Untuk memaksimalkan penggunaan beton tanpa merusak lingkungan, banyak inovasi diciptakan. Hal ini juga dilakukan dengan tidak merusak kualitas bahan bangunan tersebut.
Penggunaan FABA atau Fly Ash dan Bottom Ash menjadi salah satu cara yang dilakukan. Seperti apa sebenarnya penggunaan FABA pada beton? Ini penjelasan selengkapnya!
Memahami FABA

Fly Ash dan Bottom Ash atau FABA adalah limbah padat hasil pembakaran batu bara yang sering dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Dalam beberapa tahun belakangan ini, pemanfaatan FABA memang kian besar, apalagi dalam konstruksi, jembatan tol dan jenis bangunan lainnya yang digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan beton.
Penggunaan FABA pada bahan bangunan ini tak hanya mampu mengurangi limbah industri, naun meningkatkan kualitas dan kinerja beton.
Baca Juga : Mengenal Uji Kelly Ball Demi Beton Lebih Berkualitas
FABA terdiri dari dua jenis utama, yaitu:
- Fly Ash merupakan jenis abu terbang dari hasil pembakaran batu bara dalam boiler. Partikel tersebut bentuknya halus dan mengandung silika yang tinggi, dengan kandungan fly ash sebagian besar terdiri dari oksida-oksida silika (SiO2), aluminium (Al2O3), besi (Fe2O3), dan kalsium (CaO), serta potasium, sodium, titanium, dan sulfur dalam jumlah sedikit, yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam campuran beton untuk meningkatkan daya tahan dan kekuatan.
- Bottom Ash bisa dikatakan sebagai residu kasar dan berat daripada fly ash. Material ini mengendap di sisi bawah boiler setelah pembakaran batu bara. Bahan ini menjadi agregat pada adukan beton atau bahan material lainnya.
Fungsi FABA dalam Beton

Penggunaan FABA dalam beton memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya:
- Menjadi pengganti semen, karena kandungan fly ash dapat digunakan sebagai substitusi sebagian semen pada campuran beton. Dengan begitu, penggunaan semen akan lebih berkurang.
- Tingkatkan kinerja beton dan durabilitas beton terhadap sulfat dan reaksi alkali-silika. Hal ini membuat beton lebih tahan penetrasi air.
- FABA juga menjadi agregat tambahan baik halus dan kasar dalam campuran beton, sehingga dapat menggantikan pasir dan bebatuan.
- Mampu mengurangi panas dan permeabilitas beton. Partikel halus pada limbah jenis ini dapat mengisi rongga dalam beton, sehingga mengurangi tingkat porositas dan meningkatkan kepadatan beton.
Manfaat Penggunaan FABA dalam Beton
- Pemakaian FABA mampu menggantikan beberapa bahan campuran, seperti semen, kerikil dan pasir, sehingga mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi.
- Campuran dengan bahan ini mampu membuat beton memiliki kekuatan tinggi dalam jangka panjang.
- Mengurangi emisi karbon dari produksi semen, sehingga dapat mengurangi limbah industri yang berpotensi mencemari lingkungan.
- Beton dengan campuran fly ash dan bottom ash lebih tahan pembekuan dan pencairan, sehingga cocok untuk konstruksi di kawasan dengan cuaca ekstrim.

Tantangan Penggunaan FABA
- Walau penggunaanya punya banyak kelebihan, namun terdapat variabilitas kualitas pada komposisi kimia dan fisik limbah padat ini, tergantung hasil pembakaran batu bara yang digunakan.
- Adanya kesulitan mendapatkan akses sumber PLTU untuk mendapatkan pasokan FABA.
- Perlu dilakukan uji tambahan untuk mengetahui kualitas yang digunakan sebagai bahan campuran beton dan standar konstruksi yang dibutuhkan.
Kesimpulan
Penggunaan FABA dalam beton menjadi langkah inovatif yang menawarkan berbagai kelebihan, dari sisi ekonomi, lingkungan hingga aspek sosial. Dengan pemanfaatan yang tepat, Fly Ash dan Bottom Ash dapat meningkatkan kualitas beton, mengurangi biaya produksi, serta mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi limbah industri.
Butuh beton berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia.
Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, lini bisnis TB Global Group ini siap melayani kebutuhan Anda.