Artikel

260209wVfF3nkGSIbd9OU2B7aoXEMQlAJNtPh5Rrg1DTxZjC4yL0uYiWvemcpKqsH6.jpg

7 Alasan Mengapa Anda Harus Menyewa Kontraktor Beton Profesional

7 February 2026

Kontraktor beton tidak hanya memiliki pengalaman yang mumpuni, tetapi juga akan memastikan proyek berjalan secara efisien.

Membangun atau merenovasi jalan masuk akan mempengaruhi estetika dan nilai properti Anda. Beberapa orang memilih metode DIY atau menggunakan tenaga ahli yang kurang berpengalaman dengan tujuan untuk menghemat biaya. Padahal, tanpa pengalaman dan keahlian yang tepat akan beresiko pada kerugian jangka panjang.

 

Di sinilah pentingnya menyewa kontraktor beton profesional.  Berikut adalah 7 alasan mengapa menyewa kontraktor beton adalah keputusan terbaik untuk proyek Anda.

 

  1. Hasil yang Berkualitas Tinggi

Kontraktor beton profesional sudah terlatih dan memiliki jam terbang yang tinggi. Mereka ahli dalam mencampur, menuang, dan meratakan beton dengan teknik yang benar. Mereka juga sudah memahami rasio pencampuran beton, metode pemadatan yang tepat, serta cara menghindari retak atau penyusutan beton di kemudian hari. Hasilnya pun akan lebih kuat, tahan lama, dan estetis.

  1. Efisiensi Waktu dan Biaya

Beberapa orang mengira bahwa melakukan secara mandiri dapat menghemat biaya. Padahal kesalahan teknik dalam pengerjaan dapat berakibat fatal, membuat biaya perbaikan yang cukup mahal, dan memakan waktu yang lebih lama. Dengan menyewa kontraktor profesional, mereka dapat menyelesaikan proyek sesuai rencana dan menghindari biaya tambahan akibat kesalahan teknis.

  1. Memastikan Keamanan dan Kepatuhan Standar

Pengerjaan proyek beton yang tidak sesuai dengan standar dapat beresiko, baik bagi keselamatan Anda dan keselamatan orang lain. Kontraktor beton biasanya sudah menerapkan standar dan regulasi keamanan konstruksi, sehingga mereka akan memastikan pengerjaannya aman dan hasil akhirnya estetis serta tahan lama.

  1. Menggunakan Material Berkualitas

 

 

Seorang kontraktor mengetahui dan sudah paham mengetahui jenis material yang paling sesuai untuk proyek Anda. Mereka memiliki akses ke supplier terpercaya yang menyediakan bahan berkualitas dengan harga yang kompetitif dibandingkan jika Anda membeli material sendiri. Pemilihan material yang tepat sangat berpengaruh pada daya tahan beton menghadapi beban berat dan kondisi cuaca yang ekstrem.

  1. Peralatan yang Lengkap dan Teknologi yang Canggih

Tanpa peralatan yang memadai, proyek Anda akan memakan waktu yang lama dan hasilnya akan kurang maksimal. Kontraktor beton biasanya menggunakan alat dan teknologi yang canggih seperti mixer beton, vibrator, pemadat, dan peralatan pemotongan otomatis. Teknologi yang canggih ini akan memberikan hasil akhir lebih rapi, kuat, dan tahan lama.

 

  1. Desain yang Sesuai dengan Estetika dan Fungsi

 

cara sewa Kontraktor Beton Profesional

 

Selain memastikan kekuatan struktur, kontraktor beton profesional juga bisa berperan sebagai konsultan. Mereka dapat membantu Anda memilih desain yang sesuai dengan kebutuhan proyek, seperti memilih warna, pola, dan tekstur beton. Anda tidak hanya mendapatkan hasil yang fungsional, tetapi juga meningkatkan nilai estetika properti.

 

  1. Jaminan Garansi

 

Salah satu keuntungan menyewa kontraktor profesional adalah adanya jaminan garansi atas apa yang mereka sudah kerjakan. Jika terjadi masalah pada periode tertentu, mereka biasanya akan memberikan saran tentang perawatan dan memberikan layanan perbaikan tanpa dikenakan biaya tambahan.

 

Kesimpulan 

Menyewa seorang kontraktor tidak hanya sekedar kenyamanan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang. Dengan pengalaman yang mumpuni dan dibantu dengan teknologi yang canggih, mereka dapat memberikan hasil yang terbaik.

 

Jika Anda sedang merencanakan proyek beton atau konstruksi lainnya, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan kontraktor terpercaya dan memilih bahan pengeras beton yang berkualitas.

 

***

 

Butuh pengeras beton berkualitas tinggi? Sobute Global Indonesia jawabannya.

 

Mau tahu info lebih lanjut? Hubungi kami segera.

Baca selengkapnya...
260204hi9gGtJAL7xBPr14V8Cw3ZOFNfdvsTWHUYk0eIqzp2oDynlR6aXuSjKmbE5M.jpg

Kelebihan Lantai Beton Expose Dan Cara Merawat Dengan Mudah

4 February 2026

Lantai tidak hanya berfungsi sebagai tempat kita berpijak, tetapi juga berpengaruh pada keindahan dan kenyamanan ruangan. Salah satu jenis lantai yang saat ini diminati adalah penggunaan lantai beton expose.

 

Kelebihan dari lantai beton expose ini adalah memiliki daya tahan yang kuat dan tidak membutuhkan perawatan yang sulit. Namun, sebelum Anda memilih jenis lantai ini, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu mengenai cara pembuatannya, kelebihannya dibandingkan jenis lantai lain, serta bagaimana cara merawatnya.

 

Yuk, simak artikel di bawah ini.

 

Baca Juga : Mengenal sejarah beton dan inovasi beton modern saat ini 

 

Mengenal Lantai Beton Expose

 

 

tips merawat jenis Lantai Beton Expose

 

Apabila Anda menginginkan tampilan rumah yang modern dan elegan, penggunaan lantai beton expose bisa menjadi pilihan yang tepat. Lantai ini memiliki karakteristik unik dengan permukaan yang khas dan memberikan kesan alami.

 

Secara visualnya, lantai beton expose menampilkan warna abu-abu alami, berbeda dengan lantai keramik atau vinyl. Permukaan lantai ini dapat dibiarkan kasar maupun dapat dipoles agar terlihat lebih halus.

 

Jenis lantai ini banyak digunakan pada rumah, kafe, kantor, hingga area komersial. Selain tampilannya menarik, lantai beton expose terkenal dengan daya tahannya yang tinggi.


 

Kelebihan Lantai Beton Expose

 

  1. Memiliki Daya Tahan yang Tinggi

Jenis lantai beton ini memiliki tingkat ketahanan yang tinggi dan mampu menopang beban dengan kuat. Teksturnya yang keras dapat menahan gesekan ataupun pergeseran barang.

 

  1. Memberikan Kesan Estetika

Lantai beton expose memberikan kesan estetika yang unik dan modern pada bangunan. Jika menginginkan tampilan yang lebih alami, lantai dapat dibiarkan dengan tekstur aslinya. Sementara itu, jika ingin kesan yang lebih mewah dan elegan, lantai beton expose dapat dipoles agar permukaannya lebih halus dan mengkilap.

 

  1. Perawatan yang Mudah

Lantai beton expose tidak memerlukan perawatan yang khusus seperti pemolesan. Cukup dengan pembersihan rutin seperti menyapu dan mengepel agar tetap terlihat bersih dan awet.

 

  1. Dapat Mengatur Suhu dalam Ruangan

Jenis lantai ini dapat mengatur suhu dalam ruangan. Penggunaan lantai beton expose dapat membuat rumah atau ruangan menjadi lebih sejuk dan cocok digunakan pada pusat perkotaan yang panas.

 

Cara Membuat Lantai Beton Expose

 

Agar menghasilkan lantai yang kuat, dibutuhkanlah proses yang tepat dalam pembuatannya. Berikut langkah-langkah untuk membuat lantai beton expose:

  1. Pastikan permukaan lantai rata dan bersih dari debu maupun kotoran sebelum menuangkan campuran beton.

  2. Apabila dirasa sudah bersih, campuran beton dituangkan ke area yang telah ditentukan dan diratakan menggunakan alat khusus.

  3. Setelah beton mulai mengeras, lakukan pemolesan untuk mendapatkan tekstur yang kasar atau mengkilap.

  4. Biarkan lantai mengering selama beberapa hari agar struktur beton kuat.

  5. Setelah mengering, Anda dapat menggunakan lapisan lantai untuk melindungi dari noda, kelembaban, dan goresan.

 

Tips Merawat Lantai Beton Expose agar Tahan Lama

 

merawat jenis Lantai Beton Expose

 

Agar lantai beton expose tetap dalam kondisi baik, ada beberapa cara perawatan yang bisa Anda lakukan:

  1. Membersihkan Lantai secara Rutin

Debu dan kotoran yang menumpuk dapat membuat permukaan lantai terlihat kusam dan kotor. Anda dapat menggunakan sapu atau vacuum cleaner untuk membersihkan debu dan kotoran. Kemudian, pel menggunakan air hangat dan hindari bahan kimia berbahaya.

 

  1. Menggunakan Lapisan Pelindung

Sealant berfungsi untuk melindungi lantai dari kelembaban, noda, dan goresan. Anda dapat menggunakan setiap 1-2 tahun agar perlindungan tetap terjaga.

 

  1. Menghindari Cairan atau Bahan yang Bersifat Korosif

Cairan seperti cuka, pemutih, atau pembersih yang asam dapat merusak permukaan lantai. Segera bersihkan apabila tumpah untuk menghindari kerusakan.

 

  1. Menggunakan Alas atau Karpet

Jika lantai beton expose digunakan pada jalur yang sering menjadi pijakan, Anda dapat menggunakan alas atau karpet untuk mengurangi gesekan dan goresan.

 

  1. Deteksi Keretakan Sejak Dini

Jika muncul retakan kecil, segera lakukan perbaikan agar retakan tidak semakin besar dan merusak estetika lantai.

 

Kesimpulan

Lantai beton expose adalah pilihan yang ideal bagi Anda yang menginginkan lantai berdaya tahan tinggi, memberikan tampilan estetika modern, dan perawatan yang mudah.

 

Namun, perlu diperhatikan proses pemasangan yang tepat dan perawatan yang tepat untuk menjaga ketahanan lantai dalam kondisi waktu yang lama.


 

***

 

Butuh pengeras beton instan dengan kualitas terbaik? Sobute Global Indonesia jawabannya!

 

Kami siap membantu memenuhi kebutuhan Anda dalam menghasilkan suatu bangunan yang kuat dan kokoh.

 

Info selengkapnya? Hubungi kami segera.

 

Baca selengkapnya...
260204vcAgeitfO0SbjYr5BV3PEoqDZxndk61QpWFRzmlI7NJa8yX9KUGhLsuTMHC4.jpg

Penerapan Cetakan Buis Beton: Solusi Konstruksi Kokoh

31 January 2026

Dalam dunia konstruksi, buis beton sering digunakan untuk membuat berbagai macam proyek, seperti saluran air, sumur resapan, dan gorong-gorong. Salah satu faktor utama dalam menghasilkan buis beton yang berkualitas adalah penggunaan cetakan yang tepat.

 

Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui jenis-jenis cetakan buis beton, proses pembuatannya, serta keunggulan maupun tantangan dalam penerapannya.

 

Pengertian Cetakan Buis Beton

 

Mengenal Cetakan Buis pada Beton

 

 

Cetakan buis beton adalah alat yang digunakan untuk membentuk beton menjadi buis (pipa beton) yang nantinya akan digunakan dalam berbagai proyek konstruksi. Cetakan ini memiliki fungsi untuk membentuk beton awal agar dapat mengeras dengan sempurna. Cetakan ini membantu hasil buis beton menjadi rata, tidak mudah retak, dan tahan lama. 

 

Jenis Cetakan Buis Beton

 

Beberapa jenis cetakan buis beton yang umum digunakan:

  1. Cetakan Manual

Cetakan ini masih dikerjakan dengan cara konvensional, yaitu menggunakan plat besi yang dirakit secara manual. Proses dengan menggunakan cetakan ini lebih murah. Akan tetapi, membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga kerja yang lebih banyak.

 

  1. Cetakan Vibrasi

Jenis cetakan ini telah menggunakan getaran (vibrasi) untuk memastikan beton lebih padat dan minim gelembung udara. Kelebihannya adalah menghasilkan beton yang lebih presisi dibandingkan cetakan manual.

 

  1. Cetakan Hidrolik

Cetakan ini memanfaatkan sistem hidrolik untuk memberikan tekanan lebih merata pada beton, sehingga menghasilkan buis yang presisi dan memiliki daya tahan yang lebih tinggi.

 

  1. Cetakan Putar

Proses pencetakannya menggunakan teknik pemutaran yang cepat agar beton lebih padat dan tahan lama. Biasanya jenis cetakan ini digunakan untuk memproduksi beton dalam jumlah yang besar.


 

Proses pembuatan buis beton dengan cetakan

 

Tahapan dalam pembuatan buis beton meliputi:

 

  1. Persiapan Bahan-Bahan yang Dibutuhkan

 

Mengenal Cetakan Buis pada Beton

 

Mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat campuran beton, seperti semen, pasir, agregat, admixtures, air, dan sebagainya untuk menghasilkan beton yang kuat.

 

  1. Pemasangan Cetakan Buis Beton

Setelah cetakan dipasang, pastikan juga terkunci agar tidak bergeser selama proses pengecoran. Jika menggunakan cetakan hidrolik atau vibrasi, maka persiapkan mesin untuk digunakan.

 

  1. Penuangan Beton ke Dalam Cetakan

 

Mengenal Cetakan Buis pada Beton

 

 

Campuran beton yang sudah dibuat dapat dituangkan ke dalam cetakkan dengan hati-hati.

 

  1. Pengeringan

Proses pengeringan biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga beton benar-benar mengeras. Pada tahap ini juga sering kali dilakukan teknik curing, yaitu menyiram air agar beton tidak terlalu cepat mengering dan beresiko retak.

 

  1. Pelepasan Cetakan

Setelah beton mengeras dengan sempurna, cetakan dapat dilepas dan diperiksa kualitasnya. Jika terdapat bagian yang kurang sempurna, maka dilakukan proses finishing sebelum buis beton benar-benar siap digunakan.

 

Keunggulan menggunakan cetakan buis beton

 

Menggunakan cetakan buis beton memberikan berbagai keuntungan, antara lain:

  1. Cetakan buis beton membantu menghasilkan bentuk buis yang seragam dan sesuai standar.

  2. Adanya teknologi, seperti vibrasi dan sistem hidrolik membantu proses pencetakan lebih mudah dan hemat waktu.

  3. Beton yang dicetak dengan baik akan menghasilkan daya tahan yang lebih tinggi dan tidak mudah retak.

  4. Penggunaan cetakan buis beton dapat mengurangi sisa material yang terbuang dan lebih ramah lingkungan.

 

Penerapan cetakan buis beton

 

Buis beton yang dicetak dengan benar dan tepat banyak digunakan dalam berbagai proyek konstruksi, seperti:

  1. Saluran Air dan Drainase

Alasan penggunaan cetakan buis beton dalam pembuatan saluran air dan drainase dikarenakan memiliki kekuatan struktural yang baik, tidak mudah terjadinya korosi, dan memiliki umur pemakaian yang panjang.

 

  1. Jaringan Pipa Air Bersih

Cetakan buis beton digunakan pada pembangunan jaringan pipa air bersih dengan tujuan agar beton tidak melepaskan bahan kimia ke dalam air bersih dan memiliki biaya perawatan yang rendah.

 

  1. Proyek-Proyek Infrastruktur Besar

Beberapa proyek-proyek infrastruktur besar, seperti pembangunan jembatan dan bendungan sebagai bagian dari pondasi atau dinding penahan.

 

Tantangan penerapan cetakan buis beton

 

Meskipun memiliki banyak keunggulan, ada beberapa tantangan dalam penggunaan cetakan buis beton, seperti:

  1. Membutuhkan biaya yang cukup mahal, terutama menggunakan cetakan dengan teknologi berkualitas tinggi.

  2. Cetakan harus dilakukan perawatan secara rutin agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

  3. Tidak semua pekerja memiliki keahlian dalam menggunakan cetakan modern, sehingga dibutuhkan pelatihan khusus dan biaya tambahan.

 

Kesimpulan

 

Menggunakan cetakan buis beton memberikan banyak manfaat, terutama dalam hal efisiensi, ketahanan, dan hasil yang presisi. Meskipun ada beberapa tantangan dalam menggunakan cetakan ini, solusi seperti perawatan yang baik dapat mengatasi tantangan tersebut.

 

Oleh karena itu, penggunaan cetakan buis beton yang tepat dapat menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan.

 

***

 

Temukan produk pengeras beton berkualitas dari PT Sobute Global Indonesia!

 

Anak perusahaan TB Global Group ini siap membantu memenuhi kebutuhan Anda dalam menghasilkan suatu bangunan yang kuat dan kokoh.

 

Info selengkapnya? Hubungi kami.

Baca selengkapnya...
260130fHYtncCVr5J7NFP0ZqSGeW6aQ4Evgs3IxpoyMzDOjRmuiThBkw2AU1KL8b9l.jpg

Penggunaan Faba Pada Beton: Jenis, Fungsi, Dan Manfaatnya

28 January 2026

Untuk memaksimalkan penggunaan beton tanpa merusak lingkungan, banyak inovasi diciptakan. Hal ini juga dilakukan dengan tidak merusak kualitas bahan bangunan tersebut. 

Penggunaan FABA atau Fly Ash dan Bottom Ash menjadi salah satu cara yang dilakukan. Seperti apa sebenarnya penggunaan FABA pada beton? Ini penjelasan selengkapnya! 

 

Memahami FABA 

Kegunaan Fly Ash dan Bottom Ash

 

Fly Ash dan Bottom Ash atau FABA adalah limbah padat hasil pembakaran batu bara yang sering dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). 

Dalam beberapa tahun belakangan ini, pemanfaatan FABA memang kian besar, apalagi dalam konstruksi, jembatan tol dan jenis bangunan lainnya yang digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan beton. 

Penggunaan FABA pada bahan bangunan ini tak hanya mampu mengurangi limbah industri, naun meningkatkan kualitas dan kinerja beton. 

 

Baca Juga : Mengenal Uji Kelly Ball Demi Beton Lebih Berkualitas 

 

FABA terdiri dari dua jenis utama, yaitu:

 

- Fly Ash merupakan jenis abu terbang dari hasil pembakaran batu bara dalam boiler. Partikel tersebut bentuknya halus dan mengandung silika yang tinggi, dengan kandungan fly ash sebagian besar terdiri dari oksida-oksida silika (SiO2), aluminium (Al2O3), besi (Fe2O3), dan kalsium (CaO), serta potasium, sodium, titanium, dan sulfur dalam jumlah sedikit, yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam campuran beton untuk meningkatkan daya tahan dan kekuatan.

 

- Bottom Ash bisa dikatakan sebagai residu kasar dan berat daripada fly ash. Material ini mengendap di sisi bawah boiler setelah pembakaran batu bara. Bahan ini menjadi agregat pada adukan beton atau bahan material lainnya. 

 

Fungsi FABA dalam Beton

 

Kegunaan Fly Ash dan Bottom Ash

 

Penggunaan FABA dalam beton memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya:

- Menjadi pengganti semen, karena kandungan fly ash dapat digunakan sebagai substitusi sebagian semen pada campuran beton. Dengan begitu, penggunaan semen akan lebih berkurang. 

- Tingkatkan kinerja beton dan durabilitas beton terhadap sulfat dan reaksi alkali-silika. Hal ini membuat beton lebih tahan penetrasi air. 

- FABA juga menjadi agregat tambahan baik halus dan kasar dalam campuran beton, sehingga dapat menggantikan pasir dan bebatuan. 

- Mampu mengurangi panas dan permeabilitas beton. Partikel halus pada limbah jenis ini dapat mengisi rongga dalam beton, sehingga mengurangi tingkat porositas dan meningkatkan kepadatan beton.

 

Manfaat Penggunaan FABA dalam Beton

 

- Pemakaian FABA mampu menggantikan beberapa bahan campuran, seperti semen, kerikil dan pasir, sehingga mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi. 

- Campuran dengan bahan ini mampu membuat beton memiliki kekuatan tinggi dalam jangka panjang. 

- Mengurangi emisi karbon dari produksi semen, sehingga dapat mengurangi limbah industri yang berpotensi mencemari lingkungan.

- Beton dengan campuran fly ash dan bottom ash lebih tahan pembekuan dan pencairan, sehingga cocok untuk konstruksi di kawasan dengan cuaca ekstrim.

 

Kegunaan Fly Ash dan Bottom Ash

 

Tantangan Penggunaan FABA 

 

- Walau penggunaanya punya banyak kelebihan, namun terdapat variabilitas kualitas pada komposisi kimia dan fisik limbah padat ini, tergantung hasil pembakaran batu bara yang digunakan. 

- Adanya kesulitan mendapatkan akses sumber PLTU untuk mendapatkan pasokan FABA. 

- Perlu dilakukan uji tambahan untuk mengetahui kualitas yang digunakan sebagai bahan campuran beton dan standar konstruksi yang dibutuhkan.

 

Kesimpulan

 

Penggunaan FABA dalam beton menjadi langkah inovatif yang menawarkan berbagai kelebihan, dari sisi ekonomi, lingkungan hingga aspek sosial. Dengan pemanfaatan yang tepat, Fly Ash dan Bottom Ash dapat meningkatkan kualitas beton, mengurangi biaya produksi, serta mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi limbah industri.

Butuh beton berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, lini bisnis TB Global Group ini siap melayani kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya...
260127uwepBUhKFPCAX5OMkjcyqY12S8TaZDV4tG9lRzImENQrHdo7Jfx0niL3vbsg.jpg

Hammer Test: Mengenal Fungsi & Cara Kerjanya

24 January 2026

Ada banyak cara dilakukan untuk menilai dan menguji mutu pada beton.  Pengujian dilakukan untuk melihat kelayakan penggunaan material yang satu ini. 

Salah satu cara yang bisa digunakan hammer test atau tes palu untuk beton, yang memberikan wawasan tentang daya tahan material dan integritas struktural bahan bangunan ini. 

Berikut detail penggunaan hammer test yang bisa Anda pahami. 

 

Pengertian Hammer Test

 

 

cara penggunaan Hammer Test

 

 

Hammer Test memiliki pengertian sebagai salah satu metode pengujian non-destruktif yang digunakan untuk mengukur kekuatan tekan beton. Pengujian ini dengan alat ini dilakukan untuk mendeteksi kualitas tanpa merusak material atau mengubah sifat sebenarnya. 

Pengujian ini dilakukan dengan memakai alat yang disebut Schmidt Hammer atau Rebound Hammer. Hammer Test digunakan secara luas dalam industri konstruksi untuk memastikan kualitas beton yang digunakan dalam berbagai struktur seperti perumahan, gedung, jembatan, dan jalan raya.

Pengujian Hammer Test bekerja dengan prinsip rebound dari suatu palu pegas ketika diaplikasikan pada permukaan beton. Nilai yang diberikan akan mengindikasikan kekuatan tekan, kekerasan atau sifat elastis beton. 

 

Baca Juga : Uji Aliran Beton: Metode, Tujuan dan Standar Pengujian

 

 

Pemakaian Hammer Test pada beton

 

Fungsi Hammer Test

 

Menilai Kekuatan Beton

Hammer test digunakan untuk membantu melihat kondisi beton yang telah dicor memiliki kekuatan tekan yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. 

 

Melihat Homogenitas Beton

Pengujian dengan palu ini juga dilakukan untuk membantu mengetahui apakah beton memiliki kualitas yang seragam di seluruh area yang diuji.

 

Deteksi Kerusakan 

Pengujian ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi adanya kerusakan pada area beton dan pelat beton yang lemah, seperti keretakan, degradasi dan lainnya untuk kemudian diperbaiki dengan cepat. 

 

Evaluasi Struktur

Fungsi lainnya juga digunakan sebagai metode pengujian untuk menentukan kondisi struktur bangunan.

 

Pembanding Kualitas Beton 

Uji ini juga menjadi pembanding kualitas dan keseragaman dalam dua tuangan beton yang berbeda.  

 

Memantau Perawatan Beton

Hammer Test dapat digunakan untuk mengontrol kualitas beton setelah dilakukan perawatan tertentu, seperti perbaikan atau pemeliharaan struktur beton.

 

Cara Kerja Hammer Test

 

- Pastikan mempersiapkan peralatan yang diperlukan dan bersihkan area permukaan beton yang akan diuji. Pastikan Schmidt Hammer dalam kondisi baik dan telah dikalibrasi.

- Pelaksanaan dilakukan pada landasan yang sudah dikalibrasi. Landasan tersebut berbahan baja dengan nilai kekerasan sekitar 5000 N/mm2 agar mendukung memberikan hasil yang maksimal. 

- Mempersiapkan permukaan untuk melakukan pengujian dengan kondisi halus, bersih, dan kering. Permukaan yang kasar terjadi karena pemadatan yang tidak sempurna dan hilangnya nat. Permukaan yang terkelupas juga tidak akan memberikan hasil yang dapat diandalkan. Letakkan palu setidaknya berjarak 20 mm dari tepi atau sudut beton.

- Tekan alat hingga palu pegas tegak lurus di permukaan beton dengan pin pendorong mengarah ke lokasi pengujian. Lakukan dengan posisi yang tepat untuk melepaskan energi ke permukaan beton. Dorong pendorong ke beton, dan badan silinder ke arah beton. Gaya tersebut menyebabkan kait terlepas dan menghantam beton.

- Selanjutnya, hasil pengujian memberi tahu kita kualitas Beton atau batu.

 

Pemakaian Hammer Test pada beton

 

Jenis-Jenis Hammer Test

 

Berikut adalah beberapa jenis Hammer Test:

 

Schmidt Hammer 

Jenis yang akurat digunakan dalam pengujian kekuatan beton. Beroperasi dengan mengukur gaya dalam memecahkan beton.  Cocok untuk pengujian struktur beton umum seperti kolom, balok, dan dinding.

Rebound Hammer Test 

Merupakan alat uji yang digunakan untuk beton yang keras dan mengukur ketebalan beton. Jenis ini menjadi alat yang paling banyak digunakan. 

Digital Hammer Test

Menggunakan sensor digital untuk membaca hasil pemantulan dan langsung menampilkan nilai kekuatan beton. Lebih akurat dan dapat menyimpan data untuk analisis lebih lanjut.

 

Kelebihan Hammer Test

 

- Non-destruktif, sehingga tidak merusak beton yang diuji.

- Cepat dan mudah dilakukan, tanpa perlu peralatan khusus yang kompleks. 

- Berbiaya rendah daripada pengujian jenis lainnya. 

- Dapat dilakukan di lokasi proyek. 

 

Kelemahan Hammer Test 

 

- Terbatas pada permukaan beton dan tidak dapat mengukur kekuatan bagian dalam beton. 

- Perlu kalibrasi agar hasilnya lebih akurat. 

 

Kesimpulan

 

Hammer Test menjadi metode yang efektif dan praktis dalam mengevaluasi kekuatan tekan beton tanpa merusaknya. Pengujian ini juga dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. 

Butuh beton berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, anak bisnis TB Global Group ini siap melayani kebutuhan Anda.

.

Baca selengkapnya...
260121qKXS2xmGHWQpdoI719a40CjDfReOhZzkViugtybAcr6sB5NLJTwnYFPU3Mlv.jpg

Perekat Beton: Solusi Esensial Untuk Daya Tahan Bangunan

20 January 2026

Dalam pekerjaan konstruksi modern, beton menjadi salah satu material yang dibutuhkan karena kekuatannya dalam menahan beban tekan. Akan tetapi, material ini punya kelemahan mekanis dalam hal perekatan, khususnya jika digabung dengan beton lama. Jika dibiarkan, hal ini akan membuat terjadinya retakan. Nah, diperlukan perekat beton untuk mengatasinya.

 

Penggunaan perekat beton tentu akan memudahkan tahap renovasi bangunan. Seperti apa penggunaannya? Namun sebelumnya mari pahami pengertian dan fungsinya.

 

Perekat beton merupakan bahan kimia cair yang dirancang dan diformulasikan secara khusus seperti emulsi lateks yang dicampur pada semen untuk menciptakan bahan perekat dan kedap air. Bahan tersebut juga menciptakan ikatan monolitik yang memudahkan merekatkan beton lama dan baru.

 

Baca Juga : Bisnis Distribusi Alat Berat TBG, Ini Prospek dan Tantangannya

 

Cara menggunakan Perekat Beton dengan tepat

 

Fungsi Pemakaian Perekat Beton

 

- Meningkatkan daya rekat menjadi fungsi utama penggunaan bahan ini, apalagi jika ingin melakukan renovasi di mana ada beton lama dan beton baru. Sifat permukaan beton lama yang sudah kaku dengan beton baru yang masih basah dapat merekat dengan bahan ini.

- Cegah terjadinya sambungan dingin. Di mana ketika terjadi pengecoran dilakukan, bahan perekat bisa menyatukan dua lapisan dengan baik.

- Fungsi selanjutnya adalah meningkatkan fleksibilitas dengan sifat elastis beton.

- Sebagai bahan waterproofing dan menutup pori-pori, sehingga mencegah air merembes masuk dalam sambungan dan tulangan baja.

- Mengisi dan memperkuat bagian beton yang retak, sehingga tidak ada celah yang menyebabkan kerusakan berat.

 

Cara menggunakan Perekat Beton dengan tepat

 

Jenis-Jenis Bahan Perekat Beton

 

Untuk memenuhi kebutuhan bangunan sesuai karakteristik beban dan lingkungan yang berbeda. Berikut beberapa jenis bahan perekat yang bisa digunakan :

 

Acrylic Resin

Acrylic jadi jenis paling umum yang hadir dengan bentuk emulsi putih. Keunggulan penggunaannya adalah adanya ketahanan pada sinar UV dan tingkat kelembapan tinggi pada perbaikan dinding luar, plesteran, dan lainnya.

 

Semen polistirena

Bahan perekat ini lebih banyak digunakan untuk bahan pengikat plastik.

 

Epoxy Resin

Jika butuh perekat dengan kekuatan tinggi, bahan ini bisa jadi pilihan karena bahan resin mampu menciptakan ikatan jauh lebih kuat saat diaplikasikan beton tersebut.

Dengan bahan ini, bangunan seperti balok penyangga, jembatan dan bangunan besar bisa memiliki kekuatan tarik, tekan tinggi serta tahan benturan berat.

 

Polivinil Asetat (PVA)

PVA menjadi pilihan ekonomis, dengan bahan bersifat dapat aktif jika terkena air. Walau murah dan mudah digunakan, penggunaannya terbatas hanya di bagian bangunan yang kering dan tidak ada beban struktural.

 

Cara menggunakan Perekat Beton dengan tepat

 

Keuntungan Menggunakan Perekat Beton

 

Tingkatkan Durabilitas Bangunan

Perekat beton tentu digunakan untuk mendukung struktur tangguh. Tanpa adanya pori-pori yang terbuka, risiko oksidasi pada besi tulangan bisa dicegah dan memperpanjang usia pakai bangunan.

 

Daya Rekat yang Tinggi

Perekat khusus ini bisa memberikan hasil yang lebih tahan lama, seperti pada pemasangan ubin, renovasi infrastruktur dan lainnya sebagai pengikat beton dan perekat struktural.

 

Efisiensi Waktu dan Biaya

Tanpa perekat, perbaikan beton tidak bisa bertahan lama. Dengan bahan ini, dapat dilakukan pelapisan ulang tanpa harus melakukan pembongkaran seluruh struktur bangunan lama, namun ini akan lebih menghemat biaya tenaga kerja dan waktu penggunaan.

 

Tahan Air

Perekatan pada bagian bangunan yang basah dapat dilakukan karena perekat ini bersifat kedap air, jadi cocok untuk area kamar mandi, kolam renang atau dapur.

 

Kemudahan Aplikasi

Sebagian besar perekat pada beton dapat diaplikasikan dengan pemakaian alat sederhana seperti alat semprot. Sehingga pengerjaan dilakukan dengan cepat walau di area yang sulit dijangkau.

 

Ketahanan Termal

Jenis perekat juga bisa digunakan di area yang mudah terkena panas atau di area suhu tinggi, sehingga tercipta ketahanan termal.

 

Hasil Akhir Lebih Halus

Dalam pekerjaan plesteran, penggunaan campuran perekat dapat mencegah crazing pada permukaan beton. Sehingga hasil lebih halus dan menarik secara visual.

 

Pengaplikasian Bahan Perekat

 

Untuk memulai perekatan dengan material ini, Anda harus melakukan pembersihan pada bagian yang akan direkatkan. Pastikan beton tidak terkena debu, jamur, titik keretakan dan lainnya.

Setelah persiapan permukaan, sebagian besar perekat perlu permukaan kering, namun dengan tingkat kelembapan beton yang tepat. Anda bisa gunakan air secukupnya dan lakukan pelapisan dengan mengoleskan perekat secara merata.

Berikan 'waktu tunggu' untuk hasil perekat sempurna pada beton, namun tetap sesuaikan dengan jenis perekat yang dibutuhkan. Jadi, baca petunjuk produk sebelum pemakaian.

 

Kesimpulan

 

Perekat beton bukan sekadar pelengkap, melainkan komponen vital dalam memastikan keamanan sebuah konstruksi. Gunakan jenis perekat yang tepat untuk menentukan keberhasilan proyek Anda. 

Ingin memiliki beton berkualitas tinggi kuat dan tahan lama? PT. Sobute Global Indonesia siap mewujudkannya!

Produk dan penyediaan admixture Sobute memiliki kualitas tinggi. Cocok untuk berbagai proyek konstruksi di Indonesia. Inovasi terkininya menciptakan beton yang lebih kuat dan sesuai kebutuhan proyek Anda!

Klik hubungi kami sekarang juga.

Baca selengkapnya...
260119gj1psxZmN8o3TQFYRu5SdCbehnVly6EwBiW2ItPGLvf7r9AXOMUkzaK0q4Jc.jpg

Kenali Uji Faktor Pemadatan Beton Dan Fungsinya

17 January 2026

Uji Faktor Pemadatan Beton menjadi salah satu uji kelayakan pada kualitas beton yang sudah umum dilakukan sebelum beton digunakan. Pengujian ini digunakan untuk beton yang memiliki kemampuan kerja rendah, yang tidak sesuai untuk uji kemerosotan beton.

Seperti apa uji faktor pemadatan pada beton dilakukan? dan apa saja kelebihan dan kelemahannya? Mari kita simak penjelasan berikut ini. 

 

Apa itu Uji Faktor Pemadatan?

 

 

cara melakukan pengujian Faktor Pemadatan Beton

 

 

Uji faktor pemadatan pada beton adalah uji kemampuan kerja beton untuk menilai kemampuan beton yang dipadatkan sudah sesuai standar atau belum.  Proses pengujian ini umumnya dilakukan di laboratorium. 

Faktor pemadatan adalah rasio berat beton yang dipadatkan sebagian dengan beton yang dipadatkan sepenuhnya. Uji ini dilakukan dan dikembangkan oleh Road Research Laboratory di Inggris untuk melihat beton yang memiliki kemampuan kerja rendah dan tidak sesuai dengan uji kemerosotan beton.

Kemampuan kerja mengacu pada kemudahan beton untuk dicampur, ditempatkan, dan dipadatkan tanpa kehilangan sifat-sifat yang diinginkan. Uji ini mengukur perbedaan berat beton sebelum dan sesudah pemadatan. 

Dalam prosesnya, faktor pemadatan dihitung dengan membagi berat beton setelah dipadatkan dengan berat beton yang dipadatkan sebagian. Nilainya menunjukkan seberapa mudah beton dipadatkan. Nilai yang lebih tinggi menunjukkan kemudahan pengerjaan yang lebih baik. 

 

Prosedur Uji Faktor Pemadatan pada Beton

 

 

cara melakukan pengujian Faktor Pemadatan Beton

 

Dalam pengujian dengan pemadatan, diperlukan alat khusus yang terdiri dari upper hopper, trap door, lower hopper, cylinder dan base. 

- Letakkan sampel beton dengan sesksama dalam upper hopper sampai penuh, gunakan dan ratakan dengan sekop tangan, lalu tutup silinder. 

- Buka trapdoor yang berada di bagian bawah upper hopper agar beton dapat mengalir ke lower hopper.

- Kemudian buka trapdoor bagian lower hopper agar beton jatuh ke dalam silinder di bawahnya. Buang kelebihan beton di atas permukaan atas silinder dengan sekop. Lalu bersihkan permukaan luar silinder.

- Timbang silinder dengan beton dan ukur sesuai berat beton yang dipadatkan sebagian. Kemudian, kosongkan silinder dan isi ulang dengan campuran beton yang sama, tambahkan lapisan sekitar 5 cm. Padatkan tiap lapisan. 

- Timbang silinder dengan beton yang dipadatkan sepenuhnya. Berat ini dikenal sebagai berat beton yang dipadatkan sepenuhnya. 

 

Menurut A.M. Neville, deskripsi tingkat kemampuan kerja beton dan faktor pemadatannya sebagai berikut:

 

- Jika faktor pemadatan 0,78 dianggap sebagai daya kerja beton yang sangat rendah.

- Jika faktor pemadatan 0,85  dianggap sebagai rendahnya daya kerja beton.

- Jika faktor pemadatan  0,92  dianggap sebagai kemampuan kerja beton sedang.

- Jika faktor pemadatan 0,95  dianggap sebagai kemampuan kerja beton yang tinggi.

 

Kelebihan Uji Faktor Pemadatan

 

cara melakukan pengujian pada Pemadatan Beton

- Uji ini relatif sederhana dan mudah dilakukan.

- Kemudahan pengukuran pengerjaan pada beton, untuk mencapai konsistensi yang diinginkan.

- Membantu memastikan beton memenuhi standar dan spesifikasi yang diperlukan untuk kekuatan dan daya tahan.

- Memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada pengujian Slump.

 

Kekurangan Uji Faktor Pemadatan

 

- Pengujian ini terbatas pada pengerjaan beton dengan nilai slump rendah hingga sedang, bisa jadi tidak akurat untuk campuran yang sangat cair atau kaku.

- Hasil pengujian tergantung penilaian pekerja dalam menentukan tingkat pemadatan, sehingga hasilnya lebih subjektif. 

- Pengujian ini memerlukan beberapa langkah dan mungkin memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan pengujian kelayakan kerja lainnya. 

 

Kesimpulan

 

Uji faktor pemadatan pada beton ini sangat membantu pekerja konstruksi memastikan bahwa beton yang digunakan dalam proyek konstruksi memiliki konsistensi yang memadai dan akan bekerja dengan baik saat dituang dan dipadatkan.

Untuk kebutuhan beton terbaik, gunakan produk dari Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Baca selengkapnya...
260119rli9jFoLDTw4yYaRxh3PpvsZCgGSBX8c2e0m5E6bVnzqIAuQt1HfOk7WUKNJ.jpg

Rahasia Merawat Concrete Barrier Type A Agar Tetap Awet

13 January 2026

Concrete barrier type A adalah salah satu komponen penting dalam pembangunan jalan yang berfungsi sebagai pembatas lalu lintas. Barrier ini terbuat dari beton berkualitas tinggi yang dapat menahan benturan dan memberikan perlindungan maksimal bagi pengguna jalan.

Namun, tanpa perawatan yang tepat, concrete barrier dapat mengalami kerusakan seperti retakan, korosi, kerusakan struktural, dan sebagainya. Perawatan yang rutin tidak hanya memperpanjang usia pakainya, tetapi juga mengoptimalkan fungsinya dalam menjaga keselamatan pengendara.

Lalu, bagaimana cara merawat concrete barrier type A yang efektif? Simak artikel berikut.

 

Apa itu Concrete Barrier Type A?

 

Concrete barrier type A merupakan salah satu jenis pembatas jalan yang terbuat dari beton dan didesain khusus untuk meningkatkan keselamatan berkendara di jalan raya. Barrier ini biasanya diletakkan di jalan tol, jalan perkotaan, maupun area konstruksi sebagai pemisah jalur. 

Concrete barrier type A memiliki desain berbentuk miring dengan bagian bawah lebih lebar untuk menahan benturan kendaraan dan mencegah kendaraan melewati jalur ataupun terbalik. Barrier ini terbuat dari beton bertulang berkualitas tinggi yang menjadikannya sangat kokoh dan berat. Untuk meningkatkan visibilitasnya, barrier ini akan di cat dengan warna yang kontras dan ditambahkan reflektor agar terlihat jelas di malam hari.

 

Baca juga: Jenis-Jenis Pembatas Jalan Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

 

Fungsi Concrete Barrier Type A

 

  1. Mencegah kendaraan keluar jalur

 

mengenal fungsi dari Concrete Barrier Type A

 

Barrier ini berfungsi sebagai pembatas jalur dan mencegah kendaraan seperti mobil, motor, truk, dan sebagainya menyeberang ke jalur berlawanan. Dengan diberi pembatas, ini dapat mengurangi resiko kecelakaan akibat lewat di jalur yang salah.

 

  1. Meredam dampak tabrakan

Desain barrier ini dirancang khusus, seperti memiliki sisi yang miring, bagian atas lebih kecil, dan terbuat dari beton bertulang untuk meredam benturan yang dialami oleh kendaraan jika terjadi kecelakaan.

 

  1. Sebagai pelindung area konstruksi

Barrier ini banyak digunakan pada area konstruksi untuk melindungi pekerja dan peralatan dari resiko tertabrak kendaraan yang melintas.

 

  1. Menjaga kestabilan arus lalu lintas

 

Kegunaan dari Concrete Barrier Type A

 

Barrier ini dapat mencegah kendaraan yang ingin melawan arus lalu lintas sehingga lalu lintas menjadi lebih teratur dan aman.

 

Tanda-tanda Kerusakan pada Concrete Barrier Type A

 

  1. Retak atau pecah pada permukaan

Retak dapat muncul akibat perubahan suhu dan cuaca. Retakan yang semakin besar menunjukkan bahwa barrier mengalami kerusakan struktural. Apabila dibiarkan, ini dapat mempengaruhi daya tahan barrier.

 

  1. Erosi

Erosi pada beton dapat terjadi akibat paparan air, bahan kimia, atau gesekan secara terus-menerus dengan kendaraan. Ini dapat menyebabkan struktur beton menjadi rapuh.

 

  1. Korosi

Walaupun barrier terbuat dari beton, elemen tambahan seperti bagian tulangan baja yang berkarat dapat melemahkan struktur beton dan mempercepat kerusakan.

 

  1. Barrier bergeser

Ini dapat terjadi ketika barrier mendapatkan benturan dari kendaraan yang melewati jalan. Posisi yang bergeser dapat mengurangi efektivitas fungsinya.

 

  1. Permukaan mengelupas

 

memelihara Barrier Type A

 

Lapisan luar barrier dapat mengalami pengelupasan akibat cuaca. Jika tidak segera ditindaklanjuti, bagian dalam seperti tulangan baja rentan mengalami korosi.

 

  1. Cat memudar

Cat yang memudar dapat mengurangi efektivitasnya ketika bekerja pada malam hari.

 

Cara Merawat Concrete Barrier Type A agar Tetap Awet

 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kekuatan dan ketahanan dari barrier, seperti:

  1. Mencegah dan memperbaiki retak

Lakukan pemeriksaan barrier secara rutin untuk mendeteksi adanya keretakan sejak dini. Jika ditemukan retakan kecil, Anda dapat melakukan  penambalan dengan bahan khusus agar retakan tidak semakin melebar.

 

  1. Mengurangi resiko erosi

Pastikan barrier tidak secara terus-menerus terpapar air atau bahan kimia. Anda bisa mengaplikasikan lapisan pelindung beton untuk mengurangi resiko erosi.

 

  1. Mencegah korosi pada tulangan baja

Jika terjadi korosi, maka Anda harus segera melakukan perbaikan agar tidak menyebar. Penggunaan cat anti karat atau pelindung khusus dapat menjadi solusi yang efektif.

 

  1. Menjaga posisi barrier tetap stabil

Mengecek posisi barrier secara berkala. Apabila posisi barrier bergeser, pastikan segera dikembalikan ke posisi semula. Anda juga dapat menggunakan sistem pengunci barrier untuk mengurangi pergeseran.

 

  1. Mencegah pengelupasan permukaan

Untuk menghindari pengelupasan, lakukan perawatan rutin seperti menghilangkan kotoran, noda, dan debu dengan sikat yang lembut.

 

  1. Memperbaiki cat yang memudar

Lakukan pengecatan secara berkala untuk memastikan barrier tetap terlihat jelas oleh pengendara, terutama di malam hari.

 

Kesimpulan

 

Merawat concrete barrier type A dapat memperpanjang usia pakainya dan menjaga efektivitasnya sebagai pembatas jalan. Anda dapat melakukan pemeriksaan secara berkala dan mencegahnya dari kerusakan.

 

***

 

Butuh bahan beton dalam proyek Anda? PT Sobute Global Indonesia siap membantu!

 

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixtures untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Butuh informasi lebih lanjut? Klik hubungi kami!

Baca selengkapnya...
260107BcFtLoAOmIUdrekNVDT28wlZ67Gn3Kq0SWivhbYay9xf5gJQsCPHzpMX4ujR.jpg

Cold Joint Pada Beton: Penyebab, Dampak, Dan Cara Mengatasinya

6 January 2026

Dalam dunia konstruksi, kualitas pengecoran beton sangat menentukan ketahanan dan kekuatan bangunan. Salah satu masalah yang sering muncul akibat proses pengecoran yang tidak optimal adalah cold joint. Meski terlihat sepele, cold joint bisa menjadi titik lemah yang mengurangi daya tahan beton jika tidak ditangani dengan benar.

 

Agar Anda lebih memahami masalah ini, artikel ini akan membahas apa itu cold joint, penyebabnya, dampaknya terhadap struktur, serta cara mencegah dan memperbaikinya.



 

Apa Itu Cold Joint pada Beton?

 

Cold joint terjadi ketika ada jeda waktu dalam proses pengecoran, sehingga beton yang baru dituang tidak bisa menyatu sempurna dengan beton yang sudah mulai mengeras. Akibatnya, muncul garis pemisah atau celah kecil yang bisa mengurangi kekuatan beton.

 

Cold joint sering terjadi dalam proyek konstruksi skala besar, terutama jika pengecoran dilakukan dalam beberapa tahap tanpa perencanaan yang matang. Jika dibiarkan, area ini bisa menjadi titik rawan retak dan mempercepat kerusakan struktur.

 

Atasi Cold Joint pada Beton

 

Perbedaan Cold Joint dengan Construction Joint

Cold joint dan construction joint sering dianggap sama, tetapi sebenarnya memiliki perbedaan mendasar dalam proses pembentukannya dan dampaknya terhadap struktur beton. Cold joint terjadi secara tidak sengaja akibat jeda yang terlalu lama dalam pengecoran, sehingga beton segar tidak dapat menyatu sempurna dengan beton yang sudah mulai mengeras. 

 

Sebaliknya, construction joint adalah sambungan beton yang direncanakan sejak awal dalam desain konstruksi untuk memungkinkan pengecoran bertahap tanpa mengurangi kekuatan struktur. Construction joint biasanya dibuat dengan permukaan kasar dan ditambahkan bahan pengikat agar beton baru dapat menyatu dengan kuat dengan beton lama. 

 

Atasi Cold Joint pada Beton

 

Penyebab Cold Joint

 

Beberapa faktor utama yang bisa menyebabkan cold joint adalah:

 

-Pengecoran tertunda akibat keterlambatan material atau kurangnya tenaga kerja.

 

-Cuaca panas atau kering yang membuat beton mengeras lebih cepat sebelum lapisan berikutnya dituang.

 

-Kurangnya pemadatan saat pengecoran, sehingga beton tidak menyatu sempurna dengan lapisan sebelumnya.



Baca Juga :
Apa Itu Retak Rambut pada Beton? Kenali Penyebab dan Solusinya

 

Ciri-Ciri Cold Joint pada Beton

 

Cold joint bisa dikenali dengan beberapa tanda berikut:

 

-Adanya garis pemisah atau celah kecil di antara dua lapisan beton.

 

-Perbedaan warna beton di area yang mengalami cold joint.

 

-Daya rekat yang lemah, sehingga lebih mudah retak jika terkena tekanan.


 

Dampak Cold Joint pada Struktur Bangunan

 

Cold joint bukan hanya mengurangi estetika bangunan, tetapi juga bisa berdampak buruk pada kekuatan dan daya tahan beton. Beberapa risiko utama dari cold joint adalah:

 

Mengurangi Kekuatan Struktur

Cold joint menciptakan titik lemah yang membuat beton lebih rentan terhadap retak. Jika berada di area yang menahan beban besar, cold joint bisa menyebabkan kegagalan struktural.

 

Meningkatkan Risiko Masuknya Air

Sambungan beton yang tidak menyatu sempurna bisa menjadi celah bagi air dan zat kimia untuk masuk ke dalam struktur. Hal ini bisa menyebabkan korosi pada tulangan baja, yang lama-kelamaan dapat merusak keseluruhan bangunan.

 

Memperpendek Umur Bangunan

Cold joint yang dibiarkan tanpa perbaikan akan terus melemah seiring waktu, sehingga umur bangunan menjadi lebih pendek dari yang direncanakan.



 

Atasi Cold Joint pada Beton

 

Cara Mencegah Cold Joint pada Beton

 

Untuk menghindari masalah cold joint, Anda bisa menerapkan beberapa langkah pencegahan berikut:

 

Pastikan Pengecoran Berlangsung Tanpa Jeda

Agar beton tetap menyatu dengan sempurna, lakukan pengecoran tanpa jeda waktu yang terlalu lama. Jika pengecoran harus dihentikan sementara, pastikan sambungan konstruksi (construction joint) dibuat dengan benar agar tetap kuat.

 

Gunakan Vibrator untuk Pemadatan Beton

Vibrator mekanis membantu beton segar menempel lebih baik dengan beton lama dan menghilangkan udara yang bisa menyebabkan rongga dalam struktur.

 

Pakai Bahan Tambahan (Admixtures) untuk Memperlambat Pengikatan

Jika pengecoran berlangsung lama, gunakan retarder untuk memperlambat waktu pengikatan beton, sehingga ada cukup waktu untuk menuangkan lapisan berikutnya tanpa resiko cold joint.




 

Bagaimana Jika Cold Joint Sudah Terjadi?

Jika cold joint terlanjur muncul, Anda bisa memperbaikinya dengan beberapa metode berikut:

 

Injeksi Epoxy untuk Mengisi Celah

Epoxy adalah bahan yang digunakan untuk mengisi celah cold joint dan memperkuat ikatan antar lapisan beton. Cara ini paling efektif jika cold joint terjadi pada area yang menahan beban besar.

 

Menggunakan Sealant atau Lapisan Waterproofing

Jika cold joint berada di area yang rentan terhadap kelembaban, gunakan sealant atau pelapis waterproofing untuk mencegah masuknya air yang bisa merusak beton dari dalam.

 

Menambahkan Lapisan Beton Baru

Jika cold joint cukup dalam dan mempengaruhi kekuatan struktur, tambahkan lapisan beton baru yang dicampur dengan bahan perekat khusus agar menyatu dengan lapisan sebelumnya.



 

Kesimpulan

Cold joint pada beton bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan baik. Untuk mencegahnya, pastikan pengecoran dilakukan tanpa jeda, gunakan vibrator beton, serta manfaatkan admixtures untuk memperlambat proses pengikatan. Jika cold joint sudah terjadi, injeksi epoxy, penggunaan sealant, atau menambahkan lapisan beton baru bisa menjadi solusi efektif.

 

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda bisa memastikan struktur beton tetap kuat, tahan lama, dan aman dari risiko kerusakan di masa depan.


 

***

 

Butuh produk pengeras beton berkualitas? Sobute Global Indonesia siap membantu memenuhi kebutuhan Anda dalam menghasilkan suatu bangunan yang kuat dan kokoh.

 

Hubungi kami untuk info lebih lanjut!

 

Baca selengkapnya...
260105xuJlQBnaf0EqMgR9VCbZpiLter4HFw6yYvSdIz51m28PAsNDohTGKOXWkc3U.jpg

Ini Manfaat Dan Penggunaan Silica Fume Dalam Konstruksi

2 January 2026

Dalam industri konstruksi modern, penggunaan bahan tambahan untuk meningkatkan kualitas beton semakin berkembang. Salah satu bahan yang sering digunakan adalah silica fume. 

Perlu Anda ketahui, silica fume cukup terkenal dalam dunia konstruksi karena kemampuannya dalam meningkatkan kekuatan dan daya tahan beton. Oleh karena itu, bahan ini seakan menjadi primadona, khususnya dalam proyek infrastruktur besar. 

Lantas, apa sebenarnya silica fume? Apa saja manfaat dan bagaimana penggunaannya dalam dunia konstruksi? Cek penjelasan di bawah ini!


 

Apa Itu Silica Fume?

 

manfaat dari Silica Fume

 

Silica fume adalah produk sampingan dari proses peleburan silikon metal dan ferrosilicon. Material ini berbentuk serbuk halus dengan kandungan silika lebih dari 85%. Karena ukurannya yang sangat kecil, silica fume mampu meningkatkan berbagai karakteristik beton.

Oleh karena itu, silica fume dalam dunia konstruksi dikategorikan sebagai bahan tambahan pozzolan yang memiliki reaktivitas tinggi. Ketika dicampurkan ke dalam beton, silica fume akan bereaksi dengan kalsium hidroksida yang dihasilkan selama hidrasi semen untuk membentuk kalsium silikat hidrat yang berkontribusi pada peningkatan kekuatan dan ketahanan beton.


 

Manfaat Silica Fume

 

manfaat dari Silica Fume

 

Penggunaan silica fume dalam industri konstruksi memberikan berbagai manfaat signifikan, seperti:

 

Meningkatkan Kekuatan Tekan Beton

Dengan reaksi unik yang dimilikinya, silica fume mampu meningkatkan kepadatan mikrostruktur beton. Hal tersebut menghasilkan beton berkinerja tinggi dengan kekuatan tekan lebih besar.

 

Mengurangi Porositas dan Permeabilitas

Silica fume memiliki ukuran partikel yang sangat kecil sehingga mampu mengisi celah di antara butiran semen. Hal ini dapat mengurangi porositas dan meningkatkan ketahanan beton terhadap serapan air maupun zat kimia berbahaya.

 

Meningkatkan Ketahanan terhadap Serangan Kimia

Beton dengan silica fume lebih tahan terhadap serangan sulfat, klorida, dan karbonasi. Ini sangat berguna untuk konstruksi di lingkungan agresif, seperti tepi laut atau daerah industri.

 

Mengurangi Risiko Alkali-Silica Reaction (ASR)

ASR adalah reaksi antara alkali dalam semen dan agregat silika reaktif yang dapat menyebabkan retak pada beton. Nah, penggunaan silica fume dapat menghambat proses tersebut.


 

 

manfaat dari Silica Fume

 

 

Silica fume umumnya digunakan dalam berbagai aplikasi konstruksi yang membutuhkan kekuatan tinggi dan daya tahan ekstra, seperti:

 

- Bangunan bertingkat tinggi: Untuk meningkatkan kekuatan struktural dan daya tahan terhadap beban berat.

- Jembatan dan infrastruktur maritim: Melindungi dari korosi akibat paparan air laut.

- Terowongan dan jalan tol: Memperkuat daya tahan terhadap tekanan lalu lintas dan cuaca ekstrem.

- Beton pracetak dan prategang: Meningkatkan kualitas dan memperpanjang umur elemen pracetak.


 

Penutup

 

Silica fume adalah bahan tambahan penting dalam industri konstruksi modern yang menawarkan berbagai keunggulan dalam meningkatkan kekuatan, ketahanan, dan durabilitas beton. 

Dengan manfaat yang signifikan, penggunaannya semakin luas dalam proyek-proyek infrastruktur besar dan bangunan yang memerlukan kualitas terbaik. 

 

***

 

Ingin beton yang berkualitas, kokoh, dan memiliki durabilitas tinggi untuk proyek Anda? Gunakan saja admixture dari PT. Sobute Global Indonesia!

Sobute merupakan perusahaan admixture yang telah berpengalaman menyuplai berbagai proyek di seluruh Indonesia untuk mewujudkan beton yang kuat dan tahan lama. 

Dapatkan penawaran terbaik dari Sobute dengan klik hubungi kami!

Baca selengkapnya...
251224uHGX9n8MYTEcr5xBaP0iy3NhFLdWl4bSkAt7Rfm2jOwUo1ZQzK6gVsqIJpDC.jpg

Uji Aliran Beton: Metode, Tujuan, Dan Standar Pengujian

30 December 2025

Pengujian banyak dilakukan untuk mengetes kelayakan beton. Salah satunya uji  aliran beton. 

Uji ini dilakukan untuk mengukur kemampuan kerja dan konsistensi beton segar, sebagai faktor utama dalam memastikan struktur yang stabil dan kuat. 

Mari kita bahas seperti apa uji aliran beton dan bagaimana hasilnya mempengaruhi kualitas dan keselamatan konstruksi. 

 

metode Uji Aliran Beton

 

Pengertian Uji Aliran Beton

 

Uji aliran beton adalah salah satu metode pengujian yang digunakan untuk mengukur kemampuan dan kualitas beton segar dalam mengalir dan menyebar di bawah pengaruh gaya gravitasi. 

Pengujian tersebut kerap digunakan pada beton dengan tingkat workability yang lebih tinggi, seperti beton self-compacting atau beton slump tinggi.

 

Fungsi Uji Aliran Beton

 

- Pengujian dilakukan untuk menentukan tingkat fluiditas dan kualitas beton dalam menyebar tanpa pemadatan mekanis.

- Mengukur kestabilan campuran beton pada segregasi dan bleeding.

- Melihat kesesuaian  beton sebelum digunakan. 

- Memastikan beton memiliki konsistensi sesuai spesifikasi untuk konstruksi.

 

 

metode Uji Aliran Beton

 

 

Beberapa Metode Uji Aliran Beton

 

Flow Table Test (Uji Meja Getar)

 

Metode yang satu ini dilakukan dengan penggunaan meja uji getar untuk menghitung perubahan diameter beton segar setelah dilakukan getaran.

Prosedur pengujiannya dilakukan dengan menggunakan flow table, cetakan berbentuk kerucut terpancung. Beton kemudian dimasukkan dalam cetakan dengan beton dalam dua lapisan, lalu padatkan setiap lapisan. Angkat cetakan secara perlahan sampai beton mengalir. 

Pengujian dilakukan dengan melihat getaran pada meja uji dalam waktu tertntu dan diameter akhir beton diukur setelah penyebaran. 

 

Slump Flow Test

 

Uji ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh beton segar menyebar tanpa tekanan eksternal.

Prosedur dilakukan menggunakan slump cone dengan permukaan datar yang tidak menyerap air. Beton diisi pada slump cone tanpa pemadatan mekanis, kemudian angkat slump cone secara perlahan dan biarkan beton menyebar.

Beton dengan slump flow yang besar akan menunjukkan fluiditas yang baik, sedangkan nilai yang kecil menunjukkan beton kurang mengalir.

 

L-Box Test

 

Metode yang satu ini digunakan untuk melihat kemampuan beton mengalir dari celah sempit, seperti jenis self-compacting.

Beton akan dituang pada alat uji L-Box. Setelah dilepas, beton dibiarkan mengalir ke sisi horizontal. Rasio ketinggian beton di sisi akhir dibandingkan dengan ketinggian awal digunakan sebagai indikator kemampuan aliran.

 

metode Uji Aliran Beton

 

Faktor yang Mempengaruhi Aliran Beton

 

- Komposisi campuran pada beton, misalnya bahan  agregat kasar dan halus, air, dan semen.

- Kadar air yang tinggi namun dapat menyebabkan segregasi.

- Jenis dan ukuran proporsi agregat yang bisa meningkatkan kemampuan aliran.

- Penggunaan aditif yang bisa meningkatkan aliran beton. 

- Perubahan suhu dan waktu setelah pencampuran. 

 

Kesimpulan

 

Uji aliran beton menjadi pengujian penting dalam industri konstruksi untuk menilai workability dan kualitas beton segar. Metode ini diperlukan untuk mengevaluasi kemampuan beton dalam menyebar dan mengalir. 

Dengan standar pengujian yang tepat, kualitas beton dapat dikontrol dengan lebih baik, sehingga menghasilkan struktur bangunan kuat dan kokoh. 

Sobute Global Indonesia menghadirkan beton terbaik. 

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di Indonesia, kami siap melayani kebutuhan Anda.

Hubungi disini!

Baca selengkapnya...
251223Sle7mAT2aiN5FwE86YpqfUXrzc1bRBt3HLnWVM4gOhkyxvD9IGCoZJjQsudK.jpg

Penutup Beton: Fungsi Dan Cara Penggunaannya

26 December 2025

Penutup beton menjadi aspek penting dari desain struktur yang terkadang tidak diperhatikan, padahal memiliki peranan penting dalam memastikan ketahanan dan keamanan struktur. 

Tanpa adanya penutup beton yang tepat, akan menyebabkan masalah serius, misalnya korosi tulangan, minimnya integritas struktur, dan bahkan kegagalan pembangunan. 

Mari kita bahas seperti apa pentingnya penutup beton untuk berbagai struktur. 

 

Apa itu Penutup Beton?


pemakaian penutup beton

Penutup Beton merupakan istilah dalam desain struktur Reinforced Cement Concrete (RCC) atau beton semen bertulang. Semua elemen RCC harus dilengkapi dengan penutup untuk tulangan. 

Penutup beton adalah elemen struktural atau pelindung yang digunakan untuk menutupi permukaan tertentu demi memberikan perlindungan, kekuatan, serta daya tahan terhadap pengaruh lingkungan. 

Di sisi lain, berdasarkan American Concrete Institute (ACI) mendefinisikan penutup beton sebagai ketebalan minimum beton yang dibutuhkan untuk melindungi tulangan yang tertanam dari korosi dan faktor lingkungan lainnya. 

Penutup beton dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti panel beton pracetak, tutup saluran drainase, penutup trotoar, dan berbagai aplikasi lainnya. 

Penutup beton disesuaikan dengan jarak antara permukaan beton dan baja tulangan terdekat. Hal ini dengan memperhitungkan penutup minimum serta rentang kalkulatif untuk toleransi pelaksanaan.

 

Alasan Penggunaan Penutup Beton 

 

pemakaian penutup beton

 

- Aspek pada struktur ini disebutkan untuk memberi perlindungan pada tulangan dari korosi, jika tulangan dibiarkan terbuka di udara terbuka, akan mengakibatkan korosi karena proses yang disebut oksidasi. Karat menyebabkan baja mengembang dan mengakibatkan retakan pada bagian struktur.

 

- Fungsi lainnya adalah melindungi tulangan dari api jika terjadi kebakaran. Itu sebabnya, penutup sangat penting untuk menjaga tulangan pada suhu yang relatif lebih dingin dibandingkan dengan suhu permukaan luar.

 

- Penutup Beton memastikan ketahanan yang baik dari elemen RCC karena melindungi baja tulangan dari berbagai agen eksternal seperti hujan, salju, angin, garam, bahan kimia, dll.

 

- Penutup beton juga sangat penting untuk memastikan ikatan yang baik antara tulangan dan beton, peningkatan kedalaman penutup meningkatkan kekuatan ikatan, dan ketahanan selip antara kedua material.

 

- Meningkatkan daya tahan dan keamanan penggunaan beton, sehingga mampu menahan tekanan besar. 

 

- Selain sebagai elemen struktural, penutup beton juga dapat dirancang untuk memberikan nilai estetika pada area tertentu. 


 

Cara Penggunaan Penutup Beton

 

pemakaian penutup beton

 

Berikut adalah beberapa langkah umum dalam penggunaan penutup beton:

 

- Lakukan perencanaan dan pengukuran sebelum pemasangan. Ukuran yang tepat akan memastikan penggunaan penutup beton yang sesuai.

 

- Pastikan permukaan yang akan dipasangi penutup dalam kondisi stabil dan rata agar pemasangan berjalan dengan baik.

 

- Penutup beton harus ditempatkan dengan hati-hati dengan alat bantu, misalnya crane atau alat angkat lainnya, terutama untuk penutup yang berukuran besar dan berat.

 

- Setelah melakukan pemasangan, lakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa penutup terpasang dengan baik dan tidak ada celah yang bisa menyebabkan kebocoran atau gangguan lainnya.

 

- Tentunya selalu lakukan perawatan, misalnya pembersihan berkala dan pemeriksaan kondisi struktural guna mencegah kerusakan lebih lanjut.


 

Kesimpulan

 

Penutup beton memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai sektor konstruksi dan infrastruktur. Dengan fungsi utama sebagai pelindung, penutup memberikan keamanan, daya tahan, serta meningkatkan efisiensi dalam penggunaan berbagai fasilitas publik dan komersial. Walau begitu, penggunaannya perlu perencanaan matang dan pemasangan yang tepat.

***

Memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, PT Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan Anda.

 

Baca selengkapnya...
Your Message Has Been Sent..