Artikel

221017wQYHZIzEXeAoqcVFTpCP7k2frMR0hxuWNLOnUsyGljidD41Kam6SJ3g8bvB9.jpg

Mengenal Pengertian Dan Jenis-Jenis Beton Ringan

17 October 2022

Dalam dunia konstruksi bangunan, material beton sudah tidak asing lagi. Beton sendiri dikenal sebagai bahan yang merupakan campuran dari agregat halus dan kasar, ditambah dengan air. Selain itu, memiliki kandungan semen yang menjadi bahan perekat agar adukan beton dapat digunakan dengan baik. 

Beton sudah menjadi material berkualitas dalam segala keperluan konstruksi pembangunan, tidak hanya untuk pembangunan gedung atau rumah, namun juga untuk pembangunan jalan. Salah satu jenis beton yang kini banyak digunakan untuk kebutuhan konstruksi bangunan adalah beton ringan. 

 

Baca Juga: Cari Tahu Tentang 5 Jenis Beton Populer di Dunia Konstruksi Yuk!

 

 

Beton ringan sejatinya sudah lama dikenal dan dipakai sebagai bahan bangunan. Perbedaannya dengan jenis beton lainnya lebih kepada massanya yang lebih ringan. Walau begitu, kelebihan beton ringan tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Lalu, apa sebenarnya beton ringan? Yuk! simak penjelasannya lengkap dengan jenis-jenisnya. 

 

 

Mengenal Beton Ringan 

 

beton ringan

 

pavingblock.my.id

 

Beton ringan secara umum dapat diartikan sebagai tipe beton yang dibuat dengan agregat kasar ringan, diantaranya seperti pasir kuarsa, semen, gypsum, dan kapur dengan kepadatan rendah yang khas.

Perbedaan beton ringan dengan jenis beton biasa pastinya dari bahan dasar dan metode proses produksinya

Keunikan beton sendiri yakni memiliki kerapatan lebih ringan. Pada proses pengolahannya, beton ringan dibuat dengan beberapa teknik, dengan penggunaan agregat ringan, campuran semen, silika, pozolan, atau semen yang menghasilkan gelembung udara.

 

 

Jenis-Jenis Beton Ringan

Jenis dari beton ringan cukup banyak. Dapat dibedakan dari beberapa kelas seperti bahan pembuat dan bobot beton. 


 

Jenis Berdasarkan Bahan Pembuatnya

Beton ringan bisa dikelompokkan dilihat dari bahan baku pembuatnya. Tiap jenis memiliki kandungan dan kegunaan yang berbeda-beda. Apa saja? Ini 3 jenisnya: 

 

 

Beton Ringan Non Pasir

Beton jenis ini diolah tanpa adanya bahan pasir. Hanya menggunakan semen, air dan kerikil. Beton dengan nama lainnya yakni non-fines concrete, merupakan beton berongga yang membuat jenis ini sangat ringan, berkisar antara 1963,04 kg/m3 hingga 2047,34 kg/m3.

Umumnya, digunakan untuk pembuatan pagar beton, batako, rabat beton, dengan ciri khasnya permukaan yang cenderung kasar. 

 

 

Beton Tipe Agregat Ringan

Beton jenis ini merupakan jenis yang dibuat dengan agregat kasar ringan dengan berat isi kering gembur. 

Beratnya berkisar 1100 kg/m3. Jenis agregat kasar ringan ini bisa dibuat dengan dua cara, yaitu agregat buatan berbahan tanah liat dengan campuran beragam material tambahan, dan agregat alami seperti batu apung scoria.

 

beton ringan

 

engineeringdiscoveries.com

 

 

Beton Kertas

Beton tipe kertas, diolah dengan tambahan kertas daur ulang, dengan tambahan bahan semen, pasir dan air. Sebelum dilakukannya pengolahan dengan bahan-bahan tersebut, material kertas dijadikan bubur terlebih dahulu dan menjadi pengganti agregat kasar.

 

 

Jenis Beton Berdasarkan Berat

 

beton ringan

 

engineeringdiscoveries.com

 

Selain dari bahan pembuatnya, jenis beton ringan juga dapat dikategorikan dari beratnya. Hal ini akan mempengaruhi penggunaanya, disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi akan penggunaan beton. 

Ini jenis beton berdasarkan beratnya :

 

 

Beton Sangat Ringan

 

Berat jenis          : <1000 kg/m3

Pemakaian          : konstruksi non struktur

 

 

Beton Ringan

 

Berat jenis          : 1000-2000

Pemakaian          : struktur ringan

 

 

Beton Normal

 

Berat jenis          : 2300-2500

Pemakaian          : struktur

 

 

Beton Berat

 

Berat jenis          : lebih dari 3000 kg/m3

Pemakaian          : perisai sinar X

 

 

Kesimpulan

Itu dia penjelasan dari beton ringan, termasuk jenis-jenisnya yang digunakan sesuai kandungan dan cara produksinya. 

Jika Anda memiliki proyek yang memerlukan beton dan pondasi untuk pembangunannya? Anda bisa serahkan semuanya kepada PT. Sobute Global Indonesia

Dengan tenaga ahli yang berpengalaman dalam memproduksi maupun menyuplai produk pengeras beton berkualitas, menjadikan Sobute selalu siap melayani kebutuhan konsumen di seluruh Indonesia.

Baca selengkapnya...
220930Jp7GeqglCaLxivV8012HnB4YPZzyTSowuOQ9M3sXrKjAWEtRIhkmUcfb6NDd.jpg

Cegah Abrasi Beton Dengan Perawatan Yang Benar

30 September 2022

Abrasi kerap kali menjadi ancaman terhadap kualitas dan daya tahan struktur beton yang kemudian membuatnya rusak dalam waktu cepat.

Kekuatan dan kinerja beton lebih sering diperhatikan dengan sifat rekayasa atau mekanik, diantaranya kuat tekan atau sisi lentur dan modulus elastisitas, juga dari kekuatan tarik, susut dan rangkak.

 

Baca Juga: Ini Dia Cara Perawatan Beton Yang benar

 

Di sisi lain, walau terbilang jarang, kualitas beton juga dipengaruhi ketahanan penetrasi sulfat dan klorida, penyerapan air dan permeabilitas udara atau oksigen juga berpengaruh. Berbeda dengan ketahanan abrasi pada beton yang terkadang tidak begitu diperhatikan, padahal hal ini sangat penting dalam struktur hidrolik, lantai dan proses pengerasan pada jalanan atau jembatan. 

Faktor utama dalam ketahanan beton yakni kekuatan tekan beton. Semakin tinggi kekuatan beton, semakin baik ketahanannya terhadap serangan abrasi.


 

Faktor Ketahanan Beton

 

abrasi beton

 

Beton sendiri merupakan campuran dari agregat halus dan agregat kasar dengan semen, yang disatukan dengan air dalam ukuran atau perbandingan tertentu. 

Proses pengerasan beton berlangsung setelah adanya reaksi kimia dari air dan semen, yang berlangsung di waktu tertentu sesuai lama umur beton. Itu sebabnya sangat penting melakukan perawatan beton atau curing. 

Perawatan beton atau curing merupakan suatu upaya untuk mencegah kehilangan air pada beton segar dan menjadikan kondisi suhu dalam beton berada di suhu tertentu segera setelah beton dicor, sehingga sifat beton yang diinginkan bisa berkembang dengan baik. 


 

Perawatan Pada Beton

 

abrasi beton

 

Perawatan beton berpengaruh terhadap sifat-sifat beton keras, diantara soal kekuatan, sifat rapat air, ketahanan pada pembekuan hingga ketahanan abrasi. 

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan agar perawatan beton berlangsung dengan baik. 

  • Mencegah hilangnya kelembaban saat proses pengadukan beton

  • Menjaga temperatur atau suhu dalam jangka waktu tertentu. 

 

Dengan mengikuti perawatan beton dengan tepat, kualitas beton yang diperoleh akan lebih kuat, padat, dan tahan pada ancaman abrasi. 

Sementara itu, untuk waktu yang dibutuhkan dalam perawatan beton, tergantung jenis semen, proporsi campuran, serta kuat tekanannya. Selain itu, dilihat juga dari pengaruh cuaca, hingga ukuran elemen beton. 

Perawatan beton secara normal seperti proses perendaman dilakukan minimal seminggu dalam suhu 20 - 30ºC. Waktu curing dapat dilakukan hingga 3 minggu. Namun, jika dilakukan dengan perawatan dalam sistem pemanasan, bisa didiamkan hingga 24 jam. Yanng perlu diingat adalah bahwa suhu curing yang tinggi di awal perawatan beton dapat meningkatkan kuat tekan beton. Di hari ke-28, peningkatan suhu curing akan menurunkan kuat tekan beton. 

 

abrasi beton

 

Untuk ukuran temperature maksimum perawatan beton, berada dalam suhu diantara 40-100ºC. Hindari pada temperatur yang terlalu tinggi, karena semakin tinggi temperatur, semakin rendah batas kekuatan beton. Penggunaan temperatur yang lebih rendah dari seharusnya, akan membutuhkan perawatan lebih lama agar memperoleh ketahanan beton yang baik. 

Kecepatan pertambahan kekuatan beton sendiri berpengaruh dari faktor air - semen dan suhu perawatan. Pasalnya, semakin tinggi faktor air – semen,  semakin lambat naiknya kekuatan beton. Semakin tinggi suhu perawatan, semakin cepat juga kenaikan kekuatan pada beton. 

 


 

Kesimpulan

Beton memang menjadi bahan bangunan yang banyak digunakan, karena kekuatan dan keawetannya yang teruji. Namun, hal ini juga diikuti dengan perawatan yang benar. Agar terhindari dari abrasi pada beton, Anda bisa mulai memperhatikan perawatan beton yang dilakukan sejak pengecoran. 

Jika Anda mempunyai proyek yang membutuhkan material beton dan pondasi untuk pembangunannya? Serahkan semuanya kepada PT. Sobute Global Indonesia

Dengan tenaga ahli yang berpengalaman dalam memproduksi maupun menyuplai produk admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau, menjadikan Sobute siap untuk melayani kebutuhan para konsumen dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tertarik dan Ingin Menghubungi Sobute? Segera untuk Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
220926BCf6ZI9mxi8u7lQ0jpwEJDRYGqnHegMOS43th2bAFUokyVTdWKzLsPaXN15r.jpg

Kenali Teknik Curing Atau Cara Perawatan Beton Dengan Tepat

14 September 2022

Ternyata material beton memiliki teknik atau metode perawatan khusus. Hal ini demi menjaga kualitas beton agar tahan lama dan kokoh. Perawatan beton dimulai setelah menyelesaikan final setting, supaya tidak kering akibat kadar air yang hilang. 

 

Perawatan beton atau yang disebut curing wajib dilakukan dengan benar, agar tidak menjadikan beton retak sebelum waktunya. Selama 3 hari, beton wajib dalam kondisi lembab.

 

Dengan perawatan minimal seminggu setelah finishing, material ini diharapkan akan mempunyai daya tekan tinggi, kualitas yang tinggi hingga kedap air dan stabil dalam struktur bangunan.

 

Baca Juga: Cek 3 Cara Proses Pembuatan Beton Paling Tepat

 

 

Nah, berikut kita akan bahas tujuan dan teknik atau metode dalam perawatan beton dengan baik dan tepat. Mari kita bahas lebih dalam ya!

 

 

Tujuan Perawatan Beton

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tujuan perawatan pada beton adalah untuk menghasilkan beton yang kuat, kokoh dan awet. 

Berikut beberapa tujuan lainnya dalam perawatan beton :

  • Melindungi beton jadi kekeringan karena kehilangan air semen saat setting time concrete

  • Menghindari perbedaan suhu beton dengan kondisi sekitar

  • Terdapat stabilitas dari dimensi struktur

  • Memaksimalkan kekuatan beton

  • Mencegah keretakan

 

 

Cara Perawatan Beton

 

Berikut ini adalah beberapa 5 cara perawatan beton yang benar dan tepat:

 

 

Teknik Penyiraman 

Cara perawatan beton dengan pembasahan yakni meletakkan beton pada ruangan lembab atau merendam beton.

 

Anda juga bisa menyiram beton dalam beberapa hari. Yang perlu diingat, metode ini wajib dilakukan setelah beton mulai keras agar tidak retak. Proses penyiraman juga dapat dilakukan tidak hanya dari air tapi juga cairan kimia atau curing compound. 


cara perawatan beton

 

Pinterest: theyardgroup.com.au

 

 

Teknik Penguapan

Selanjutnya, perawatan bisa dilakukan dengan proses penguapan. Suhu beton berada pada suhu 10 hingga 30 derajat celcius. Setelah itu, dilakukan teknik steam.

 

Setelah penguapan, selanjutnya akan dilaksanakan pembasahan setelah seminggu. Penguapan bisa dilakukan dalam dua cara, yang pertama penguapan tekanan rendah dalam 10 hingga 12 jam dalam suhu antara 40 hingga 55 derajat celcius.

 

Yang kedua adalah dengan tekanan tinggi pada waktu 10 hingga 16 jam dalam suhu 65 sampai 95 derajat Celcius, dilanjutkan dengan suhu akhir dalam suhu 40 hingga 55 derajat Celcius.

 

Walau begitu, kekurangan teknik yang satu ini adalah dalam hal biaya. Penggunaan peralatan dan bangunan uap bertekanan tinggi cukup berbiaya mahal. Itu sebabnya, teknik curing ini jarang dilakukan dalam proses pembangunan. 

 

 

Teknik Membrane 

Teknik yang satu ini digunakan sebagai untuk mencegah terjadinya penguapan air. Curing membrane harus segera dilakukan sebelum dan sesudah pembasahan.

  

Adapun syarat alat untuk membrane adalah wajib kering sempurna dalam waktu 4 jam setelah final setting time, membentuk selembar film continue, nempel dan tidak beracun, tidak selip, bebas dari lubang halus dan tidak merusak beton. 

 

Perawatan dengan metode membran merupakan perawatan yang tepat untuk memberikan lapisan perkerasan beton. Perawatan dengan lembaran plastik atau lembaran lain kedap air memberikan hasil yang efektif. 

 

 

Sinar Infra Merah 

Perawatan Beton dengan sistem Infra merah merupakan perawatan yang mungkin belum banyak yang menggunakan. Caranya dengan menyinari beton dengan sinar infra merah selama 2 sampai 4 jam pada suhu 90 derajat celcius. Tujuan metode ini untuk mempercepat proses penguapan air. 

 

Penyiaran dengan infra merah biasanya akan dilakukan dalam 2 hingga 4 jam dalam suhu 90 derajat Celcius. 

 

Hydrothermal

Metode curing yang satu ini adalah dengan proses pemanasan cetakan untuk menjadikan beton pra cetak dalam suhu 65 derajat Celcius.

 

Sama dengan proses penguapan, biasanya teknik ini digunakan untuk proses pembangunan yang besar sehingga jarang dilakukan untuk pembangunan biasa seperti rumah. 

 

Banyak sekali metode yang dapat dipakai dalam curing. Semua metode tersebut memiliki perannya masing-masing yang sangat penting dalam menciptakan kekuatan maupun keawetan beton. Anda juga bisa memilih metode perawatan beton yang termudah untuk dilakukan.

 

cara perawatan beton

 

Pinterest: photodune.net


 

 

Kesimpulan

 

Itulah beberapa cara merawat beton yang tepat. Dengan perawatan yang benar, beton akan kokoh dan kuat dalam menopang struktur bangunan. 

 

Jika Anda memiliki proyek yang memerlukan beton dan pondasi untuk pembangunannya? Anda bisa serahkan semuanya kepada PT. Sobute Global Indonesia

 

Dengan tenaga ahli yang berpengalaman dalam memproduksi maupun menyuplai produk admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau, menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap dalam melayani semua kebutuhan konsumen dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

Tertarik dan Ingin Menghubungi Sobute? Silahkan untuk Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
220823zanwY0Msvj73X1oIRfU5uHZdiOAkSBxWFt6lTcLhV8NQmPe9y2pK4qEDbCrJ.jpg

Ini Keunggulan Penggunaan Lantai Beton Yang Wajib Diketahui

23 August 2022

Sebelum trend memakai lantai keramik, lantai beton sudah lebih dulu populer diterapkan diberbagai gedung dan perumahan. Lantai beton atau kerap disebut jenis lantai semen poles termasuk jenis lantai yang sudah ada sejak lama. 

 

Lantai Beton adalah salah satu bahan material bangunan yang terbuat dari campuran antara semen, kerikil dan pasir. Selain menjadikan tampilan lantai rumah lebih menarik, jenis lantai ini menawarkan kualitas yang lebih kuat dan lebih hemat dari sisi biaya.

 

Walau sempat menurun, karena penggunaan material kayu dan keramik hingga batu, eksistensi lantai beton kembali diminati beberapa tahun belakangan ini. Seperti yang diketahui, berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan dalam persiapan pembangunan, seperti dari sisi aspek fungsi, keindahan, serta pemasangan dan sifat dasar material yang berkualitas, beton masuk didalamnya. 

 

Baca Juga: Ketahui 3 Proses Pembuatan Beton 

 

 

Dengan material berkualitas, bangunan tidak akan selalu diperbaiki, khususnya bagian lantai. Jadi tidak berlebihan jika lantai beton menjadi favorit saat ini. Nah, sebelum Anda menggunakan material ini sebagai bahan dasar pembuatan lantai, kenali terlebih dahulu kelebihannya. Yuk! simak ulasan lengkapnya di bawah ini. 

 

 

Awet dan Kuat

 

lantai beton

 

Pinterest: travaux.com

 

Lantai beton sudah terbukti memiliki kualitas terbaik dan tahan lama. bahkan, jika dengan perawatan yang tepat, lantai jenis ini bisa bertahan sampai ratusan tahun.

 

Jenis lantai ini tidak mudah rusak. Keindahan lantai ini juga makin malam akan makin terlihat. Dengan kualitasnya, Anda pun lebih hemat biaya karena akan jarang sekali melakukan renovasi untuk bagian lantai hunian. 

 

 

Ramah Lingkungan 

 

Kelebihan lainnya adalah terkait lingkungan. Dengan kualitasnya yang sangat tahan lama, membuat material ini tidak akan mudah dibongkar atau mengalami renovasi. Untuk itu, lingkungan tidak akan dikotori dengan puing-puing atau sisa material.

 

Lantai beton juga tidak memiliki bau sehingga tidak memiliki kandungan zat kimia yang berpotensi mencemari lingkungan. 

 

 

Perawatan yang Gampang

 

lantai beton

 

Perawatan lantai beton tidak sesulit jenis lantai lainnya. Cukup dibersihkan atau dipel secara rutin. Anda juga bisa meminyakinya beberapa bulan sekali. Ini tidak wajib, namun jika Anda ingin lantai mengkilap, tips ini bisa dicoba. 

 

 

Cocok untuk Berbagai Desain Rumah

 

Kelebihan lainnya adalah lantai jenis ini sangat fleksibel dan bisa masuk ke berbagai jenis desain ruangan. Tampilannya bisa saja klasik, rustic, hingga minimalis. Anda hanya perlu menambahkan finishing tambahan. 

 

Seperti beton agar terlihat modern, mencoba memberi finishing sealer akrilik untuk bisa mengkilap. Atau memberi jenis matte, untuk menyempurnakan gaya rustic. 

 

 

Aman Untuk Konsep Interior dan Eksterior

 

Selain dapat diterapkan di semua desain ruangan, jenis lantai ini juga bisa menambah keindahan untuk area interior serta eksterior. Pasalnya, sisi eksterior sendiri tidak kalah pentingnya dari sisi interior. 

 

Untuk eksterior teras dan garasi mobil. Akan tetapi, perhatikan ketahanan lantai pada serangan cuaca. Aplikasikan silikon yang dapat menjaga permukaan lantai. 


 

Tekstur Unik dan Anti Selip

 

lantai beton

 

Pinterest: stonetilecompany.co.uk

 

Lantai ini memiliki tekstur yang polos dan unik, namun memberikan kesan modern dan kontemporer. Tekstur lantai beton juga memiliki sifat kasar, sehingga tidak akan membuat lantai licin saat musim hujan. Jadi, tidak perlu khawatir Anda akan terpeleset.

 

 

Kesimpulan

 

Itulah beberapa keunggulan yang dapat Anda miliki dengan menggunakan lantai beton. Selain itu, Anda bisa menghemat biaya pembangunan, waktu pengerjaan, dan tenaga dalam perawatan.

 

Jika Anda memiliki proyek yang memerlukan beton dan pondasi untuk pembangunannya? Anda bisa serahkan semuanya kepada PT. Sobute Global Indonesia

 

Dengan tenaga ahli yang berpengalaman dalam memproduksi maupun menyuplai admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau, menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap sedia dalam melayani semua kebutuhan konsumen dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

Tertarik dan Ingin Menghubungi Sobute? Segera klik Hubungi Kami.

Baca selengkapnya...
220805AU0wZXEnPmjHVrtsi4SWK5D7GaxC89poMz2gYy6vedRJNQLkb3qIfhTOuFcl.la]-62ecd3d87315e

Kenali Tahap Konstruksi Beton Yang Benar Agar Hasil Optimal

5 August 2022

Meskipun sudah dikenal sangat lama, masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana tahap konstruksi beton yang benar. Ternyata, prosesnya cukup sederhana untuk hasil yang sempurna.

 

Dalam tahap konstruksi beton, satu keterampilan yang penting dan utama adalah kemampuan membuat beton itu sendiri.

 

Beton adalah material bahan bangunan yang dibuat dari proses mencampur semen, pasir, agregat kasar atau batu pecah, dan air, dengan dengan tujuan membangun suatu bagian pekerjaan menjadi sangat keras dan kuat ketika memadat.

 

Baca Juga: 3 Proses Pembuatan Beton Paling Populer

 

 

Pencampuran bahan-bahan menjadi beton ini adalah keterampilan yang perlu dikuasai. Sebenarnya apa yan harus dilakukan terbilang cukup sederhana, namun punya tingkat kesulitan yang tinggi.

 

Anda hanya memerlukan alat, bahan, peralatan keselamatan, dan informasi yang tepat tentang komposisi beton, maka Anda dapat membuat campuran beton Anda sendiri yang siap digunakan.

 

Setidaknya, Anda hanya perlu 5 langkah dalam membuat campuran Beton.

 

 

5 Langkah Membuat Beton Secara Mandiri

Berikut adalah 5 langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk membuat beton secara mandiri:

 

Langkah 1: Siapkan Alat dan Bahan

Apa saja yang diperlukan dalam membuat beton? Untuk bahan, Anda hanya memerlukan Semen, Pasir, Air, dan Agregat.

 

Sedangkan untuk alat, anda perlu menyiapkan, tempat untuk mengaduk, bisa bak atau area yang dilapisi terpal, Ember plastik untuk menentukan ukuran komposisi, dan Sekop untuk mengaduk.

 

Selain alat dan bahan, 2 hal lain yang perlu anda pastikan ada dalam proses pembuatan beton adalah peralatan keselamatan dan uji test beton.

 

Untuk peralatan keselamatan, anda memerlukan Masker atau pelindung mulut, Kacamata pengaman atau pelindung mata, dan Sarung tangan.

 

Pembuatan beton akan sangat melibatkan debu dan partikel yang berterbangan, jadi pastikan Anda menggunakan masker pelindung.

 

Lalu untuk uji test beton, minimal Anda menggunakan alat yang disebut Slump Test Beton.

 

 

Langkah 2: Mengukur Bahan-Bahan yang Akan Digunakan

tahap konstruksi beton

 

Dalam hal mengukur rasio beton, sebenarnya tergantung dari sejauh mana kekuatan yang ingin Anda capai. 

 

Sebagai panduan umum, untuk campuran beton standar anda bisa menggunakan perbandingan: 

Dimana, 1 Semen : 2 Pasir : 4 Agregat 

 

Untuk pondasi, Anda bisa menggunakan 1 semen : 3 pasir : 6 agregat.

 

 

Langkah 3 : Mulailah Mencampur

tahap konstruksi beton

 

Saatnya menggunakan sekop Anda, campur semua bahan bersama-sama.

 

Tidak ada metode khusus di sini, cukup bolak-balikkan campuran bahan-bahan hingga merata dan mendapatkan warna yang konsisten sepenuhnya.

 

Untuk penggunaan air, Anda cukup mengisi adonan bahan sedikit demi sedikit– cukup untuk membentuk pasta halus setelah Anda mulai mencampurnya.

 

Terus balikkan adonan hingga basah secara merata. 

 

 

Langkah 4: Periksa Hasil Campuran 

tahap konstruksi beton

 

Saat dirasa campuran sudah cukup sesuai, saatnya Anda menguji konsistensinya. Ini menjadi wajib untuk memastikan beton yang dibuat nanti sudah sesuai kualitasnya.

 

Campuran yang tepat harus halus dan konsisten. Untuk mengukur kualitas Beton, Anda bisa menggunakan teknik Slump Test Beton.

 

Dari hasil pengukuran tersebut, segala kekurangan campuran beton Anda masih bisa diperbaiki.

 

 

Langkah 5: Beton Siap Digunakan

tahap konstruksi beton

 

Setelah Anda puas dengan campuran Anda dengan memiliki konsistensi dan tekstur yang tepat, maka beton Anda siap dibuat.

 

Biasanya beton akan dituangkan pada bekisting area yang ingin anda perkuat. Biasanya setelah beton dituang, Anda perlu untuk memberikan lapisan tambahan untuk mendapatkan hasil akhir yang halus.

 

 

Penutup

 

Sekian artikel tentang Proses Pembuatan Beton yang populer digunakan di proyek konstruksi.

 

Apakah Anda memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Serahkan pada PT. Sobute Global Indonesia

 

Dengan tenaga ahli berkompeten dan berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau,

 

Menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan konsumen dalam permintaan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca selengkapnya...
230725E5jn06hVQqtbaZpHoFmRCzWO2e8dJwA3iUlGrcMK9kP1SsyYB4IDTfugLNX7.jpg

Ready Mix Beton, Solusi Instan Bangunan Jadi Kuat & Kokoh

6 June 2022

 

Bukan hanya makanan, beton juga ada versi instannya. Namun tahukah Anda kalau beton instan ternyata lebih baik? Ayo kenali apa itu beton ready mix disini.

 

 

A. Definisi Beton Ready Mix

 

ready mix beton

 

Beton ready mix atau ready mix beton adalah adalah jenis beton yang telah diproduksi dari pabrik, atau secara khusus dikenal sebagai batching plant, dengan proporsi dan komposisi material tertentu yang diawasi dan dijaga pembuatannya oleh pakarnya.

 

 

Baca Juga : 3 Proses Pembuatan Beton Paling Populer

 

 

Beton ready mix kemudian dikirim ke lokasi kerja sesuai banyaknya pesanan menggunakan truk yang dipasang dengan mixer (sering disebut Truk Molen).

 

Kenapa beton ready mix diperlukan?

 

Beton adalah material bangunan yang paling dibutuhkan pada setiap proses konstruksi. Karena eksistensinya yang berperan penting, maka diperlukan beberapa penyesuaian.

 

Pembuatan beton sebenarnya cukup sederhana, hanya membutuhkan 3 material utama,yaitu semen, air, dan agregat kasar. 

 

Namun sederhana belum tentu mudah, perlu komposisi yang tepat untuk bisa membuat beton kuat dan tahan lama. Salah-salah, beton bahkan tidak kuat berdiri sendiri sebelum menopang bobot bangunan.

 

Tidak hanya komposisi, pada pembangunan yang berkualitas, campuran beton perlu dibuat perencanaan dan pengujian mutu beton untuk memastikan kelayakan penggunaannya.

 

Nah, karena beberapa alasan itulah Beton ready mix terkadang lebih disukai dan dipilih daripada pencampuran beton secara mandiri.

 

Penggunaan beton ready mix bisa memberikan volume beton dengan tepat tanpa berlebih. Lalu mampu menjamin beton yang dihasilkan presisi proporsi campurannya dan pasti bermutu tinggi.

 

Selain itu, karena kepraktisannya, beton ready mix bisa menghemat banyak waktu dan tenaga.

 

 

B. Proses Pembuatan & Pengaplikasian Beton Ready Mix

 

Apa itu Beton Ready Mix

 

Pembuatan Beton ready mix pada umumnya adalah pembuatan material campuran beton yang harus bisa dituangkan pada lokasi pengerjaan sesuai banyaknya permintaan.

 

Ini artinya seluruh proses rasio air-semen, dosis campuran, kadar air, dengan presisi untuk menghasilkan beton berkualitas, hingga dipastikan tidak mengering sebelum dituang adalah tanggung jawab produsen.

 

Di Indonesia, pada umumnya pembuatan beton akan mengacu pada Peraturan Beton Indonesia yang diterbitkan pada tahun 1971 dan masih digunakan hingga saat ini (setidaknya saat tulisan ini dipublish)

 

Semua bahan yang digunakan untuk Beton ready mix mulai dari agregat kasar, pasir, air, semen hingga pemberian zat kimia tambahan (admixture) disiapkan dan diuji secara menyeluruh kualitas dan sifat fisiknya di laboratorium oleh ahlinya.

 

Lalu penentuan proporsi dan komposisi material pencampuran beton ditentukan berdasarkan tujuan dan banyaknya permintaan dari klien. 

 

Agar menjamin mutu yang keluar dari pabrik, Campuran beton kemudian dilakukan uji coba, diantaranya Slump test beton untuk memastikan bahwa setiap produk sesuai dengan standar dan kebutuhan klien.

 

Terakhir, beton ready mix siap didistribusikan.

 

 

C. Keuntungan Beton Ready Mix

 

ready mix beton

 

Produksi RMC membantu meminimalkan pemborosan semen karena penanganan massal.

 

Pengurangan waktu proyek yang menghasilkan penghematan di semua aspek.

 

Kontrol yang tepat dan ekonomi dalam penggunaan bahan baku menghasilkan penghematan sumber daya alam.

 

 

1. Proyek Pembangunan Lebih Efisien dengan Beton Ready Mix

 

Beton Ready Mix memungkinkan konstruksi yang lebih efisien tanpa repot dan tanpa tenaga kerja tambahan.

 

 

2. Mutu serta Konsistensi Campuran Beton Terjamin

 

Beton Ready Mix hadir dengan konsistensi dalam kualitas melalui kontrol agregat pasir dan air yang akurat & terkomputerisasi sesuai desain campuran.

 

Ini menghilangkan risiko kesalahan yang muncul dari pembuatan beton secara konvensional akibat seringnya hasil campuran beton tidak konsisten karena tanpa alat ukur yang sesuai.

 

 

3. Area Konstruksi jadi Lebih Bersih

 

Pengerjaan pengecoran seringkali menyisakan sampah yang begitu banyak. Bungkus semen, hamburan debu di udara, dan lain-lain membuat kondisi area proyek menjadi sangat kotor dalam sekejap. 

 

Dengan menggunakan Beton Ready Mix relatif membuat area pembangunan jadi bebas polusi.

 

 

D. Penutup

 

Sekian artikel tentang apa itu ready mix beton.

 

Apakah Anda memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas

 

Jadikan PT. Sobute Global Indonesia mitra kerja Anda. 

 

Dengan tenaga ahli berkompeten dan berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau.

 

Menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap sedia untuk melayani semua kebutuhan konsumen dalam permintaan dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia.

 

Baca selengkapnya...
220519VJBUzmvNC4PQo7enOZy8L9KwR1kXEqicHgFMT25hxdWSA0Ir6YjbDa3pustl.jpg

Bisakah Pengerjaan Cor Beton Di Musim Hujan? Bisa Kok, Tapi…

19 May 2022

Terkadang kebutuhan pembangunan seperti rumah bisa sangat mendesak, mau tidak mau Anda harus melakukannya segera. Jangan khawatir, berikut tips pengerjaan cor beton di musim hujan!

 

Saran terbaik dalam pembangunan memang sebaiknya jadwalkan pada musim kemarau. Walaupun panas dan kering, setidaknya risiko hujan bisa diminimalisir.

 

Namun tentunya kebutuhan setiap orang bisa berbeda, bahkan jika harga-harga bangunan sedang murah-murahnya dan dananya sudah tersedia, rumah impian sangat menggoda bukan?

 

Terkadang di musim kemarau sekalipun, cuaca Indonesia yang tidak bisa ditebak memungkinkan pekerjaan konstruksi tetap diguyur hujan.

 

Oleh karena itu, dalam proses konstruksi perlu ada beberapa strategi dan penyesuaian. Dalam artikel ini, kita akan membahas perihal pengerjaan cor beton di musim hujan. Langsung kita mulai.

 

 

Apa Pengaruh Pengerjaan Cor Beton Di Musim Hujan?

 

cor beton

 

Beton adalah salah satu bahan bangunan yang dibuat dari pencampuran semen, pasir, agregat kasar atau batu pecah, air, dan dengan tujuan menjadi sangat keras dan kuat ketika memadat.

 

Baca Juga : Mengenal Proses Pembuatan Beton Paling Populer Disini

 

 

Karena dibuat dengan proses pencampuran, maka bagaimana perencanaan campuran beton sangat berpengaruh dalam mutu beton. 

 

Saking berpengaruhnya pencampuran terhadap kualitas, sebelum digunakan umumnya beton akan dilakukan serangkaian tes. 

 

Bahkan untuk menjaga mutunya, pembuatan beton pada konstruksi yang profesional menggunakan campuran beton yang sudah diracik melalui laboratorium dan teruji.

 

Nah kembali pada pengerjaan cor beton di musim hujan, air hujan pasti berpengaruh pada perubahan rasio air terhadap pencampuran. Ini berpotensi melemahkan dan merusak kualitas beton. 

 

Ada dua cara setidaknya dalam air hujan sehingga bisa mempengaruhi pencampuran beton, 

1. Rasio air yang masuk dan ikut larut menjadi lebih banyak dari seharusnya dan membuat campuran beton menjadi encer.

2. Bahkan jika air tidak tercampur tapi langsung dialirkan / dibuang, ada kemungkinan mengurangi komposisi semen yang juga ikut terlarut bersama air hujan.

 

Selain itu, hujan yang jatuh di atas beton yang hampir kering dan tidak mengganggu pencampuran juga berpotensi merusak struktur. Hujan yang deras dapat merusak permukaan beton yang sudah dibuat rata.

 

 

Tips Pengerjaan Cor Beton Di Musim Hujan

 

cor beton

 

Membuat Perencanaan Berdasarkan Perkiraan Hujan

 

Jika memungkinkan, Anda bisa memperoleh informasi dari badan cuaca seperti BMKG, atau berdasarkan pengalaman Anda selama berada di area konstruksi.

 

Misalnya selama ditempat, Anda menemukan hujan hanya sering turun di pagi atau siang hari, maka memindahkan proses pengecoran di malam atau sore hari bisa dipertimbangkan.

 

Meskipun bisa diantisipasi, menjauhi hujan dari pengerjaan cor adalah solusi terbaik. 

 

 

Menggunakan Admixture Untuk Mempercepat Proses Pengerasan Beton 

 

Tahukah Anda bahwa ada produk Admixture yang bisa mempercepat proses pengerasan beton. Sobute adalah salah satu produsen yang memberikan Anda solusi ini.

 

Admixture ini umumnya digunakan untuk pengerjaan yang membutuhkan presisi dan kecepatan tinggi karena berhubungan dengan fasilitas umum.

 

Misalnya proyek infrastruktur pembuatan jalan, jembatan, dan lain sebagainya. Tapi karena bisa mempercepat, tidak ada salahnya digunakan sebagai strategi beton di musim hujan.

 

 

Memasang Penutup dan Pelindung Hujan

 

Sedia payung sebelum hujan adalah solusi yang sempurna untuk situasi ini.

 

Bagaimanapun alternatif yang sudah direncanakan, membuat semacam tenda atau terpal untuk melindungi proses pelaksanaan pekerjaan merupakan tips yang harus dilakukan.

 

Kita setuju bahwa air hujan adalah fenomena alam yang tidak bisa ditebak. Anda tidak bisa tahu kapan turunnya, intensitasnya, hingga durasinya, maka bersahabat dengan hujan adalah pilihan yang bijak.

 

Bahkan jika memungkinkan, Anda bisa menampung air hujan tersebut untuk proses curing beton setelah kering nanti.

 

 

Penutup

 

Sekian ulasan lengkap tentang cara pengerjaan cor beton yang dilakukan pada musim penghujan.

 

Kesimpulannya, proses konstruksi di Indonesia selalu punya kemungkinan menghadapi hujan. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi agar pekerjaan tetap selesai sesuai rencana.

 

Lalu untuk pengerjaan beton yang lebih terstandar dan berkualitas untuk bangunan Anda, Anda bisa menggunakan campuran beton terbaik dari Sobute.

 

Hubungi kami untuk konsultasi dan kerjasama lebih lanjut.

Baca selengkapnya...
220509G04DVyzfbskEmPnvA7loM1CuOiNwcFWetSQjZLrXJ8KdaHRT9653gxhpI2BY.jpg

Mengenal 3 Proses Pembuatan Beton Populer!

9 May 2022

Terlihat sederhana, proses pembuatan beton ternyata tidak semudah yang terlihat. Ada beberapa jenis yang populer dan sering digunakan dalam konstruksi. Ini informasinya.

 

Majunya teknologi konstruksi di dunia ternyata tidak mampu menggeser posisi beton sebagai material yang paling dibutuhkan di dunia.

 

Baca Juga : Kenali 5 Jenis Beton Terpopuler di Dunia Konstruksi

 

 

Terbuat dari pencampuran bahan-bahan, beton mungkin mengalami inovasi dari segi bahan campuran, teknologi uji, dan alat-alat yang mempermudah pengerjaannya.

 

Namun secara garis besar, tidak ada langkah-langkah yang berubah sejak beton diperkenalkan pada abad ke 19.

 

 

3 Metode Populer Proses Pembuatan Beton Dalam Konstruksi

Mari kita masuk ke pembahasan berikut metode dasar pengerjaan konstruksi beton.

 

 

Pengerjaan Konstruksi Beton Cast-In-Place

 

proses pembuatan beton

 

Pengerjaan konstruksi beton Cast-In-Place adalah pembuatan cor beton yang dilakukan setiap elemennya di lokasi konstruksi. Ini adalah metode yang paling konvensional dan dikenal secara luas.

 

Tahapan pengerjaan Cast-In-Place diawali dengan campuran beton yang masih basah, diperoleh baik dengan mencampur bahannya secara mandiri atau memesan dan diantar menggunakan truck mixer (mobil molen) ke lokasi konstruksi.

 

Kemudian campuran tersebut dituangkan pada bekisting (cetakan) beserta tulangan-tulangan yang sudah ditempatkan pada posisinya masing-masing.

 

Setelah beton mengeras dan memiliki kekuatan yang cukup, bekisting dilepas dan dilakukan tahap perawatan selama beberapa minggu hingga beton mencapai kekuatan penuh. 

 

Proses konstruksi Cast-In-Place tentunya lebih fleksibel, karena semuanya dilakukan secara mandiri. Hanya saja, memerlukan waktu yang lebih lama dan pengetahuan yang cukup bila melakukan pencampuran bahan-bahan beton secara mandiri.

 

Pengerjaan secara profesional tentunya dapat ditingkatkan kecepatannya menggunakan admixture khusus atau ready mix beton.

 

 

Pengerjaan Konstruksi Beton Pracetak

 

proses pembuatan beton

 

Konstruksi beton pracetak adalah proess pengerjaan beton yang sudah dibuat berdasarkan standar dan kualitas sesuai permintaan dari pabrik industri. 

 

Tahapan pengerjaannya adalah konstruktor memesan setiap kebutuhan beton dalam pengerhaan, kemudian beton tersebut diangkut ke lokasi kerja untuk diinstalasi.

 

Konstruksi beton pracetak memiliki keunggulan tertentu dibandingkan metode pengerjaan lainnya. Beton pracetak menawarkan kontrol kualitas yang lebih baik dan terjamin. 

 

Seperti yang diketahui, pembuatan beton sangatlah berpengaruh terhadap komposisi pencampurannya. Salah-salah malah membuat struktur menjadi lemah. 

 

Lalu konstruksi dengan beton pracetak juga bisa lebih efisien. Anda tidak perlu lagi kebingungan jika konstruksi sedang dilakukan musim hujan. 

 

Secara umum, pada proyek yang besar dan membutuhkan material yang berulang, konstruksi pracetak bisa sangat hemat biaya. Misalnya, pada pengerjaan jalanan, jembatan, atau bangunan bertingkat tinggi.

 

Namun, beton pracetak juga memiliki beberapa kelemahan, misalnya, melibatkan biaya pengiriman beton pracetak dari pabrik ke lokasi konstruksi.

 

Tidak hanya akan menambah biaya, ini juga cukup sulit mengingat area konstruksi harus bisa dengan mudah dilalui kendaran berat dalam proses pengiriman ke lokasi Anda.

 

Lalu, beton pracetak juga memerlukan penggunaan peralatan khusus (crane besar) untuk mengangkat dan menempatkan anggota pracetak pada posisinya. 

 

 

Pengerjaan Konstruksi Beton Tilt-up

 

proses pembuatan beton

 

Konstruksi Beton Tilt-up adalah salah satu pekerjaan yang bisa dibilang menggunakan campuran kedua metode diatas.

 

Dalam pekerjaan konstruksi, pembuatan dinding misalnya, beton dibuat dengan cetakan dengan posisi horizontal pada area konstruksi.

 

Setelah panel beton mencapai kekuatan yang cukup, pekerjaan kemudian berkutat dengan pendirian panel dan menghubungkan beton pada anggota struktural lainnya.

 

Pengerjaan ini masih jarang ditemui, biasanya ada pada proyek yang tidak bisa memesan beton pracetak tapi tidak terlalu efisien jika menggunakan metode Cast-In-Place

 

 

Penutup

 

Sekian artikel tentang proses pembuatan beton yang populer digunakan di proyek konstruksi.

 

Apakah Anda memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Serahkan pada PT. Sobute Global Indonesia

 

Dengan tenaga ahli berkompeten dan berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture berkualitas untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau.

 

Menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan konsumen dalam permintaan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca selengkapnya...
220428Mub8TY1zpG74CxI6lAjXUHBS3KZNnsveEwQg5ckL9fORayrqJVWo0hDPmF2t.jpg

Mengenal 5 Jenis Beton Populer Di Dunia Konstruksi

28 April 2022

Beton adalah bahan bangunan yang pasti ada di setiap kegiatan konstruksi. Tapi tahukah Anda kalau beton punya banyak jenis? Ayo mengenal jenis beton yang populer digunakan.

Pada umumnya beton yang biasa digunakan dalam konstruksi terbuat dari 3 material utama, yaitu semen, air, dan agregat kasar.

Walaupun sederhana, namun pembuatan beton tidak semudah yang dibayangkan. Perlu komposisi yang tepat untuk kebutuhan tertentu.

 

Baca Juga : Ketahui Lebih Jauh Tentang Rabat Beton, Lapisan Beton Banyak Fungsi

 

 

Tidak hanya sekedar mencampur, perlu adanya perencanaan dan pengujian yang dilakukan untuk memastikan campuran beton baik untuk digunakan.

Beton juga punya banyak jenis untuk digunakan dalam konstruksi. Lebih dari sekadar campuran bahan ditunggu mengeras, berikut pengenalan 5 jenis beton yang paling populer dan banyak digunakan di dunia konstruksi.

 

 

Mengenal 5 Jenis Beton Yang Paling Banyak Digunakan

 

mengenal jenis beton

 

Beton Bertulang (Reinforced Concrete)

 

Beton bertulang adalah beton yang diberi batang baja serat, atau bahan lain untuk meningkatkan kekuatan tarik beton.

Penggunaan beton jenis ini bisa ditemukan hampir di semua konstruksi yang menggunakan beton seperti kolom, konstruksi jalan, konstruksi terowongan, konstruksi jembatan dan lain sebagainya.


 

Beton Ringan

 

Beton ringan adalah beton yang cenderung lebih ringan sehingga tidak membebani struktur atau area tertentu. 

Campuran agregat dibuat dengan material ringan seperti batu apung. 

Beton ini tidak bisa digunakan pada bagian struktural dan lebih banyak digunakan sebagai pelindung untuk bahan bangunan logam atau sebagai dinding beton bantalan non-beban. 

Selain itu, beton ringan juga biasa digunakan sebagai insulasi untuk pipa air atau pembuatan material anti api.

 

 

Beton Densitas Tinggi

 

Beton jenis ini dibuat dengan memperhatikan secara pasti kerapatan dan kepadatan material.

Beton jenis ini biasa digunakan untuk melindungi area atau bahan tertentu seperti pembangkit listrik tenaga nuklir, bendungan, dan lain-lain. 

 

Beton Pracetak

 

mengenal jenis beton

 

Beton pracetak adalah beton yang telah dibuat terlebih dahulu (prefabrikasi) sehingga akan siap digunakan.

Beton pracetak tidak memiliki kriteria khusus namun lebih mengacu ke proses pembuatannya yang sesuai permintaan.

Beton pracetak dibuat dalam lingkungan yang terkontrol penuh sehingga lebih teruji kekuatan dan mutunya. Sekaligus jauh lebih efisien.

 

 

Beton Massa (Mass Concrete)

 

Beton massa adalah beton yang diproduksi dalam skala besar untuk diaplikasikan pada pekerjaan dengan cakupan volume atau permukaan yang relatif besar dan kontinyu.

Beton massa biasa menemui kesulitan karena proses pengecorannya hingga mengeras sangat lama. Ini membuat resiko beton tidak kering secara merata sehingga dapat mengakibatkan keretakan pada struktur beton.

Dalam pembuatan dan pengerjaannya, beton massa harus memperhatikan kondisi cuaca, rasio volume permukaan, tingkat hidrasi, dan temperatur material.

 

 

Klasifikasi Kelas dan Mutu Beton

 

mengenal jenis beton

 

Selain memiliki jenis, beton juga memiliki klasifikasi berdasarkan mutunya. Pembagian kelasnya sebagai berikut: 

 

 

Beton Kelas I 

 

Kelas I adalah tingkatan yang paling rendah karena lingkup penggunaannya hanya terbatas pada bagian non struktural. Pembuatan beton kelas tidak memerlukan keahlian atau kemampuan khusus. 

 

 

Beton Kelas II 

 

Beton kelas II adalah kelas menengah yang sering dijumpai pada pekerjaan struktural secara umum. 

Pembuatannya memerlukan keahlian yang cukup dan perlu diawasi oleh ahli konstruksi berpengalaman dalam menangani proyek konstruksi.

 

 

Beton Kelas III

 

Untuk beton kelas III prosesnya melibatkan penulangan besi dalam pembuatannya. Sehingga memerlukan keterampilan khusus dan pengawasan oleh tenaga ahli.

Umumnya pembuatan beton kelas III melibatkan proses laboratorium dengan menggunakan alat dan serangkaian uji yang lengkap. 

 

 

Kesimpulan

 

Sekian artikel tentang jenis-jenis beton yang perlu Anda ketahui, terutama untuk Anda yang mau akan terlibat di dunia konstruksi.

Apakah Anda memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas

Jadikan PT. Sobute Global Indonesia mitra kerja Anda. 

Dengan tenaga ahli berkompeten dan berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau.

Menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan konsumen dalam permintaan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca selengkapnya...
220422RWOAfcKwHUuzFvyPJMNogCQ68S7XhIVL31DikT290ZabYpeBr4ElntjmG5qd.jpg

Mengenal Rabat Beton, Lapisan Beton Yang Punya Banyak Fungsi

22 April 2022

Pada artikel ini, Anda diajak untuk mengenal rabat beton yang digunakan hampir di setiap kegiatan konstruksi. Mulai dari pembuatan pondasi hingga jalan raya.

 

Apa Itu Rabat Beton?

mengenal rabat beton

 

Rabat beton atau disebut juga lean concrete, adalah sebutan untuk jenis komposisi beton yang dibuat sengaja dengan kualitas rendah.

Disebut kualitas rendah karena rabat beton menggunakan sedikit sekali semen dibandingkan komposisi beton pada umumnya, mengingat semen adalah faktor utama penguat beton.

Rabat beton umumnya dibuat dengan kandungan semen kurang dari 10% dan membuatnya menjadi beton berkekuatan rendah. 

 

Baca Juga : Mengenal Slump Test Beton, Cara Untuk Menentukan Kualitas Beton

 

Rabat beton dibuat demikian karena fungsinya memang hanya untuk menciptakan permukaan yang seragam terutama pada lapisan tanah yang sudah diratakan pada pembuatan pondasi.

Ini dilakukan untuk mencegah kontak langsung antara beton pondasi yang dibuat dengan komposisi bagus dengan tanah.

Dibuat dengan cukup encer, rabat beton mampu mengisi retakan atau celah-celah pada tanah yang umumnya ditemukan pada lapisan tanah atau pada lapisan konstruksi lainnya.

Secara umum di dunia konstruksi, dikenal 3 jenis komposisi rabat beton yang populer digunakan yaitu:

 

Grade Of Concrete (M-5) 

Komposisi pada grade ini menggunakan perbandingan  1 : 5 : 10 (semen: pasir: agregat)

Grade rabat beton M-5 memberikan karakteristik kekuatan hingga 5 MPa.

 

Grade Of Concrete (M-7.5) 

Komposisi pada grade ini menggunakan perbandingan  1: 4 : 8  (semen: pasir: agregat)

Grade rabat beton M-7.5 memberikan karakteristik kekuatan hingga 7.5 MPa. 

 

Grade Of Concrete (M-10) 

Komposisi pada grade ini menggunakan perbandingan  1 : 3 : 6 (semen: pasir: agregat)

Grade rabat beton M-10 memberikan karakteristik kekuatan hingga 10 MPa.

 

* Catatan: Mpa adalah satuan tekanan (Megapascal). Satuan ini menggambarkan kekuatan suatu bahan dalam menerima tekanan.

 

Fungsi Rabat Beton Dalam Proses Konstruksi

mengenal rabat beton

 

Selain memberikan lapisan yang merata, berikut beberapa fungsi rabat beton yang juga ditemui pada proses konstruksi:

  • Membentuk landasan cor beton yang stabil dan rata.

  • Menjadi bagian bawah landasan bekisting yang kokoh dan padat.

  • Memberikan kelembaban pada beton di atasnya.

  • Sebagai faktor penstabil kerataan permukaan beton.

  • Membuat lingkungan konstruksi lebih kondusif karena memberikan permukaan area pekerjaan yang bersih dan rata.

 

Rekomendasi Ketebalan Rabat Beton

mengenal rabat beton

 

Dilihat dari struktur dan fungsi konstruksinya, berikut rekomendasi ketebalan rabat beton yang disarankan:

  • Pembuatan pondasi bendungan atau konstruksi penahan air = 75 mm.

  • Untuk melapisi permukaan yang sangat kasar atau terlalu tidak rata = 100 mm.

  • Untuk pekerjaan kecil atau ringan seperti pembuatan septic tank dan saluran pembuangan limbah = 50 mm

  • Untuk pembuatan pondasi bangunan yang tinggi dan besar = 75 mm.

 

Rekomendasi ini tentunya bisa berbeda tergantung kondisi dan situasi lingkungan konstruksi. Tentunya Anda bisa memperhitungkan anggaran dan kebutuhan Anda untuk menciptakan ketebalan yang optimal.


 

Kesimpulan

Sekian artikel tentang mengenal rabat beton dan informasi lain yang memberikan Anda pemahaman tambahan.

Sebagai informasi tambahan, setelah mengetahui definisi dan fungsi, bisa disimpulkan bahwa rabat beton tidak menjadi hal wajib dalam pekerjaan konstruksi.

Utamanya karena tidak terlalu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil pengerjaan konstruksi bangunan. 

Tapi rabat beton dengan fungsi-fungsi yang disebutkan diatas tetap memiliki sumbangsih dan manfaat dalam peningkatan kualitas.

Utamanya dalam membantu efisiensi pekerjaan dan proses konstruksi yang bersinggungan dengan pembuatan cor beton.  

Untuk pembuatan beton / concrete yang berkualitas dan profesional, Anda bisa mempercayakannya dengan Sobute yang menyediakan beragam kebutuhan concrete admixture.

Baca selengkapnya...
220414fRuG76x8HDVkO9dJFyzoAQqai4lU2j1bhZTP0mpXvBeMSgEtrYI3nc5sKLNW.jpg

Slump Test Beton, Cara Mudah Memastikan Beton Berkualitas!

14 April 2022

Pesatnya dunia konstruksi menuntut semua bahan bangunan semakin berkualitas dan terstandar. Salah satu caranya adalah dengan slump test beton. Apakah itu dan kenapa itu penting?

 

Beton adalah salah satu bahan bangunan yang dibuat dari pencampuran semen, pasir, agregat kasar atau batu pecah, air, dan dengan tujuan menjadi sangat keras dan kuat ketika memadat.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Apa itu Fungsi dari Mortar

 

Karena dibuat dengan proses pencampuran, maka bagaimana perencanaan campuran beton sangat berpengaruh dalam mutu beton. 

 

Untuk mengetes mutu dan kualitas beton, salah satu cara yang paling mudah dan umum digunakan dalam dunia konstruksi adalah slump test beton.

 

 

Mengenal Slump Test Beton dan Fungsinya

 

Karena beton dibuat dengan pencampuran, maka komposisinya sangat menentukan bagus tidaknya beton.

 

Campuran atau komposisi yang salah berakibat beton jadi sangat buruk dan tidak ideal untuk digunakan. 

 

Selain itu, dalam konstruksi berskala besar, seringkali beton menggunakan jasa pihak ketiga yang diangkut menggunakan mobil ke tempat pengerjaan.

 

Lamanya proses pengantaran ini juga bisa mempengaruhi kualitas beton yang mungkin bagus saat akan dikirimkan, namun kualitas menurun selama perjalanan.

 

Pada kedua kasus itulah slump test beton akan dilakukan. Slump test adalah sebuah cara untuk mengetahui, sekaligus menentukan konsistensi atau tingkat kualitas campuran beton.

 

Secara praktis, fungsi slump test yang utama adalah mengukur workabilitas dari beton yang sudah dibuat dan akan digunakan.

 

Beberapa sifat beton yang baik diantaranya beton harus mempunyai workabilitas (kemudahan pengerjaan beton) yang tinggi. 

 

Beberapa faktor yang menunjukkan workabilitas tinggi antara lain:

 

  • Ratanya Campuran Adukan (Homogeneity)

  • Tingkat Kelekatan Adukan (Cohesiveness)

  • Kemampuan Campuran Beton Mengalir (Flowability)

  • Ketahanan campuran beton dari segi kerataan dan kelekatan jika dipindah dengan alat angkut (Mobility)

  • Campuran memiliki kondisi plastis (Plasticity)

 

Lalu bagaimana cara melakukan slump test beton?

 

 

Cara Melakukan Slump Test Beton

 

Untuk melakukan slump test beton sebenarnya sangat mudah, mengutip dari SNI 1972-2008 tentang cara uji slump beton, berikut detailnya:

 

Alat dan Bahan

a.  Kerucut Abrams 

Kerucut Abrams adalah sebutan umum untuk alat uji yang didasarkan panduan cara uji.

 

Sesuai dengan namanya, alat uji slump test ini berupa sebuah cetakan berbentuk kerucut yang bahan pembuatnya adalah dari bahan logam serta tidak lengket dan tidak bereaksi dengan pasta semen.

 

Detailnya sebagai berikut,

  • Kerucut dengan bagian atas dan bawah terbuka

  • Diameter atas 102 mm

  • Diameter bawah 203 mm

  • Tinggi 305 mm

  • Tebal cetakan minimal 1,5 mm

 

slump test beton

 

Visualisasi cetakan abrams beserta aturan ukurannya.

 

b.  Batang Besi Penusuk 

Batang penusuk diibaratkan seperti batang baja yang lurus dengan penampang lingkaran berdiameter 16 mm dan panjang sekitar 600 mm.

 

Lalu memiliki salah satu atau kedua ujungnya berbentuk bulat setengah bola dengan diameter 16 mm.

 

c. Alas 

Untuk alas, tidak ada aturan besaran tertentu, hanya saja harus datar, kaku, dan tidak menyerap air.

 

Cara Kerja Slump Test Beton

a. Kerucut Abrams (cetakan) dibasahi dan ditempatkan di atas alas yang sudah disediakan.

 

b. Cetakan kemudian diisi sebanyak 3 kali, masing-masing sekitar 1/3 volume cetakan dan dipadatkan dengan batang penusuk sebanyak 25 kali secara merata dan menembus ke lapis sebelumnya/di bawahnya tanpa menyentuh dasar cetakan.

 

c. Lapis terakhir dilebihkan pengisiannya, setelah dipadatkan lalu diratakan dengan menggelindingkan batang penusuk di atas permukaan cetakan.

 

d. Segera setelah permukaan atas beton diratakan, cetakan diangkat dengan kecepatan 3-7 detik, diangkat lurus vertikal. Sama sekali tidak boleh diputar atau gerakan menggeser ke samping selama mengangkat kerucut

 

e. Setelah cetakan diangkat, Letakkan cetakan di samping beton yang diuji dan ukur nilai penurunan permukaan atas beton pada posisi titik tengah permukaan atasnya

 

slump test beton

 

Hasil pengukuran selisih keruntuhan campuran beton dengan cetakan dikategorikan berdasarkan akan digunakan pada struktur apa beton tersebut. Berikut tabel rekomendasinya sebagai berikut

slump test beton

 

 

Penutup

Sekian artikel tentang slump test beton dan hal-hal yang bisa membantu Anda untuk mengetahui kualitas beton.

Slump test umum digunakan pada kegiatan konstruksi, karena mudah dilakukan oleh siapa saja dan sangat terstandar.

Untuk lebih memastikan beton lebih terstandar dan berkualitas untuk bangunan Anda, Anda bisa menggunakan campuran beton terbaik dari Sobute.

Baca selengkapnya...
220407GwdnTDEHxX78rzWsFN0i1vMqZSyobtk5KJPucpjhRLOa6ICe9Y4UAVlmBf2g.jpg

Mengenal Fungsi Mortar, Campuran Serbaguna Pada Konstruksi

7 April 2022

Mortar adalah salah satu bahan paling penting yang pasti ada di setiap kegiatan konstruksi. Tapi, apakah Anda sudah tahu? Cari informasi lengkapnya di sini!

 

Apa Itu Mortar?

 

Definisi secara sederhananya, mortar adalah pencampuran antara bahan pelarut (air), agregat halus (pasir, surkhi, dll), dan bahan perekat (semen, ash, dll).

 

Secara umum, penggunaan mortar sering ditemukan pada tahapan merekatkan dan melapisi tembok.

 

Untuk lebih mengenal tentang mortar lebih mudah, ada baiknya membandingkannya dengan beberapa bahan bangunan sejenis yang sudah lebih Anda kenal.

 

Perbedaan Mortar Dan Semen

 

Sama-sama bisa merekatkan dan membuat lapisan, kalau begitu apa beda mortar dan semen?

 

Pada penggunaan semen, umumnya campuran hanya menggunakan air saja. Sedangkan mortar membutuhkan agregat halus, seperti pasir, untuk mengisi volume adonan.

 

Tentunya semen memiliki daya rekat yang lebih kuat dibandingkan mortar karena adanya isian pasir, namun untuk skala besar tentunya mortar jauh lebih efisien dari segi harga.

 

Semen cenderung digunakan hanya pada skala kecil.

 

Perbedaan Mortar dan Beton

 

Mortar dan beton sama-sama butuh pencampuran, jadi apa bedanya?

 

Bahan pembuatan beton memang sama dengan mortar, yaitu adanya bahan pelarut, perekat, dan agregat. Namun, pada beton agregat yang digunakan adalah agregat kasar, seperti kerikil.

 

Karena secara fungsi juga sangat berbeda, campuran mortar berbentuk lebih pekat dan kental karena berguna untuk merekatkan. Sedangkan beton akan terlihat lebih encer dan basah.

 

Ini karena beton berfungsi sebagai pembangunan pondasi gedung atau badan bangunan karena kuat menahan beban berat dan tahan hingga 30-50 tahun.

 

Fungsi Mortar

fungsi mortar

 

Selain mampu merekatkan bahan penyusun tembok, Mortar juga merupakan bahan yang punya fungsi serbaguna. Berikut fungsi mortar secara keseluruhan:

 

  • Berfungsi untuk merekatkan atau menggabungkan susunan bata atau bahan penyusun lainnya menjadi kesatuan.

  • Sebagai pelindung koneksi atau sambungan struktur.

  • Sebagai pelapis atau plesteran yang melindungi dan menghaluskan permukaan bata.

  • Sebagai pelapis permukaan bata agar lebih rata dan mampu mendistribusikan beban secara simetris.

  • Sebagai pengisi sambungan dan membuat lapisan yang kedap air.

 

Sejarah dan Inovasi Mortar

fungsi mortar

 

Mortar ternyata memiliki sejarah dalam perannya dalam pembangunan di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa jenis mortar disusun berdasarkan sejarah dan inovasinya.

 

Mortar Gypsum

Mortar ini merupakan mortar yang dipercaya paling awal digunakan dalam sejarah pembangunan. Setidaknya, teknik ini telah digunakan sejak era Mesir kuno. Bahan penyusunnya terbuat dari gypsum yang pada dasarnya adalah campuran plester dan pasir.

 

Mortar Kapur

Mortar selanjutnya yang tercatat dalam sejarah adalah mortar kapur. Dibuat dengan pencampuran pasir, kapur, dan air, mortar diketahui digunakan sekitar 4000 SM di Mesir Kuno. 

 

Jenis mortar ini sangat lambat mengering. Sehingga lapisan tebal yang terbuat dari mortar kapur pastinya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengeras seluruhnya. 

 

Mortar Semen 

 

Inovasi mortar kemudian dimulai pada abad ke-19. Kebutuhan untuk membuat mortar yang efisien dari waktu dan pengaplikasiinya serta memberikan kekuatan yang maksimal, membawa semen sebagai campuran mortar selanjutnya.

 

Mulai dari tahun 1930, mortar semen menjadi populer hingga saat ini karena keunggulannya yang kuat dan mampu mengeras dengan cepat, sehingga memungkinkan proses konstruksi lebih cepat.

 

Mortar Instan

 

Di industri konstruksi saat ini, mortar mulai dibuat melalui racikan pabrikan dibanding dibuat langsung di lokasi. 

 

Kebutuhan ini muncul karena adanya kesulitan menentukan campuran mortar yang tepat dan terstandar.

 

Dengan dibuat di pabrik, tentunya mortar akan memiliki komposisi yang akurat, terstandar kualitasnya secara konsisten, serta efisiensi dari segi pekerjaan dan jumlahnya lebih mudah dikalkulasi.

 

 

Kesimpulan

 

Sekian artikel tentang fungsi mortar dan hal-hal yang bisa membantu Anda mengenali apa itu mortar.

 

Mortar pada kegiatan konstruksi bangunan tentunya adalah barang wajib yang paling diperlukan. 

 

Tentunya Anda bisa mempertimbangkan mortar instan yang lebih terstandar dan berkualitas untuk bangunan Anda. 

 

Untuk Anda yang membutuhkan bahan kimia untuk pengeras beton, Anda bisa menemukannya di Sobute.

 

Sobute merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur bahan kimia yang fokus utamanya pada pengeras beton dengan standar Internasional.

Baca selengkapnya...
Your Message Has Been Sent..