Hammer Test: Mengenal Fungsi & Cara Kerjanya

Ada banyak cara dilakukan untuk menilai dan menguji mutu pada beton.  Pengujian dilakukan untuk melihat kelayakan penggunaan material yang satu ini. 

Salah satu cara yang bisa digunakan hammer test atau tes palu untuk beton, yang memberikan wawasan tentang daya tahan material dan integritas struktural bahan bangunan ini. 

Berikut detail penggunaan hammer test yang bisa Anda pahami. 

 

Pengertian Hammer Test

 

 

cara penggunaan Hammer Test

 

 

Hammer Test memiliki pengertian sebagai salah satu metode pengujian non-destruktif yang digunakan untuk mengukur kekuatan tekan beton. Pengujian ini dengan alat ini dilakukan untuk mendeteksi kualitas tanpa merusak material atau mengubah sifat sebenarnya. 

Pengujian ini dilakukan dengan memakai alat yang disebut Schmidt Hammer atau Rebound Hammer. Hammer Test digunakan secara luas dalam industri konstruksi untuk memastikan kualitas beton yang digunakan dalam berbagai struktur seperti perumahan, gedung, jembatan, dan jalan raya.

Pengujian Hammer Test bekerja dengan prinsip rebound dari suatu palu pegas ketika diaplikasikan pada permukaan beton. Nilai yang diberikan akan mengindikasikan kekuatan tekan, kekerasan atau sifat elastis beton. 

 

Baca Juga : Uji Aliran Beton: Metode, Tujuan dan Standar Pengujian

 

 

Pemakaian Hammer Test pada beton

 

Fungsi Hammer Test

 

Menilai Kekuatan Beton

Hammer test digunakan untuk membantu melihat kondisi beton yang telah dicor memiliki kekuatan tekan yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. 

 

Melihat Homogenitas Beton

Pengujian dengan palu ini juga dilakukan untuk membantu mengetahui apakah beton memiliki kualitas yang seragam di seluruh area yang diuji.

 

Deteksi Kerusakan 

Pengujian ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi adanya kerusakan pada area beton dan pelat beton yang lemah, seperti keretakan, degradasi dan lainnya untuk kemudian diperbaiki dengan cepat. 

 

Evaluasi Struktur

Fungsi lainnya juga digunakan sebagai metode pengujian untuk menentukan kondisi struktur bangunan.

 

Pembanding Kualitas Beton 

Uji ini juga menjadi pembanding kualitas dan keseragaman dalam dua tuangan beton yang berbeda.  

 

Memantau Perawatan Beton

Hammer Test dapat digunakan untuk mengontrol kualitas beton setelah dilakukan perawatan tertentu, seperti perbaikan atau pemeliharaan struktur beton.

 

Cara Kerja Hammer Test

 

- Pastikan mempersiapkan peralatan yang diperlukan dan bersihkan area permukaan beton yang akan diuji. Pastikan Schmidt Hammer dalam kondisi baik dan telah dikalibrasi.

- Pelaksanaan dilakukan pada landasan yang sudah dikalibrasi. Landasan tersebut berbahan baja dengan nilai kekerasan sekitar 5000 N/mm2 agar mendukung memberikan hasil yang maksimal. 

- Mempersiapkan permukaan untuk melakukan pengujian dengan kondisi halus, bersih, dan kering. Permukaan yang kasar terjadi karena pemadatan yang tidak sempurna dan hilangnya nat. Permukaan yang terkelupas juga tidak akan memberikan hasil yang dapat diandalkan. Letakkan palu setidaknya berjarak 20 mm dari tepi atau sudut beton.

- Tekan alat hingga palu pegas tegak lurus di permukaan beton dengan pin pendorong mengarah ke lokasi pengujian. Lakukan dengan posisi yang tepat untuk melepaskan energi ke permukaan beton. Dorong pendorong ke beton, dan badan silinder ke arah beton. Gaya tersebut menyebabkan kait terlepas dan menghantam beton.

- Selanjutnya, hasil pengujian memberi tahu kita kualitas Beton atau batu.

 

Pemakaian Hammer Test pada beton

 

Jenis-Jenis Hammer Test

 

Berikut adalah beberapa jenis Hammer Test:

 

Schmidt Hammer 

Jenis yang akurat digunakan dalam pengujian kekuatan beton. Beroperasi dengan mengukur gaya dalam memecahkan beton.  Cocok untuk pengujian struktur beton umum seperti kolom, balok, dan dinding.

Rebound Hammer Test 

Merupakan alat uji yang digunakan untuk beton yang keras dan mengukur ketebalan beton. Jenis ini menjadi alat yang paling banyak digunakan. 

Digital Hammer Test

Menggunakan sensor digital untuk membaca hasil pemantulan dan langsung menampilkan nilai kekuatan beton. Lebih akurat dan dapat menyimpan data untuk analisis lebih lanjut.

 

Kelebihan Hammer Test

 

- Non-destruktif, sehingga tidak merusak beton yang diuji.

- Cepat dan mudah dilakukan, tanpa perlu peralatan khusus yang kompleks. 

- Berbiaya rendah daripada pengujian jenis lainnya. 

- Dapat dilakukan di lokasi proyek. 

 

Kelemahan Hammer Test 

 

- Terbatas pada permukaan beton dan tidak dapat mengukur kekuatan bagian dalam beton. 

- Perlu kalibrasi agar hasilnya lebih akurat. 

 

Kesimpulan

 

Hammer Test menjadi metode yang efektif dan praktis dalam mengevaluasi kekuatan tekan beton tanpa merusaknya. Pengujian ini juga dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. 

Butuh beton berkualitas? Semua ada di PT. Sobute Global Indonesia

Bersama tenaga ahli berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia, anak bisnis TB Global Group ini siap melayani kebutuhan Anda.

.


Share

Your Message Has Been Sent..