Artikel

220407GwdnTDEHxX78rzWsFN0i1vMqZSyobtk5KJPucpjhRLOa6ICe9Y4UAVlmBf2g.jpg

Mengenal Fungsi Mortar, Campuran Serbaguna Pada Konstruksi

7 April 2022

Mortar adalah salah satu bahan paling penting yang pasti ada di setiap kegiatan konstruksi. Tapi, apakah Anda sudah tahu? Cari informasi lengkapnya di sini!

 

Apa Itu Mortar?

 

Definisi secara sederhananya, mortar adalah pencampuran antara bahan pelarut (air), agregat halus (pasir, surkhi, dll), dan bahan perekat (semen, ash, dll).

 

Secara umum, penggunaan mortar sering ditemukan pada tahapan merekatkan dan melapisi tembok.

 

Untuk lebih mengenal tentang mortar lebih mudah, ada baiknya membandingkannya dengan beberapa bahan bangunan sejenis yang sudah lebih Anda kenal.

 

Perbedaan Mortar Dan Semen

 

Sama-sama bisa merekatkan dan membuat lapisan, kalau begitu apa beda mortar dan semen?

 

Pada penggunaan semen, umumnya campuran hanya menggunakan air saja. Sedangkan mortar membutuhkan agregat halus, seperti pasir, untuk mengisi volume adonan.

 

Tentunya semen memiliki daya rekat yang lebih kuat dibandingkan mortar karena adanya isian pasir, namun untuk skala besar tentunya mortar jauh lebih efisien dari segi harga.

 

Semen cenderung digunakan hanya pada skala kecil.

 

Perbedaan Mortar dan Beton

 

Mortar dan beton sama-sama butuh pencampuran, jadi apa bedanya?

 

Bahan pembuatan beton memang sama dengan mortar, yaitu adanya bahan pelarut, perekat, dan agregat. Namun, pada beton agregat yang digunakan adalah agregat kasar, seperti kerikil.

 

Karena secara fungsi juga sangat berbeda, campuran mortar berbentuk lebih pekat dan kental karena berguna untuk merekatkan. Sedangkan beton akan terlihat lebih encer dan basah.

 

Ini karena beton berfungsi sebagai pembangunan pondasi gedung atau badan bangunan karena kuat menahan beban berat dan tahan hingga 30-50 tahun.

 

Fungsi Mortar

fungsi mortar

 

Selain mampu merekatkan bahan penyusun tembok, Mortar juga merupakan bahan yang punya fungsi serbaguna. Berikut fungsi mortar secara keseluruhan:

 

  • Berfungsi untuk merekatkan atau menggabungkan susunan bata atau bahan penyusun lainnya menjadi kesatuan.

  • Sebagai pelindung koneksi atau sambungan struktur.

  • Sebagai pelapis atau plesteran yang melindungi dan menghaluskan permukaan bata.

  • Sebagai pelapis permukaan bata agar lebih rata dan mampu mendistribusikan beban secara simetris.

  • Sebagai pengisi sambungan dan membuat lapisan yang kedap air.

 

Sejarah dan Inovasi Mortar

fungsi mortar

 

Mortar ternyata memiliki sejarah dalam perannya dalam pembangunan di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa jenis mortar disusun berdasarkan sejarah dan inovasinya.

 

Mortar Gypsum

Mortar ini merupakan mortar yang dipercaya paling awal digunakan dalam sejarah pembangunan. Setidaknya, teknik ini telah digunakan sejak era Mesir kuno. Bahan penyusunnya terbuat dari gypsum yang pada dasarnya adalah campuran plester dan pasir.

 

Mortar Kapur

Mortar selanjutnya yang tercatat dalam sejarah adalah mortar kapur. Dibuat dengan pencampuran pasir, kapur, dan air, mortar diketahui digunakan sekitar 4000 SM di Mesir Kuno. 

 

Jenis mortar ini sangat lambat mengering. Sehingga lapisan tebal yang terbuat dari mortar kapur pastinya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengeras seluruhnya. 

 

Mortar Semen 

 

Inovasi mortar kemudian dimulai pada abad ke-19. Kebutuhan untuk membuat mortar yang efisien dari waktu dan pengaplikasiinya serta memberikan kekuatan yang maksimal, membawa semen sebagai campuran mortar selanjutnya.

 

Mulai dari tahun 1930, mortar semen menjadi populer hingga saat ini karena keunggulannya yang kuat dan mampu mengeras dengan cepat, sehingga memungkinkan proses konstruksi lebih cepat.

 

Mortar Instan

 

Di industri konstruksi saat ini, mortar mulai dibuat melalui racikan pabrikan dibanding dibuat langsung di lokasi. 

 

Kebutuhan ini muncul karena adanya kesulitan menentukan campuran mortar yang tepat dan terstandar.

 

Dengan dibuat di pabrik, tentunya mortar akan memiliki komposisi yang akurat, terstandar kualitasnya secara konsisten, serta efisiensi dari segi pekerjaan dan jumlahnya lebih mudah dikalkulasi.

 

 

Kesimpulan

 

Sekian artikel tentang fungsi mortar dan hal-hal yang bisa membantu Anda mengenali apa itu mortar.

 

Mortar pada kegiatan konstruksi bangunan tentunya adalah barang wajib yang paling diperlukan. 

 

Tentunya Anda bisa mempertimbangkan mortar instan yang lebih terstandar dan berkualitas untuk bangunan Anda. 

 

Untuk Anda yang membutuhkan bahan kimia untuk pengeras beton, Anda bisa menemukannya di Sobute.

 

Sobute merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur bahan kimia yang fokus utamanya pada pengeras beton dengan standar Internasional.

Baca selengkapnya...
220317sFlb6zvOKC5SQ3XEfoT8eYJjtwRxZiqygmaMVhLHDp0rAP97IN2n41UcdkGB.jpg

Fungsi Sheet Pile, Beton Pracetak Penahan Tanah

17 March 2022

Tanah longsor adalah salah satu peristiwa alam yang sering terjadi di Indonesia dan seperti yang kita ketahui, musibah ini dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat baik yang bersifat material maupun non material. Longsor sendiri bisa terjadi karena adanya pengikisan pada tanah atau erosi tanah. Erosi tanah terjadi salah satunya karena aliran air yang deras menghujam tanah sehingga membuat tanah menjadi kian curam.


Tebing yang kekurangan pohon atau tidak memiliki penahan tanah ini akan membuat tanah lebih mudah terkikis sehingga mudah terjadi longsor. Salah satu material konstruksi yang berfungsi untuk menahan tanah adalah sheet piles atau salah satu jenis beton pracetak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk dinding yang kokoh agar tidak terjadi longsor. Sebagai dinding penahan tanah, sheet piles tidak hanya digunakan pada tebing sungai atau jalan raya saja, tetapi juga penahan tebing galian pada pembuatan fondasi dan pembuatan basement. Bangunanbangunan di pelabuhan seperti dinding dermaga, dok kapal dan bendungan juga kerap menggunakan dinding penahan tanah.


Pada proses pemancangannya, ada beberapa tahap yang harus diperhatikan agar sheet piles bisa terpasang dengan baik. Pertama adalah persiapan lokasi, yaitu mempersiapkan lokasi penempatan alat pemancang. Pada tahap ini harus dipastikan bahwa tanah harus dapat menopang berat alat. Kedua, persiapan alat pemancang dimana para pekerja harus menyediakan alat untuk memancang tiang sesuai dengan jenis tanah dan jenis sheet pile sehingga sheet pile tersebut dapat menembus masuk pada kedalaman yang telah ditentukan tanpa adanya kerusakan. Alat pemancang yang biasa digunakan adalah diesel hammer maupun vibro hammer yang dipasang pada crane / alat angkat.
 

Ketiga, pada proses pemancangan sheet piles harus dilindungi dengan bantalan topi atau mandrel. Kemudian, sheet pile diikatkan pada sling yang terdapat pada alat dan ditarik sehingga sheet pile masuk pada bagian alat. Pemancangan sheet piles harus dilakukan sampai penetrasi maksimum atau kedalaman tertentu sesuai perencanaan. Jika sudah, pemancangan di titik berikutnya dilakukan dengan langkah yang sama.

Baca selengkapnya...
Your Message Has Been Sent..