Artikel

240716brhNqI4GeYdgSfUnW8sKRp3jPQm759iA0JtyFVOkaMvEo2LCZHuBclDwXTz6.jpg

Menilik Desain & Karakteristik Khas Rumah Stil Bali

4 April 2024

Bali merupakan pulau sejuta keindahan alam dan budaya. Tak hanya alamnya yang unik, namun juga ciri khas dalam arsitektur tradisionalnya. 

Rumah Bali sering disebut sebagai Rumah Stil Bali, yakni hunian yang mencerminkan kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakatnya. Tak mengherankan, desainnya sudah banyak diaplikasikan untuk hunian modern saat ini. 

 

Baca Juga: Cek Referensi Desain Relief Tiang Rumah Mewah di sini!

 

Seperti apa karakteristik dan elemen utama dari Rumah Stil Bali? Yuk simak artikel ini sampai selesai ya!

 

 

Karakteristik Rumah Stil Bali

 

Rumah Stil Bali

 

a. Bentuk dan Tata Letak

Rumah ala Bali ini umumnya memiliki bentuk persegi atau persegi panjang, dengan atap menjulang tinggi dan melengkung ke bagian atas. Tata letaknya berdasarkan konsep tri mandala, yakni utara (nista mandala), tengah (madya mandala), dan selatan (uttama mandala).

 

b. Bahan Bangunan

Bahan bangunan utama yang digunakan pada bangunan, adalah jenis alami seperti kayu dan batu alam. Kayu diperuntukkan pada struktur dan ornamen, sementara batu alam sebagai dasar bangunan dan tembok. 

 

c. Atap Alang-Alang

Yang paling ikonik dari rumah ini adalah bagian atap alang-alang atau sirap. Atap tersebut dari anyaman daun alang-alang yang mampu menjaga bangunan dari perlindungan sinar matahari dan hujan. Selain itu, atap ini memungkinkan melancarkan sirkulasi udara yang baik dalam rumah.

 

d. Taman dan Halaman Luas:

Rumah Bali selalu hadir dengan tanaman hijau yang indah di halaman luas. Konsep ini menampilkan suasana tropis yang membuat suasana dalam dan luar rumah lebih harmonis dan menyatu dengan alam.

 

e. Ukiran 

Ukiran dan patung menjadi unsur seni yang wajib dimasukkan dalam hunian desain rumah Bali. Namun, jangan ragu memasukkan sentuhan modern di dalamnya, seperti pada perabotan hingga dekorasi interior. 

 

 

Elemen Rumah Stil Bali

 

Rumah Stil Bali

 

a. Bale Bengong

Bale bengong bisa disebut sebagai area terbuka yang digunakan untuk tempat bersantai bersama keluarga. Bangunan ini terletak di tengah taman yang dekat dengan taman. 

 

b. Candi Bentar

Candi bentar merupakan gerbang tradisional Bali dengan dua tiang untuk menopang balok horizontal pada sisi gerbang. Gerbang ini ada di bagian pintu masuk yang menjadi simbol spiritual. 

 

c. Meru

Meru adalah bangunan bertingkat yang melambangkan gunung suci dalam kepercayaan Hindu. Meru dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang yang dianggap suci atau ruang tempat ibadah.

 

d. Kolam dan Pura

Sudah bukan rahasia lagi, jika rumah khas Bali akan selalu disertai dengan kolam atau tirta, sebagai lambang sumber air suci yang menyejukkan rumah secara menyeluruh. 

Tak hanya air mancur dan kolam, Pura yang menjadi tempat suci ibadah Hindu, juga kerap didirikan di halaman rumah sebagai penyertaan dan simbol hubungan spiritual.

 

 

Desain untuk Interior Rumah Bali

 

Rumah Stil Bali

 

a. Furnitur Kayu

Furnitur dalam rumah Bali umumnya berbahan kayu yang dipahat dengan indah. Kayu berkualitas tinggi dan desain yang rumit akan menampilkan interior yang mewah. 

 

b. Batik dan Tenun

Anda bisa menempatkan kain tradisional Bali, seperti batik dan tenun, untuk dekorasi atau furnitur, seperti gorden, taplak meja dan lainnya. 

 

c. Patung dan Ukiran

Selain kain batik Bali, penempatan patung-patung Hindu dan ukiran kayu akan menambah keindahan desain interior hunian Anda. 

 

e. Sentuhan Tanaman dan Pencahayaan

 

Rumah Stil Bali

 

Tanaman hias dan bunga segar ditambah dengan pencahayaan yang menarik menjadi elemen penting dalam desain interior Bali. Tak hanya untuk menambahkan keindahan visual, namun juga menciptakan suasana yang segar dan alami.

 

 

Penutup

 

Rumah Stil Bali merupakan karya seni yang memadukan kekayaan budaya dan nilai spiritual dengan estetika yang elegan, baik dari bentuk fisik hingga desain interiornya. 

Jadi, apakah Anda tertarik mengadopsi desain rumah Bali untuk hunian Anda? Semoga tips-tips di atas bermanfaat ya! 

***

Butuh beton berkualitas tinggi? PT. Sobute Global Indonesia jawabannya. Menyediakan produk pengeras beton berkualitas, untuk kebutuhan pondasi dan bangunan Anda. 

Butuh info lengkap? Hubungi kami.

 

Baca selengkapnya...
240716RXc6QCbZ2dpqNDLBJagF0ulvW3zeojEfk5T9SVtsAIH8M1GOwrYnPxh7iyK4.jpg

Beton Hampa: Inovasi Terkini Dalam Industri Konstruksi

2 April 2024

Beton jadi material populer di dunia untuk pembangunan, yang dimanfaatkan sesuai kebutuhan konstruksi, seperti bendungan, perumahan hingga gedung bertingkat dan lainnya. 

Dengan penggunaannya yang berperan penting, produk material ini terus dikembangkan sesuai kebutuhan. Berbagai inovasi terus diciptakan, salah satunya Beton Hampa.

 

Baca Juga: Apa Itu Teknik Beton Mandiri? Ini Penjelasannya

 

Beton hampa merupakan salah satu inovasi terkini dalam industri konstruksi. Umumnya, beton ini digunakan untuk pembuatan bangunan besar dan bertingkat. 

Yuk kita bahas lebih dalam mengenai beton hampa, karakteristik, hingga fungsinya. 

 

 

Karakteristik Beton Hampa

 

beton hampa

 

Beton hampa bisa dikatakan sebagai jenis beton yang diproses dengan alat vakum khusus untuk menarik air pada adonan, karena kandungan jenis beton ini hanya memiliki kandungan air yang sudah tercampur dengan semen. 

Berikut beberapa karakteristiknya : 

 

a. Kepadatan yang Rendah

Kepadatannya yang rendah didapatkan dengan mencampurkan cairan pembentuk dalam campuran beton, akan menghasilkan struktur ringan daripada jenis konvensional.

 

b. Kekuatan Struktural

Walau begitu, beton ini terdiri dari kekuatan struktural yang kuat. Proses produksi yang cermat dengan bahan berkualitas tinggi membuat beton hampa masih menjadi jenis beton sesuai standar untuk bangunan. 

 

c. Isolasi Termal

Jenis beton hampa ini juga memiliki sifat isolasi termal yang baik, jadi sangat cocok untuk membuat bangunan yang membutuhkan suhu udara yang tepat, seperti gedung tinggi atau gudang penyimpanan.

 

d. Sebagai Peredaman Suara

Kemampuannya dalam peredaman suara dibandingkan jenis konvensional. Ini membuatnya ideal untuk digunakan dalam proyek-proyek di mana kontrol akustik menjadi pertimbangan penting.

 

 

Proses Produksi Beton Hampa

 

beton hampa

 

Berikut langkah-langkah dalam pembuatan dan campuran beton jenis ini:

 

Pemilihan Bahan Baku

Proses dimulai dengan pemilihan bahan baku yang berkualitas tinggi, seperti semen, agregat, dan bahan lainnya yang dibutuhkan. Agar beton ini mengandung kekuatan struktural yang kuat, proporsi bahan harus diatur dengan hati-hati.

 

Campuran Beton

Langkah selanjutnya adalah mencampurkannya bahan-bahan dengan takaran yang tepat. Lakukan pencampuran dengan merata untuk memastikan semua bahan terdistribusi dengan baik.

 

Proses Pengecoran

Setelah campuran beton siap, proses pengecoran dimulai. Bahan dicampur dan diaduk serta dipadatkan. Setelah itu, dilakukan proses penyedotan air dengan vakum khusus, untuk mengurangi air yang tidak bercampur dengan semen, untuk mencegah kerusakan pada hasil beton. 

 

 

Fungsi-Fungsi Beton Hampa

 

beton hampa

 

a. Konstruksi Bangunan Bertingkat

Beton hampa memang khusus digunakan untuk pembangunan gedung pencakar langit atau bangunan beratap tinggi lainnya. Bobot ringan dan kemampuan isolasi termal menjadi pertimbangannya.

 

b. Struktur Jembatan 

Dalam proyek infrastruktur pembuatan jembatan, beton jenis ini dapat diaplikasikan untuk mengurangi beban struktural dan meningkatkan daya tahan konstruksi.

 

c. Pergudangan

Sifat isolasi termal sangat dibutuhkan dalam pembuatan gudang. Itu sebabnya, jenis beton ini cocok digunakan, apalagi dapat menjaga keseimbangan suhu internal dengan tepat. 

 

 

Kesimpulan

 

Beton hampa adalah inovasi terkini dalam industri konstruksi, yang menghasilkan kekuatan tinggi pada struktural, walau kepadatan rendah. 

Dengan proses produksi yang hati-hati dan pemilihan bahan yang tepat, beton ini bisa jadi pilihan yang menguntungkan untuk berbagai jenis proyek konstruksi di masa modern ini.

***

Butuh beton berkualitas tinggi? PT. Sobute Global Indonesia jawabannya. Menyediakan produk pengeras beton berkualitas, untuk kebutuhan pondasi dan bangunan Anda. 

 

Baca selengkapnya...
240716VdAfysa4lpFJeuzIv3jhk81WZNtK6nroQPT2B5mDLUbiSXM7q9CwR0YOEGxg.jpg

Kuat Dan Praktis! Kenalan Dengan Self Compacting Concrete

30 March 2024

Beton memainkan peran krusial sebagai bahan konstruksi dalam pembangunan. Salah satu bentuk inovasi dari bahan konstruksi ini yaitu self compacting concrete.

Lalu apa itu, self compacting concrete? Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai self compacting concrete. Agar tidak bingung, simak pembahasan kali ini dengan seksama dan hingga tuntas ya!. Yuk, kita mulai pembahasannya.

 

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Teknik Beton Mandiri?


 

Apa Itu Self Compacting Concrete?

 

Self Compacting Concrete

 

Self compacting concrete atau bisa disebut dengan beton SCC, merupakan sebuah inovasi dalam dunia konstruksi yang berupa sebuah jenis beton dengan kemampuan pemadatan secara mandiri dan mengendap ke dalam bagian bekisting.

Self Compacting Concrete menjadi jawaban untuk situasi yang membutuhkan teknologi konstruksi beton berkualitas dengan proses pelaksanaannya yang lebih cepat. Hal ini dikarenakan berat dari cetakan SCC membuatnya mampu melakukan pemadatan dengan sendirinya tanpa adanya bantuan dari alat penggetar. 

Beton SCC harus dalam kondisi homogen, tidak mengalami segregasi, serta harus mengalami blocking dan bleeding yang baik.

 

 

Bahan Dasar Self Compacting Concrete (SCC)

 

Tentu saja, self compacting concrete dibuat dengan beberapa bahan dasar. Berikut ini adalah bahan-bahan dasar pembuatan self compacting concrete

 

Semen Portland

 

Self Compacting Concrete

 

Bahan utama dari pembuatan SCC tentu saja yaitu berupa semen portland. Semen ini merupakan jenis semen yang paling umum digunakan dalam dunia konstruksi. Untuk menghasilkan SCC, Anda dapat menggunakan semen portland dengan mutu 43 atau 53.

 

Campuran Agregat

Selain cemen portland, campuran agregat juga menjadi bahan dasar untuk membuat self compacting concrete. Anda dapat menggunakan agregat dengan ukuran maksimal 20mm.

Namun, jika tulangan struktur yang digunakan cukup padat, maka Anda menggunakan agregat dengan ukuran 10mm hingga 12mm. 

Pilihan terbaik adalah menggunakan agregat yang terdistribusi dengan baik, baik dalam bentuk bulat maupun kubus. Baik itu agregat alam atau buatan.

 

Abu Terbang

 

Self Compacting Concrete

 

Fly ash diperoleh dari residu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Materi ini berbentuk butiran halus yang ringan, berbentuk bundar, non-porus, memiliki kandungan bahan semen yang tinggi, dan menunjukkan sifat pozzolanik. Bahan ini menjadi bahan dasar pendukung yang dapat meningkatkan kualitas SCC.

 

Bahan Tambahan Kimia

Penambahan bahan kimia menjadi salah satu kunci untuk mengurangi air dalam jumlah besar dan menghasilkan beton dengan kualitas yang tinggi. Penggunaan bahan kimia tambahan pada campuran pembuatan beton SCC juga dapat mengurangi pori-pori pada permukaan beton, sehingga beton SCC yang dihasilkan lebih kedap terhadap air.

 

 

Karakteristik Self Compacting Concrete (SCC)

 

Karakteristik dari beton SCC harus memenuhi beberapa kriteria berikut ini.

  1. Filling Ability, yaitu mampu mengalir dan mengisi setiap bagian bekisting dengan beratnya.

  2. Passing Ability, yaitu beton SCC harus mampu untuk mengalir melalui celah- celah setiap besi tulangan atau bagian-bagian yang sempit dari cetakan tanpa terjadi adanya segregasi atau blocking

  3. Segregation Ability, yaitu beton SCC harus tetap terjaga dalam keadaan komposisi yang homogen selama waktu transportasi sampai pada pengecoran.

 

 

Kelebihan Self Compacting Concrete

 

Penggunaan beton SCC memiliki beberapa kelebihan tersendiri. Diantaranya yaitu sebagai berikut.

  1. Waktu pengerjaan menjadi lebih cepat

  2. Penggunaan tenaga kerja dan waktu menjadi lebih efisien

  3. Proses pengecoran menjadi lebih mudah

  4. Struktur yang dihasilkan lebih kuat

  5. Proses finishing lantai menjadi lebih mudah untuk dilakukan karena pelat yang dihasilkan sangat halus.

 

Namun, terdapat beberapa hal penting yang harus Anda pertimbangkan apabila ingin menggunakan beton SCC. Diantaranya yaitu sebagai berikut.

  1. Mahalnya biaya pembuatan beton SCC

  2. Bekisting beton tidak boleh mengalami kebocoran

  3. Pembuatan beton harus sesuai dengan syarat flowability dan tidak boleh mengalami segregasi

 

 

Kesimpulan

 

Beton SCC atau self compacting concrete merupakan sebuah inovasi dan menjadi solusi bagi Anda yang membutuhkan beton berkualitas dengan pengerjaan yang lebih praktis dan cepat. Setiap kelebihan dari jenis beton ini menjadi alasan mengapa beton SCC kerap digunakan dalam dunia konstruksi.

Namun, penggunaan beton SCC juga harus dipertimbangkan terkait beberapa hal terutama pada harganya yang terbilang tidak murah.

***

Apabila Anda membutuhkan beton dengan kualitas terbaik, PT Sobute Global Indonesia hadir untuk membantu.

Dengan dibantu oleh tangan-tangan profesional, Sobute siap menyuplai produk pengeras beton berkualitas untuk seluruh wilayah Indonesia.

Butuh Informasi lebih lanjut? Segera hubungi kami.

 

Baca selengkapnya...
240711eYjm4aDlPtVu5FqQOf0i9bcrAWIJSwndERNzC7kLHTUG1p6vhX2s8MZy3goB.jpg

Kegunaan Beton Dalam Bangunan: Ini Jenis & Syaratnya

28 March 2024

Beton sudah menjadi pilihan yang populer dalam kegiatan konstruksi selama puluhan tahun. Kini, beton banyak mengalami perubahan dan pengembangan, dari cara tradisional hingga secara modern. 

Namun, tahukah Anda apa saja kegunaan beton dalam bangunan sesuai dengan ragam mutunya? Mari kita bahas selengkapnya! 

 

Baca Juga: Mengenal Jenis Mutu Beton dan Kegunaannya

 

 

Kegunaan Beton dalam Bangunan

 

Kegunaan Beton dalam Bangunan

 

Beton digunakan dalam berbagai elemen bangunan, termasuk struktur lantai, dinding, kolom, dan pondasi. Penggunaan beton tidak terbatas pada bangunan perumahan saja, tetapi juga dapat ditemukan dalam bangunan industri, jembatan, bendungan, dan infrastruktur lainnya. Keunggulan beton terutama terletak pada kemampuannya untuk membentuk struktur yang kuat dan tahan lama.

 

Struktur Lantai dan Dinding

Beton sering digunakan untuk membuat lantai dan dinding bangunan. Kekuatan kompresi yang tinggi membuat beton ideal untuk menopang beban vertikal dari lantai di atasnya dan memberikan daya tahan terhadap gaya geser dan tekanan lateral.

 

Pondasi

Beton sering menjadi pilihan utama untuk pondasi bangunan karena kemampuannya yang baik dalam menahan beban struktural dan memberikan stabilitas. Pondasi beton yang kuat dapat mencegah pergeseran dan deformasi bangunan.

 

Kolom dan Balok

Struktur kolom dan balok yang terbuat dari beton memberikan kekuatan dan stabilitas ekstra pada bangunan. Kolom bertanggung jawab untuk menopang beban vertikal, sementara balok mendistribusikan beban secara merata di seluruh struktur.

 

Jembatan dan Infrastruktur

Beton digunakan secara luas dalam pembangunan jembatan dan infrastruktur lainnya. Kekuatan dan daya tahan beton membuatnya cocok untuk menahan beban berat dan cuaca ekstrem.

 

 

Ragam Mutu Beton

 

Kegunaan Beton dalam Bangunan

 

Mutu beton merujuk pada karakteristik, kualitas dan kinerja beton yang dapat diukur. Beberapa faktor yang mempengaruhi mutu beton adalah kekuatan tekan, ketahanan terhadap cuaca, dan kekonsistenan campuran yang dinyatakan dalam satuan angka dan huruf. 

Standar mutu beton di Indonesia sendiri bervariasi, namun dinyatakan dalam huruf K, sebagai nilai tekan dengan berbagai jenis mutu beton, meliputi:

 

Mutu Kelas 1

Untuk mutu jenis ini, biasanya kelas beton diantaranya K225-K200, yakni tidak memiliki kandungan besi untuk penulangan cor langsung. Jenis ini menjadi yang paling rendah dan biasanya digunakan untuk struktur bangunan ringan atau non struktural, sehingga tidak perlu pengawasan ekstra dalam penggunaannya. 

 

Mutu Kelas 2 

Jenis selanjutnya adalah kelas menengah, yang meliputi kelas beton K225, k250 hingga K275. Cocok untuk struktur yang membutuhkan kekuatan lebih tinggi, seperti bangunan komersial dan industri. Sudah disertai dengan pemasangan bekisting, penyusunan rangka struktur baja hingga tahap lainnya dalam campuran cor. 

Penggunaan jenis ini juga butuh pengawasan ekstra agar aman diaplikasikan pada struktur bangunan. 

 

Mutu Kelas 3

Dalam standar SNI, ini menjadi kelas yang tertinggi, yakni ukuran k325, k375 hingga k450. Campuran pada beton seperti baja, menjadikannya mampu menahan tegangan tinggi, yang kemudian disebut juga beton prategang. 

Pemakaian beton jenis ini harus dengan pengawasan ahli yang diawasi terus menerus, serta pengaplikasian dengan peralatan lengkap. Biasanya digunakan untuk pembangunan tempat parkir besar, landasan pesawat dan lainnya. 

 

 

Syarat Beton dengan Mutu Terbaik 

 

Kegunaan Beton dalam Bangunan 

 

Menghasilkan beton dengan kuat tekan yang oke harus dengan perbandingan bahan pembuat yang tepat. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipahami, diantaranya : 

 

- Semen 

Kualitas semen harus diperhatikan, termasuk tanggal kadaluarsa. Caranya adalah memeriksa tingkat suhu pada semen, jika masih hangat maka semen masih aman digunakan. Selain itu, jangang gunakan semen yang menggumpal.  

 

- Kerikil & Pasir

Syarat untuk bahan agregat yang tepat adalah, bahan tidak mudah hancur saat dipegang, tidak ada kandungan garan dan besi, kadar lumpur dan tanah umumnya paling tinggi hanya 2 %. 

 

- Air 

Kualitas air juga wajib diperhatikan demi keawetan dan pengerasan beton. Dengan syarat-syarat seperti tidak mengandung bahan organik, bahan kimia yang merusak mutu beton hingga tidak adanya campuran minyak yang nantinya bisa mengurangi kandungan air. 

 

 

Kesimpulan

 

Dengan mengenal ragam mutu beton yang tersedia dan syarat kualitas beton, kegunaan beton untuk bangunan akan terpenuhi. Pemahaman yang baik tentang karakteristik beton, membantu Anda memilih beton lebih tepat dan menunjang keberhasilan proyek dan keamanan bangunan jangka panjang.

***

Butuh beton berkualitas tinggi? PT. Sobute Global Indonesia jawabannya. Menyediakan produk admixture beton berkualitas, untuk kebutuhan pondasi dan bangunan Anda. 

Butuh info lengkap? Hubungi kami.

 

Baca selengkapnya...
2407167jKD8hAfb32Wknzc9QPFeLEN5xZOydrMuvtRSaU4iYgTmsGq6wCHIBoVJX0l.jpg

Apa Itu Concrete Treated Base? Ini Penjelasan Lengkapnya!

26 March 2024

Dalam industri konstruksi, penggunaan teknologi dan material beton terus berinovasi untuk menghasilkan struktur bangunan dengan pondasi yang kuat dan tahan lama. 

Salah satu inovasi terkini adalah penggunaan Concrete Treated Base atau CTB yang kerap digunakan untuk pembuatan jalan dan pondasi bangunan besar.

 

Baca Juga: Ini Cara Membuat Campuran Beton yang Pas

 

Berikut penjelasan, fungsi, hingga metode pelaksanaan CTB.

 

 

Pengertian Concrete Treated Base

 

Concrete Treated Base

 

Concrete Treated Base adalah material sebagai lapis pondasi atau base course pada konstruksi yang diolah dari campuran tanah alam atau agregat dengan campuran semen portland dan air sebagai bahan pengikat. 

Proses pencampuran dilakukan dengan hati-hati untuk mencapai kepadatan dan kekuatan yang diinginkan. Walau hasilnya berupa beton, namun CBT berbeda dari pengembangan perkerasan kaku atau rigid pavement. 

 

 

Fungsi CTB

 

Concrete Treated Base

 

Pondasi yang Kokoh

Salah satu fungsi dari CTB adalah menciptakan pondasi yang kokoh untuk jalan, dan landasan pacu bandara, serta lapangan parkir dan lainnya. CTB dapat menahan beban struktural yang tinggi, mengurangi risiko penurunan dan deformasi.

 

Pencegah Erosi 

CTB ditempat untuk lapisan subgrade dan subbase yang sudah dipadatkan, sehingga dapat membantu mencegah erosi tanah sekaligus melindungi stabilitas tanah di bawahnya. 

 

Peningkatan Kekuatan Tanah

CTB juga bisa dinilai dapat meningkatkan kekuatan tanah alam, yang kadang tidak dapat mendukung beban berat dari kendaraan atau struktur lainnya.

 

 

Keunggulan dan Kekurangan CTB

 

Concrete Treated Base

 

a. Keunggulan

 

Kekuatan yang Tinggi

CTB sudah terbukti mempunyai kekuatan tekan yang tinggi, membuatnya cocok digunakan untuk area dengan beban berat, seperti jalan raya dan landasan pacu bandara.

 

Daya Tahan Tinggi 

Sebagai bahan pengerasan, material ini lebih kaku dan keras sehingga akan lebih tahan terhadap kerusakan karena cuaca ekstrim dan pembekuan. Selain itu, kekuatan pondasi akan meningkat seiring bertambahnya masa pakai. 

 

Proses Pengerasan yang Cepat 

Setelah proses pencampuran, CTB akan mengalami pengerasan yang cukup cepat, sehingga penggunaan struktur yang dibangun di atasnya akan lebih cepat dilakukan. 

 

Proses Pemasangan yang Mudah

Masa curing CTB hanya membutuhkan sekitar 3 hari dan tidak dibutuhkan tulangan atau bekisting dalam pemasangannya. 

 

b. Kelemahan 

 

Biaya Tinggi

Memang untuk pembuatan dan proses produksi CTB akan menggunakan semen portland, dan bahan agregat yang harganya tidak sedikit. Jadi, dalam penggunaan material ini, Anda perlu mempertimbangkan biaya produksinya. 

 

Keterbatasan Pada Beban Dinamis

Walau dengan kekuatan tekan yang tinggi, ketebalan CBT lebih tipis daripada lapisan lainnya, jadi tetap harus diperhatikan beban dinamisnya secara terus-menerus, seperti pada proyek jalan raya dengan lalu lintas kendaraan berat.

 

 

Metode Pelaksanaan CTB

 

Concrete Treated Base

 

Pemilihan Material

Pemilihan material yang tepat dalam proses pembuatan CTB dilakukan dengan hati-hati. Melibatkan pemilihan tanah atau agregat yang sesuai dengan kondisi proyek.

 

Penghamparan pada Cetakan

Proses selanjutnya adalah penghamparan cetakan. Siapkan cetakan dengan bahan metal dan kayu, dengan panjang minimal 3 meter dan tebal yang sama demi hasil yang sama. Sesuaikan kemiringan dan tinggi dengan penggunaan mechanical paver di bagian atas. Untuk bagian bawah, hamparkan dengan motor grader. 

 

Proses Pencampuran

Tanah atau agregat yang dicampur dengan semen portland dan air menggunakan peralatan khusus. Proses ini dilakukan dengan baik dan cermat agar memastikan distribusi merata dari bahan-bahan tersebut.

 

Proses Pemadatan

Setelah pencampuran, campuran CTB dikompakan dengan alat berat seperti roller, agar mencapai kepadatan yang maksimal dalam waktu kurang lebih 45 menit. Lakukan juga tes pemadatan satu kali dalam tiap 1000 M dengan hasil kepadatan sekitar 89 %.

 

Tahap Pre Cracking 

Proses ini akan dilakukan untuk memeriksa apakah terdapat keretakan atau menghindari terjadinya masalah pada material, dengan membuat retakan menggunakan vibratory plate atau gergaji untuk memotong sambungan CBT yang belum mengeras. 

 

Pengecekan Kualitas

Sebagai langkah terakhir, kualitas CTB diperiksa dengan cermat untuk memastikan bahwa kepadatan dan kekuatan yang diinginkan telah tercapai sesuai standar. Untuk tahap proteksi, Anda dapat membasahi material agar terhindar dari pengeringan selama seminggu. 

Sebagai bukti untuk melihat kekuatan dari CTB, Anda dapat menguji sampel berumur 7 hari. Jika hasil kuat desak lebih dari 5 N/mm dan berbeda dengan nilai sampel lainnya, maka perlu dilakukan perbaikan. 

 

 

Kesimpulan

 

Concrete Treated Base (CTB) menjadi inovasi penting dalam konstruksi jembatan dan fasilitas umum lainnya, yang menawarkan kekuatan dan kestabilan bangunan berbeban berat. 

Pertimbangkan penggunaan CTB dengan pemilihan material yang tepat dan penerapan metode pelaksanaan yang cermat, demi memiliki pondasi terbaik dan tahan lama.

Butuh beton berkualitas tinggi? PT Sobute Global Indonesia jawabannya. Menyediakan produk pengeras beton berkualitas, untuk kebutuhan pondasi dan bangunan Anda. 

Butuh info lengkap? Hubungi kami.

 

Baca selengkapnya...
2407163WvYEz1Cq2TMIG09aywNgtd5JAujL8Hpxmsnek64bSViBlPofRKrZUcDOQ7h.jpg

Apa Itu Beton Decking Sni? Ini Penjelasan Lengkapnya!

24 March 2024

Beton decking merupakan salah satu elemen penting dalam dunia konstruksi modern, yang memainkan peran krusial dalam mendukung keberlanjutan dan kekokohan struktural sebuah bangunan. Decking beton menjadi umum untuk digunakan karena dinilai memiliki kestabilan dan kekuatan yang baik.

Dengan ukuranya yang terbilang kecil, decking beton merupakan jenis material yang tidak bisa disepelekan. Karena, nyatanya penggunaan material ini menjadi solusi untuk membuat sebuah bangunan menjadi lebih kuat dan kokoh. 

 

Baca Juga: Apa Itu Decking Beton? Ini Pengertian, Fungsi & Cara Perawatannya

 

Perlu diketahui juga, meskipun ukurannya kecil, pemasangan beton decking tidak bisa dilakukan dengan semena-mena. Terdapat perihal yang perlu untuk diperhatikan dalam proses pemasangannya.

Lebih lanjut, artikel ini akan memaparkan penjelasan seputar beton decking. Simak penjelasan lengkap berikut ini hingga tuntas ya!


 

Mengenal Apa Itu Beton Decking?

 

Betin Decking SNI

 

Beton decking adalah jenis beton dengan wujud yang menyerupai bentuk silinder dengan ukuran yang lebih kecil. Selain berbentuk silinder, beton decking juga dapat berbentuk kubus. Dalam penggunaanya, varian tebal beton decking berbeda-beda dan menyesuaikan ketebalan dari selimut beton yang akan digunakan dalam suatu pembangunan.

Beton decking juga merupakan jenis decking yang terbuat dari sisa-sisa pekerjaan pengecoran. Beton ini dibuat dengan menggunakan cetakan berbahan PVC serta disertakan kawat bendrat pada bagian dalam cetakan tersebut. 

Beton decking merupakan sebuah solusi bagi para kontraktor dalam membangun bangunan yang lebih kuat dan kokoh. Hal ini dikarenakan terdapat beragam kualitas beton decking yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan. Terlebih lagi, saat ini tersedia juga beton decking dengan kekuatan hingga mencapai 40 Mpa yang lebih kuat dan tidak mudah hancur.

 

 

Fungsi Beton Decking

 

Betin Decking SNI

 

Penggunaan beton decking didasari oleh fungsinya yang terbilang sangat berperan dalam mendukung kekokohan dari suatu bangunan.

Beton decking tidak hanya berperan sebagai elemen struktural utama, tetapi juga memegang peran vital dalam menjaga konsistensi ketebalan selimut beton, yang merupakan lapisan pelindung pada permukaan beton. Ketebalan selimut beton yang sesuai dengan spesifikasi awal sangat penting dan diperlukan untuk menjaga kekuatan dan kestabilan struktur bangunan.

Tak hanya itu, beton decking juga berfungsi sebagai pelindung bagi besi tulangan yang terdapat dalam konstruksi. Proteksi terhadap besi tulangan sangat vital karena besi tulangan yang terkena karat dapat mengakibatkan penurunan kekuatan struktural dan bahkan dapat membahayakan integritas keseluruhan bangunan.

Oleh karena itu, beton decking dinilai sangat berperan dalam mendukung kekokohan fisik, serta dapat memberikan perlindungan pada ketebalan selimut beton dan perlindungan terhadap besi tulangan.

 

 

Kelebihan Penggunaan Beton Decking SNI

 

Berikut ini adalah adalah kelebihan dari penggunaan beton decking SNI
 

Kualitas Struktur yang Lebih Terjamin

Beton decking dikenal karena memiliki kekuatan dan ketahanan yang tinggi. Beton ini  mampu menahan beban berat dengan baik dan memberikan stabilitas struktural yang lebih optimal. Dengan begitu, beton decking menjadi pilihan yang  ideal untuk diaplikasikan pada pembuatan lantai bangunan, jembatan, dan platform industri.

Selain itu, penggunaan beton decking yang sesuai dengan SNI menjamin kualitas material yang digunakan dalam konstruksi. Hal ini berkontribusi pada keamanan struktur bangunan, memastikan bahwa material memenuhi standar kekuatan dan ketahanan yang ditetapkan.

 

Daya Tahan yang Lebih Tinggi

Penggunaan beton decking SNI juga dapat meningkatkan daya tahan material terhadap tekanan, beban dinamis. Selain itu, beton decking SNI dinilai lebih tahan terhadap berbagai kondisi cuaca ekstrem dan lingkungan yang terbilan ekstrim. Material ini tidak mudah terpengaruh oleh perubahan suhu, kelembaban, atau radiasi UV, sehingga struktur dan kekuatannya dapat bertahan dalam jangka panjang.

 

 

Kesimpulan

 

Beton decking menjadi sebuah solusi bagi para kontraktor yang ingin menghasilkan bangunan dengan struktur yang kuat dan kokoh. 

Meskipun bentuknya kecil, Beton decking tidak hanya berperan sebagai elemen struktural utama, tetapi juga memegang peran vital dalam menjaga konsistensi ketebalan selimut beton, yang merupakan lapisan pelindung pada permukaan beton. 

***

Untuk mendukung kekuatan pada struktur serta pondasi pada bangunan, Anda membutuhkan beton dengan kualitas terbaik. 

PT. Global Sobute Indonesia, siap menyuplai produk admixture beton dengan mutu kualitas terpercaya ke seluruh wilayah Indonesia. 

Segera Hubungi kami untuk info selengkapnya.

 

Baca selengkapnya...
240711OBE8k0SZXzG7IJdo3fU4TVQwq2m5vgyNnPiRxtWbl9eaL6CK1FjHDcMshpAr.jpg

Bleeding Dan Segregasi Beton: Penyebab, Dampak, Dan Cara Mengatasinya

22 March 2024

Dalam pemakaian beton untuk berbagai proyek konstruksi dan lainnya, terkadang ada beberapa masalah yang kerap terjadi selama proses pengecoran beton, yakni bleeding dan segregasi. 

Kedua masalah pada beton ini dapat berdampak negatif pada kualitas dan kekuatan material tersebut. 

Mari kita bahas apa itu bleeding dan segregasi beton, penyebabnya, hingga cara mengatasinya.

 

 

A. Bleeding Beton

 

Bleeding dan Segregasi Beton

 

 

Bleeding pada beton bisa dikatakan Mixing water atau air pemadat atau air pencampur naik ke permukaan beton setelah terjadi pengecoran. Hal ini terjadi karena adanya penurunan semen dan agregat. Tentunya masalah ini akan merusak lapisan air di atas permukaan beton yang belum mengeras. 

 

Penyebab Umum Terjadinya Bleeding

Rasio Campuran Bahan yang Salah

Jika takaran antara air dan bahan lainnya tidak pas, maka kemungkinan besar bleeding akan terjadi. Rasio yang tidak tepat bisa menjadikan campuran beton lebih cair.

 

Pemadatan yang Tidak Cukup

Kurangnya pemadatan ketika proses pengecoran dilakukan juga bisa menjadi penyebab terjadinya bleeding. Pemadatan yang buruk akan menjadikan air lebih mudah naik ke atas permukaan.

 

Bahan Aditif yang Tidak Tepat

Beberapa aditif yang dicampurkan, baik berlebihan atau tidak sesuai dalam beton bisa meningkatkan tingkat bleeding. 

 

Cara Mengatasi Bleeding 

Penyesuaian Rasio Campuran

Mengatur takaran antara air dan bahan pengikat, seperti semen dan agregat lainnya dengan tepat dan sesuai kebutuhan proyek, sangat bisa mengurangi kemungkinan terjadinya bleeding.

 

Proses Pemadatan yang Tepat 

Pastikan beton dipadatkan dengan baik dan prosesnya tepat selama pengecoran. Hal ini akan mengurangi kemungkinan adanya bleeding.

 

Gunakan Aditif dan Kombinasi Bahan yang Tepat

Gunakan aditif yang sesuai dengan jenis beton yang akan diaplikasikan. Selain itu, kombinasikan bahan, seperti pasir, semen dan lainnya demi campuran beton yang lebih pas dan kohesif. 

 

 

B. Segregasi Beton

 

Bleeding dan Segregasi Beton

 

Segregasi beton bisa diartikan kondisi saat bahan agregat, seperti pasir, kerikil, atau serpihan batu tidak menyatu dengan campuran beton, sehingga meninggalkan lapisan yang kurang padat dan kurang homogen. 

 

 

Penyebab Segregasi Beton 

Pemadatan Tidak Merata

Jika pemadatan pada beton tidak merata, partikel-partikel dalam kandungannya akan terpisah dan turun ke bawah campuran.

 

Ukuran Agregat yang Berbeda

Penggunaan agregat yang memiliki ukuran berbeda-beda, sangat bisa menyebabkan terjadinya pergeseran berat pada jenis dan menyebabkan segregasi.

 

Jarak dan Waktu Pemindahan Beton 

Jika pemindahan beton dari lokasi pembuatan material ke tempat pengecoran dilakukan dengan cepat, akan menyebabkan masalah ini. Ini juga berlaku pada jarak pengiriman adukan yang terlalu jauh dari lokasi proyek, akan menyebabkan segregasi karena gaya gravitasi.

 

Cara Mengatasi Segregasi

Pemadatan yang Merata

Pastikan proses pemadatan dilakukan dengan baik dan merata. Perhatikan tiap bagian beton secara menyeluruh sudah dalam kondisi kuat dan kering optimal. 

 

Penyesuaian Agregat 

Gunakan agregat dengan ukuran yang seragam agar tidak terjadi pergeseran berat jenis. Anda juga harus memperhatikan penyesuaian kebutuhan proporsional tiap material dalam kandungan beton. 

 

Kontrol pelaksanaan dan Pemindahan Beton

Anda harus menyesuaikan waktu pelaksanaan sesuai kebutuhan, dari pencampuran, penuangan hingga pemadatan. Atur juga kecepatan pemindahan beton dengan hati-hati dan sesuai dengan waktunya agar tidak terjadi segregasi.

 

Dampak Terjadinya Bleeding dan Segregasi Beton

 

Bleeding dan Segregasi Beton

 

Menurunkan Kekuatan Beton

Hal pertama yang terjadi jika adanya bleeding dan segregasi beton adalah mengurangi daya tahan material ini. Tak hanya akan membuat bangunan mudah rusak karena tidak dapat menahan distribusi bahan. Namun juga mengancam keselamatan penghuni dan sekitar. 

 

Estetika yang Buruk 

Bleeding atau segregasi akan meninggalkan noda atau lapisan air di bagian permukaan beton yang tidak mengeras dengan sempurna. Hal ini akan mengurangi keindahan bangunan Anda. 

 

Kualitas terhadap Cuaca Menurun

Kedua masalah pada beton ini sama-sama dapat menurunkan kekuatan beton, khususnya daya tahan terhadap cuaca dan penetrasi air.

 

 

Kesimpulan

 

Semoga dengan penjelasan di atas, Anda lebih memahami apa itu bleeding dan segregasi beton. Untuk memastikan kekuatan dan kualitas beton, perlu memperhatikan bahan dan pengelolaan dengan cermat. 

Dengan mengidentifikasi penyebab dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya bleeding dan segregasi beton dalam proyek konstruksi.

***

Butuh beton berkualitas tinggi? PT. Sobute Global Indonesia jawabannya. 

Menyediakan produk pengeras beton berkualitas, untuk kebutuhan pondasi dan bangunan Anda. 

Butuh info lengkap? Hubungi kami.

 

Baca selengkapnya...
240711zAWiK4IfUq6tHxE3YvkoeZVcDSFlp7bBws9G8LmduOyhgjJXT20aM1RPnCr5.jpg

Anti Licin! Kenalan Dengan Garis Sersan Ramp Beton

20 March 2024

Pada umumnya, tempat parkir bertingkat atau basement pada sebuah gedung memiliki permukaan beton yang halus dan rata. Tentu saja hal ini merupakan hal yang positif karena hal ini membuat tampilan tempat parkir menjadi lebih indah dan rapi.

Namun terkadang, permukaan beton pada lahan parkir ini terbilang licin bahkan ketika dalam kondisi basah. Tak hanya itu, resiko selip pada lahan parkir juga dapat meningkat terutama pada permukaan yang menanjak atau menurun serta berkelok-kelok.

Oleh karena itu, pada masalah ini dibutuhkan solusi yang dapat meningkatkan cengkraman roda kendaraan ketika sedang melintasi area parkir tersebut. Solusi tersebut dapat berupa pembuatan garis sersan ramp pada permukaan beton.

Lalu apa itu garis sersan ramp beton? Apa Fungsinya? Bagaimana cara membuatnya? Dalam pembahasan kali ini, kita akan mengulas lebih jauh seputar garis sersan ramp beton terutama pada area parkiran suatu gedung.


 

Definisi Garis Sersan Ramp Beton

 

garis sersan ramp beton

 

Istilah ramp sendiri merujuk pada bidang miring yang digunakan untuk menghubungkan area parkir dari satu lantai ke lantai lainnya. 

Definisi dari garis sersan ramp beton yaitu sebuah wujud permukaan beton dengan motif menyerupai huruf “V” atau tarikan garis lurus yang dibuat untuk meningkatkan daya cengkram roda kendaraan pada saat melintas di area yang menanjak ataupun menurun serta berkelok-kelok. 

Garis sersan ramp beton juga umum disebut dengan groove line atau cutting concrete. Hal ini merupakan metode yang dinilai efektif dan umum dilakukan dalam menghasilkan jalur air pada area permukaan beton yang basah dan berpotensi slip ketika dilalui kendaraan.

 

Fungsi Garis Sersan Ramp Beton

 

garis sersan ramp beton
 

Seperti yang sudah sedikit dibahas pada poin sebelumnya. Fungsi dibuatnya garis sersan ramp beton yaitu meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko kecelakaan. 

Hal ini demikian, karena garis ini mampu mengalirkan genangan air melalui jalur-jalur air pada setiap garisnya. Sehingga garis sersan ramp beton dapat mengurangi dan mencegah adanya genangan yang membuat permukaan jalanan area parkir menjadi licin.


 

Perhitungan Garis Sersan Ramp Beton

garis sersan ramp beton

Istockphoto.com

 

Dalam membuat garis sersan ramp beton, terdapat perhitungan tersendiri untuk membuat pola-pola yang akan dipotong. Perhitungan pola garis sersan ramp beton dapat menggunakan satuan panjang meter atau satuan luas meter persegi.


 

Cara Membuat Garis Sersan Ramp Beton

Pada umumnya, ada dua metode atau cara yang digunakan dalam membuat garis sersan ramp beton pada area parkir gedung. Diantaranya yaitu penggunaan besi siku dan tanpa menggunakan besi siku.

Jika metode yang digunakan adalah penggunaan besi siku, maka besi tersebut nantinya akan dikaitkan dengan besi tulangan beton sebelum akhirnya proses pengecoran dilakukan.

Namun, jika metode yang digunakan adalah tanpa menggunakan besi siku, Anda dapat menggunakan cara manual dengan memotong permukaan beton yang sudah jadi. 

Dari segi biaya, metode ini dinilai lebih hemat biaya dan ekonomis serta juga lebih mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, terkadang garis sersan ramp beton juga disebut dengan cutting concrete.

Berikut ini adalah cara membuat garis sersan ramp beton dengan cara cutting. 

 

Menyiapkan Alat-Alat

Untuk melakukan pekerjaan ini, disarankan setiap alat-alat yang mendukung proses pengerjaan harus tersedia lengkap. Alat-alat tersebut dapat berupa:

  • Masker dan Kacamata

  • Mesin pemotong beton

  • Pahat dan Palu

  • Sendok Semen

 

Membuat Marking Garis

Setelah mempersiapkan alat-alat yang digunakan, langkah selanjutnya yaitu membuat marking garis dan disesuaikan dengan perencanaan yang telah ditentukan. Pembuatan marking garis ini sebaiknya dilakukan dengan perhitungan yang benar dan serapi mungkin agar memaksimalkan bentuk pola garis pada hasil akhir nanti.

 

Mulai Memotong Beton

Setelah marking garis sudah selesai dibuat, langkah selanjutnya mulai melakukan pemotongan sesuai dengan marking atau pola yang sudah dibuat sebelumnya dengan mesin pemotong beton. Proses ini harus dilakukan dengan menggunakan masker dan kacamata agar tidak membahayakan keselamatan pekerja.

 

Mencungkil Potongan Beton

Setelah beton selesai dipotong, maka proses selanjutnya yaitu mengangkat hasil potongan beton dengan cara mencungkil atau diketrik. Gunakan palu dan alat pahat untuk menghasilkan pola berbentuk huruf “V” dengan rapi. Jika terdapat kerusakan, segera lakukan perbaikan kecil.

 

Membersihkan Area Kerja

Langkah terakhir dalam pembuatan garis sersan ramp beton adalah membersihkan area kerja dari sisa-sisa potongan beton dan debu-debu yang tersebar di sekitar. Tentu saja hal ini menjadi perlu untuk menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan bekas pekerjaan yang dapat mengotori area lainnya.

 

 

Kesimpulan

Garis sersan ramp beton atau groove line atau juga bisa disebut cutting concrete merupakan sebuah solusi untuk meningkatkan keamanan pada kendaraan yang melintas di area parkiran dengan permukaan beton pada suatu gedung. Garis sersan ramp beton umumnya diaplikasikan pada bagian jalan yang menghubungkan satu lantai area parkir dengan lantai lainnya.

Dengan adanya garis sersan ramp beton, resiko licin atau selip dapat diminimalisir karena mampu membantu roda kendaraan untuk mencengkram permukaan jalan pada saat menanjak ataupun menurun.
 

***

 

Jika Anda membutuhkan beton dengan kualitas tinggi, Sobute hadir untuk membantu.

PT. Sobute Global Indonesia siap membantu Anda dengan menyuplai produk pengeras beton berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.

Butuh info lebih lanjut? Segera Hubungi kami.

Baca selengkapnya...
2407167jZDKsHY2GPWUicalT09OJopBz8b3M4FherELXxuNvwfSd5yInV1QgCtAqk6.jpg

Karakteristik Beton Geopolimer: Kelebihan & Kekurangannya

18 March 2024

Apakah Anda tahu, jika beton sebagai material populer di dunia sangat bisa mencemari lingkungan karena kandungan gas CO2nya. Itu sebabnya, seiring perkembangan dunia konstruksi, bahan bangunan inovatif menjadi pilihan dalam membangun struktur yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan. Salah satu pilihan adalah Beton Geopolimer. 

Mari kita ulas karakteristik beton geopolimer, kelebihan dan kekurangannya, hingga proses pembuatannya.

 

Baca Juga: Apa Ada Beton yang Ramah Lingkungan? Simak di sini!

 

 

Karakteristik Beton Geopolimer

 

Karakteristik Beton Geopolimer

 

Beton geopolimer memiliki beberapa karakteristik unik yang tentunya berbeda dari jenis konvensional. 

Pertama, bahan dasarnya mengandung fly ash sebagai pengganti semen dan terdiri dari material pozzolan, yang bereaksi dengan larutan alkali. Reaksi dari bahan-bahan tersebut yang mempengaruhi kekuatan mekanis pada beton tersebut.

Selain itu, beton jenis ini cenderung memiliki kekuatan tekan yang lebih tinggi daripada jenis biasanya. Hal ini karena setting time dan kuat tekan dari pembentukan ikatan polimer dan struktur molekuler yang padat. Serta memiliki ketahanan akan korosi dan zat kimia. 

Jenis beton ini juga memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi, jadi sangat cocok untuk penggunaan pembangunan di lingkungan dengan suhu ekstrem, seperti bangunan industri atau pemrosesan limbah berbahaya.

 

 

Proses Pembuatan Beton Geopolimer

 

Karakteristik Beton Geopolimer

 

Seleksi Bahan

Proses dimulai dengan memilih bahan pembuatan beton ini. Bahan-bahannya mencakup larutan alkali yakni natrium hidroksida (NaOH) atau kalium hidroksida (KOH) dengan natrium silikat (Na2SiO3) atau kalium silikat, sebagai pengaktif reaksi polimerisasi dari silika (Si) dan alumina (Al) yang terdapat dalam kandungan fly ash. 

Material ini dinilai ramah pada lingkungan dan digadang-gadang menjadi bahan pengganti semen. 

 

Proses Pencampuran

Bahan-bahan yang sudah disediakan akan dicampur dan dipanaskan pada suhu kurang lebih 60 °C dalam 24 jam atau sesuai kebutuhan, untuk mendapatkan beton berkualitas. 

 

Cetakan dan Pengeringan

Campuran akan dibiarkan dan dicetak sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu akan dibiarkan mengering. Setelah pengeringan, beton geopolimer akan masuk dalam proses pemadatan dan pengerasan demi memastikan kekuatan struktural yang optimal.

 

 

Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Beton Jenis Geopolimer

 

Karakteristik Beton Geopolimer

 

a. Kelebihan 

 

Kekuatan Mekanis yang Tinggi

Geopolimer memberikan kekuatan tekan yang lebih tinggi daripada jenis umum, membuat material ini cocok untuk pembangunan yang butuh kekuatan struktural yang tinggi.

 

Tahan Korosi dan Bahan Kimia

Beton geopolimer ini terdiri dari bahan memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi dan serangan bahan kimia, memperpanjang umur layanannya dan mengurangi biaya perawatan.

 

Ketahanan Terhadap Suhu Tinggi

Kemampuan beton geopolimer untuk menahan suhu tinggi, termasuk sifat tahan api, sehingga sangat ideal untuk pembangunan di lingkungan industri dengan suhu ekstrem dan lebih aman dari serangan kebakaran. 

 

Pengurangan Emisi CO2

Pembuatan beton ini cenderung menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dari beton konvensional. Alasannya penggunaan bahan pozzolan dapat didaur ulang. Selain itu, tidak adanya bahan semen sebagai perekat akan membantu menekan peningkatan polusi udara. 

 

Tahan Reaksi Kimia

Bahan beton ini terdiri dari material pembuatan yang memiliki ketahanan dalam reaksi kimia alkali silika pada bangunan.

 

b. Kekurangan 

 

Karakteristik Beton Geopolimer

 

Biaya Produksi Tinggi 

Dengan keunggulan dan kelebihannya, beton geopolimer terdiri dari biaya produksi di awal yang tidak sedikit. 

 

Keterbatasan Bahan Pembuatan 

Produksi beton jenis ini butuh beberapa bahan khusus, yang bisa jadi tidak selalu ada di pasaran. Jadi, Anda harus mempertimbangkan ketersediaan bahan pembuatan untuk memudahkan proses produksi beton tersebut. 

 

 

Kesimpulan

 

Karakteristik beton Geopolimer membuatnya jadi salah satu inovasi terkini dalam industri konstruksi, dengan berbagai keunggulan yang menguntungkan. Namun, pasti selalu ada kekurangan dan tantangan yang perlu diatasi. 

Walau begitu, beton jenis geopolimer berpotensi jadi pilihan utama dalam konstruksi masa depan yang berkelanjutan dan efisien.

Butuh beton berkualitas tinggi? PT. Sobute Global Indonesia jawabannya. Menyediakan produk pengeras beton berkualitas, untuk kebutuhan pondasi dan bangunan Anda. 

Butuh info lengkap? Hubungi kami.

 

Baca selengkapnya...
240314HSRBrl7DxQIfuZ5kdjXim20EweVpW3CzoyKPg9YNqh4TcAJs8L6OvFatU1nb.jpg

Intip 4 Cara Perbaikan Dinding Retak Dan Pencegahannya

16 March 2024

Dinding retak pada bangunan memang jadi masalah umum yang sering terjadi, tak hanya karena merusak estetika, tapi juga berpotensi membuat celah untuk rembesan air hujan, bahkan berakibat dinding roboh dan melukai penghuni. 

Sayangnya, dinding yang retak seringkali diabaikan, hingga mencapai tingkat kerusakan yang signifikan. Untuk itu, Anda perlu memahami apa saja penyebab dan cara perbaikan pada dinding pencegahan yang benar. 

Bagaimana caranya? Berikut ulasan lengkapnya!

 

Mengenal Penyebab Dinding Retak 

istockphoto.com

Perubahan Cuaca Ekstrem

Dinding rumah akan selalu terpapar secara langsung pada perubahan cuaca seperti panas dan hujan deras. Perubahan suhu drastis tersebut akan berpotensi menyebabkan perubahan dimensi pada material bangunan, yang nantinya membuatnya retak dan rusak. 

Settling atau Pemadatan Tanah

Pemadatan tanah yang terjadi pada daerah sekitar rumah, akan membuat penurunan atau perubahan pada posisi pondasi bangunan. Hal tersebut dapat memicu retakan pada dinding.

Masalah pada Konstruksi

Kesalahan dalam desain atau konstruksi bangunan juga bisa berpengaruh pada munculnya retakan di dinding. Penggunaan material yang kurang pas atau tidak adanya dukungan struktural bisa jadi faktor penyebab.

istockphoto.com

Faktor Kelembaban

Kelembaban yang tidak mendukung bangunan di dalam atau sekitar dinding akan memicu perubahan volume pada material, sehingga keretakan tidak dapat dihindarkan. 

Bancana Alam 

Kawasan yang rentan terhadap gempa bumi, seperti Indonesia dengan kandungan tanah di atas sabuk vulkanik, memiliki risiko lebih tinggi mengalami gempa bumi yang berpotensi merusak bangunan. Guncangannya akan mengakibatkan terjadi keretakan pada dinding. 

Beban Bangunan 

Beban bangunan juga harus diperhitungkan dengan seksama. Tembok yang dibuat saat pembangunan biasanya sudah dirancang sesuai beban bangunan. Jadi, saat beban tidak sesuai dengan kekuatan tembok, maka keretakan akan terjadi. 

 

Cara Mengatasi Retak pada Dinding

istockphoto.com

Identifikasi dan Evaluasi

Langkah awal adalah melakukan identifikasi dan mengevaluasi retak pada dinding. Tentukan apakah retakan kecil atau sudah menunjukkan kerusakan struktural yang lebih serius.

Perbaikan Retakan Superfisial

Retakan kecil bisa diperbaiki dengan mengisinya menggunakan wall filler atau spesifikasi mortar dan plesteran retak. Bersihkan area yang retak terlebih dahulu, sebelum mengaplikasikan bahan perbaikan. 

Perbaikan Retakan Struktural

Untuk jenis retakan yang lebih berat, Anda perlu melakukan tindakan khusus. Dapat diberikan penguatan dinding dengan bahan tambahan atau konsultasikan dengan jasa bangunan yang tepat. 

Lakukan Pencegahan Lebih Lanjut

Setelah perbaikan sudah dilakukan, jangan ragu untuk melakukan tindakan pencegahan, seperti memperhatikan peningkatan sistem drainase, pemasangan lapisan tahan air, atau memperkuat pondasi bangunan. 

 

Tips Jaga Dinding Tetap Kuat dan Awet 

istockphoto.com

Perawatan Berkala

Lakukan pemeriksaan dana perawatan dengan rutin pada dinding rumah Anda. Jika ada tanda-tanda keretakan baru atau perubahan lain pada bagian tembok, lakukan perbaikan. 

Perhatikan Sistem Drainase

Anda harus memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik, untuk mencegah adanya sumbatan air di sekitar dasar dinding. Air yang menggenang sangat bisa merusak struktur dan menyebabkan keretakan. 

Kontrol Kelembaban

Jaga suhu dan kelembaban dalam ruangan harus diatur dengan baik dan sesuai kebutuhan. Adanya ventilasi dan penggunaan dehumidifier bisa menjadi cara Anda untuk membantu mencegah masalah kelembaban yang bisa merusak dinding.

Gunakan Bahan Bangunan Berkualitas

Pertimbangkan juga menggunakan bahan bangunan yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan standar konstruksi. Investasi awal akan memberikan jaminan untuk membantu mencegah kerusakan bangunan di masa mendatang. 

Konsultasi dengan Ahli Konstruksi

Untuk perbaikan yang besar, perlu direncanakan dan konsultasi dengan ahli konstruksi atau insinyur sipil. Saran profesional akan membantu perencanaan dan perbaikan yang tepat.

Penutup 

Dengan pemahaman yang baik tentang cara mengatasi dinding retak, Anda dapat mengambil tindakan perbaikan dan pencegahan yang tepat untuk melindungi tembok tetap awet dan bagus. 

Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat memastikan bahwa rumah Anda tetap kokoh dan nyaman untuk jangka waktu yang lama.

Butuh beton berkualitas tinggi? PT. Sobute Global Indonesia jawabannya. 

Menyediakan produk pengeras beton berkualitas, untuk kebutuhan pondasi dan bangunan Anda. 

Butuh info lengkap? Hubungi Kami 

Baca selengkapnya...
240314kz71AXuPGjKdiOUH4h3EsqIYWB0yJRvrnglefopLFDN5xmcS8t2wabZ96MVT.jpg

Bangunan Lebih Stabil! Kenali Jenis Dan 6 Ciri Bahan Perekat Beton

14 March 2024

Beton sudah menjadi salah satu bahan bangunan populer yang diaplikasikan untuk berbagai jenis struktur bangunan, mulai dari gedung pencakar langit hingga jembatan. 

Kekuatan beton sendiri terletak pada kemampuannya melekat dan membentuk struktur yang kokoh. Namun, di balik semua itu, ada peran penting bahan perekat beton yang tidak bisa dipandang sebelah mata, dalam mengikat partikel beton sehingga menyatu dengan kuat. 

 

Yuk kenali secara mendalam ciri-ciri bahan perekat beton dan jenis-jenisnya!  

Ciri-ciri Bahan Perekat Beton

istockphoto.com

a. Kekuatan Perekatan

Kekuatan dalam merekatkan tentu menjadi ciri utama yang harus dimiliki bahan perekat beton yang berkualitas. Perekat yang baik harus dapat merekatkan antar partikel beton dengan kuat, sehingga membentuk struktur yang tahan terhadap beban dan tekanan eksternal.

b. Daya Tahan Terhadap Cuaca

Bahan perekat untuk beton juga harus mampu menahan dari perubahan cuaca, seperti hujan dan panas. Ketahanan tersebut penting untuk memastikan bahwa perekatan dalam material beton tidak berubah saat terkena berbagai kondisi lingkungan sekitar. 

c. Soal Elastisitas Bahan 

Elastisitas menjadi sifat penting yang menjadikan bahan perekat menyatu pada struktur beton sehingga minim kerusakan. Perekat yang elastis juga akan memberikan fleksibilitas pada struktur, sehingga tetap kuat dari pergerakan tanah atau terjadinya bencana seperti gempa. 

istockphoto.com

d. Cocok Untuk Permukaan yang Kurang Ideal 

Permukaan beton yang tidak ideal, seperti permukaan kasar, bekas cor, hingga ada keausan karena sudah lama terpapar cuaca, bisa saja mengurangi daya lekat perekat tersebut. Itu sebabnya, jika bahan perekat tetap dapat mengatasi permukaan tidak ideal pada struktur, bahan tersebut bisa dibilang sebagai bahan perekat beton yang teruji berkualitas. 

e. Kemampuan Menyerap Air

Bahan perekat yang baik juga seharusnya dapat menyerap air dalam kadar yang rendah. Penyerapan air yang tinggi bisa saja mempengaruhi proses perekatan bagian partikel beton dan mengurangi kekuatan struktur secara keseluruhan.

f. Daya Tahan Terhadap Kimia

Struktur beton tentunya terdiri dari paparan bahan kimia, seperti asam atau alkali. Bahan perekat untuk beton yang baik akan tahan terhadap bahan kimia dan tidak mempengaruhi kinerjanya. 

g. Mudah dan Lebih Efisien 

Ciri khas lainnya adalah aplikasi yang mudah dan efisien. Dengan begitu, pekerja akan lebih cepat mengerjakan proyek, sehingga lebih menghemat waktu dan biaya juga.

 

Jenis-Jenis Bahan Perekat Beton

istockphoto.com

1. Perekat Jenis Organik

Perekat jenis ini umumnya terbagi dari bahan alami dan sintesis. Untuk jenis alami merupakan bahan perekat yang diproses organisme asli, dan jenis sintetis dihasilkan dari bahan tiruan dari organisme. 

2. Perekat Epoksi

Perekat epoksi terdiri dari resin epoksi dan pengeras. Jenis perekat ini punya kekuatan perekatan yang tinggi dan daya tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan. Perekat epoksi juga elastis, membuatnya cocok untuk struktur yang butuh fleksibilitas. Akan tetapi, penggunaan perekat epoksi membutuhkan proses aplikasi yang lebih rumit.

3. Perekat Resin 

Perekat resin memberikan daya rekat yang baik dengan kemampuan penyerapan air yang rendah. Kelebihan utamanya adalah bisa kering lebih cepat daripada beberapa jenis lainnya, jadi akan lebih cepat untuk proses konstruksi.

 

Kesimpulan

Bahan perekat beton penting diaplikasikan untuk memastikan kestabilan dan kekuatan struktur beton. Dengan memahami ciri utama dan jenisnya, kita dapat merancang struktur beton yang kokoh dan tahan lama. 

Oleh karena itu, pemilihan bahan perekat yang tepat menjadi kunci sukses dalam pembangunan struktur yang dapat menahan ujian waktu dan tantangan lingkungan.

Butuh beton berkualitas tinggi? PT. Sobute Global Indonesia jawabannya. 

Menyediakan produk pengeras beton berkualitas, untuk kebutuhan pondasi dan bangunan Anda. 

Butuh info lengkap? Hubungi Kami 

Baca selengkapnya...
240711z57WaNVT0UbCc6RwrQ4Ml1gKeqinu9OBjXYvHPp2I3SA8EGtdyDFfkmJLxos.jpg

Kenalan Dengan Sloof Beton : Bangunan Lebih Kokoh Dan Tahan Lama

12 March 2024

Sebagai bagian integral dari struktur bangunan, sloof beton berperan sangat penting dalam memberikan kestabilan dan kekuatan pada konstruksi. 

Untuk memahami apa itu sloof beton, fungsi dan jenisnya, berikut penjelasan lengkapnya di artikel ini.

 

 

Definisi Sloof Beton

pemasangan sloof beton

 

Sloof beton adalah elemen struktural yang biasanya terletak di bagian bawah atau atas pondasi bangunan. 

 

Berbentuk balok panjang bertulang dengan penampang melintang yang bervariasi, sloof umumnya terbuat dari beton bertulang untuk memberikan kekuatan ekstra untuk menopang beban dinding atau kolom dan pondasi. 

Tak mengherankan jika sloof sering digunakan untuk menjadi penghubung antara kolom dan pondasi agar tidak bergeser atau mengalami keretakan di bagian lantai atau dinding bangunan. 

 

 

Fungsi Sloof Beton 

pemasangan sloof beton

 

Distribusi Beban

 

Sloof beton berfungsi untuk mendistribusikan beban dari dinding, kolom, dan struktur bangunan lainnya ke dalam pondasi, seperti yang sebelumnya disinggung. Fungsi ini menjadikannya elemen penting agar tidak ada pergeseran atau keretakan pada bangunan.

 

Pemberian Kekakuan Horizontal

Elemen bangunan ini juga memberikan kekakuan horizontal untuk struktur bangunan. Bangunan akan lebih stabil, khususnya untuk konstruksi bangunan tinggi atau yang didirikan di kawasan rawan gempa.

 

Penahan Tanah

Pada beberapa konstruksi, sloof juga bertugas sebagai penahan tanah. Ini sering ditemui di berbagai bangunan dengan basement atau ruang bawah tanah.

 

 

Jenis-Jenis Sloof Bahan Beton

 

pemasangan sloof beton

 

Sloof Balok

 

Sloof balok adalah jenis sloof beton yang paling umum digunakan. Bentuknya menyerupai balok dengan dimensi yang bervariasi tergantung pada kebutuhan struktural bangunan bertingkat atau besar yang membutuhkan topangan beban yang kuat.

 

Sloof Strip 

Sloof Strip juga berbahan beton bertulang yang dipasang di bagian bawah bangunan. Mirip dengan Balok, jenis sloof ini juga dipasang untuk bangunan bertingkat untuk menopang beban atau lantai, sebagai jembatan menyalurkan semua beban agar merata ke bagian kolom dan pondasi.

 

Sloof Floating 

Sloof beton bertulang jenis ini digunakan untuk menambah kekuatan pada dua kolom tanah berstruktur lunak. Dengan kekuatan yang diberikan, tanah yang kurang stabil akan bisa dihindari dari pergeseran atau keretakan yang mungkin terjadi pada bangunan. 

 

Sloof Balok Prategang

Sloof balok prategang memiliki kabel atau kawat baja yang diberikan tegangan sebelum pengecoran beton. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan sloof dan mengurangi kemungkinan terjadinya keretakan. 

 

 

Cara Pemasangan Sloof Beton

 

pemasangan sloof beton

 

Perencanaan yang Teliti

 

Sebelum memulai pemasangan, perlu dilakukan perencanaan yang teliti, seperti menentukan dimensi sloof, jenis beton, dan perhitungan kebutuhan material.

 

Posisi dan Ukuran Sloof

Setelah itu, Anda harus memastikan dan mengukur dengan pasti ukuran dan posisi pemasangan sloof, yang dibutuhkan untuk struktur bangunan.

 

Pembuatan Bekisting

Bekisting yang presisi sangat diperlukan untuk memastikan sloof memiliki bentuk yang sesuai dengan desain dan kebutuhan bangunan. Jadi, pemasangan bekisting harus dilakukan dengan cermat untuk menghindari pergeseran selama pengecoran. Pasang papan bekisting di atas pondasi dan ikat dengan tie rod agar lebih kuat.

 

Pemasangan Tulangan Baja

Tulangan baja akan dipasang sesuai struktur bangunan, termasuk penempatan besi lengkung atau rangka untuk posisi yang lebih optimal. 

Besi tulangan sloof kemudian diletakkan di atas pondasi dan berikan beton decking yang berfungsi menjadi penyangga tulangan sloof, dan memudahkan proses pengecoran.

 

Pengecoran Beton

Dalam tahap ini dilakukan setelah bekisting dan tulangan terpasang. Proses pengecoran beton dimulai dengan pemadatan beton dilakukan secara hati-hati, untuk menghindari retak dan memastikan kepadatan yang baik.

 

Perawatan Pasca cor

Setelah pengecoran, perawatan pasca cor diperlukan untuk mencegah kekeringan terlalu cepat yang bisa menyebabkan keretakan, begitu juga sebaliknya. Ini juga melibatkan penyiraman secara teratur dan perlindungan dari sinar matahari langsung.

 

Pengujian Kekuatan

Sebelum memulai konstruksi lantai atau dinding di atasnya, biasanya tukang akan melakukan pengujian kekuatan sloof untuk memastikan bahwa struktur tersebut memenuhi standar keamanan dan kekuatan yang ditetapkan.

 

 

Kesimpulan

 

Dengan pemahaman yang mendalam tentang definisi hingga cara pemasangan sloof beton, Anda dapat memastikan bahwa pondasi bangunan Anda kuat dan tahan lama. Sloof beton bukan hanya sekadar elemen struktural, tetapi memperkuat struktur bangunan yang kokoh untuk bangunan Anda.

Lagi cari beton berkualitas tinggi? PT. Sobute Global Indonesia siap memenuhi kebutuhan Anda. 

Ada berbagai produk pengeras beton berkualitas, untuk kebutuhan pondasi dan bangunan Anda. 

Butuh info lengkap? Hubungi Kami.

 

Baca selengkapnya...
Your Message Has Been Sent..