Artikel

220606PdsXU6GxWiDbyzvHqTaAMIKgF874R1o3ClZS5j0VmQONfLn29htuErYcewpB.jpg

Apa Itu Beton Ready Mix? Solusi Instan Bangunan Kuat

6 June 2022

Bukan hanya makanan, beton juga ada versi instannya. Namun tahukah Anda kalau beton instan ternyata lebih baik? Ayo kenali apa itu beton ready mix disini.

 

A. Definisi Beton Ready Mix

Apa itu Beton Ready Mix

 

Beton ready mix adalah adalah jenis beton yang telah diproduksi dari pabrik, atau secara khusus dikenal sebagai batching plant, dengan proporsi dan komposisi material tertentu yang diawasi dan dijaga pembuatannya oleh pakarnya.

 

Baca Juga : Cek 3 Proses Pembuatan Beton Paling Populer Berikut Ini

 

 

Beton ready mix kemudian dikirim ke lokasi kerja sesuai banyaknya pesanan menggunakan truk yang dipasang dengan mixer (sering disebut Truk Molen).

 

Kenapa beton ready mix diperlukan?

 

Beton adalah material bangunan yang paling dibutuhkan pada setiap proses konstruksi. Karena eksistensinya yang berperan penting, maka diperlukan beberapa penyesuaian.

 

Pembuatan beton sebenarnya cukup sederhana, hanya membutuhkan 3 material utama,yaitu semen, air, dan agregat kasar. 

 

Namun sederhana belum tentu mudah, perlu komposisi yang tepat untuk bisa membuat beton kuat dan tahan lama. Salah-salah, beton bahkan tidak kuat berdiri sendiri sebelum menopang bobot bangunan.

 

Tidak hanya komposisi, pada pembangunan yang berkualitas, campuran beton perlu dibuat perencanaan dan pengujian mutu beton untuk memastikan kelayakan penggunaannya.

 

Nah, karena beberapa alasan itulah Beton ready mix terkadang lebih disukai dan dipilih daripada pencampuran beton secara mandiri.

 

Penggunaan beton ready mix bisa memberikan volume beton dengan tepat tanpa berlebih. Lalu mampu menjamin beton yang dihasilkan presisi proporsi campurannya dan pasti bermutu tinggi.

 

Selain itu, karena kepraktisannya, beton ready mix bisa menghemat banyak waktu dan tenaga.

 

 

B. Proses Pembuatan & Pengaplikasian Beton Ready Mix

Apa itu Beton Ready Mix

 

Pembuatan Beton ready mix pada umumnya adalah pembuatan material campuran beton yang harus bisa dituangkan pada lokasi pengerjaan sesuai banyaknya permintaan.

 

Ini artinya seluruh proses rasio air-semen, dosis campuran, kadar air, dengan presisi untuk menghasilkan beton berkualitas, hingga dipastikan tidak mengering sebelum dituang adalah tanggung jawab produsen.

 

Di Indonesia, pada umumnya pembuatan beton akan mengacu pada Peraturan Beton Indonesia yang diterbitkan pada tahun 1971 dan masih digunakan hingga saat ini (setidaknya saat tulisan ini dipublish)

 

Semua bahan yang digunakan untuk Beton ready mix mulai dari agregat kasar, pasir, air, semen hingga pemberian zat kimia tambahan (admixture) disiapkan dan diuji secara menyeluruh kualitas dan sifat fisiknya di laboratorium oleh ahlinya.

 

Lalu penentuan proporsi dan komposisi material pencampuran beton ditentukan berdasarkan tujuan dan banyaknya permintaan dari klien. 

 

Agar menjamin mutu yang keluar dari pabrik, Campuran beton kemudian dilakukan uji coba, diantaranya Slump test beton untuk memastikan bahwa setiap produk sesuai dengan standar dan kebutuhan klien.

 

Terakhir, beton ready mix siap didistribusikan.

 

 

C. Keuntungan Beton Ready Mix

Apa itu Beton Ready Mix

 

Produksi RMC membantu meminimalkan pemborosan semen karena penanganan massal.

 

Pengurangan waktu proyek yang menghasilkan penghematan di semua aspek.

 

Kontrol yang tepat dan ekonomi dalam penggunaan bahan baku menghasilkan penghematan sumber daya alam.

 

 

1. Proyek Pembangunan Lebih Efisien dengan Beton Ready Mix

Beton Ready Mix memungkinkan konstruksi yang lebih efisien tanpa repot dan tanpa tenaga kerja tambahan.

 

2. Mutu serta Konsistensi Campuran Beton Terjamin

Beton Ready Mix hadir dengan konsistensi dalam kualitas melalui kontrol agregat pasir dan air yang akurat & terkomputerisasi sesuai desain campuran.

 

Ini menghilangkan risiko kesalahan yang muncul dari pembuatan beton secara konvensional akibat seringnya hasil campuran beton tidak konsisten karena tanpa alat ukur yang sesuai.

 

3. Area Konstruksi jadi Lebih Bersih

Pengerjaan pengecoran seringkali menyisakan sampah yang begitu banyak. Bungkus semen, hamburan debu di udara, dan lain-lain membuat kondisi area proyek menjadi sangat kotor dalam sekejap. 

 

Dengan menggunakan Beton Ready Mix relatif membuat area pembangunan jadi bebas polusi.

 

 

D. Penutup

Sekian artikel tentang apa itu beton ready mix.

 

Apakah Anda memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas

 

Jadikan PT. Sobute Global Indonesia mitra kerja Anda. 

 

Dengan tenaga ahli berkompeten dan berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau.

 

Menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap sedia untuk melayani semua kebutuhan konsumen dalam permintaan dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia.

Baca selengkapnya...
220519VJBUzmvNC4PQo7enOZy8L9KwR1kXEqicHgFMT25hxdWSA0Ir6YjbDa3pustl.jpg

Bisakah Pengerjaan Cor Beton Di Musim Hujan? Bisa Kok, Tapi…

19 May 2022

Terkadang kebutuhan pembangunan seperti rumah bisa sangat mendesak, mau tidak mau Anda harus melakukannya segera. Jangan khawatir, berikut tips pengerjaan cor beton di musim hujan!

 

Saran terbaik dalam pembangunan memang sebaiknya jadwalkan pada musim kemarau. Walaupun panas dan kering, setidaknya risiko hujan bisa diminimalisir.

 

Namun tentunya kebutuhan setiap orang bisa berbeda, bahkan jika harga-harga bangunan sedang murah-murahnya dan dananya sudah tersedia, rumah impian sangat menggoda bukan?

 

Terkadang di musim kemarau sekalipun, cuaca Indonesia yang tidak bisa ditebak memungkinkan pekerjaan konstruksi tetap diguyur hujan.

 

Oleh karena itu, dalam proses konstruksi perlu ada beberapa strategi dan penyesuaian. Dalam artikel ini, kita akan membahas perihal pengerjaan cor beton di musim hujan. Langsung kita mulai.

 

 

Apa Pengaruh Pengerjaan Cor Beton Di Musim Hujan?

 

cor beton

 

Beton adalah salah satu bahan bangunan yang dibuat dari pencampuran semen, pasir, agregat kasar atau batu pecah, air, dan dengan tujuan menjadi sangat keras dan kuat ketika memadat.

 

Baca Juga : Mengenal Proses Pembuatan Beton Paling Populer Disini

 

 

Karena dibuat dengan proses pencampuran, maka bagaimana perencanaan campuran beton sangat berpengaruh dalam mutu beton. 

 

Saking berpengaruhnya pencampuran terhadap kualitas, sebelum digunakan umumnya beton akan dilakukan serangkaian tes. 

 

Bahkan untuk menjaga mutunya, pembuatan beton pada konstruksi yang profesional menggunakan campuran beton yang sudah diracik melalui laboratorium dan teruji.

 

Nah kembali pada pengerjaan cor beton di musim hujan, air hujan pasti berpengaruh pada perubahan rasio air terhadap pencampuran. Ini berpotensi melemahkan dan merusak kualitas beton. 

 

Ada dua cara setidaknya dalam air hujan sehingga bisa mempengaruhi pencampuran beton, 

1. Rasio air yang masuk dan ikut larut menjadi lebih banyak dari seharusnya dan membuat campuran beton menjadi encer.

2. Bahkan jika air tidak tercampur tapi langsung dialirkan / dibuang, ada kemungkinan mengurangi komposisi semen yang juga ikut terlarut bersama air hujan.

 

Selain itu, hujan yang jatuh di atas beton yang hampir kering dan tidak mengganggu pencampuran juga berpotensi merusak struktur. Hujan yang deras dapat merusak permukaan beton yang sudah dibuat rata.

 

 

Tips Pengerjaan Cor Beton Di Musim Hujan

 

cor beton

 

Membuat Perencanaan Berdasarkan Perkiraan Hujan

 

Jika memungkinkan, Anda bisa memperoleh informasi dari badan cuaca seperti BMKG, atau berdasarkan pengalaman Anda selama berada di area konstruksi.

 

Misalnya selama ditempat, Anda menemukan hujan hanya sering turun di pagi atau siang hari, maka memindahkan proses pengecoran di malam atau sore hari bisa dipertimbangkan.

 

Meskipun bisa diantisipasi, menjauhi hujan dari pengerjaan cor adalah solusi terbaik. 

 

 

Menggunakan Admixture Untuk Mempercepat Proses Pengerasan Beton 

 

Tahukah Anda bahwa ada produk Admixture yang bisa mempercepat proses pengerasan beton. Sobute adalah salah satu produsen yang memberikan Anda solusi ini.

 

Admixture ini umumnya digunakan untuk pengerjaan yang membutuhkan presisi dan kecepatan tinggi karena berhubungan dengan fasilitas umum.

 

Misalnya proyek infrastruktur pembuatan jalan, jembatan, dan lain sebagainya. Tapi karena bisa mempercepat, tidak ada salahnya digunakan sebagai strategi beton di musim hujan.

 

 

Memasang Penutup dan Pelindung Hujan

 

Sedia payung sebelum hujan adalah solusi yang sempurna untuk situasi ini.

 

Bagaimanapun alternatif yang sudah direncanakan, membuat semacam tenda atau terpal untuk melindungi proses pelaksanaan pekerjaan merupakan tips yang harus dilakukan.

 

Kita setuju bahwa air hujan adalah fenomena alam yang tidak bisa ditebak. Anda tidak bisa tahu kapan turunnya, intensitasnya, hingga durasinya, maka bersahabat dengan hujan adalah pilihan yang bijak.

 

Bahkan jika memungkinkan, Anda bisa menampung air hujan tersebut untuk proses curing beton setelah kering nanti.

 

 

Penutup

 

Sekian ulasan lengkap tentang cara pengerjaan cor beton yang dilakukan pada musim penghujan.

 

Kesimpulannya, proses konstruksi di Indonesia selalu punya kemungkinan menghadapi hujan. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi agar pekerjaan tetap selesai sesuai rencana.

 

Lalu untuk pengerjaan beton yang lebih terstandar dan berkualitas untuk bangunan Anda, Anda bisa menggunakan campuran beton terbaik dari Sobute.

 

Hubungi kami untuk konsultasi dan kerjasama lebih lanjut.

Baca selengkapnya...
220509G04DVyzfbskEmPnvA7loM1CuOiNwcFWetSQjZLrXJ8KdaHRT9653gxhpI2BY.jpg

Mengenal 3 Proses Pembuatan Beton Populer!

9 May 2022

Terlihat sederhana, proses pembuatan beton ternyata tidak semudah yang terlihat. Ada beberapa jenis yang populer dan sering digunakan dalam konstruksi. Ini informasinya.

 

Majunya teknologi konstruksi di dunia ternyata tidak mampu menggeser posisi beton sebagai material yang paling dibutuhkan di dunia.

 

Baca Juga : Kenali 5 Jenis Beton Terpopuler di Dunia Konstruksi

 

 

Terbuat dari pencampuran bahan-bahan, beton mungkin mengalami inovasi dari segi bahan campuran, teknologi uji, dan alat-alat yang mempermudah pengerjaannya.

 

Namun secara garis besar, tidak ada langkah-langkah yang berubah sejak beton diperkenalkan pada abad ke 19.

 

 

3 Metode Populer Proses Pembuatan Beton Dalam Konstruksi

Mari kita masuk ke pembahasan berikut metode dasar pengerjaan konstruksi beton.

 

 

Pengerjaan Konstruksi Beton Cast-In-Place

 

proses pembuatan beton

 

Pengerjaan konstruksi beton Cast-In-Place adalah pembuatan cor beton yang dilakukan setiap elemennya di lokasi konstruksi. Ini adalah metode yang paling konvensional dan dikenal secara luas.

 

Tahapan pengerjaan Cast-In-Place diawali dengan campuran beton yang masih basah, diperoleh baik dengan mencampur bahannya secara mandiri atau memesan dan diantar menggunakan truck mixer (mobil molen) ke lokasi konstruksi.

 

Kemudian campuran tersebut dituangkan pada bekisting (cetakan) beserta tulangan-tulangan yang sudah ditempatkan pada posisinya masing-masing.

 

Setelah beton mengeras dan memiliki kekuatan yang cukup, bekisting dilepas dan dilakukan tahap perawatan selama beberapa minggu hingga beton mencapai kekuatan penuh. 

 

Proses konstruksi Cast-In-Place tentunya lebih fleksibel, karena semuanya dilakukan secara mandiri. Hanya saja, memerlukan waktu yang lebih lama dan pengetahuan yang cukup bila melakukan pencampuran bahan-bahan beton secara mandiri.

 

Pengerjaan secara profesional tentunya dapat ditingkatkan kecepatannya menggunakan admixture khusus atau ready mix beton.

 

 

Pengerjaan Konstruksi Beton Pracetak

 

proses pembuatan beton

 

Konstruksi beton pracetak adalah proess pengerjaan beton yang sudah dibuat berdasarkan standar dan kualitas sesuai permintaan dari pabrik industri. 

 

Tahapan pengerjaannya adalah konstruktor memesan setiap kebutuhan beton dalam pengerhaan, kemudian beton tersebut diangkut ke lokasi kerja untuk diinstalasi.

 

Konstruksi beton pracetak memiliki keunggulan tertentu dibandingkan metode pengerjaan lainnya. Beton pracetak menawarkan kontrol kualitas yang lebih baik dan terjamin. 

 

Seperti yang diketahui, pembuatan beton sangatlah berpengaruh terhadap komposisi pencampurannya. Salah-salah malah membuat struktur menjadi lemah. 

 

Lalu konstruksi dengan beton pracetak juga bisa lebih efisien. Anda tidak perlu lagi kebingungan jika konstruksi sedang dilakukan musim hujan. 

 

Secara umum, pada proyek yang besar dan membutuhkan material yang berulang, konstruksi pracetak bisa sangat hemat biaya. Misalnya, pada pengerjaan jalanan, jembatan, atau bangunan bertingkat tinggi.

 

Namun, beton pracetak juga memiliki beberapa kelemahan, misalnya, melibatkan biaya pengiriman beton pracetak dari pabrik ke lokasi konstruksi.

 

Tidak hanya akan menambah biaya, ini juga cukup sulit mengingat area konstruksi harus bisa dengan mudah dilalui kendaran berat dalam proses pengiriman ke lokasi Anda.

 

Lalu, beton pracetak juga memerlukan penggunaan peralatan khusus (crane besar) untuk mengangkat dan menempatkan anggota pracetak pada posisinya. 

 

 

Pengerjaan Konstruksi Beton Tilt-up

 

proses pembuatan beton

 

Konstruksi Beton Tilt-up adalah salah satu pekerjaan yang bisa dibilang menggunakan campuran kedua metode diatas.

 

Dalam pekerjaan konstruksi, pembuatan dinding misalnya, beton dibuat dengan cetakan dengan posisi horizontal pada area konstruksi.

 

Setelah panel beton mencapai kekuatan yang cukup, pekerjaan kemudian berkutat dengan pendirian panel dan menghubungkan beton pada anggota struktural lainnya.

 

Pengerjaan ini masih jarang ditemui, biasanya ada pada proyek yang tidak bisa memesan beton pracetak tapi tidak terlalu efisien jika menggunakan metode Cast-In-Place

 

 

Penutup

 

Sekian artikel tentang proses pembuatan beton yang populer digunakan di proyek konstruksi.

 

Apakah Anda memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas? Serahkan pada PT. Sobute Global Indonesia

 

Dengan tenaga ahli berkompeten dan berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture berkualitas untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau.

 

Menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan konsumen dalam permintaan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca selengkapnya...
220428Mub8TY1zpG74CxI6lAjXUHBS3KZNnsveEwQg5ckL9fORayrqJVWo0hDPmF2t.jpg

Mengenal 5 Jenis Beton Populer Di Dunia Konstruksi

28 April 2022

Beton adalah bahan bangunan yang pasti ada di setiap kegiatan konstruksi. Tapi tahukah Anda kalau beton punya banyak jenis? Ayo mengenal jenis beton yang populer digunakan.

Pada umumnya beton yang biasa digunakan dalam konstruksi terbuat dari 3 material utama, yaitu semen, air, dan agregat kasar.

Walaupun sederhana, namun pembuatan beton tidak semudah yang dibayangkan. Perlu komposisi yang tepat untuk kebutuhan tertentu.

 

Baca Juga : Ketahui Lebih Jauh Tentang Rabat Beton, Lapisan Beton Banyak Fungsi

 

 

Tidak hanya sekedar mencampur, perlu adanya perencanaan dan pengujian yang dilakukan untuk memastikan campuran beton baik untuk digunakan.

Beton juga punya banyak jenis untuk digunakan dalam konstruksi. Lebih dari sekadar campuran bahan ditunggu mengeras, berikut pengenalan 5 jenis beton yang paling populer dan banyak digunakan di dunia konstruksi.

 

 

Mengenal 5 Jenis Beton Yang Paling Banyak Digunakan

 

mengenal jenis beton

 

Beton Bertulang (Reinforced Concrete)

 

Beton bertulang adalah beton yang diberi batang baja serat, atau bahan lain untuk meningkatkan kekuatan tarik beton.

Penggunaan beton jenis ini bisa ditemukan hampir di semua konstruksi yang menggunakan beton seperti kolom, konstruksi jalan, konstruksi terowongan, konstruksi jembatan dan lain sebagainya.


 

Beton Ringan

 

Beton ringan adalah beton yang cenderung lebih ringan sehingga tidak membebani struktur atau area tertentu. 

Campuran agregat dibuat dengan material ringan seperti batu apung. 

Beton ini tidak bisa digunakan pada bagian struktural dan lebih banyak digunakan sebagai pelindung untuk bahan bangunan logam atau sebagai dinding beton bantalan non-beban. 

Selain itu, beton ringan juga biasa digunakan sebagai insulasi untuk pipa air atau pembuatan material anti api.

 

 

Beton Densitas Tinggi

 

Beton jenis ini dibuat dengan memperhatikan secara pasti kerapatan dan kepadatan material.

Beton jenis ini biasa digunakan untuk melindungi area atau bahan tertentu seperti pembangkit listrik tenaga nuklir, bendungan, dan lain-lain. 

 

Beton Pracetak

 

mengenal jenis beton

 

Beton pracetak adalah beton yang telah dibuat terlebih dahulu (prefabrikasi) sehingga akan siap digunakan.

Beton pracetak tidak memiliki kriteria khusus namun lebih mengacu ke proses pembuatannya yang sesuai permintaan.

Beton pracetak dibuat dalam lingkungan yang terkontrol penuh sehingga lebih teruji kekuatan dan mutunya. Sekaligus jauh lebih efisien.

 

 

Beton Massa (Mass Concrete)

 

Beton massa adalah beton yang diproduksi dalam skala besar untuk diaplikasikan pada pekerjaan dengan cakupan volume atau permukaan yang relatif besar dan kontinyu.

Beton massa biasa menemui kesulitan karena proses pengecorannya hingga mengeras sangat lama. Ini membuat resiko beton tidak kering secara merata sehingga dapat mengakibatkan keretakan pada struktur beton.

Dalam pembuatan dan pengerjaannya, beton massa harus memperhatikan kondisi cuaca, rasio volume permukaan, tingkat hidrasi, dan temperatur material.

 

 

Klasifikasi Kelas dan Mutu Beton

 

mengenal jenis beton

 

Selain memiliki jenis, beton juga memiliki klasifikasi berdasarkan mutunya. Pembagian kelasnya sebagai berikut: 

 

 

Beton Kelas I 

 

Kelas I adalah tingkatan yang paling rendah karena lingkup penggunaannya hanya terbatas pada bagian non struktural. Pembuatan beton kelas tidak memerlukan keahlian atau kemampuan khusus. 

 

 

Beton Kelas II 

 

Beton kelas II adalah kelas menengah yang sering dijumpai pada pekerjaan struktural secara umum. 

Pembuatannya memerlukan keahlian yang cukup dan perlu diawasi oleh ahli konstruksi berpengalaman dalam menangani proyek konstruksi.

 

 

Beton Kelas III

 

Untuk beton kelas III prosesnya melibatkan penulangan besi dalam pembuatannya. Sehingga memerlukan keterampilan khusus dan pengawasan oleh tenaga ahli.

Umumnya pembuatan beton kelas III melibatkan proses laboratorium dengan menggunakan alat dan serangkaian uji yang lengkap. 

 

 

Kesimpulan

 

Sekian artikel tentang jenis-jenis beton yang perlu Anda ketahui, terutama untuk Anda yang mau akan terlibat di dunia konstruksi.

Apakah Anda memiliki proyek yang membutuhkan beton dan pondasi berkualitas

Jadikan PT. Sobute Global Indonesia mitra kerja Anda. 

Dengan tenaga ahli berkompeten dan berpengalaman dalam memproduksi dan menyuplai admixture untuk berbagai proyek di sekitar Jabodetabek dan proyek luar pulau.

Menjadikan PT. Sobute Global Indonesia siap melayani kebutuhan konsumen dalam permintaan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca selengkapnya...
220422RWOAfcKwHUuzFvyPJMNogCQ68S7XhIVL31DikT290ZabYpeBr4ElntjmG5qd.jpg

Mengenal Rabat Beton, Lapisan Beton Yang Punya Banyak Fungsi

22 April 2022

Pada artikel ini, Anda diajak untuk mengenal rabat beton yang digunakan hampir di setiap kegiatan konstruksi. Mulai dari pembuatan pondasi hingga jalan raya.

 

Apa Itu Rabat Beton?

mengenal rabat beton

 

Rabat beton atau disebut juga lean concrete, adalah sebutan untuk jenis komposisi beton yang dibuat sengaja dengan kualitas rendah.

Disebut kualitas rendah karena rabat beton menggunakan sedikit sekali semen dibandingkan komposisi beton pada umumnya, mengingat semen adalah faktor utama penguat beton.

Rabat beton umumnya dibuat dengan kandungan semen kurang dari 10% dan membuatnya menjadi beton berkekuatan rendah. 

 

Baca Juga : Mengenal Slump Test Beton, Cara Untuk Menentukan Kualitas Beton

 

Rabat beton dibuat demikian karena fungsinya memang hanya untuk menciptakan permukaan yang seragam terutama pada lapisan tanah yang sudah diratakan pada pembuatan pondasi.

Ini dilakukan untuk mencegah kontak langsung antara beton pondasi yang dibuat dengan komposisi bagus dengan tanah.

Dibuat dengan cukup encer, rabat beton mampu mengisi retakan atau celah-celah pada tanah yang umumnya ditemukan pada lapisan tanah atau pada lapisan konstruksi lainnya.

Secara umum di dunia konstruksi, dikenal 3 jenis komposisi rabat beton yang populer digunakan yaitu:

 

Grade Of Concrete (M-5) 

Komposisi pada grade ini menggunakan perbandingan  1 : 5 : 10 (semen: pasir: agregat)

Grade rabat beton M-5 memberikan karakteristik kekuatan hingga 5 MPa.

 

Grade Of Concrete (M-7.5) 

Komposisi pada grade ini menggunakan perbandingan  1: 4 : 8  (semen: pasir: agregat)

Grade rabat beton M-7.5 memberikan karakteristik kekuatan hingga 7.5 MPa. 

 

Grade Of Concrete (M-10) 

Komposisi pada grade ini menggunakan perbandingan  1 : 3 : 6 (semen: pasir: agregat)

Grade rabat beton M-10 memberikan karakteristik kekuatan hingga 10 MPa.

 

* Catatan: Mpa adalah satuan tekanan (Megapascal). Satuan ini menggambarkan kekuatan suatu bahan dalam menerima tekanan.

 

Fungsi Rabat Beton Dalam Proses Konstruksi

mengenal rabat beton

 

Selain memberikan lapisan yang merata, berikut beberapa fungsi rabat beton yang juga ditemui pada proses konstruksi:

  • Membentuk landasan cor beton yang stabil dan rata.

  • Menjadi bagian bawah landasan bekisting yang kokoh dan padat.

  • Memberikan kelembaban pada beton di atasnya.

  • Sebagai faktor penstabil kerataan permukaan beton.

  • Membuat lingkungan konstruksi lebih kondusif karena memberikan permukaan area pekerjaan yang bersih dan rata.

 

Rekomendasi Ketebalan Rabat Beton

mengenal rabat beton

 

Dilihat dari struktur dan fungsi konstruksinya, berikut rekomendasi ketebalan rabat beton yang disarankan:

  • Pembuatan pondasi bendungan atau konstruksi penahan air = 75 mm.

  • Untuk melapisi permukaan yang sangat kasar atau terlalu tidak rata = 100 mm.

  • Untuk pekerjaan kecil atau ringan seperti pembuatan septic tank dan saluran pembuangan limbah = 50 mm

  • Untuk pembuatan pondasi bangunan yang tinggi dan besar = 75 mm.

 

Rekomendasi ini tentunya bisa berbeda tergantung kondisi dan situasi lingkungan konstruksi. Tentunya Anda bisa memperhitungkan anggaran dan kebutuhan Anda untuk menciptakan ketebalan yang optimal.


 

Kesimpulan

Sekian artikel tentang mengenal rabat beton dan informasi lain yang memberikan Anda pemahaman tambahan.

Sebagai informasi tambahan, setelah mengetahui definisi dan fungsi, bisa disimpulkan bahwa rabat beton tidak menjadi hal wajib dalam pekerjaan konstruksi.

Utamanya karena tidak terlalu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil pengerjaan konstruksi bangunan. 

Tapi rabat beton dengan fungsi-fungsi yang disebutkan diatas tetap memiliki sumbangsih dan manfaat dalam peningkatan kualitas.

Utamanya dalam membantu efisiensi pekerjaan dan proses konstruksi yang bersinggungan dengan pembuatan cor beton.  

Untuk pembuatan beton / concrete yang berkualitas dan profesional, Anda bisa mempercayakannya dengan Sobute yang menyediakan beragam kebutuhan concrete admixture.

Baca selengkapnya...
220414fRuG76x8HDVkO9dJFyzoAQqai4lU2j1bhZTP0mpXvBeMSgEtrYI3nc5sKLNW.jpg

Slump Test Beton, Cara Mudah Memastikan Beton Berkualitas!

14 April 2022

Pesatnya dunia konstruksi menuntut semua bahan bangunan semakin berkualitas dan terstandar. Salah satu caranya adalah dengan slump test beton. Apakah itu dan kenapa itu penting?

 

Beton adalah salah satu bahan bangunan yang dibuat dari pencampuran semen, pasir, agregat kasar atau batu pecah, air, dan dengan tujuan menjadi sangat keras dan kuat ketika memadat.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Apa itu Fungsi dari Mortar

 

Karena dibuat dengan proses pencampuran, maka bagaimana perencanaan campuran beton sangat berpengaruh dalam mutu beton. 

 

Untuk mengetes mutu dan kualitas beton, salah satu cara yang paling mudah dan umum digunakan dalam dunia konstruksi adalah slump test beton.

 

 

Mengenal Slump Test Beton dan Fungsinya

 

Karena beton dibuat dengan pencampuran, maka komposisinya sangat menentukan bagus tidaknya beton.

 

Campuran atau komposisi yang salah berakibat beton jadi sangat buruk dan tidak ideal untuk digunakan. 

 

Selain itu, dalam konstruksi berskala besar, seringkali beton menggunakan jasa pihak ketiga yang diangkut menggunakan mobil ke tempat pengerjaan.

 

Lamanya proses pengantaran ini juga bisa mempengaruhi kualitas beton yang mungkin bagus saat akan dikirimkan, namun kualitas menurun selama perjalanan.

 

Pada kedua kasus itulah slump test beton akan dilakukan. Slump test adalah sebuah cara untuk mengetahui, sekaligus menentukan konsistensi atau tingkat kualitas campuran beton.

 

Secara praktis, fungsi slump test yang utama adalah mengukur workabilitas dari beton yang sudah dibuat dan akan digunakan.

 

Beberapa sifat beton yang baik diantaranya beton harus mempunyai workabilitas (kemudahan pengerjaan beton) yang tinggi. 

 

Beberapa faktor yang menunjukkan workabilitas tinggi antara lain:

 

  • Ratanya Campuran Adukan (Homogeneity)

  • Tingkat Kelekatan Adukan (Cohesiveness)

  • Kemampuan Campuran Beton Mengalir (Flowability)

  • Ketahanan campuran beton dari segi kerataan dan kelekatan jika dipindah dengan alat angkut (Mobility)

  • Campuran memiliki kondisi plastis (Plasticity)

 

Lalu bagaimana cara melakukan slump test beton?

 

 

Cara Melakukan Slump Test Beton

 

Untuk melakukan slump test beton sebenarnya sangat mudah, mengutip dari SNI 1972-2008 tentang cara uji slump beton, berikut detailnya:

 

Alat dan Bahan

a.  Kerucut Abrams 

Kerucut Abrams adalah sebutan umum untuk alat uji yang didasarkan panduan cara uji.

 

Sesuai dengan namanya, alat uji slump test ini berupa sebuah cetakan berbentuk kerucut yang bahan pembuatnya adalah dari bahan logam serta tidak lengket dan tidak bereaksi dengan pasta semen.

 

Detailnya sebagai berikut,

  • Kerucut dengan bagian atas dan bawah terbuka

  • Diameter atas 102 mm

  • Diameter bawah 203 mm

  • Tinggi 305 mm

  • Tebal cetakan minimal 1,5 mm

 

slump test beton

 

Visualisasi cetakan abrams beserta aturan ukurannya.

 

b.  Batang Besi Penusuk 

Batang penusuk diibaratkan seperti batang baja yang lurus dengan penampang lingkaran berdiameter 16 mm dan panjang sekitar 600 mm.

 

Lalu memiliki salah satu atau kedua ujungnya berbentuk bulat setengah bola dengan diameter 16 mm.

 

c. Alas 

Untuk alas, tidak ada aturan besaran tertentu, hanya saja harus datar, kaku, dan tidak menyerap air.

 

Cara Kerja Slump Test Beton

a. Kerucut Abrams (cetakan) dibasahi dan ditempatkan di atas alas yang sudah disediakan.

 

b. Cetakan kemudian diisi sebanyak 3 kali, masing-masing sekitar 1/3 volume cetakan dan dipadatkan dengan batang penusuk sebanyak 25 kali secara merata dan menembus ke lapis sebelumnya/di bawahnya tanpa menyentuh dasar cetakan.

 

c. Lapis terakhir dilebihkan pengisiannya, setelah dipadatkan lalu diratakan dengan menggelindingkan batang penusuk di atas permukaan cetakan.

 

d. Segera setelah permukaan atas beton diratakan, cetakan diangkat dengan kecepatan 3-7 detik, diangkat lurus vertikal. Sama sekali tidak boleh diputar atau gerakan menggeser ke samping selama mengangkat kerucut

 

e. Setelah cetakan diangkat, Letakkan cetakan di samping beton yang diuji dan ukur nilai penurunan permukaan atas beton pada posisi titik tengah permukaan atasnya

 

slump test beton

 

Hasil pengukuran selisih keruntuhan campuran beton dengan cetakan dikategorikan berdasarkan akan digunakan pada struktur apa beton tersebut. Berikut tabel rekomendasinya sebagai berikut

slump test beton

 

 

Penutup

Sekian artikel tentang slump test beton dan hal-hal yang bisa membantu Anda untuk mengetahui kualitas beton.

Slump test umum digunakan pada kegiatan konstruksi, karena mudah dilakukan oleh siapa saja dan sangat terstandar.

Untuk lebih memastikan beton lebih terstandar dan berkualitas untuk bangunan Anda, Anda bisa menggunakan campuran beton terbaik dari Sobute.

Baca selengkapnya...
220407GwdnTDEHxX78rzWsFN0i1vMqZSyobtk5KJPucpjhRLOa6ICe9Y4UAVlmBf2g.jpg

Mengenal Fungsi Mortar, Campuran Serbaguna Pada Konstruksi

7 April 2022

Mortar adalah salah satu bahan paling penting yang pasti ada di setiap kegiatan konstruksi. Tapi, apakah Anda sudah tahu? Cari informasi lengkapnya di sini!

 

Apa Itu Mortar?

 

Definisi secara sederhananya, mortar adalah pencampuran antara bahan pelarut (air), agregat halus (pasir, surkhi, dll), dan bahan perekat (semen, ash, dll).

 

Secara umum, penggunaan mortar sering ditemukan pada tahapan merekatkan dan melapisi tembok.

 

Untuk lebih mengenal tentang mortar lebih mudah, ada baiknya membandingkannya dengan beberapa bahan bangunan sejenis yang sudah lebih Anda kenal.

 

Perbedaan Mortar Dan Semen

 

Sama-sama bisa merekatkan dan membuat lapisan, kalau begitu apa beda mortar dan semen?

 

Pada penggunaan semen, umumnya campuran hanya menggunakan air saja. Sedangkan mortar membutuhkan agregat halus, seperti pasir, untuk mengisi volume adonan.

 

Tentunya semen memiliki daya rekat yang lebih kuat dibandingkan mortar karena adanya isian pasir, namun untuk skala besar tentunya mortar jauh lebih efisien dari segi harga.

 

Semen cenderung digunakan hanya pada skala kecil.

 

Perbedaan Mortar dan Beton

 

Mortar dan beton sama-sama butuh pencampuran, jadi apa bedanya?

 

Bahan pembuatan beton memang sama dengan mortar, yaitu adanya bahan pelarut, perekat, dan agregat. Namun, pada beton agregat yang digunakan adalah agregat kasar, seperti kerikil.

 

Karena secara fungsi juga sangat berbeda, campuran mortar berbentuk lebih pekat dan kental karena berguna untuk merekatkan. Sedangkan beton akan terlihat lebih encer dan basah.

 

Ini karena beton berfungsi sebagai pembangunan pondasi gedung atau badan bangunan karena kuat menahan beban berat dan tahan hingga 30-50 tahun.

 

Fungsi Mortar

fungsi mortar

 

Selain mampu merekatkan bahan penyusun tembok, Mortar juga merupakan bahan yang punya fungsi serbaguna. Berikut fungsi mortar secara keseluruhan:

 

  • Berfungsi untuk merekatkan atau menggabungkan susunan bata atau bahan penyusun lainnya menjadi kesatuan.

  • Sebagai pelindung koneksi atau sambungan struktur.

  • Sebagai pelapis atau plesteran yang melindungi dan menghaluskan permukaan bata.

  • Sebagai pelapis permukaan bata agar lebih rata dan mampu mendistribusikan beban secara simetris.

  • Sebagai pengisi sambungan dan membuat lapisan yang kedap air.

 

Sejarah dan Inovasi Mortar

fungsi mortar

 

Mortar ternyata memiliki sejarah dalam perannya dalam pembangunan di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa jenis mortar disusun berdasarkan sejarah dan inovasinya.

 

Mortar Gypsum

Mortar ini merupakan mortar yang dipercaya paling awal digunakan dalam sejarah pembangunan. Setidaknya, teknik ini telah digunakan sejak era Mesir kuno. Bahan penyusunnya terbuat dari gypsum yang pada dasarnya adalah campuran plester dan pasir.

 

Mortar Kapur

Mortar selanjutnya yang tercatat dalam sejarah adalah mortar kapur. Dibuat dengan pencampuran pasir, kapur, dan air, mortar diketahui digunakan sekitar 4000 SM di Mesir Kuno. 

 

Jenis mortar ini sangat lambat mengering. Sehingga lapisan tebal yang terbuat dari mortar kapur pastinya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengeras seluruhnya. 

 

Mortar Semen 

 

Inovasi mortar kemudian dimulai pada abad ke-19. Kebutuhan untuk membuat mortar yang efisien dari waktu dan pengaplikasiinya serta memberikan kekuatan yang maksimal, membawa semen sebagai campuran mortar selanjutnya.

 

Mulai dari tahun 1930, mortar semen menjadi populer hingga saat ini karena keunggulannya yang kuat dan mampu mengeras dengan cepat, sehingga memungkinkan proses konstruksi lebih cepat.

 

Mortar Instan

 

Di industri konstruksi saat ini, mortar mulai dibuat melalui racikan pabrikan dibanding dibuat langsung di lokasi. 

 

Kebutuhan ini muncul karena adanya kesulitan menentukan campuran mortar yang tepat dan terstandar.

 

Dengan dibuat di pabrik, tentunya mortar akan memiliki komposisi yang akurat, terstandar kualitasnya secara konsisten, serta efisiensi dari segi pekerjaan dan jumlahnya lebih mudah dikalkulasi.

 

 

Kesimpulan

 

Sekian artikel tentang fungsi mortar dan hal-hal yang bisa membantu Anda mengenali apa itu mortar.

 

Mortar pada kegiatan konstruksi bangunan tentunya adalah barang wajib yang paling diperlukan. 

 

Tentunya Anda bisa mempertimbangkan mortar instan yang lebih terstandar dan berkualitas untuk bangunan Anda. 

 

Untuk Anda yang membutuhkan bahan kimia untuk pengeras beton, Anda bisa menemukannya di Sobute.

 

Sobute merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur bahan kimia yang fokus utamanya pada pengeras beton dengan standar Internasional.

Baca selengkapnya...
220317sFlb6zvOKC5SQ3XEfoT8eYJjtwRxZiqygmaMVhLHDp0rAP97IN2n41UcdkGB.jpg

Fungsi Sheet Pile, Beton Pracetak Penahan Tanah

17 March 2022

Tanah longsor adalah salah satu peristiwa alam yang sering terjadi di Indonesia dan seperti yang kita ketahui, musibah ini dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat baik yang bersifat material maupun non material. Longsor sendiri bisa terjadi karena adanya pengikisan pada tanah atau erosi tanah. Erosi tanah terjadi salah satunya karena aliran air yang deras menghujam tanah sehingga membuat tanah menjadi kian curam.


Tebing yang kekurangan pohon atau tidak memiliki penahan tanah ini akan membuat tanah lebih mudah terkikis sehingga mudah terjadi longsor. Salah satu material konstruksi yang berfungsi untuk menahan tanah adalah sheet piles atau salah satu jenis beton pracetak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk dinding yang kokoh agar tidak terjadi longsor. Sebagai dinding penahan tanah, sheet piles tidak hanya digunakan pada tebing sungai atau jalan raya saja, tetapi juga penahan tebing galian pada pembuatan fondasi dan pembuatan basement. Bangunanbangunan di pelabuhan seperti dinding dermaga, dok kapal dan bendungan juga kerap menggunakan dinding penahan tanah.


Pada proses pemancangannya, ada beberapa tahap yang harus diperhatikan agar sheet piles bisa terpasang dengan baik. Pertama adalah persiapan lokasi, yaitu mempersiapkan lokasi penempatan alat pemancang. Pada tahap ini harus dipastikan bahwa tanah harus dapat menopang berat alat. Kedua, persiapan alat pemancang dimana para pekerja harus menyediakan alat untuk memancang tiang sesuai dengan jenis tanah dan jenis sheet pile sehingga sheet pile tersebut dapat menembus masuk pada kedalaman yang telah ditentukan tanpa adanya kerusakan. Alat pemancang yang biasa digunakan adalah diesel hammer maupun vibro hammer yang dipasang pada crane / alat angkat.
 

Ketiga, pada proses pemancangan sheet piles harus dilindungi dengan bantalan topi atau mandrel. Kemudian, sheet pile diikatkan pada sling yang terdapat pada alat dan ditarik sehingga sheet pile masuk pada bagian alat. Pemancangan sheet piles harus dilakukan sampai penetrasi maksimum atau kedalaman tertentu sesuai perencanaan. Jika sudah, pemancangan di titik berikutnya dilakukan dengan langkah yang sama.

Baca selengkapnya...
Your Message Has Been Sent..