Artikel

250724eS5LEQqOoh0iw1dr4T7GNHCfZbKlc3g2jMvsJyaAVDtRzUFI9m8ukYpXnBWP.jpg

Manfaat Menggunakan Cetakan Buis Beton, Apa Saja? Cek Di Sini!

25 July 2025

Cetakan buis beton merupakan komponen yang berperan penting dalam berbagai proyek konstruksi, khususnya untuk pembuatan sumur resapan, sistem pipa, atau saluran drainase. Penggunaannya tidak hanya membantu menciptakan struktur beton yang persisi. Ada pula manfaat menggunakan cetakan buis beton yang tidak kalah menarik.

Apa saja manfaat menggunakan cetakan buis beton? Cari tahu penjelasan selengkapnya, yuk!


 

Manfaat Menggunakan Cetakan Buis Beton

 

 

cetakan buis beton

 

Cetakan buis beton memiliki keunggulan yang membuatnya menjadi primadona utama dalam berbagai proyek konstruksi. Keunggulan atau manfaat tersebut, antara lain:

 

Struktur Lebih Kuat dan Stabil

 

Cetakan buis beton memungkinkan pencetakan beton dengan distribusi material yang seragam dan konsisten. Proses ini menghasilkan struktur yang lebih kuat dan stabil, sehingga mampu menahan tekanan dari air hingga beban tanah di sekitarnya. 

Hal tersebut sangat penting, terutama untuk proyek seperti gorong-gorong atau saluran drainase yang harus berfungsi dalam jangka panjang tanpa diubah bentuknya.

 

cetakan buis beton

 

Tahan Korosi dan Lingkungan Ekstrem

 

Beton yang dicetak menggunakan cetakan buis memiliki kepadatan material tinggi. Hal ini membuat beton tersebut sangat tahan terhadap korosi akibat paparan air atau zat kimia. 

Di samping itu, beton tersebut juga memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan deras, panas terik, atau suhu lembap. Dengan demikian, buis beton sangat cocok digunakan di lingkungan yang rentan terhadap keausan atau kerusakan.

 

Awet dan Ekonomis

 

Struktur beton yang dihasilkan dari cetakan buis cenderung memiliki usia pakai yang panjang. Selain itu, beton juga memiliki ketahanan yang tinggi sehingga tidak mudah rusak.

Hal-hal tersebut juga berkontribusi pada rendahnya biaya perawatan dan penggantian dalam jangka waktu lama. Ini menjadikannya solusi ekonomis yang ideal untuk proyek infrastruktur berskala besar maupun kecil.

 

Meningkatkan Efisiensi Proyek

 

Penggunaan cetakan buis beton dapat mempersingkat waktu pengerjaan proyek. Pasalnya, proses pencetakan bisa dilakukan dalam skala besar, dan bentuk standar buis beton mempermudah instalasi di lapangan. 

Efisiensi ini memungkinkan pengerjaan konstruksi berlangsung lebih cepat, menghemat tenaga kerja, serta mengurangi potensi kesalahan teknis.

 

Presisi Tinggi dan Desain Fleksibel

 

Cetakan buis beton dirancang dengan tingkat presisi tinggi. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap komponen beton memiliki dimensi yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan proyek. 

Selain itu, cetakan buis beton juga menawarkan fleksibilitas desain sehingga memungkinkan pembuatan berbagai ukuran atau bentuk khusus untuk aplikasi tertentu, seperti pipa saluran air besar atau sistem resapan yang kompleks.

 

cetakan buis beton

Minim Risiko dan Praktis

 

Cetakan buis beton dapat mempermudah proses instalasi dan perbaikan di lapangan. Secara tidak langsung, hal ini turut mengurangi risiko kecelakaan kerja yang sering terjadi pada proyek konstruksi. 

Di samping itu, desainnya yang tidak terlalu besar dan terdiri dari beberapa bagian juga membuat pengangkutan serta pemasangan yang lebih praktis. Bahkan, pemasangannya sering kali tidak memerlukan peralatan berat yang terlalu kompleks.


 

Penutup

 

Dengan berbagai keunggulan tersebut, cetakan buis beton menjadi solusi terbaik dalam berbagai proyek infrastruktur. 

Jadi, bagi Anda yang menginginkan hasil konstruksi yang tahan lama, hemat biaya, dan ramah lingkungan, menggunakan cetakan buis beton adalah langkah tepat untuk memastikan keberhasilan proyek.

 

***

 

Perlu beton berkualitas tinggi yang terbukti tahan lama dan terjamin mutunya? Gunakan saja produk dari PT. Sobute Global Indonesia!

Kami adalah perusahaan admixture yang berpengalaman dalam produksi serta suplai berbagai proyek di penjuru Indonesia. Wujudkan proyek impian Anda bersama PT Sobute Global Indonesia!

Cari tahu selengkapnya dengan klik hubungi kami!

 

Baca selengkapnya...
2507243UKLmBT9ayQxFcp2fvOSwMNlA4rRe76bh5uJWqkDXGojtHEPnZ08IYgdVsz1.jpg

Tips Membuat Campuran Beton Untuk Pengecoran Skala Kecil

21 July 2025

Ingin sekadar mengecor bagian tertentu yang ada di rumah? Hal ini bisa saja dilakukan, lho. Anda bisa membuat campuran beton untuk pengecoran skala kecil. Namun, agar hasilnya maksimal, tetap ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

 

Tenang, Anda tidak membutuhkan mixer beton. Hal yang ada butuhkan adalah tenaga ekstra dan pemahaman mengenai cara membuat campuran beton untuk pengecoran skala kecil. Cek selengkapnya di bawah ini, ya!


 

Membuat Campuran Beton untuk Pengecoran Skala Kecil

 

Beton untuk Pengecoran Skala Kecil

 

Pengecoran skala kecil sering dilakukan dalam berbagai proyek konstruksi, seperti pembuatan fondasi rumah, lantai, atau kolom. Meskipun terlihat sederhana, campuran beton yang tepat sangat penting untuk memastikan hasil yang kuat dan tahan lama. 

Berikut ini adalah beberapa tips untuk membuat campuran beton yang baik:

 

Pahami Komposisi Dasar Campuran

Beton terdiri dari empat bahan utama, yaitu semen, pasir, agregat (kerikil), dan air. Bagi Anda yang hendak melakukan pengecoran skala kecil, maka rumus yang dapat digunakan adalah 1:2:3. 

Artinya, Anda membutuhkan 1 bagian semen, 2 bagian pasir, dan 3 bagian kerikil sebagai komposisi dasar campuran beton. Tentunya, rasio ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan kekuatan beton.

 

Gunakan Material Berkualitas

 

 

Beton untuk Pengecoran Skala Kecil

 

Pastikan untuk menggunakan bahan dasar campuran pengecoran beton yang berkualitas. Dalam hal ini, Anda mesti memilih semen merek terpercaya yang tidak mudah menggumpal. Begitu pula dengan pasir, wajib yang bersih dan bebas lumpur. Terkait kerikil, Anda sebaiknya memilih yang berukuran 10-20 mm. 

Untuk air, Anda bisa menggunakan yang masih bersih dan jernih dengan takaran 0,55 kali berat semen. Contoh untuk campuran semen sebanyak 25 kg, maka jumlah air yang dibutuhkan adalah 25 x 0,55 = 13,75 kg atau 13,75 liter.

 

Proses Pencampuran Manual

 

Anda bisa melakukan pencampuran bahan secara manual atau tanpa menggunakan mixer beton. Langkah-langkahnya adalah:

- Siapkan permukaan datar untuk mencampur. Jika tempatnya berupa tanah, Anda perlu terlebih dahulu melapisinya dengan plastik atau terpal. Hal ini bertujuan untuk mencegah paparan tanah pada campuran beton.

- Campur bahan kering terlebih dahulu, seperti semen, pasir, dan kerikil hingga benar-benar merata.

- Tambahkan air bersih yang sesuai dengan takaran untuk hasil yang maksimal. Pastikan air tercampur dengan merata hingga ke dalam campuran beton tersebut.

 

Perhatikan Konsistensi Campuran

 

Pastikan campuran yang Anda buat benar-benar pas; tidak terlalu encer atau kental. Pasalnya, campuran yang terlalu encer atau kebanyakan air bisa menurunkan kekuatan beton secara signifikan. Sedangkan, campuran yang terlalu kental atau kurang air akan membuat hasilnya nanti lebih sulit untuk diratakan dan dipadatkan.


 

Segera Tuang atau Cetak Campuran Beton

 

Campuran beton yang sudah merata harus segera digunakan dalam waktu 30-60 menit. Hal ini bertujuan agar campuran tersebut tidak mengeras sehingga bentuknya tidak bisa lagi disesuaikan.

 

Padatkan dan Ratakan

 

Beton untuk pengecoran skala kecil

 

Setelah beton dituang, dicetak, atau dicor, gunakan alat bantu berupa tongkat kayu atau sekop untuk memadatkannya. Hal ini membantu meminimalkan udara yang terjebak di dalam beton, sehingga strukturnya menjadi lebih kuat dan tahan lama.

 

Curing

 

Setelah beton benar-benar mengeras, Anda bisa melakukan curing untuk menjaga kelembapan sehingga mencegah retak pada beton. Caranya adalah dengan membasahi permukaan beton menggunakan air selama 1 atau 2 minggu.


 

Penutup

 

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut di atas, Anda diharapkan bisa membuat campuran beton yang tahan lama dan kuat untuk pengecoran skala kecil. Pastikan semua bahan dicampur merata dan digunakan dengan efisien untuk hasil terbaik!

 

***

 

Ingin memiliki beton yang berkualitas dan terbukti tahan lama serta terjamin mutunya? Ke PT. Sobute Global Indonesia aja!

Kami adalah perusahaan admixture dengan tenaga profesional yang berpengalaman dalam produksi, serta menyuplai berbagai proyek di seluruh penjuru Indonesia. Wujudkan proyek impian Anda bersama Sobute!

Klik hubungi kami untuk info lebih lanjut.

Baca selengkapnya...
250722ROHMdcv3zDNxZJTXa6fuy5LjwqCgKs4UWGYhVABiSer9oEPQ2708FpI1kmbt.jpg

Proses Mencampur Beton Dan Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan

17 July 2025

Penggunaan beton menjadi material konstruksi yang paling sering diaplikasikan dalam berbagai proyek pembangunan, karena sudah teruji dalam kekuatan dan kualitasnya. 

Namun, beton yang berkualitas tinggi tentu dihasilkan dari proses mencampur beton yang baik dan tepat sehingga menghasilkan beton yang kuat dan tahan lama. 

Lantas, bagaimana cara mencampur beton dan hal-hal yang perlu diperhatikan. 

 

Bahan Dasar Beton

Bahan Dasar Beton

Sebelum membahas proses pencampuran, penting untuk mengetahui apa saja bahan dasar dalam pembuatan beton. 

Dalam pencampuran beton diatur dalam SNI T-15-1990-03 dengan persyaratan bahwa agregat halus terdiri dari empat zona dan agregat kasar. Persiapan sebelum penuangan beton, harus memperhatikan hal-hal berikut ini :

 

- Tempat penuangan adonan beton harus bersih. 

- Lapisi permukaan bagian dalam cetakan dengan bahan minyak mineral, atau lembaran poliuretan untuk memudahkan pembukaan cetakan. 

- Basahi dinding pasangan bata yang terkena beton.

- Persiapkan tulangan yang bersih agar tidak merusak beton. 

- Untuk beton prategang, persiapkan bahan kimia untuk perekat atau grouting semen dalam tahap perbaikan. 

- Bersihkan semua kotoran yang mengganggu pada permukaan beton yang mengeras sebelum menggunakan beton baru.

 

Bahan Dasar Beton

 

Berikut bahan-bahan dasar pembuatan beton :  

 

- Semen sebagai bahan pengikat dengan air yang membentuk pasta untuk mengikat agregat halus dan kasar. Standarnya takaran semen setidaknya 15%, agar tidak mudah mengalami thermal crack. 

- Agregat halus atau pasir berfungsi memberikan kekuatan dan tekstur pada beton yang mengisi celah dengan agregat kasar, sehingga beton lebih homogen. Dalam campurannya, takaran bahan ini sekitar 35%, agar tidak menurunkan kualitas beton atau mudah mengalami keropos. 

- Agregat kasar, terdiri dari kerikil atau batu pecah untuk menambah volume dan kekuatan beton yang dihasilkan. Volume jenis bahan ini sekitar 40%, agar tidak membuat beton yang mengeras jadi kaku atau lebih halus dan rapuh. 

- Air sebagai pengaktif reaksi kimia pada semen untuk membentuk pasta yang mengikat agregat. Gunakan air yang bersih dengan kandungan dalam komposisi beton, sekitar 9% per meter kubik. 

 

Rumus Campuran Beton 

 

- Campuran Beton 1:2:3

Ini menjadi metode paling umum digunakan dalam mencampur beton. Perbandingan bahan ini, meliputi semen 1 : agregat halus 2 : agregat kasar 3. Dalam proses pencampuran ini, komposisi air diberi dalam volume 0,5 bagian. 

 

- Rasio Beton K-225

Beton ini memiliki kuat tekan 225 kg/m2. Perbandingan penggunaan rasion jenis beton ini mengacu pada standar SNI 7394, dengan campuran semen 371 kg, pasir beton 698 kg, kerikil 1047 kg, dan air 215 liter. 

 

- Mutu Beton K-300

Beton jenis ini punya kuat tekan 300 kg/m2 dengan campuran yang lebih kompleks dan biasanya untuk konstruksi atau infrastruktur berat. Komposisi pembuatan beton ini dengan rasio, semen 413 kg, pasir 681 kg, kerikil 1021 kg, dan air 215 liter. 

 

Proses Mencampur Beton

 

Bahan Dasar Beton

 

Berikut adalah langkah-langkah umum mencampur beton:

 

- Pastikan semua bahan yang dibutuhkan sudah tersedia dengan jumlah dan kualitas yang tepat. Alat-alat yang diperlukan, seperti sekop, ember, trowel, atau alat pencampur mekanis, seperti mixer beton. Semua alat dipastikan harus bersih dan siap digunakan.

- Persiapkan proporsi campuran sesuai tujuan penggunaan beton. Apakah dengan campuran beton perbandingan 1:2:3 atau sesuai jenis beton yang digunakan. 

- Jika dilakukan pencampuran secara manual, capur semua bahan dasar, seperti pasir dan semen dan aduk hingga campuran menjadi homogen atau merata.

- Tambahkan kerikil sedikit demi sedikit sambil terus diaduk lalu, tuangkan air secara perlahan, sambil terus mencampur hingga mencapai konsistensi yang diinginkan.

- Jika menggunakan Mixer, Anda dapat memasukkan semua bahan, dengan agregat kasar terlebih dahulu, diikuti agregat halus, dan semen serta air, sambil terus diaduk merata. Campurkan selama 3-5 menit atau sesuai kebutuhan.

- Setelah itu, selalu perhatikan waktu pengadukan karena itu mempengaruhi sifat beton yang akan dihasilkan. Selama pencampuran dan pengadukan, konsistensi beton dapat diperiksa dengan metode slump test untuk memastikan tingkat kelembapan dan workability sesuai kebutuhan. 

- Beton yang sudah selesai dicampur, harus segera digunakan sebelum mulai mengeras. Pertimbangkan workable time antara 30 hingga 90 menit sesuai suhu dan jenis semen yang digunakan.

 

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

 

Bahan Dasar Beton

- Perhatikan kualitas bahan yang akan digunakan.

- Pastikan pasir dan kerikil bebas bebas dari kotoran seperti lumpur atau bahan organik lainnya.

- Gunakan air bersih tanpa kandungan bahan berbahaya. 

- Proporsi campuran yang tepat agar tidak menyebabkan beton rusak dan tidak bisa digunakan. 

- Waktu pencampuran jangan terlalu cepat atau terlalu lama agar tidak memengaruhi kualitas beton. 

- Kondisi cuaca, seperti panas yang bisa membuat campuran cepat menguap, sedangkan cuaca dingin memperlambat proses pengikatan. 

 

Kesalahan Umum Saat Mencampur Beton 

 

- Menggunakan bahan yang kotor atau tidak sesuai spesifikasi.

- Menambahkan terlalu banyak air yang dapat melemahkan struktur beton.

- Pencampuran yang tidak merata sehingga mengurangi kekuatan.

- Menggunakan beton yang sudah mulai mengeras.

 

Penutup

 

Mencampur beton jadi kegiatan yang perlu perhatian secara detail. Ikuti langkah-langkah yang benar dan perhatikan hal-hal penting agar menghasilkan beton berkualitas baik dan tahan lama, karena menjaga standar kualitas beton jadi hal wajib yang dilakukan demi keamanan dan ketahanan struktur.

 

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

 

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
250723leOynH8gFLm5AKboDMksIJxvGR3ZqfrV9E6BtcQYNuSdTiUph7w4azW2P1Xj.jpg

6 Tips Jitu Membeli Box Culvert. Jangan Sampai Salah!

13 July 2025

Untuk pembuatan sistem perairan dan drainase, dibutuhkan struktur pendukung yakni box culvert. Akan tetapi, terdapat beberapa kriteria dalam memilih dan membeli box culvert sesuai kebutuhan proyek.

Bagaimana pertimbangannya? Ini ulasan lengkapnya!

 

Baca Juga: Apa Itu Box Culvert? Ini Penjelasan Lengkapnya!

 

 

Pengertian Box Culvert

 

Box Culvert dan Tips Membelinya

 

Box culvert merupakan struktur beton yang umumnya berbentuk kotak yang digunakan dalam berbagai proyek konstruksi sebagai tempat mengalirkan air di bawah jalan raya, jalur kereta api, atau area proyek lainnya. 

Material ini berfungsi sama dengan pipa beton, akan tetapi bentuknya memberikan keunggulan tersendiri, khususnya untuk memberikan kekuatan dan kemudahan instalasi dalam berbagai medan dan kondisi tanah. 

Box culvert diproduksi dari beton bertulang atau tulangan baja, dengan semen dan pasir agar mampu menahan beban berat dari struktur di atasnya.

Akan tetapi, beragamnya kebutuhan untuk pembangunan, menjadikan box culvert dapat dibuat dalam berbagai bentuk. Dari persegi, trapesium dan bentuk lainnya. 

 

 

Aplikasi Box Culvert

 

Box Culvert dan Tips Membelinya

 

Untuk proyek pembangunan, struktur beton ini diaplikasikan untuk pembangunan, seperti:

- Sistem drainase sebagai saluran pengalir air hujan atau limbah untuk mencegah genangan di area urban.

- Jembatan kecil yang menjadi penghubung antara dua sisi sungai kecil atau saluran air.

- Terowongan utilitas yang menjadi tempat penempatan kabel listrik atau pipa gas bawah tanah.

- Sistem irigasi sebagai distribusi air ke area pertanian. 

 

 

Keunggulan Box Culvert

 

Keunggulan Box Culvert

 

- Memberikan kekuatan tinggi dan daya tahan yang besar terhadap tekanan dari atas maupun dari sisi.

- Instalasi yang cepat karena seringkali diproduksi secara pracetak.

- Dengan material beton bertulang, struktur ini akan tahan terhadap korosi, perubahan cuaca, dan beban berat.

-  Lebih fleksibel dari desain dan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan. 

 

 

Tips Membeli Box Culvert

 

Berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda saat akan membeli produk yang satu ini :

 

Pahami Kebutuhan Proyek Anda

Identifikasi kebutuhan proyek dari ukuran box harus sesuai dengan aliran air yang akan ditangani serta kapasitas beban di atasnya. 

Selain itu, fungsi penggunaannya, apakah untuk sistem drainase, utilitas, atau proyek lainnya. 

 

Kondisi Lokasi 

Pemakaian elemen struktur ini juga harus sesuai dengan kondisi pemasangan. Seperti apa kondisi tanah, tingkat kemiringan, hingga jenis tanah dan kekuatan permukaan sebagai penahan beban. 

 

Harus Sesuai SNI 

Sangat penting untuk memastikan material apa yang digunakan dalam pembuatan struktur bangunan ini. Pastikan diproduksi sesuai standar SNI untuk menjamin kualitas sesuai dengan standar keamanan resmi. 

Ketahui bahan produksi pembuat dan uji ketahanan pada perubahan suhu, air, dan korosi. Struktur box harus berbentuk halus sesuai standar gradasi yang ditentukan. 

 

Periksa Sertifikasi dan Spesifikasi

Produsen box culvert yang terpercaya biasanya menyediakan sertifikasi produk, diantaranya Sertifikat Uji Teknis dan Spesifikasi Teknis yang berisi detail ukuran, ketebalan, kapasitas beban, dan bahan pembuat.

 

Evaluasi Produsen atau Supplier

Pilih produsen atau supplier terpercaya agar mendapatkan produk berkualitas. Cek reputasi produsen, review ulasan pelanggan dan periksa apakah ada layanan purna jual atau garansi jika produk bermasalah.

 

Hitung Biaya 

Harga box culvert bervariasi sesuai ukuran, bahan, dan pembuat. Jadi, perhatikan biaya yang harus dikeluarkan secara menyeluruh, seperti biaya pengiriman dan layanan instalasi.

 

 

Kesimpulan

 

Box culvert menjadi solusi penting untuk berbagai proyek infrastruktur. Dengan bentuknya yang beragam dan fungsional, produk ini sangat penting. 

Sebelum membeli, selalu pastikan kebutuhan proyek, kualitas material, dan memilih produsen terpercaya agar box culvert lebih efektif dan andal untuk proyek pembangunan Anda.

***

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Baca selengkapnya...
2507231VG9w0EksYeiJMAt2S6DcnmFhfbp5dlZqjPxCoRg7ury4vUTXHQ8B3IOKWNa.jpg

3 Jenis Cetakan Buis Beton Untuk Infrastruktur Lebih Modern

9 July 2025

Buis beton atau lebih dikenal sebagai gorong-gorong, menjadi bagian dalam infrastruktur bawah tanah, seperti saluran air atau irigasi. Dalam pembuatannya, bentuk buis harus tepat untuk memungkinkan air mengalir dengan lancar dan efisien.

Mari kenali berbagai jenis cetakan buis beton sesuai karakteristik dan kelebihannya. 

 

Baca Juga: Mengenal Buis Beton, Ini Pengertian & Fungsinya

 

 

Mengenal Buis Beton 

 

Jenis Cetakan Buis Beton

 

Buis beton merupakan jenis material beton siap pakai dengan bentuk yang membantu pembangunan gorong-gorong dan saluran air. 

Buis berbahan beton precast ini juga dikenal sebagai concrete pipe dengan berbagai ukuran dan kekuatan menahan beban, karena terkadang saluran air berada di jalanan yang biasanya dilalui kendaraan ringan dan berat. 


 

Jenis-jenis Cetakan Buis Beton

 

Jenis Cetakan Buis Beton

 

Pembuatan buis beton perlu cetakan yang berkualitas tinggi agar menghasilkan produk akhir yang kuat dan tahan lama. Ada beberapa jenis cetakan buis beton yang bisa menjadi pilihan Anda dengan karakteristik dan keunggulannya sendiri.

 

Cetakan Buis Beton Logam

Cetakan berbahan beton logam adalah jenis cetakan yang paling umum digunakan. Bahan seperti baja atau aluminium mampu menciptakan kekuatan, presisi dan durabilitas tinggi, sehingga buis dapat digunakan dalam waktu lama, sehingga lebih ekonomis.

Walau begitu, cetakan buis berbahan logam rentan terkena karat jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

 

Cetakan Buis Beton Fiberglass

Cetakan berbahan fiberglass berbahan dari serat kaca dan resin. Cetakan ini mempunyai kelebihan bobot lebih ringan dari jenis cetakan logam, tahan korosi pada lingkungan yang ekstrim atau paparan bahan kimia, dan permukaan lebih halus. Hal ini membuat proses penanganan dan pemasangan lebih mudah. 

Umumnya, cetakan ini diaplikasikan untuk saluran drainase, pipa dan saluran sanitasi. Namun, kekurangan jenis buis fiberglass terletak pada harga lebih mahal dalam pembuatan dan perawatannya.

 

Jenis Cetakan Buis Beton

 

Cetakan Buis Beton Polimer

Cetakan ini berbahan polimer yang ringan dan fleksibel, sehingga mudah dibentuk. Diaplikasikan untuk proyek sistem perairan di perkotaan. 

Selain kelebihannya memiliki berbagai ukuran dan bentuk, cetakan polimer juga tahan terhadap bahan kimia. Walau demikian, daya kuatnya tidak sekuat cetakan logam atau fiberglass.

 

 

Ukuran Buis Beton

 

Ukuran buis beton sendiri sangat bervariasi, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Diameter buis berkisar antara 30 cm hingga 200 cm atau sesuai proyek yang sedang dikerjakan. 

Umumnya buis memiliki tipe sampai 7 jenis dengan panjang dari 50 cm sampai 100 cm atau dapat disesuaikan. Ketebalan juga dari 2,5 cm hingga 8 cm. Untuk itu, pilih ukuran buis yang tepat agar memudahkan penggantian dan pemasangan.

 

 

Faktor-faktor Pengaruh Pemilihan Ukuran Buis 

 

- Debit air karena semakin besar debit air yang dialirkan, semakin besar juga ukuran buis yang dibutuhkan.

- Kedalaman pemasangan buis yang mempengaruhi tebal dinding buis.

- Beban tanah pada bagian atas pemasangan buis juga berpengaruh pada pemilihan jenis dan kekuatan buis.

- Jenis tanah memberikan pengaruh pada kekuatan dan ketahanan sambungan buis yang digunakan.

 

 

Aplikasi Buis Beton

 

Aplikasi Buis Beton

 

- Saluran drainase yang berfungsi untuk mengalirkan air hujan dari permukaan tanah ke saluran pembuangan.

- Saluran irigasi untuk mengalirkan air untuk berbagai kebutuhan sehari-hari atau pertanian.

- Gorong-gorong untuk saluran air bawah tanah dan menjadi area kendaraan dan pejalan kaki melintas. 

- Pondasi bangunan di kawasan dengan kondisi tanah yang lunak sehingga butuh penahan yang kuat.


 

Kesimpulan

 

Buis beton tak hanya untuk membuat gorong-gorong sebagai saluran air, namun memiliki fungsi yang kompleks bagi berbagai jenis infrastruktur. 

Pemilihan jenis cetakan dan ukuran buis beton menjadi penentu kualitas dan daya tahannya. Dengan memahami jenis cetakannya, Anda bisa memilih sesuai kebutuhan.

Semoga artikel ini bermanfaat!

***

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT Sobute Global Indonesia. Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Baca selengkapnya...
250731hXTDjbnx35rfFQNJMEtSgp9PVowWcy7RUkuevB1OY06dq2HCZ8iIG4AlaKsz.jpg

Kenali Fungsi Dan Tips Memilih Box Culvert Yang Tepat

7 July 2025

Box culvert merupakan salah satu komponen penting dalam konstruksi infrastruktur untuk pembangunan yang berkaitan dengan pengairan di bawah jalan raya, jalur kereta api, atau lainnya yang butuh sistem drainase yang kuat. 

Mari kita pahami apa itu Box culvert dan fungsi serta tips memilihnya. 

 

 

Pengertian Box culvert

Box culvert merupakan jenis beton precast yang berbentuk menyerupai kotak persegi panjang, sering digunakan dalam proyek-proyek besar seperti jembatan kecil, saluran irigasi, terowongan drainase, hingga sistem penyaluran air bawah tanah.

Material ini dibuat dengan tulangan baja, semen, batu, pasir dan dibuat di lokasi khusus seperti memproduksi beton. Walau biasanya berbentuk persegi panjang, kini banyak dibuat dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan. 

Penggunaan box yang tepat sangat penting agar infrastruktur yang dibangun lebih kuat dan daya tahan yang optimal. 

 

 

Fungsi Box Culvert

 

Fungsi Box Culvert

 

Box culvert memiliki beberapa fungsinya,  diantaranya :

 

Mengalirkan Air di Bawah Infrastruktur

Fungsi pertama dari box tentu untuk mengalirkan air tanpa mengganggu infrastruktur yang berada di atasnya, seperti jembatan. Ini membantu mencegah adanya genangan air yang bisa merusak jalan. 

 

Mengurangi Risiko Banjir

Dalam pembangunan sistem drainase, material ini digunakan untuk mengalirkan air hujan atau sungai sehingga risiko banjir di area sekitar dapat dikurangi. 

 

Mendukung Beban Bangunan

Box ini juga dirancang untuk dapat menahan beban berat dari infrastruktur yang ada di atasnya. Bahan pembuat komponen ini meliputi beton bertulang yang berkualitas tinggi, sehingga mampu menahan tekanan tinggi dan daya tahan yang lama.

 

Akses untuk Utilitas

Selain untuk pengaliran drainase, box culvert juga berfungsi untuk jalur utilitas bawah tanah seperti tempat peletakan pipa air dan gas, kabel listrik dan lainnya. 

 

 

Tips Memilih Box Culvert yang Tepat

 

 

Ketika memilih material konstruksi ini, perlu diperhatikan kriteria dan syarat sesuai kualitas yang dibutuhkan untuk pembangunan. Berikut tips pemilihannya :  

 

Pertimbangkan Ukuran dan Dimensi

Ukuran dan kapasitas kebutuhan pengairan yang dibutuhkan. Ukuran box harus disesuaikan dengan volume air yang akan dialirkan dan daya tampung air agar tidak merembes dan membanjiri sekitar, khususnya area yang sering terkena banjir atau memiliki aliran air yang deras.

 

Pilih Material Berkualitas

Bahan pembuat umumnya dari beton bertulang atau beton prategang. Pilih yang kuat dan memenuhi standar konstruksi agar dapat menahan beban berat, perlindungan untuk lingkungan ekstrim agar tahan korosi dan memiliki masa pakai yang lama. 

 

Sesuai Beban yang Ditanggung

Perhatikan seberapa berat beban yang akan ditanggung box culvert. Jadi, pastikan box memiliki kekuatan struktural yang cukup untuk menahan beban berat.

 

Pilih Desain yang Sesuai

Material ini tersedia dalam berbagai desain. Untuk itu, pilih desain yang sesuai dengan kebutuhan proyek dan kapasitas drainase yang diinginkan.

 

Lokasi dan Kondisi Lingkungan

Kondisi lingkungan dari jenis tanah, cuaca ekstrim hingga terjadinya risiko banjir harus menjadi perhatian khusus. Untuk itu, gunakan box culvert yang memiliki lapisan pelindung atau material yang tahan korosi.

 

Kemudahan Instalasi

Box culvert jenis pracetak lebih mudah dipasang daripada jenis yang dibuat di lokasi. Gunakan material yang mudah dan cepat dipasang untuk mengurangi waktu dan biaya konstruksi.

 

 

Keuntungan Menggunakan Box Culvert

 

Keuntungan Menggunakan Box Culvert

 

- Memiliki daya tahan tinggi karena dibuat dari beton berkualitas tinggi jadi cocok untuk menahan beban berat dan kondisi lingkungan ekstrem.

- Proses instalasi box culvert relatif cepat sehingga bisa mengurangi waktu konstruksi.

- Penggunaan box ini butuh perawatan yang lebih simpel jadi tak perlu ada pemeliharaan kompleks dan biaya besar.

- Selain untuk fungsi dalam pembangunan drainase, box culvert juga digunakan untuk jalur utilitas atau sebagai jembatan sederhana.

 

 

Kesimpulan

Box culvert menjadi komponen penting dalam sistem pengairan yang dirancang khusus untuk mengalirkan air sekaligus mendukung beban berat. 

Untuk itu, perlu memilih box culvert yang tepat, sehingga memastikan infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan dan efisiensi yang optimal. Jangan ragu berkonsultasi dengan ahli jika diperlukan bahan beton Anda maksimal dan sesuai dengan standar konstruksi.

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
250723htOVbEsLjfNGoBkgnKXMI0CqxWTH253SAU9vaDY67zimry1QucRPwJlZp8de.jpg

Mengenal Sejarah Beton Dan Inovasi Beton Modern Saat Ini

4 July 2025

Tidak dapat disangkal bahwa beton dan teknologi sudah berkembang jauh sejak ditemukan dan mulai digunakan. Dari pembangunan di zaman Romawi kuno hingga penggunaan sensor canggih untuk menguji material ini, beton punya sejarah yang panjang. 

Berikut beberapa peristiwa dan penemuan penting dalam sejarah beton selama ribuan tahun lalu yang menarik untuk disimak.

 

Baca Juga: Apa Saja Perawatan & Perbaikan Rumah Dinding Beton?

 

 

Pengertian Umum Beton 

 

Beton adalah salah satu bahan konstruksi yang banyak digunakan untuk berbagai infrastruktur, seperti jembatan, bangunan hingga perumahan, karena material ini dikenal karena kekuatan, daya tahan, serta fleksibilitasnya. 

Salah satu bahan bangunan ini diproduksi dengan campuran semen, agregat halus, agregat kasar dan air dengan ukuran dan perbandingan tertentu. Campuran tersebut diaduk dan diproses dengan peralatan khusus hingga mencapai kekuatan maksimal saat terjadi proses pengerasan. 

 

 

Sejarah Awal Beton

 

Sejarah Beton

 

Kata beton dalam bahasa indonesia berasal dari bahasa Belanda. Dari bahasa Latin yakni concretus yang berarti tumbuh bersama atau menggabungkan menjadi satu (Nugraha, 2007).

Beton mulai dikenal pada zaman Romawi dan mulai berkembang di abad ke-19. F.Coignet menemukan bahan bangunan ini dan di tahun 1824, Aspidin menemukan bahan Portland semen. Tahun 1850, J.L. Lambot berhasil memaksimalkan bahan semen.

Dalam penelitian Nugraha (2007), disebutkan jika bangunan beton tertua ditemukan dari tahun 6500 sebelum masehi di dekat sungai danube di lepenski Vir, berupa lantai bentuk trapesium dengan tebal 25 cm. Bangunan ini dibuat dengan campuran kapur merah, pasir dan kerikil serta air. Campuran ini lalu dituangkan dan dipadatkan. 

 

 

Berikut Perkembangan Evolusi Beton 

 

  • Pada 6500 SM, beton ditemukan struktur beton pada lantai, perumahan, dan struktur lainnya, pertama kali di wilayah Suriah dan Yordania. 

  • Pada 3000 SM, penggunaan beton mulai berkembang ke zaman Mesopotamia dan Mesir Kuno. Menggunakan campuran lumpur dengan jerami untuk mengikat batu bata kering. Mereka juga menggunakan mortar gipsum dan mortar kapur di piramida. Piramida Besar di Giza menggunakan sekitar 500.000 ton mortar. Termasuk bahan semen yang digunakan dalam pembangunan Tembok Besar Cina. 

  • Pada 600 SM, memasuki zaman Romawi kuno, beton digunakan secara luas. Pada tahun 200 SM, orang Romawi menggunakan beton di sebagian besar konstruksi, dengan campuran abu vulkanik, kapur, dan air laut. Bahan campuran akan mengemas dan dimasukkan dalam cetakan kayu. Setelah mengeras, balok tersebut akan digunakan seperti batu bata. 

 

Beberapa struktur ikonik yang menggunakan beton

 

Sejarah Beton

 

- Piramida di Mesir. 

- Colosseum di Roma.

- Pantheon, kubah beton terbesar di dunia.

- Bangunan di zaman Romawi, seperti infrastruktur jalan, jembatan, saluran air, dan pelabuhan.

- Bangunan di zaman pertengahan sampai abad ke-18, penggunaan beton secara luas kembali digunakan. 

- Jembatan beton bertulang pertama di San Francisco di tahun 1889.

- Proyek jalan ini di Bellefontaine, Ohio Amerika pada tahun 1891.

- Gedung Ingalls di Ohio pada tahun 1903. 

- Perumahan beton oleh Thomas edison di tahun 1908.

- Ready-Mix pertama di Baltimore, Maryland pada tahun 1913. 

- Bendungan Hoover Dam pada tahun 1936. 

 

 

Jenis dan Berat Beton 

 

Berdasarkan SNI 03-2847-2002, ada beberapa berat satuan beton, yang terdiri dari : 

 

- Beton ringan : berat satuan < 1.900 kg/m³

- Beton normal : berat satuan 2.200 kg/m³ – 2.500 kg/m³

- Beton berat : berat satuan > 2.500 kg/m³

 

Beberapa jenis-jenis beton, diantaranya : 

 

- Beton siklop 

- Beton Ringan 

- Beton Non pasir

- Beton Hampa 

- Beton Pracetak 

- Beton Pratekan 

- Beton Bertulang 

- Beton serat 

 

 

Perkembangan Beton di Era Modern

 

Perkembangan Beton di Era Modern

 

Berikut  beberapa perkembangan beton modern yang signifikan:                    

 

Beton Ramah Lingkungan

Industri konstruksi saat ini sudah banyak beralih ke beton ramah lingkungan atau beton hijau. Material ini diproduksi dengan bahan daur ulang seperti abu terbang, slag, atau kaca daur ulang. 

 

Beton Self-Healing 

Inovasi terbaru lainnya adalah beton self-healing, yang memperbaiki retak dengan mudah. Beton ini mengandung bakteri khusus yang bekerja saat terjadi keretakan dan terpapar air, menghasilkan kalsium karbonat sehingga meningkatkan umur pakai beton. 

 

Beton Ultra High-Performance Concrete

UHPC adalah jenis beton berkekuatan tinggi dengan tekan lebih dari 150 MPa, yang berarti lebih jauh dari jenis beton konvensional. Umumnya, beton digunakan dalam proyek besar dan berat. 

 

Penggunaan Teknologi Nano

Penggunaan teknologi ini menjadi bagian dari beton modern untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan terhadap korosi. Material nano mirip dengan nanopartikel silika dan karbon nanotube yang berfungsi memperkuat struktur pada mikroskopis.


 

Kesimpulan

 

Sejarah beton sudah melalui perjalanan Panjang, dari zaman kuno hingga masa saat ini. Dari campuran lumpur dan Jerami, hingga beton bertulang dan penggunaan teknologi tinggi. Bahan bangunan ini berevolusi untuk memenuhi kebutuhan konstruksi yang kian kompleks. 

Dengan inovasi yang terus berkembang, beton akan tetap menjadi bahan utama dalam industri konstruksi global di masa depan, mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih kuat, tahan lama, dan berkelanjutan.

***

Membutuhkan pasokan admixture untuk beton yang lebih berkualitas dan bermutu? Percayakan saja pada PT. Sobute Global Indonesia!

Kami adalah perusahaan yang menyediakan admixture terbaik, dan ditenagai oleh profesional berpengalaman yang menangani serta menyuplai berbagai proyek di Indonesia. Wujudkan beton impian Anda bersama PT Sobute Global Indonesia! 

Penasaran? Cari tahu selengkapnya dengan klik hubungi kami!

 

Baca selengkapnya...
250701oQYCNhbAD0gm7XEryMOTzvtu4UK9eBaIZsijGcpqHLxW5Rwd1lSJP6Ff3n2V.jpg

Kenali Dampak-Dampak Suhu Pada Proses Curing Beton

1 July 2025

Curing beton jadi bagian penting dari masa perawatan untuk menciptakan beton berkualitas. Dalam hal ini proses pemeliharaan kelembapan dan suhu pada adonan beton setelah pengecoran harus dijaga demi mencapai kekuatan optimal dan sifat-sifat material yang diinginkan. 

Suhu berperan penting dalam proses ini, karena adanya reaksi kimia dari pencampuran semen dan air, atau disebut hidrasi. 

Seperti apa dampak suhu pada proses curing beton? Mari kita pahami selengkapnya!

Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah nyatanya berdampak pada kualitas dan kekuatan beton. 

Berikut beberapa dampak suhu pada proses curing beton:

 

 

Pengaruh Suhu Tinggi pada Curing Beton

 

 

Dalam proses curing terpapar pada suhu tinggi, ada beberapa dampak yang bisa terjadi, di antaranya: 

 

- Proses pengerasan akan lebih cepat pada suhu yang tinggi. Pasalnya, reaksi kimia pada bahan dan agregat akan lebih cepat terjadi dan membuat beton mengeras lebih cepat. Kondisi ini bisa mengurangi kualitas dan permukaan tidak rata pada beton.

- Pada suhu tinggi, perbedaan suhu akan mengakibatkan permukaan dan bagian dalam beton jadi lebih mudah retak. Suhu tinggi bisa menyebabkan tegangan termal dan bisa melemahkan struktur dan menurunkan durabilitasnya.

- Beton selama masa curing pada suhu tinggi cenderung punya kekuatan rendah selama jangka panjang. Hidrasi dapat berjalan lebih cepat sehingga struktur tidak tercipta dengan baik.

- Durabilitas akan menurun dalam suhu tinggi, karena adanya penguapan air cepat dari permukaan beton. Hal ini akan meningkatkan kerentanan pada serangan kimia atau kerusakan nantinya.

 

 

Pengaruh Suhu Rendah pada Curing Beton

 

 

Sebaliknya, suhu rendah juga berdampak signifikan pada curing beton. Meliputi: 

 

- Dalam kondisi suhu rendah, reaksi hidrasi akan sulit terjadi jadi beton akan mengeras lebih lama. Hal ini tak hanya memperlambat pengerjaan konstruksi tapi juga meningkatkan biaya operasional.

- Jika suhu turun, air dalam campuran beton dapat membeku dan mengakibatkan kerusakan pada struktur beton. 

- Proses hidrasi yang melambat, kekuatan beton akan berkurang daripada beton yang dicuring dengan suhu yang normal. 

- Selain kekuatan berkurang, beton yang dicuring pada suhu rendah akan rentan mudah rusak karena pengaruh cuaca, tingkat kelembapan, dan paparan bahan kimia.

 

 

Suhu Ideal Dalam Masa Curing Beton

 

 

Agar beton mencapai kekuatan dan durabilitas yang tepat, suhu curing umumnya dilakukan antara 10 sampai 25°C. Suhu ini membuat proses hidrasi lebih baik dan beton mencapai kekuatan yang cukup untuk digunakan dalam berbagai konstruksi.

Walau begitu, terkadang suhu lingkungan tidak mendukung mencapai suhu ideal yang dibutuhkan. Jika begitu, Anda bisa melakukan tindakan menambah bahan admixture agar bisa memperlambat hidrasi, menutupi beton dengan terpal basah, atau menggunakan kabut air.

Sebaliknya, jika suhu terlalu rendah atau curing dalam cuaca dingin, Anda bisa memakai selimut insulasi atau aditif untuk mempercepat hidrasi. 

 

 

Pentingnya Kelembapan dalam Proses Curing

 

Selain suhu, kelembapan juga sangat penting selama masa curing. Jika kelembapan terlalu cepat hilang, beton tidak akan mencapai kekuatan penuh. Itu sebabnya, berbagai metode untuk menjaga kelembaban kerap dilakukan, seperti perendaman, penyemprotan air, atau penggunaan bahan penutup dapat dengan kain dan plastik. 

 

 

Kesimpulan

 

Suhu jadi faktor kritis selama proses curing beton. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah tidak akan menghasilkan beton berkualitas tinggi. 

Itu sebabnya, pengendalian suhu dan kelembapan harus dilakukan agar beton mencapai kekuatan optimal. 

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
250630AtJXkEh3Fi2Hfan4gpdBILRwyUs7OT51YezjPlZNSuC9DMocKxqQm0brv68G.jpg

Tips Meningkatkan Daya Tahan Konstruksi Beton, Apa Saja?

30 June 2025

Berkat kekuatan dan efisiensi yang dimilikinya, beton menjadi salah satu material yang umum digunakan dalam konstruksi bangunan. Namun, agar kekuatan tersebut bisa bertahan lebih lama, meningkatkan daya tahan konstruksi beton adalah hal yang wajib dilakukan.

Faktanya, beton yang dirawat dengan baik dan benar bisa memiliki umur pakai hingga mencapai 100 tahun. Tentu, perawatan yang dimaksud bukan sekadar menjaga kebersihannya. 

Akan tetapi, ada hal-hal lain yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya tahan konstruksi beton sejak pembuatan dan pemasangannya. Pelajari selengkapnya lewat ulasan di bawah ini, yuk!


 

Meningkatkan Daya Tahan Konstruksi Beton

 

 

Meningkatkan daya tahan konstruksi beton tak cukup hanya dengan menjaga kebersihannya saja. Namun, Anda juga wajib memperhatikan campuran, proses curing, tulangan, dan lain sebagainya.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai cara meningkatkan daya tahan konstruksi beton:

 

1. Gunakan Bahan Campuran yang Berkualitas

 

Campuran beton yang berkualitas adalah salah satu kunci untuk memastikan kekuatannya. Oleh karena itu, beton wajib dibuat menggunakan komposisi antara semen, air pasir, dan agregat yang sesuai dengan tujuan konstruksi.

Hal lain yang juga tidak kalah penting, yaitu benar-benar teliti terhadap rasio air dan semen dalam campuran beton. Rasio yang timpang akan membuat kekuatan beton lebih lemah. Selain itu, rasio semen dan air yang tidak tepat juga akan membuat beton lebih rentan terhadap retakan dan kerusakan lainnya.

 

2. Curing dengan Tepat

 

Curing atau perawatan beton setelah pengecoran menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Pasalnya, curing itu sendiri bisa membantu meningkatkan kekuatan dan daya tahan beton secara keseluruhan.

Curing biasanya dilakukan minimal selama 7 hari untuk menjaga beton tetap basah dan lembap. Hal ini bertujuan agar beton bisa mendapatkan kekuatan yang optimal.

 

3. Gunakan Tulangan Tahan Karat

 

Tulangan pada beton terbukti mampu memberikan tambahan kekuatan pada strukturnya secara keseluruhan. Namun, tulangan pada beton bisa saja mengalami korosi sehingga membahayakan struktur beton.

Guna mencegah hal tersebut, Anda bisa menggunakan tulangan yang tahan karat. Anda pun bisa melapisi baja tulangan tersebut dengan bahan antikorosi guna mencegah risiko kelembapan dan oksidasi yang memicu kerusakan lebih lanjut.

 

4. Perhatikan Pemasangan dan Finishing

 

 

Pastikan untuk tidak luput memperhatikan pemasangan, termasuk pengecoran. Pasalnya, supaya daya tahan beton tetap prima, pengecoran mesti dilakukan secara merata dan bertahap guna mencegah terbentuknya rongga udara.

Perlu Anda ketahui, rongga udara atau celah kecil di dalam beton dapat meningkatkan risiko terjadinya keretakan yang memicu kerusakan pada struktur.

 

5. Perawatan Berkala

 

Supaya beton bisa bertahan lebih lama, Anda dianjurkan untuk melapisinya dengan bahan antiair (waterproof) dan antikorosi.

Selain itu, Anda pun wajib merawat beton dengan melakukan inspeksi setidaknya satu kali dalam setahun. Hal ini sebagai langkah deteksi dini keretakan, kebocoran atau kerusakan lain. Dengan deteksi ini, perbaikan juga bisa segera dilakukan. Dengan demikian, kerusakan lebih lanjut dapat dihindari.


 

Penutup

 

Nah, kini Anda sudah tahu bagaimana cara meningkatkan daya tahan konstruksi beton, bukan? Pastikan untuk mempraktikkannya dengan saksama, agar beton bisa bertahan lebih lama, bahkan hingga 100 tahun lamanya.

 

***

 

Ingin membuat beton yang dapat bertahan lama? Ingin beton Anda lebih tahan dari gempuran kiri dan kanan? Percayakan saja pada Sobute!

Kami adalah PT Sobute Global Indonesia, perusahaan penyedia admixture terbaik dan ditenagai oleh profesional berpengalaman menangani serta menyuplai proyek-proyek di Indonesia. Wujudkan beton yang kuat dan tahan lama bersama PT Sobute Global Indonesia! 

Penasaran? Cari tahu selengkapnya dengan klik hubungi kami!

Baca selengkapnya...
250630q0uQrG52id8fbUOgsjWSZXKL1EBA6HnPkm7DzeyJlpCVNTRowIMFY4vct9a3.jpg

Ingin Menuang Beton Saat Cuaca Hangat? Ini Persiapannya!

25 June 2025

Musim kemarau atau panas umumnya menjadi salah satu waktu tersibuk dalam kegiatan konstruksi, yang mengakibatkan peningkatan permintaan untuk penggunaan beton. Akan tetapi, menuang beton dalam cuaca hangat pasti punya tantangan tersendiri.

 

Walau menuang beton di cuaca panas tidak jadi masalah besar, Anda harus memperhatikan beberapa hal untuk melindungi hasil akhir pengerjaan beton. 

 

Jadi, saat pengerjaan proyek atau perbaikan beton, perhatikan kondisi cuaca agar dapat membantu Anda mencapai hasil terbaik dan menjaga keberhasilan aktivitas konstruksi.

 

Suhu Terbaik Dalam Menuang Beton


Ada banyak hal yang mempengaruhi dalam kegiatan menuang dan pengerjaan beton, seperti kelembapan, angin, dan suhu. Idealnya, dalam proses penuangan beton, dibutuhkan suhu antara 40 - 60 derajat Fahrenheit. Akan tetapi, Anda tak akan selalu dapat mengerjakan penuangan beton dalam suhu terbaik.

 

Pasti ada tantangan saat menuang beton dalam suhu dingin atau hangat. Dalam suhu terlalu dingin, reaksi kimia akan menjadikan proses pengerasan adonan beton lebih lambat, sehingga menghasilkan produk yang lebih lemah. Sebaliknya, dalam suhu yang terlalu hangat, penguapan air pada permukaan beton untuk proses menghidrasi semen akan terjadi lebih cepat. Akibatnya, suhu beton dapat meningkat dan melemah, sehingga rentan terhadap keretakan atau penyusutan.


 

Kendala Menuangkan Beton di Cuaca Panas

- Adanya sambungan dingin, yang menjadi area lemah dalam adonan beton karena suhu panas, yang nantinya mengurangi waktu pengerasan. 

- Adanya retakan karena penyusutan yang nantinya menghilangkan tekanan dan merusak material. 

- Pengujian kompresi menunjukkan penurunan kekuatan karena terpapar panas. 

- Kekuatan dan daya tahan tidak akan maksimal sehingga menyebabkan perlunya perbaikan atau penggantian di masa mendatang.

- Proses penyelesaian untuk penuangan beton selama kondisi yang sangat panas akan sulit dilakukan. 

- Kualitas akhir tidak sempurna setelah pengerasan. 

 

Tips Menuang Beton pada Suhu Panas

Cuaca panas memang bukan suhu yang ideal untuk menuang beton, namun ada beberapa cara untuk menghindari efek buruk dari penuangan di suhu tinggi. 

 

- Untuk suhu yang panas, beton segar akan mengeras dalam waktu 30 menit, jadi Anda harus bekerja cepat untuk menuang dan menyelesaikan proyek Anda sebelum mengeras.

 

- Jika sudah dapat memprediksi suhu dan cuaca panas saat akan menuang beton, sebaiknya tunda sementara. 

 

- Pilih waktu terbaik dan jika memungkinkan, hindari menuang beton pada suhu hangat dalam sehari. Jadwalkan penuangan di pagi hari untuk membantu Anda dan mencegah pengaruh buruk pada kualitas proyek akhir Anda. 

 

- Persiapkan semua peralatan yang dibutuhkan, misalnya pompa, konveyor, dan saluran, pada area yang teduh dan pertimbangkan untuk memasang pelindung jika tidak ada akses ke tempat teduh. 

 

- Pastikan Anda memiliki tenaga kerja yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan untuk mengelola beton selama penuangan, penempatan, dan penyelesaian.

 

- Penuangan beton saat cuaca panas di luar butuh penempatan sambungan ruang dengan interval yang lebih kecil, daripada saat bekerja dalam kondisi yang lebih dingin.

 

- Gunakan pelindung matahari jika memungkinkan untuk menjaga beton tetap dingin selama dan setelah penuangan di bawah sinar matahari untuk memastikannya material tidak mengering terlalu cepat sebelum menyelesaikan proyek Anda. 

 

- Cegah penguapan dengan penambahan air, karena penguapan akan lebih cepat saat suhu naik. 

 

- Manfaatkan dinding dan atap sebelum menuangkan pelat beton dalam ruangan. Jaga agar bekisting samping dan pelat tetap lembap dengan menyiramkan air dingin.

 

- Jika memungkinkan, Anda bisa menambahkan es ke campuran air beton dan membuatnya tetap dingin. 

 

- Terapkan proses pengawetan yang tepat untuk proyek yang dikerjakan, karena dengan demikian akan memastikan beton mengeras secara merata dan seragam.

 

Menuangkan beton di tempat yang panas dapat dilakukan jika menggunakan metode yang tepat dan bekerja dengan cepat. Waktu pengerasan akan bervariasi, jadi Anda perlu mempersiapkannya dengan matang. Dengan persiapan yang tepat, Anda dapat memperoleh hasil yang ideal bahkan saat suhu tidak optimal.


 

****

Butuh beton dengan kualitas tinggi, Sobute hadir untuk membantu.

PT. Sobute Global Indonesia siap membantu Anda dengan menyuplai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Butuh info lebih lanjut? Segera Hubungi kami.

Baca selengkapnya...
250701b8gUicWtnY6Jr0f4wvRNKSsV5dXpIF7HTjMzahGAQLxeZEqoD23Bulmk19yC.jpg

Apa Itu Retak Rambut Pada Beton? Kenali Penyebab Dan Solusinya

24 June 2025

Pernahkah kalian melihat retak halus pada permukaan lantai atau dinding beton? Jika ya, itu disebut sebagai retak halus. 

Retak pada beton memang menjadi masalah yang paling sering terjadi. Kerusakan seperti retak rambut muncul sebagai celah tipis di permukaan beton yang terlihat bagai benang halus. 

Untuk semakin memahaminya dan tahu penyebab dan langkah untuk mengatasinya, berikut kita bahas selengkapnya. 

 

 

Apa Itu Retak Rambut pada Beton?

 

 

Retak rambut beton adalah keretakan kecil atau halus yang muncul di permukaan beton. Berukuran sangat kecil, kurang dari 0,1 mm, dan kerap dipandang tidak begitu memberikan pengaruh pada kekuatan struktur beton secara signifikan. 

Akan tetapi, jika dibiarkan terus-menerus, retak dapat menjadi jalur masuk bagi air atau zat kimia lain yang merusak beton dari dalam.

Jenis keretakan ini kerap terjadi selama proses pengerasan beton, baik saat awal pengerasan atau setelah pengecoran, bahkan saat material sudah lama digunakan. Tentunya keretakan ini bisa merusak keindahan dinding atau bagian lain di bangunan, dan risiko kerusakan lebih lanjut terjadi jika tidak segera ditangani.

 

 

Penyebab Retak Rambut pada Beton

 

 

Keretakan jenis ini bisa diakibatkan berbagai hal. Berikut beberapa penyebab umumnya :

- Terjadinya penyusutan pada beton. Material ini cenderung menyusut ketika sudah mengering atau mengeras karena terjadinya penguapan air. Penyusutan menyebabkan tegangan di permukaan beton, yang nantinya memicu retakan.

-  Saat beton mengering terlalu cepat, seperti sering terkena sinar matahari langsung atau suhu tinggi, air dalam kandungan beton akan menguap dan menimbulkan keretakan halus.

- Penyebab lainnya adalah beton yang diproduksi dengan bahan campuran yang kurang tepat, seperti kadar air yang tinggi dan proporsi bahan yang tidak sama, nantinya akan melemahkan material ini dan lebih mudah retak. 

- Terjadinya perubahan yang ekstrim, seperti sering terkena panas matahari dan terkena suhu dingin dalam waktu berdekatan, akan menyebabkan ekspansi dan kontraksi dalam beton hingga menyebabkan retakan kecil.

- Masa perawatan atau curing yang tidak ideal menjadi penyebab paling sering terjadinya retak halus dan jika dibiarkan akan membuat permukaan beton semakin rusak. 

- Jika beton menerima beban melebihi seharusnya, bahkan di tahap awal sebelum proses pengerasan, retak rambut akan muncul dengan cepat dan menjadi pertanda kekuatan beton mulai menurun. 

 

 

Dampak Retak Rambut pada Beton

 

- Nilai estetika pada bangunan akan menurun karena permukaan beton terlihat kurang rapi.

- Jika dibiarkan, lama kelamaan akan terjadi kerusakan lebih lanjut. Keretakan pada permukaan beton akan membuat kandungan kimia, air dan kelembapan meresap melalui retakan, sehingga menyebabkan korosi di tulangan dan merusak struktur dalam beton.

- Selanjutnya, dampak retak halus akan menurunkan daya tahan dan kekuatan beton, karena melemahkan perlindungannya pada pengaruh lingkungan.

 

 

Perbaikan pada Retak Rambut 

 

 

Sebagai langkah untuk mengatasinya, Anda harus menerapkan langkah-langkah sesuai dengan tingkat keparahan retakan. Ini beberapa cara efektifnya : 

- Lakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Analisa kebutuhan perbaikan yang sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi. 

- Perbaiki retakan dengan bahan isi seperti epoxy, grouting atau sealant. Gunakan bahan yang cocok untuk mengisi retakan rambut. Bahan tersebut akan mengisi celah kecil dan mencegah masuknya air atau bahan berbahaya di dalamnya.

- Jika retakan membesar, Anda bisa menggunakan bahan khusus, seperti semen untuk menutupi keretakan dan meningkatkan kekuatan beton. 

- Gunakan cairan pelapis seperti polimer atau material elastis di permukaan beton. Pelapis tersebut akan menutupi retakan kecil sekaligus melindungi permukaan beton. 

- Jika retak semakin meluas dan dalam, lebih baik lakukan perbaikan dengan mortar tipis di bagian permukaan. Teknik ini juga akan menambah keindahan pada permukaan beton.

 

 

Langkah-Langkah Pencegahan

 

Mencegah lebih baik daripada memperbaiki, ini beberapa langkah pencegahan retak rambut pada permukaan beton. 

-  Gunakan campuran beton yang tepat, perhatikan komposisinya dan kadar air yang digunakan.

- Perhatikan masa curing dengan menjaga kelembaban beton selama proses pengerasan, khususnya seminggu pertama. 

- Lakukan pengeringan yang tepat dengan menjaga proses pengerasan beton dari sinar matahari langsung atau hujan deras. 

- Perhatikan beban beton sesuai dengan kapasitasnya. 

- Cegah retak rambut dengan perawatan ulang dengan menjaga kelembaban beton. Bisa menggunakan kain basah, plastik pelindung, atau penyemprotan air.

- Perkuat struktur dengan fiber reinforcement pada bagian tambahkan material penguat seperti fiberglass atau serat karbon pada area yang rentan.

- Penggunaan beton khusus seperti beton self-healing sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah retak rambut.

- Gunakan beton berkualitas tinggi demi menjaga daya tahan dari keretakan.

 

 

Kesimpulan

 

 

Retak rambut pada beton menjadi masalah yang umum terjadi, khususnya jika beton tidak dikerjakan dengan metode yang tepat. Walau tidak memengaruhi langsung, namun keretakan ini dapat menjadi awal kerusakan yang lebih serius  jika tidak segera ditangani. 

Agar beton tidak mudah retak, investasikan pada bahan berkualitas dan teknik pengerjaan yang baik. 

Jika Anda membutuhkan beton dengan kualitas tinggi, Sobute hadir untuk membantu.

PT. Sobute Global Indonesia siap membantu Anda dengan menyuplai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Butuh info lebih lanjut? Segera Hubungi kami.

Baca selengkapnya...
250624yjW7KGQABvh2OuaFDmS6dgYJonlcpzRCtxk5bVH9iP483rZXMUIEes0qTLwf.jpg

Mortar Ready Mix Vs Mortar Site Mix : Kenali Plus Minusnya

22 June 2025

Dalam dunia konstruksi, mortar adalah material yang berfungsi sebagai bahan perekat dalam berbagai pekerjaan, seperti pengisian celah untuk dinding, pemasangan bata, plesteran, dan pekerjaan finishing. 

Di pasaran, mortar tersedia dalam dua jenis, yaitu Mortar Ready Mix dan Mortar Site Mix. 

Berikut perbedaan hingga kelebihan dan kekurangan penggunaannya. 

 

1. Mortar Ready Mix

 

 

Mortar Ready Mix merupakan bahan siap pakai dan diproduksi di pabrik dengan komposisi sesuai kebutuhan pembangunan. Biasanya, bahan ini dikemas dalam bentuk pasta atau bubuk, dengan pemakaian hanya perlu ditambahkan air.

 

Fungsi Mortar Ready Mix

 

- Sebagai perekat pemasangan bata ringan atau keramik.

- Digunakan menjadi plesteran dinding, lantai, atau bagian konstruksi lainnya.

- Menjadi finishing pekerjaan konstruksi.

 

Kelebihan Mortar Ready Mix

 

- Terdiri dari komposisi yang presisi 

- Jenis mortar ini diproduksi di pabrik sesuai standar mutu yang dibutuhkan. 

- Lebih hemat dari waktu dan tenaga karena sudah siap digunakan tanpa perlu melakukan pencampuran manual. 

- Minim limbah karena material yang digunakan sesuai kebutuhan, sehingga mengurangi pemborosan bahan pembuatnya.

- Dikemas dalam ukuran tertentu, sehingga lebih praktis saat diangkut.

- Kualitas yang konsisten sehingga cocok digunakan untuk proyek besar dengan standar mutu tinggi.

 

Kekurangan Mortar Ready Mix

 

- Harga mortar ready mix cenderung lebih mahal daripada jenis yang lain, karena proses produksinya melibatkan teknologi canggih dan SDM profesional.

- Ditentukan dengan fasilitas pabrik untuk memproduksi mortar di dekat lokasi proyek.

- Setelah digunakan, mortar harus segera digunakan sebelum terjadi kerusakan material.

 

2. Mortar Site Mix

 

Mortar Site Mix merupakan jenis campuran mortar paling sering digunakan. Campuran ini diolah secara manual di lokasi proyek dengan mencampur pasir, semen, dan air sesuai kebutuhan.

 

Fungsi Mortar Site Mix

 

- Pemakaian untuk pekerjaan plesteran dinding.

- Bahan perekat untuk berbagai material konstruksi.

- Untuk proyek pengerjaan yang tidak butuh presisi tinggi dan volume besar.

 

Kelebihan Mortar Site Mix

 

- Biaya lebih rendah dan ekonomis, karena dibuat dengan bahan terpisah dengan harga yang cenderung lebih murah.

- Mudah dalam menyesuaikan rasio campuran, sesuai kebutuhan proyek. 

- Semua bahan pembuat mortar jenis ini tersedia di pasaran dan berbagai area.

 

Kekurangan Mortar Site Mix

 

- Proses pengerjaan yang dilakukan secara manual, membuat kualitas mortar tidak selalu berkualitas tinggi.

- Proses pengerjaan butuh waktu dan tenaga lebih banyak. 

- Limbah dari sisa bahan pencampuran material menjadi kelemahan penggunaan mortar site mix. 

- Lebih ideal untuk pembangunan berskala kecil dengan standar biasa. 

 

Mortar Ready Mix vs Mortar Site Mix

 

 

Aspek

Mortar Ready Mix

Mortar Site Mix

Komposisi

Konsisten (diproduksi pabrik)

Tidak konsisten (manual)

Harga

Lebih mahal

Lebih ekonomis

Kemudahan Penggunaan

Praktis, hanya tambahkan air

Memerlukan pencampuran manual

Waktu Pengerjaan

Lebih cepat

Memerlukan waktu lebih lama

Proyek yang Cocok

Skala besar dengan standar tinggi

Skala kecil dengan kebutuhan fleksibel

Limbah

Minim

Berpotensi lebih banyak


 

Kesimpulan

 

Pemilihan antara mortar ready mix dan mortar site mix bergantung  kebutuhan proyek Anda. Gunakan sesuai kebutuhan dan anggaran Anda. 

Pahami kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis mortar dan perhatikan aspek efisiensi dan efektivitas dalam memilih material konstruksi.

Jika Anda membutuhkan beton dengan kualitas tinggi, Sobute hadir untuk membantu.

PT. Sobute Global Indonesia siap membantu Anda dengan menyuplai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Butuh info lebih lanjut? Segera Hubungi kami.

 

Baca selengkapnya...
Your Message Has Been Sent..