bisa lebih besar apabila pembuatan meja dari beton tidak menggunakan kalkulasi dan/atau bahan-bahan yang tepat.

 

Tidak Bisa Dipindahkan

 

 

Anda pasti paham bahwa pembangunan beton sebagai meja dapur akan membuatnya bersifat permanen. Artinya, meja dapur tersebut tidak bisa dipindahkan tanpa dihancurkan terlebih dahulu.

 

 

Penutup

 

Sampai di sini, apakah Anda masih tertarik untuk membuat meja dapur beton di rumah? Pastikan untuk memikirkannya baik-baik, ya. 

Jika Anda memang merasa bahwa meja dapur dari bahan beton merupakan jawaban yang selama ini dicari, pastikan untuk hanya menggunakan bahan dasar berkualitas. Dengan demikian, meja tersebut akan tahan lebih lama dan bisa memperindah tampilan dapur Anda secara keseluruhan.

 

***

 

Sedang ada suatu proyek yang membutuhkan beton berkualitas tinggi? Tidak perlu bingung, percayakan saja kepada PT. Sobute Global Indonesia!

Sobute adalah perusahaan admixture terbaik yang ditenagai oleh profesional berpengalaman. Sobute telah membuktikan kualitas dan mutunya dengan menjadi supplier untuk berbagai proyek yang ada di penjuru Indonesia. Ingat beton, ingat Sobute!

Cari tahu informasi lebih lanjut dengan klik hubungi kami.

 

Baca selengkapnya...
250429BJbDuA08vRrXsnxzT76VafZQY1e4WLljSEwkG5NMhOd9KpUCPctmqgF3oIHi.jpg

4 Jenis Vibrator Beton Dan Penjelasan Lengkapnya

25 April 2025

Beton yang baik harus terdiri dari kepadatan dan kekuatan yang tinggi agar dapat diaplikasikan untuk pembangunan struktur bangunan. 

Namun, proses mendapatkan beton yang berkualitas, perlu pengecoran yang efektif dan menghasilkan campuran padat yang sempurna tanpa rongga udara.

 

 

Baca Juga: Proses Pengecoran Beton, Ini Bahan, Tahapan, dan Manfaatnya

 

 

Untuk mengatasinya, dibutuhkan alat khusus yang disebut vibrator beton. Dengan alat ini membantu memadatkan beton segar, sehingga tidak ada udara yang terjebak di dalamnya. 

Mari kita bahas apa saja jenis vibrator beton, fungsi, dan pengaplikasiannya sehingga memudahkan memilih alat yang sesuai untuk kebutuhan proyek konstruksi.

 

 

Vibrator Beton & Fungsinya

 

 

Vibrator beton adalah alat berat yang digunakan untuk memudahkan proses pengecoran beton dan menghasilkan material lebih berkualitas dan sesuai standar yang dibutuhkan untuk proyek lebih kokoh. 

 

Beberapa fungsi vibrator pada beton : 

 

- Mesin ini akan mengolah beton lebih padat dan kuat serta layak digunakan untuk pekerjaan konstruksi. 

- Dengan alat ini, proses pengecoran beton akan menghasilkan campuran yang efisien dan menghilangkan udara yang terjebak pada beton. Udara yan masuk ada dalam campuran beton bisa menyebabkan beton tidak kuat dan tidak layak pakai. 

 

 

Jenis-Jenis Vibrator

 

Vibrator Internal

Internal vibrator merupakan jenis vibrator yang paling umum digunakan. Vibrator ini digunakan dengan memasukkan batang vibrator dalam campuran beton.  Nantinya, getaran tersebut akan memadatkan beton dari dalam. 

Jenis ini efektif untuk menghilangkan rongga udara pada material tersebut. Namun, pemakaiannya perlu tenaga tambahan untuk memasukkan dan memindahkan batang vibrator. 

 

Vibrator Eksternal

External vibrator adalah jenis vibrator yang digunakan di bagian luar cetakan. Getaran dari alat ini akan memadatkan beton di dalamnya dan sangat efektif digunakan pada beton dengan cetakan yang kompleks atau area yang sulit dijangkau jenis internal.

Penggunaan alat ini dapat menciptakan kepadatan beton yang tinggi tanpa mengganggu struktur dalam cetakan. Namun, harganya lebih mahal dari jenis internal. 

 

Surface Vibrator 

Surface vibrator merupakan alat yang bekerja di permukaan beton dan cocok untuk pembuatan pada lantai pabrik, jalanan, pelat beton dan lapangan. Vibrator berbentuk pelat yang di pasang pada permukaan beton, dan getarannya merasa di di lapisan atas material.

 

Screed Vibrator 

Screed vibrator merupakan jenis alat yang digunakan untuk permukaan lantai atau jalan beton. Alat ini berfungsi untuk proses pemadatan dan perataan beton secara bersamaan.

Itu sebabnya, alat ini sering digunakan untuk proses kerja yang butuh waktu cepat. 

 

 

Memilih Jenis Vibrator 

 

 

Pemilihan jenis vibrator sangat penting karena ini mempengaruhi kualitas akhir beton. Jika tidak sesuai, hasil pengecoran bisa rusak dan tidak bisa digunakan. 

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan vibrator beton, meliputi:

- Untuk mendapatkan beton yang tebal, Anda lebih baik menggunakan internal vibrator.

- Jika cetakan beton berbentuk lebih kompleks, jenis external lebih mudah digunakan. 

- Untuk permukaan beton luas, screed vibrator dan surface vibrator adalah alat yang cocok digunakan.

 

 

Cara Penggunaan Vibrator Beton 

 

Untuk mendapatkan hasil terbaik dari penggunaan vibrator, teknik yang tepat harus diterapkan. 

 

Berikut langkah-langkahnya : 

- Pastikan tidak menggunakan vibrator terlalu lama di satu area. Lebih baik menggunakan alat ini sekitar 5-15 detik di satu area, tapi sesuai ketebalan beton.

- Pindahkan vibrator secara konsisten agar semua area pengecoran lebih merata. 

- Anda juga harus memastikan kedalaman pengecoran dengan tepat dan jangan menariknya terlalu cepat agar tidak menciptakan rongga udara.

- Jangan pernah menekan vibrator terlalu keras karena getaran berlebihan akan merusak kualitas beton.

 

 

 

Kesimpulan

 

Vibrator beton jadi alat yang wajib ada dalam pengecoran beton. Namun, gunakan jenis vibrator sesuai jenis proyek, ketebalan beton, dan kebutuhan proyek lainnya. 

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi terbaik? Semua ada di PT Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Baca selengkapnya...
250429p5solWGitN7x8IhbyrPajdU6YHAKqEZCXOR9Q0LDz1mTVFwuS4vfJnkBge2c.jpg

Struktur Kolam Renang: Standardisasi Dan Cara Membuatnya

23 April 2025

Berencana membangun kolam renang sendiri di rumah? Jika ya, Anda sebaiknya mengetahui struktur kolam renang yang tepat. Tujuannya agar kolam renang tersebut memiliki pondasi yang kuat, sehingga bisa tahan hingga bertahun-tahun lamanya.

Berbicara tentang struktur kolam renang, terdapat beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Sebagian di antara hal-hal tersebut, termasuk standardisasi, serta tahapan dalam pembuatannya.

 

 

Baca Juga: Ini yang Perlu Diperhatikan pada Konstruksi Kolam Renang

 

 

Cek penjelasan selengkapnya lewat ulasan di bawah ini, ya!

 

 

Standardisasi Struktur Kolam Renang

 

Standardisasi yang dimaksud di sini merupakan rekomendasi ukuran paling minimal dari struktur kolam renang guna menunjang fungsinya secara keseluruhan. 

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan terkait standardisasi struktur kolam renang, antara lain:

 

Luas Kolam Renang

Faktanya, standardisasi ukuran minimal kolam renang adalah 3 meter x 7 meter. Ukuran ini dibuat berdasarkan kenyamanan tubuh untuk bergerak ketika berenang.

Jangan sampai terlalu kecil dari ukuran tersebut, agar Anda tidak malah kesulitan untuk berenang di kolam. Ingat, yang akan Anda buat adalah kolam renang, bukan kolam berendam. Jadi, pastikan ukurannya sudah sesuai dengan standar miminum, ya!

 

Fondasi Kolam Renang

Perlu Anda ketahui, struktur fondasi kolam renang biasanya menggunakan besi dengan diameter 8 hingga 9 milimeter. Namun, ukuran ini bisa aja berubah, sesuai dengan berat total kolam renang yang akan dibangun.

Selain besi, Anda juga memerlukan beton yang sesuai. Untuk fondasi kolam renang, disarankan untuk menggunakan beton K300 atau K250. 

Terkait struktur ukuran fondasi tapak, yaitu 60 x 60 centimeter dengan ketebalan 20 cm. Apabila ukuran kolam renang yang akan dibuat tergolong besar, struktur fondasi tapak mungkin akan berbeda daripada rekomendasi tersebut.

 

 

Cara Membuat Kolam Renang

 

 

Sudah siap untuk membangun kolam renang di rumah? Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:

- Ukur dan tentukan area yang akan dibuat kolam renang

- Lakukan instalasi pipa-pipa kolam renang. Lanjutkan dengan memasang bata sebagai konstruksi dasar.

- Mulai perakitan rangka besi kolam renang dan menimbunnya di dalam cor-coran.

- Lanjutkan dengan proses bekisting menggunakan kayu sebagai media cetaknya.

- Lakukan pengecoran beton untuk lantai dan dingin kolam renang.

- Bongkar bekisting dan lanjutkan dengan pelapisan waterproofing pada pipa-pipa kolam renang.

- Pasang komponen kelistrikan untuk mendukung pencahayaan dan pengisian sekaligus sirkulasi air kolam.

- Akhiri semua tindakan di atas dengan pembersihan sisa elemen dan mengisi air kolam hingga hampir penuh.

 

 

 

Penutup

 

Struktur kolam renang yang dibuat dengan baik dan benar memegang peran yang penting dalam menjaga keawetan fungsinya. Jadi, jangan sampai salah dalam mengukur, mendesain, dan membuat struktur kolam renang di rumah Anda ya.

Selain itu, Anda pun mesti menggunakan jenis beton yang tepat agar mendapatkan struktur kolam renang yang kuat dan kokoh. Jangan sampai salah pilih, agar kolam renang Anda bisa terus berfungsi dengan optimal meski usianya sudah bertahun-tahun lamanya.

 

***

 

Butuh beton berkualitas tinggi yang kuat, kokoh, dan bertahan lama? Anda bisa mempercayakannya pada PT. Sobute Global Indonesia!

Kami adalah perusahaan admixture terbaik dengan tenaga profesional dan berpengalaman dalam memproduksi serta menyuplai berbagai proyek, dari kecil hingga besar, yang ada di seluruh Indonesia. PT Sobute Global Indonesia akan mewujudkan proyek yang Anda impikan selama ini! 

Cari tahu selengkapnya dengan klik hubungi kami!

 

Baca selengkapnya...
250429R6kFE3hZGsVxP7prBX9zwnUf0DyCcjSluKOiMgIaQbo2H1JYvmdWTtAqNL45.jpg

Mengenal Apa Itu Flashing Fondasi Beton Dan Fungsinya

21 April 2025

Flashing merupakan istilah yang sudah akrab dalam proses pembangunan atau konstruksi. Namun, biasanya teknik ini diaplikasikan untuk bagian plafon, jendela dan atap. 

Akan tetapi, flashing ternyata perlu dipasang pada fondasi bangunan. Teknik ini mengacu pada pelapisan atau perlindungan tambahan di area tertentu dari fondasi beton, untuk mencegah kelembaban, air, atau unsur-unsur eksternal yang dapat merusak struktur fondasi.

 

 

Baca Juga: Sedang Bangun Fondasi Beton Kuat, Perhatikan Hal-hal ini!

 

 

Berikut penjelasan mengenai flashing fondasi beton yang bisa Anda pahami. 

 

 

Pengertian Flashing Fondasi Beton

 

 

Flashing fondasi beton bisa diartikan sebagai pemasangan lapisan pelindung atau membran di fondasi yang berkaitan langsung dengan tanah atau dinding. Teknik ini jelas penting untuk menjaga struktur bangunan dari kondisi lingkungan yang basah atau berada di area dengan kelembaban tinggi.

Flashing umumnya berbahan tahan air, misalnya lembaran logam, plastik, membran aspal, bahan polimer khusus dan bahan lainnya yang digunakan untuk menjaga fondasi dari kondisi lingkungan.

 

 

Fungsi-Fungsi Flashing pada Fondasi Beton

 

 

Pada dasarnya, flashing fondasi berfungsi sebagai penghalang air atau kelembaban, dan biasanya dipasang di area antara fondasi dan dinding untuk mencegah penetrasi air atau kelembaban dari tanah ke struktur bangunan.

 

Mencegah Penetrasi Air 

Flashing akan mencegah air tanah atau air hujan masuk dalam struktur fondasi beton. Dengan begitu, penetrasi air tidak akan berlebihan dan menciptakan retakan atau korosi dalam beton. 

 

Menghindari Kelembaban Berlebih

Saat kelembaban mulai berlebihan pada fondasi, hal ini akan merusak bagian dinding juga. Flashing yang dipasang akan menjaga hal tersebut. 

 

Perlindungan pada Pembekuan dan Pencairan

Di area dengan curah hujan tinggi atau suhu dingin yang tinggi, air bisa membeku dalam fondasi beton. Lama kelamaan akan membuat retakan pada material. Pemasangan flashing akan meminimalisasi kerusakan tersebut. 

 

Pertumbuhan Jamur dan Lumut

Kelembaban berlebih pada fondasi dan dinding jadi lokasi ideal untuk pertumbuhan jamur dan lumut. Selain merusak visual bangunan, ini juga akan mempengaruhi kesehatan bagi penghuni. 

 

Perlindungan terhadap Korosi 

Untuk jenis fondasi beton, tulangan baja pasti diperlukan. Jika air dibiarkan mengenainya, baja akan mengalami korosi dan menurunkan kekuatan fondasi. 

 

 

Proses Instalasi Flashing 

 

Proses instalasi flashing pada fondasi beton tentu dilakukan dengan langkah-langkah teliti dan tepat. Berikut beberapa proses umum yang bisa dilakukan : 

 

- Dimulai dari persiapan pada permukaan fondasi. Pastikan kebersihan dari debu atau kotoran agar pemasangan flashing berhasil.

- Selanjutnya adalah pemotongan dan ukuran flashing sesuai dengan kebutuhan area. Pastikan ukuran material ini disesuaikan untuk menutupi area fondasi dan dinding bangunan.

- Proses pemasangan diletakkan pada posisi yang diinginkan dan tempelkan dengan perekat khusus. 

- Lakukan pemeriksaan berkelanjutan setelah flashing terpasang. Pastikan material tahan air di area yang dibutuhkan sudah menutupi fondasi beton dan sambungan pada strukturnya. 

 

 

Keunggulan Flashing pada Fondasi Beton

 

- Meningkatkan ketahanan dan umur pakai fondasi 

- Adanya efektivitas biaya dalam jangka panjang, termasuk biaya perbaikan lebih hemat

- Perlindungan ekstra akan menambah nilai jual bangunan, karena perawatan yang baik dan daya tahan terhadap cuaca.

 

 

Kekurangan Flashing Fondasi Beton

 

 

- Biaya awal yang lebih tinggi karena material dan proses pemasangannya butuh biaya cukup mahal. 

- Pemeriksaan dan perawatan yang rutin wajib dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian yang lepas atau rusak agar fungsinya tetap optimal.

 

 

 

Kesimpulan

 

Flashing fondasi beton bisa menjadi teknik pelapisan untuk mencegah kerusakan akibat kelembaban dan air. Penggunaan flashing akan memberikan banyak manfaat bagi konstruksi agar mempertahankan kekuatan dan integritas strukturnya.

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan fondasi berkualitas? Semua ada di Sobute Global Indonesia. 

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Baca selengkapnya...
250429Jlr183Lisabw4TzZNVeAykjxR5MCQKoctnqFmpgBYv9U7OSEDIuXH2dhG6WP.jpg

Patching Concrete: Pentingkah Menambal Beton?

19 April 2025

Cepat atau lambat, retakan bisa terjadi pada permukaan beton seiring berjalannya waktu. Terkadang retakan kecil, jika dibiarkan akan menyebabkan masalah serius. 

Memperbaiki atau menambal beton yang juga disebut sebagai patching concrete menjadi cara yang bagus untuk mengatasi masalah ini, dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

 

Baca Juga: Atasi Kerusakan Beton dengan 5 Perbaikan ini!

 

Namun, mana yang tepat untuk kerusakan beton tersebut? Sebelumnya, mari kita pahami mengenai patching concrete dan penyebab. 

 

 

Patching Concrete

 

Istilah penambalan beton merujuk pada perbaikan dari permukaan hingga ke dalam beton dengan proses perbaikan dengan tambalan  senyawa mengandung banyak bahan dan aditif, untuk mengisi retakan dan menciptakan perekatan yang kuat demi membantu menghaluskan permukaan. 

Campuran beton vinil menjadi pilihan pengikat beton yang paling banyak digunakan. Anda dapat memilih senyawa yang sudah dicampur sebelumnya atau campuran kering. 

Campuran siap pakai merupakan pilihan yang praktis, sedangkan campuran kering memberi Anda fleksibilitas untuk menyesuaikan jumlah ketebalan yang dibutuhkan untuk menambal beton. Biasanya, campuran siap pakai cocok untuk retakan yang lebih kecil, sedangkan campuran kering menjadi pilihan yang lebih baik untuk menambal bagian permukaan beton yang besar. 

Menambal beton merupakan proses yang cukup sederhana bagi kebanyakan orang. Hanya butuh sekop untuk menghaluskan permukaan, dan membentuk beton agar tidak menghalangi sambungan ekspansi.

Waktu pengerasan untuk menambal retakan juga bervariasi, karena retakan kecil mungkin hanya perlu waktu beberapa menit, sementara perbaikan yang lebih besar membutuhkan waktu berjam-jam. 

 

 

Mengapa Dibutuhkan Patching Concrete?

 

 

 

Menguatkan Struktur Bangunan 

Beberapa bekisting dipasang dalam struktur bangunan namun tetap membutuhkan tambalan. Biasanya karena pada desainnya, bekisting ini perlu penutup internal dan eksternal yang dipasang dalam beberapa tahap. Setelah bekisting nanti dibongkar, saluran tetap ada dan perlu ditambal, baik untuk estetika atau menjaga integritas struktur bangunan.

 

Masalah Selama Konstruksi

Dalam proses pembangunan, terkadang tidak dapat dipastikan apakah hasilnya akan selalu sempurna. Sebagian besar pengecoran akan perlu beberapa kali, jadi walau prosesnya berjalan dengan baik, akan tetap ada ketidakkonsistenan dalam campuran yang mengakibatkan masalah pada struktur.

 

Dalam Hal Desain

Jika tata letaknya tidak bagus atau bekistingnya tidak tepat, maka hasil pengecoran akan salah yang membuat bagian beton pecah dan harus dilakukan penambalan.

 

Faktor Usia

Percaya atau tidak, beton punya masa pakai sekitar 60 sampai 80 tahun. Saat sudah begini, proses penambalan harus dilakukan.

 

Tekanan Mekanis

Beton adalah bahan yang kuat, tetapi kelemahannya terletak pada kerapuhannya. Beton tidak dapat bertahan terhadap benturan atau beban torsional yang mengakibatkan retakan dan kerusakan total. 

 

Cuaca Ekstrem 

Karena ada kontraksi di bawah variasi suhu ekstrem, beton dapat retak hingga perlu perbaikan. 

 

Kerusakan Kimia 

Beberapa kondisi lingkungan sangat abrasif. Zat asam dapat merusak permukaan beton hingga perlu perbaikan besar. 

 

 

Langkah-langkah Cara Menambal Beton

 

 

- Lakukan pembersihan lebih dulu dari puing-puing, kerikil, rumput, dan potongan tanah lepas lainnya. Dengan permukaan yang kasar dan bersih, material perbaikan beton yang baru dapat sepenuhnya menempel pada beton yang sudah ada. 

Membersihkan permukaan dapat dilakukan dengan tangan, selang, sapu, sandblasting, dan alat lainnya.  

- Basahi permukaan yang akan diperbaiki sebelum mengaplikasikan campuran beton. 

- Siapkan campuran beton, tergantung jenis yang dibutuhkan dan sesuai dengan petunjuk untuk mendapatkan kekentalan yang tepat.

- Buat penghalang untuk penambalan pada beton dengan kayu bekas atau bahan lainnya agar menjaga tepi yang bersih. 

- Tuang campuran dan isi lubangnya dengan sekop untuk menyebarkan beton secara merata. Biarkan beton cukup mengeras. Untuk permukaan lebih halus, gunakan sekop baja. Untuk hasil akhir bertekstur, gunakan sapu untuk menggores bagian atas.

- Biarkan campuran beton baru mengering

- Segel beton yang ditambal dengan pelapis untuk mengamankan beton baru dan melindunginya dari kerusakan lebih lanjut. Aplikasikan dengan botol semprot atau rol, biarkan mengering.

 

 

 

Kesimpulan

 

Untuk beton berkualitas tinggi, gunakan obat pengeras beton berkualitas dari PT Sobute Global Indonesia.

Sobute siap menyuplai berbagai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Segera hubungi kami.

 

Baca selengkapnya...
250416wQ7EYgilabsmpGCfUMrcSTKVy8utA6FJhqnWI1Xx49j5kLONodDzeRP2Bv3Z.jpg

Aman Dan Kokoh! Ini Tips Cara Perbaikan Dek Jembatan

17 April 2025

Dek jembatan adalah bagian dari struktur jembatan yang berfungsi sebagai tempat kendaraan atau pejalan kaki melintasi jalanan. Kondisi dek jembatan yang baik akan mempengaruhi keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran pengguna dan lalu lintas. 

Karena itu, perawatan dan perbaikan dek jembatan harus dilakukan untuk memastikan keamanan penggunaannya.

Berikut beberapa langkah perbaikan dek jembatan serta tips pemeliharaannya. 

 

 

Memahami Dek Jembatan 

 

 

Dek jembatan atau landasan jalan adalah permukaan jalan atau jalur pejalan kaki dari sebuah jembatan. Dek dapat berupa beton cor di tempat atau beton pracetak, kayu yang ditutup dengan aspal beton atau perkerasan lainnya. 

Dek beton dapat menjadi bagian integral dari struktur jembatan, seperti struktur berpenampang T atau girder baja. Dek juga dapat dibangun dengan bahan kayu atau kisi baja terbuka.

Terkadang sistem dek disebut juga sebagai sistem lantai. Pada beberapa jembatan, seperti lengkung terikat atau kabel penyangga, dek menjadi elemen struktural utama, yang menahan tegangan atau kompresi untuk menopang bentang. Tapi, untuk balok girder, sistem dek bukanlah pemikul beban, tapi penting untuk menjaga fungsi dan keselamatan, bahkan estetika jembatan. 

Itu sebabnya, sistem dek perlu mendapat perhatian khusus dalam desain konstruksi dan pemeliharaannya. 

 

 

Cara Memperbaiki Dek Jembatan 

 

 

Perawatan Menyeluruh

Langkah awal jika ingin melakukan perbaikan pada dek adalah melakukan pemeriksaan. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan dini yang bisa menciptakan masalah besar nantinya. 

Pekerja dapat melakukan pemeriksaan dari seperti retakan dan permukaan yang aus. Bisa juga dengan alat-alat khusus, seperti hammer test dan GPR untuk memeriksa kondisi bagian dalam beton atau material lainnya. 

 

Perbaikan Kerusakan Permukaan

Retakan pada dek sering kali terjadi karena beban berlebih, suhu, atau bahan dek yang sudah harus diganti. Ada beberapa metode yang dapat diterapkan, yakni dengan injeksi epoksi untuk memperbaiki retakan kecil pada jembatan, overlay beton atau aspal untuk permukaan dek yang sudah aus. Hingga mengganti panel dek. 

 

Penggantian Lapisan Pelindung

Dek jembatan juga memiliki lapisan pelindung, seperti coating untuk mencegah penetrasi air dan bahan kimia. Jika lapisan sudah mulai aus, Anda dapat menggantinya.

Beberapa jenis lapisan pelindung yang biasanya digunakan, adalah sealant berbasis polimer, epoxy coating, serta membran tahan air. 

 

Pemeliharaan Saluran Drainase

Sistem drainase pada jembatan sangat penting untuk membuatnya tetap kering saat hujan deras. Genangan air yang dibiarkan akan membuat dek cepat retak dan rusak. 

Bersihkan saluran drainase dari sampah dan material lainnya agar tidak tersumbat. Lakukan juga pemeriksaan kebocoran di area sambungan dan pipa.

 

 

Perbaikan Sambungan Ekspansi

Jembatan pasti punya sambungan ekspansi yang dirancang untuk pergerakan struktur karena suhu. Dengan sambungan ini, dek jembatan tidak mudah deformasi. Jika sudah mengalami kerusakan, lakukan perbaikan pada pelat sambungan.

 

Perbaikan Struktural

Jika dari pemeriksaan menunjukkan bahwa dek jembatan sudah harus diperbaiki, pekerja dapat melakukan penguatan struktural, dari penambahan balok baja atau beton, penggantian tulangan baja yang sudah korosi dan lainnya. 

 

Dukungan Teknologi 

Untuk pemeliharaan yang lebih canggih, teknologi sensor dapat dimaksimalkan untuk mendeteksi apakah ada kerusakan, getaran, dan lainnya. Dengan begini, tindakan perbaikan dapat segera dilakukan. 

 

 

Kesimpulan

 

Perbaikan dan pemeliharaan dek jembatan sangat perlu dilakukan, karena berkaitan dengan keamanan dan  pengguna. 

Semoga info di atas dapat menambah tips perbaikan dek jembatan, sehingga perbaikan dapat dilakukan dengan efisien.

 

***

 

Untuk beton dengan kualitas terbaik, gunakan obat pengeras beton berkualitas dari PT. Sobute Global Indonesia.

Sobute siap menyuplai berbagai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Segera Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
250415GZMvl56TgBaKEUoWPLyuc7wFf0XD913I8qidQHxnhjbmCOVprz4SRNAset2k.jpg

Ingin Punya Garasi Parkir Tahan Air? Coba Tips Berikut!

15 April 2025

Garasi jadi salah satu bagian penting dari rumah yang pemiliknya memiliki kendaraan. Tak hanya sebagai penyimpanan, garasi juga menjadi tempat untuk melindungi kendaraan dari cuaca ekstrem, sehingga kondisinya tetap baik. 

Untuk itu, diperlukan garasi yang tahan terhadap air agar dapat mencegah terjadinya kerusakan yang berat pada kendaraan. 

Mari kita bahas bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk membuat garasi parkir tahan air. 

 

 

Mengapa Lantai Garasi Bisa Lembap?

 

 

Ada beberapa alasan umum mengapa lantai garasi bisa terasa lembap. Yang paling umum terjadi adalah karena adanya kondensasi atau keringat karena beton yang digunakan berkualitas rendah. 

Jika udara lembap dan hangat, namun bagian pondasi atau tanah dingin, kemungkinan ruang garasi Anda mengalami kondensasi. Namun, beton merupakan material berpori, kelembapan di tanah bisa masuk ke lantai beton. Selain itu, perubahan di lingkungan sekitar juga bisa memicu masuknya kelembapan ini. 

Alasan lainnya adalah jika tak adanya lapisan membran atau lapisan kedap lembap yang tidak tepat. Pemasangan membran pelapis pada garasi sangat diperlukan. Jika lapisan kedap berada di atas permukaan lantai, bagian material seperti batu akan terbuka dan selalu lembap yang jadinya mempengaruhi tingkat kelembapan lantai garasi.

 

 

Dampak Buruk Garasi Lembap pada Mobil 

 

 

Menyimpan mobil dalam garasi yang basah atau lembap bisa berdampak buruk pada kondisi kendaraan. Ini beberapa dampaknya : 

- Air yang menggenang akan berpotensi membuat karat pada bagian bawah kendaraan, terutama pada rangka dan knalpot. 

- Dampak lainnya adalah pada mobil dengan berbagai sistem kelistrikan yang sangat sensitif pada kelembapan. Garasi yang lembap bisa memicu kerusakan pada kabel dan komponen kelistrikan, seperti aki dan sensor elektronik. Hal ini bisa mengakibatkan korsleting atau gangguan pada fungsi sistem elektronik mobil.

- Garasi dan kendaraan yang basah juga akan menjadi tempat jamur dan bakteri berkembang. Tak hanya merusak bagian interior seperti jok dan karpet, namun berdampak buruk pada kesehatan pengguna kendaraan.

- Air yang terus menerus terkena kendaraan juga bisa mengakibatkan kerusakan pada cat mobil. Cat akan mudah pudar dan mengelupas serta memicu adanya noda air yang sulit dihilangkan. 

- Kondisi garasi yang tidak ideal ini akan berpengaruh pada pengeluaran Anda. Tentunya perawatan akan lebih sering dibutuhkan karena kerusakan pada kendaraan. Biaya yang dikeluarkan bisa lebih besar dan menguras kantong Anda.

 

 

Tips Membuat Garasi Parkir Tahan Air

 

 

Pemilihan Material Lantai  

Lantai garasi adalah bagian yang paling sering terkena air, baik dari rembesan tanah atau kendaraan yang basah. Itu sebabnya, penting memilih material lantai tahan air, seperti beton yang berkualitas tinggi. Pelapisan dengan epoxy atau material waterproofing lainnya demi perlindungan ekstra. Dengan bahan ini, air tidak mudah rembes dalam pori-pori lantai dan lebih tahan lembap dan suhu ekstrem.

 

Sistem Drainase yang Tepat

Salah satu aspek krusial dalam pembuatan garasi tahan lembap adalah memiliki sistem drainase yang baik. Tanpa saluran air, air dan rembesan akan tetap berkumpul di lantai garasi. Pasang floor drain agar air yang masuk garasi bisa keluar dengan cepat. Perhatikan kemiringan lantai ke arah saluran agar memudahkan air keluar

 

 

Waterproofing pada Dinding 

Selain pada lantai, waterproofing juga dapat dipasang di dinding. Pengaplikasian material kedap air ini akan melindungi bagian yang rawan basah. Dinding adalah struktur yang dekat dengan tanah dan tentunya berisiko terjadinya kelembapan berlebih. Anda bisa menggunakan bahan kedap air dari semen, lembaran membran, atau jenis bitumen.

 

Atap Tahan Bocor 

Selain lantai dan dinding, atap juga rawan mengalami kebocoran. Anda wajib menggunakan material atap yang teruji aman dari rembesan dan kebocoran, misalnya jenis bitumen, genteng metal, dan lainnya. Pasang juga talang air di sekitar atap garasi agar ada jalan keluar untuk aliran air hujan. 

 

Ventilasi Jangan Lupa

Terkadang ventilasi atau jendela tidak disertakan dalam pembuatan garasi, padahal ini bisa mencegah terjadinya kelembapan karena adanya sirkulasi udara. Garasi yang tertutup rapat akan membuat udara lembap tetap berada dalam ruangan, jadinya jamur dan bakteri tubuh subur. 

 

Pintu Kedap Air 

Pemilihan pintu garasi tahan air yang terbuat dari bahan anti-karat bisa jadi pilihan. Gunakan pintu berbahan aluminium atau fiberglass. Tambahkan juga seal karet di sisinya agar air tidak mudah masuk saat hujan di  luar.

 

 

Penutup

 

Membuat garasi parkir tahan air tentu penting untuk menjaga kondisi kendaraan tetap prima. Jadi, pastikan garasi Anda dirancang dengan baik agar tahan terhadap air. 

Semua berawal dari pemilihan material lantai dan dinding yang tepat, termasuk beton berkualitas tinggi.

 

***

 

Butuh cairan beton berkualitas tinggi? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
250411WolUgCrJ5fGYEzcFu1AwO3hDxM70kHivL6BTeKn9pZqtQsj4IXd8yVm2SaRP.jpg

Pilih Sesuai Kebutuhan, Ini 7 Jenis Bahan Kedap Air Untuk Bangunan

13 April 2025

Bahan kedap air atau yang dikenal sebagai material waterproofing memang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan, khususnya dalam mencegah kerusakan karena kelembaban dan air. 

Penggunaan bahan-bahan ini bertujuan untuk melindungi bangunan, struktur, atau area tertentu agar tidak rusak karena rembesan air. Untuk memenuhi kebutuhan akan bahan ini, ada berbagai jenis bahan kedap air yang diproduksi untuk kebutuhan pembangunan, seperti atap, dinding, lantai, hingga kolam renang. 

Berikut beberapa jenis bahan kedap air yang bisa Anda pilih dan gunakan sesuai kebutuhan. 

 

 

Waterproofing Berbahan Semen

 

Waterproofing berbahan semen menjadi salah satu bahan yang paling umum digunakan. Bahan dasarnya adalah semen dan acrylic. 

Bahan ini mudah dalam pengaplikasian dan biasa digunakan pada beton atau batu. Campuran semen dan bahan acrylic digunakan dengan bahan aditif yang kemudian diaduk dan berbentuk pasta semen cair. Pengaplikasiannya sama dengan proses pelapisan biasa seperti plester.

 

Kelebihan:

 

- Mudah digunakan dan diaplikasikan.

- Cocok untuk area-area basah, seperti kamar mandi, dapur, atau kolam renang.

- Tahan lama dan memberikan perlindungan yang baik terhadap air.

 

Kekurangan:

 

- Mungkin membutuhkan perawatan rutin.

- Kurang elastis, sehingga tidak ideal pada bagian bangunan yang rawan retak.

 

 

Membran Bitumen

 

 

Membran bitumen merupakan salah satu bahan waterproofing yang sangat efektif dan diaplikasikan dengan alat khusus. Bahan kedap air terbuat dari aspal yang dicampur dengan bahan kimia lainnya yang meningkatkan daya tahan terhadap air. 

Waterproofing ini berbentuk lembaran yang bisa digunakan untuk atap datar dan bawah tanah. Ada dua jenis membran bitumen, yakni bitumen panas dan diaplikasikan secara dingin.

 

Kelebihan:

- Sangat tahan terhadap cuaca ekstrem dan perubahan suhu.

- Cocok untuk area luas, seperti atap atau lahan parkir.

 

Kekurangan:

- Perlu tenaga ahli dalam pemasangannya.

- Aplikasi dengan panas perlu peralatan khusus dan harus dilakukan secara profesional.

 

 

Crystallising Waterproof

 

 

Bahan ini diaplikasikan dengan campuran dalam beton segar sebelum pengecoran. Waterproof ini akan meresap dalam pori–pori beton dan berubah menjadi kristal padat anti air. Cocok untuk pembangunan ruang bawah tanah, waduk, dan lainnya. 

 

Kelebihan:

- Bahan tahan lama dan bersifat permanen yang mengisi pori-pori beton.

- Pengaplikasian lebih cepat.

- Dapat dipasang pada sisi positif dan negatif bidang permukaan beton.

 

Kekurangan:

Jenis waterproofing ini tidak dapat digunakan untuk lantai atau dinding dengan banyak sambungan stop cor, karena berpotensi menyebabkan retak.

 

 

Poliuretan (PU)

Poliuretan adalah bahan waterproofing cair dan mampu menembus ke dalam retakan kecil dan menutupi permukaan dengan sangat baik. Jika Anda perlu perlindungan tanpa menghilangkan warna material yang digunakan, poliuretan jadi pilihan yang tepat. Selain itu, bahan ini juga sangat tahan terhadap sinar UV.

 

Kelebihan:

- Memiliki daya rekat yang sangat baik.

- Tahan terhadap sinar UV dan cocok untuk aplikasi luar ruangan.

- Elastis dan dapat menutupi retakan kecil.

 

Kekurangan:

- Aplikasi harus dilakukan pada permukaan yang kering, agar poliuretan efektif digunakan.

- Harganya cenderung lebih mahal.

 

 

Epoxy

 

Epoxy adalah bahan waterproofing dengan campuran resin dan zat pengeras. Bahan ini akan menjadikan lapisan keras dan tahan air saat sudah kering. Epoxy kerap digunakan untuk lantai industri, gudang, tangki, dan bangunan yang butuh perlindungan ekstra pada bahan kimia.

 

Kelebihan:

- Tahan terhadap bahan kimia dan air.

- Daya tahan tinggi, sehingga cocok untuk area yang rentan terkena gesekan atau tekanan.

- Ideal untuk aplikasi di lingkungan industri.

 

Kekurangan:

- Proses aplikasi yang cukup rumit dan harus dikerjakan pekerja profesional.

- Bahan tidak begitu elastis. 

 

 

Membran PVC (Polivinil Klorida)

Membran PVC merupakan bahan waterproofing berbentuk lembaran dari plastik fleksibel. Biasa digunakan untuk bagian atap datar atau kolam renang. Bahan ini cukup fleksibel dan mudah dipasang.

 

Kelebihan:

- Ringan dan mudah dipasang.

- Tidak perlu banyak perawatan dan memiliki masa pakai yang panjang.

 

Kekurangan:

- Harganya relatif lebih mahal. 

- Aplikasi perlu peralatan khusus untuk penyambungan.

 

 

Self Adhesive Flashband

Jenis yang satu ini berbentuk lembaran dengan dua lapisan, yakni yang pertama untuk perekat dan lapisan kedua menjadi penahan rembesan atau kebocoran. Bahan ini punya daya rekat tinggi dan tahan terhadap cuaca ekstrem. 

 

Kelebihan:

- Tahan terhadap perubahan suhu.

- Tahan lama dan tidak mudah rusak oleh sinar UV.

 

Kekurangan:

- Pengaplikasiannya harus dilakukan dengan seksama dan tepat.

- Harganya cenderung lebih mahal.

 

 

Kesimpulan

Tiap jenis bahan kedap air punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda bisa pilih sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan pembangunan. Penggunaan bahan waterproofing yang tepat akan sangat membantu menjaga kekuatan bangunan dan melindunginya dari kerusakan.

Gunakan juga material beton terbaik untuk proyek Anda!

Sobute Global Indonesia dan para tenaga ahli berpengalaman menyediakan dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia. 

Baca selengkapnya...
2504110elRBPmnZtsUbdQuc9IJL6oq7YOVj1h2DHX85xvgTarkCSpzMy4iKAfNwEW3.jpg

Apa Itu Blindside Waterproofing? Kenali Manfaat Dan Pemasangannya

11 April 2025

Bangunan yang tahan lama dan awet perlu pelapisan kedap air berkualitas, baik yang diaplikasikan setelah pengecoran beton atau pra-pengaplikasian sebelum pengecoran beton. 

Pada pembangunan berbagai proyek, pelapisan kedap air di bawah permukaan tanah harus dilakukan, setelah pondasi dituang atau disebut pelapisan kedap air setelah pengaplikasian. Tapi, untuk case khusus, blindside waterproofing berperan. 

Pelapisan kedap air ini lebih rumit daripada pelapisan kedap air umumnya. Untuk lebih memahaminya, mari simak artikel ini sampai selesai. 

 

 

Blindside Waterproofing Adalah

 

 

Blindside Waterproofing melibatkan pemasangan saluran drainase dan membran kedap air sebelum membangun dinding beton vertikal. Dengan pelapisan kedap air ini, saluran drainase dan membran kedap air dipasang sebelum dinding vertikal beton dibangun. Pada dasarnya, dinding pondasi dipasang setelah sistem kedap air terpasang. 

Pelapisan kedap air jenis ini diaplikasikan di luar dinding pondasi. Hal ini membuat dinding pondasi beton bertambah kuat, saat air tanah atau uap kontaminan memberikan tekanan.

Proses penerapan pelapisan kedap air blindside melibatkan pemasangan sistem retensi tanah yang berbahan balok penahan, tiang pancang, atau tanah padat.

Menerapkan pelapisan kedap air ini bisa jadi sulit. Sistem ini tidak dipasang pada permukaan yang seragam dan datar, namun ditempatkan di atas sistem retensi tanah berbahan balok yang tertinggal, tiang pancang, atau tanah asli yang dipadatkan. Itu sebabnya sering digunakan untuk pembangunan pembangunan kantor, rumah sakit, atau terowongan kereta bawah tanah.

 

 

Manfaat Blindside Waterproofing 

 

 

Pelapisan kedap air ini menawarkan beberapa keuntungan. Jika pembangunan dilakukan pada daerah padat penduduk, di mana batas properti di kawasannya membatasi akses dan penggalian, pelapisan kedap air blindside memungkinkan untuk digunakan demi memaksimalkan penggunaan lahan dan melindungi bangunan dari kerusakan akibat suhu ekstrem atau kelembaban. 

Selain itu, untuk pembangunan terowongan dan kereta bawah tanah juga biasanya akan menggunakan pelapisan kedap air jenis ini. Pelapisan kedap air blindside akan mengurangi penggalian yang berpotensi meminimalkan gangguan pada lokasi kerja di sekitarnya.

 

 

Pemasangan Blindside Waterproofing 

 

Biasanya pekerja akan memasang pelapis kedap air ini pada tanah penyangga, seperti batu, tumpukan lembaran, dinding lumpur, dan sekitarnya. Selanjutnya, pada beton atau membran, yang memungkinkan membran kedap air menempel pada pondasi beton.

Untuk pemasangannya, umumnya pelapis akan diaplikasikan sebelum pemasangan pondasi dan dinding pondasi. Membran kedap air akan digunakan pada tanah penyangga, seperti tumpukan lembaran, batu, atau bangunan di sekitarnya. Kemudian beton diaplikasikan pada membran tersebut. 

Akan tetapi, penggunaan waterproofing ini cukup rumit, diperlukan ahli atau tukang yang memiliki pemahaman terkait pemasangannya hingga selesai dan berfungsi baik. 

 

 

Penutup

 

Pondasi tanpa pelapisan kedap air berkualitas tinggi memang dapat menyebabkan kelembapan dan kontaminan menyusup ke dalam selubung bangunan, yang nantinya merusak struktural, mengurangi kualitas udara dalam ruangan, dan membahayakan penghuni. 

Untuk itu, perlu penggunaan waterproofing dan material bangunan beton terbaik. Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia!

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
250409A498p1Oq3CjK27wELzcJGsQtXHbPMWYgNfZkVhdaxni0rmRleTvUoD5SBI6F.jpg

Jenis-Jenis Pondasi Konstruksi Beton Yang Wajib Diketahui Kontraktor

9 April 2025

Beton menjadi salah satu bahan konstruksi yang cukup sering digunakan dalam membuat pondasi untuk sebuah bangunan. Meski tampak serupa, tahukah Anda bahwa pondasi konstruksi beton terbagi menjadi beberapa jenis yang berbeda?

Pondasi diartikan sebagai bagian dari konstruksi bagunan yang berfungsi menahan berat beban seluruh bagian bangunan yang berada di atasnya. Selain menahan, beton penggunaan pondasi beton juga bertugas mendistribusikan beban bangunan ke tanah yang ada di bawahnya.

Namun, agar fungsinya optimal, pondasi konstruksi beton mesti dibuat dengan jenis yang sesuai. Cari tahu selengkapnya lewat penjelasan di bawah ini!

 

 

Jenis-Jenis Pondasi Struktur Beton

 

 

Salah satu faktor yang turut menentukan ketahanan dan kekuatan sebuah bangunan adalah pondasi. Bahkan, pondasi yang tepat dapat membuat bangunan tahan dari ancaman gempa bumi.

Faktanya, pembangunan pondasi beton melibatkan beberapa tahapan. Pertama, yaitu penggalian tanah, pemasangan bekisting dan tulangan baja, baru akhirnya dilakukan pengecoran beton.

Beton harus didiamkan hingga benar-benar mengering sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya hingga membentuk sebuah pondasi yang kokoh.

Terlepas dari cara membuatnya, pondasi konstruksi beton terbagi menjadi beberapa jenis yang berbeda. Berikut ini jenis-jenis pondasi konstruksi dari beton:

 

Pondasi Tapak (Footing Foundation)

 

Pondasi struktur beton jenis tapak (footing foundation) biasanya dibuat untuk bangunan tinggi dan berdiri di atas tanah yang lembek. Jenis pondasi ini dibuat menggunakan beton bertulang.

Pondasi tapak memiliki kelebihan dari segi harga, yakni lebih murah. Di samping itu, galian yang dibutuhkan untuk jenis pondasi ini juga relatif lebih sedikit. 

 

Pondasi Pelat (Slab Foundation)

 

 

Pondasi pelat atau slab foundation merupakan fondasi berbentuk pelat beton yang mencakup seluruh area pada bangunan. 

Jenis pondasi yang satu ini biasanya digunakan untuk rumah tinggal atau bangunan yang tidak terlalu besar.

 

Pondasi Tiang Pancang (Pile Foundation)

Pondasi tiang pancang biasanya digunakan untuk bangunan yang hendak didirikan di atas bekas rawa atau tanah sejenisnya yang juga bertekstur lunak. 

Pada pembuatannya, tiang pancang dari beton bertulang akan dimasukkan ke dalam tanah hingga mencapai lapisan tanah keras. Dengan demikian, bangunan di atasnya bisa berdiri dengan lebih kokoh.

 

Pondasi Sumuran (Caisson Foundation)

Pondasi sumuran sangat kokoh, sehingga umumnya digunakan untuk banguan besar dan menjulang tinggi.

Pada pembuatannya, pekerja akan membuat sumur besar yang nantinya akan diisi dengan beton bertulang untuk menciptakan pondasi yang lebih kokoh.

 

Pondasi Pelat Mengambang (Floating Foundation)

 

 

Floating foundation biasa digunakan di tanah dengan tekstur sangat lembut. Sesuai dengan namanya, jenis pondasi ini akan dibuat “mengapung” di atas tanah untuk menahan beban yang ada di atasnya.

 

 

Penutup

 

Pondasi konstruksi beton memegang peran yang penting dalam menjaga kekuatan dan kestabilan suatu bangunan. 

Oleh karena itu, jenis pondasi yang dibuat mesti disesuaikan dengan kondisi tanah dan bangunan yang hendak berdiri di atasnya. Salah kaprah tentang pondasi konstruksi beton malah bisa membuat bangunan tidak bisa bertahan lama.

 

***

 

Memerlukan beton berkualitas tinggi untuk proyek konstruksi Anda? Andaklan saja PT. Sobute Global Indonesia!

Sobute adalah perusahaan admixture terbaik yang berpengalaman dalam memproduksi serta menyuplai proyek-proyek yang ada di seluruh Indonesia. Kami siap memperkokoh beton untuk proyek Anda!

Klik hubungi kami untuk info selengkapnya.

Baca selengkapnya...
250407usvjzo9P2EW1lq6DbaNenmG5OwpCXk4iY3LVrRAftBMh0ZTKdSHcFU8yJIg7.jpg

Beton Vs Kayu Untuk Rumah, Mana Yang Paling Bagus?

7 April 2025

Mana yang lebih baik, rumah beton atau kayu? 

Jika Anda ingin membangun rumah atau jenis konstruksi lainnya, pemilihan material sangat penting demi memastikan daya tahan, kekuatan, hingga estetika struktur bangunan. 

Dua bahan yang populer hingga kini digunakan adalah beton dan kayu. Keduanya punya karakteristik dan keunggulan masing-masing. Akan tetapi, keduanya juga punya kekurangan masing-masing. 

Masih kebingungan? Mari kita bahas perbedaan beton dan kayu dari berbagai aspek, untuk membantu menyesuaikan kebutuhan Anda.

 

 

Rumah Kayu 

 

 

Rumah dari material kayu sering disebut-sebut lebih terjangkau dan mudah dalam pembangunan. Kayu memang sudah sejak lama menjadi bahan bangunan untuk berbagai konstruksi, khususnya hunian. 

Selain ringan dan mudah dibentuk, kayu juga punya berbagai kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan, seperti proses pembangunan lebih cepat, biaya pemasangan dan penggunaan tenaga kerja yang lebih rendah dibanding rumah material lainnya, serta bahan kayu yang terkenal sebagai isolator termal yang efektif. 

Kelebihan lainnya adalah dari sisi fleksibel, karena kemudahan dalam mendesain bangunan dengan berbagai pilihan menarik. Pemakaian material ini juga cenderung aman dan ramah lingkungan, karena bahannya berkelanjutan. 

Akan tetapi dari sisi kekurangannya, bahan bangunan ini dapat berisiko pada kebakaran, bencana alam karena penebangan kayu, serta serangan hama, seperti rayap, kumbang kulit dan bubuk. 

 

 

Rumah Beton 

 

 

Bahan beton menjadi pilihan utama untuk konstruksi dan desain rumah modern dalam beberapa tahun ini. Material ini ideal dalam pembuatan pondasi, dinding dan lantai serta memiliki banyak keunggulan, khususnya dari struktur kokoh dan punya daya tahan tinggi. 

Selain dari kekuatan, beton juga menjadi material yang mampu memberi insulasi pada udara dingin dan panas yang berpengaruh pada penggunaan energi rumah. Kelebihan lainnya adalah ketahanan pada api dan nilai estetika yang tinggi sehingga tetap memiliki nilai jual yang tetap tinggi dari waktu ke waktu. 

Akan tetapi, kekurangannya terletak pada waktu pengerjaan dengan beton dan biaya yang dihabiskan. Biaya pembangunan dengan beton akan lebih mahal daripada konstruksi secara tradisional. 

 

 

Beton vs Kayu untuk Konstruksi Rumah 

 

 

Kekuatan dan Daya Tahan

Beton dikenal sebagai material kuat dan tahan lama. Sifat beton membuatnya cocok untuk struktur utama bangunan, seperti pondasi. Dengan kekuatan tekan tinggi, material ini mampu menahan beban berat tanpa mudah retak. Selain itu, beton juga tahan pada cuaca ekstrem, api dan serangan jamur, sehingga lebih sedikit perawatan. 

Sementara itu, kayu punya kekuatan tarik lebih baik daripada beton. Sifat fleksibelnya membuat kayu sering digunakan dalam pembuatan struktur rangka atap. Namun, kayu lebih rentan pada suhu dan kelembaban, serta serangan hama dan api. Jadi perlu perawatan ekstra. 

 

Biaya

Dari segi biaya, penggunaan beton pada rumah tentu lebih mahal daripada kayu, karena ada pembuatan cetakan (bekisting), campuran beton, serta tenaga kerja yang berpengalaman saat pengecoran. Selain itu, waktu pembangunan lebih lama karena beton harus lebih dulu mengeras untuk mencapai kekuatannya.

Sementara, pembangunan rumah kayu lebih cepat, tetapi biaya pemeliharaan rumah kayu lebih tinggi dari beton. Karena beton tahan lama, tidak perlu perawatan rutin seperti pada bangunan dengan material kayu yang butuh perawatan berkala.

 

 

 

Dampak Lingkungan

Beton kerap dianggap kurang ramah lingkungan karena proses produksinya bisa menciptakan emisi karbon. Bahan semen dalam adukan bahan beton, jadi material konstruksi paling banyak menghasilkan karbon dioksida. Penggunaannya juga menciptakan limbah beton yang menjadi masalah lingkungan, walau kini sudah ada bahan beton yang bisa didaur ulang. 

Sementara, kayu lebih ramah lingkungan dan terbarukan. Namun, penggunaannya harus dikelola dengan baik, agar tidak merusak ekosistem. Penebangan liar bisa menyebabkan kerusakan habitat dan perubahan iklim.

 

Nilai Estetika 

Beton menghasilkan desain modern dengan berbagai bentuk arsitektur yang artistik. Tapi, perlu pemilihan yang tepat agar mampu memberikan kesan minimalis dan industrial. Sementara, bahan kayu lebih alami dengan serat dan warna alami yang menyajikan nuansa hangat pada bangunan. 

 

 

Penutup

Pemilihan beton dan kayu dalam pembangunan rumah tentu bergantung pada kebutuhan dan biaya yang Anda persiapkan. Pahami kelebihan dan kekurangannya agar Anda tidak salah pilih. 

 

***

 

Untuk beton dengan kualitas terbaik, gunakan obat pengeras beton berkualitas dari PT. Sobute Global Indonesia.

Sobute siap menyuplai berbagai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Segera Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
Your Message Has Been Sent..